in

5 Manfaat Membaca yang Mungkin Belum Kamu Sadari

[su_heading] Ada orang-orang yang begitu penasaran tentang manfaat membaca, tapi ada juga yang merasa tidak punya cukup waktu untuk membaca karena memiliki anggapan bahwa membaca bukanlah aktivitas produktif.[/su_heading]

Di era digital yang segala sesuatunya semakin efisien, kita seperti ‘dikondisikan’ untuk melakukan hal-hal yang praktis dan melakukannya dengan cepat. Banyak hal yang bisa diselesaikan cukup dengan bermodal satu gawai di genggaman tangan. Belum lagi ketika bicara soal jejaring sosial di internet.

Setiap waktu, ribuan informasi seperti saling berebut perhatian. Kapanpun kita mau, kita bisa mendengar, melihat, juga membaca banyak hal dalam waktu yang relatif singkat. Sebentar, khusus untuk membaca, kira-kira seberapa lama kamu betah melakukannya? Dan apa yang kamu baca?

Lagi baca apa? (Sumber: Pixabay)

Saat ada sebagian orang penasaran apa manfaat membaca, ternyata ada juga yang merasa tidak punya cukup waktu untuk membaca. Saat ingin mendapatkan informasi atau hal-hal menghibur, membuka internet dirasa lebih tepat daripada membuka buku. Terkesan kurang praktis memang jika harus membolak-balik halaman untuk menemukan informasi yang dibutuhkan, tidak seperti internet yang tinggal mengetik keywordnya saja. Di tengah tren video 60 detik untuk memberikan informasi singkat, membaca tentunya lebih membutuhkan tingkat fokus yang tinggi.

Meskipun begitu, manfaat membaca ternyata tidak hanya dilihat dari ‘apa yang didapat’, melainkan pada proses membaca itu sendiri. Tentang bagaimana menikmati kata demi kata yang ditampilkan penulisnya, bagaimana proses kreatif di balik penyusunan buku, atau bagaimana cerita fiksi bisa membangun imajinasi sedemikian rupa. Buat kamu yang memang sudah hobi membaca, artikel tentang ‘manfaat membaca’ mungkin tidak bengitu penting lagi. Karena manfaatnya sudah bisa dirasakan sendiri, tanpa harus dijelaskan lagi.
Membaca bisa berarti entertainment dan edukasi sekaligus. Atau mungkin lebih dari sekadar itu.

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin terlontar adalah ‘apa yang harus dibaca’ dan ‘bagaimana cara membaca efektif’. Sementara itu, pertanyaan ‘mengapa membaca’, itu bisa terkait dengan mengapa kita perlu mencari perspektif alternatif, menghargai sesuatu yang indah, atau bahkan bagaimana kita berusaha tumbuh sebagai manusia. Jadi, apa saja manfaat membaca yang mungkin belum kamu sadari?

1.Membuatmu Lebih Baik dalam Memahami Orang Lain

Bagi sebagian orang, kesan pertama dari orang yang hobi membaca adalah eksklusivitasnya dan bahkan cenderung anti sosial. Tentu saja itu adalah persepsi pribadi. Kenyataannya, membaca bisa membuatmu lebih baik dalam memahami orang lain. Bagaimana bisa?

Misalnya saat membaca cerita fiksi. Suatu cerita bisa memberi dampak psikologis ketika pembaca diajak untuk memasuki kehidupan tokohnya. Bahkan kita bisa ‘lari sejenak’ dari kehidupan sehari-hari dan menjadi orang lain: bisa memahamii mereka, karena kita ada dalam pikiran mereka. Kita merasakan pengalaman baru, yang kadang belum pernah kita alami sendiri. Secara bersamaan, ada bagian otak yang ‘bertugas’ menafsirkan pemikiran dan perasaan orang lain ikut berproses saat seseorang berusaha memahami cerita. Saat itulah empati terasah, sebab kita terhubung dengan apa yang kita baca.

Ketika kita membaca cerita tentang orang lain, kita masuk dalam sudut pandang dan pikiran tokoh tersebut. Ini membantu kita memahami orang lain lebih baik, dan membantu kita bekerjasama dengan orang lain. Kemampuan memahami posisi orang lain inilah yang menumbuhkan perasaan empati. Empati membantu kita menjadi manusia yang lebih baik.
Dengan konsentrasi maksimal, saat membaca, kita bisa menafsirkan apa yang ada di balik kata-kata yang ditampilkan penulisnya. Akan ada saat-saat ketika kita merasa senasib dengan apa yang kita baca, atau mungkin dengan pandangan penulisnya. Bahkan seorang tokoh fiktif bisa ‘memberi tahu’ hal-hal baru yang menyadarkan kita tentang diri sendiri. Tapi lebih dari itu, membaca akan melatihmu untuk menjadi pendengar yang baik, yaitu mendengarkan untuk memahami tidak sekadar untuk merespon.

2.Akan Membawamu ke Tempat-tempat yang Belum Pernah Dikunjungi

If you are going to get anywhere in life you have to read a lot of books, seperti itulah yang dikatakan oleh Roahl Dahl (1916 – 1990) penulis Inggris itu. Bukan hanya membangun empati, tulisan yang kita baca pun bisa memberi kesan seperti jalan-jalan jauh tanpa berpindah tempat. Gabungan antara kata-kata, gambar, ide, dan perspektif yang ditampilkan penulisnya bisa membangun imajinasi kita sedemikian rupa. Misalnya saat membaca sebuah novel bersetting di Istanbul Turki, itu akan memberimu sekilas tentang budaya Turki. Kamu akan belajar tentang tempat, orang, budaya, dan tradisi daerah tersebut. Efek seperti ini juga terjadi saat kita membaca karya para travel blogger yang menceritakan hal-hal yang ditemuinya sepanjang perjalanan.

3.Kemampuan Public Speaking Meningkat

Siapa pun yang berbicara dengan percaya diri dan menggunakan kata-kata yang dipilih dengan baik secara otomatis akan lebih mudah didengar. Tidak peduli seberapa berkualitas mereka sebenarnya dalam bidang tersebut. Jamie Whyte melalui karyanya ‘Crimes Against Logic’, memberikan kita wawasan tentang hal ini. Tentang mengapa percaya diri saja tidak cukup.

Apa kaitan antara membaca dan public speaking? Tanpa perlu menyebut definisi formal dari public speaking, tentu kita paham bahwa public speaking tidak hanya soal berbicara layaknya ngobrol biasa. Bahkan orang yang kesehariannya cenderung pendiam pun bisa melakukan public speaking asal ia memahami esensi yang akan disampaikan.
Untuk bisa memahami dan menyampaikan suatu hal dengan struktur kalimat yang baik, tentunya ada proses. Ada input di otaknya sebelum output disampaikan melalui tutur katanya. Seperti orang yang bisa menuangkan ide melalui tulisan karena pernah membaca, begitu juga public speaker yang berkualitas. Tidak hanya jago ngomong, tapi juga ada makna dalam setiap yang dibicarakannya.

4.Membuat Pembicaraan yang Mengalir

Orang-orang menyukai percakapan yang mengalir dan seru, tetapi kadang tidak tahu caranya. Khususnya dengan orang baru, kadang tidak mudah untuk menemukan kata yang pas untuk memulai pembicaraan. Apa yang perlu ditanyakan kalau kita tidak tahu apa-apa tentang dirinya. Jadi langkah pertama adalah mencoba tekun mendidik diri sendiri, belajar, membaca genre yang luas, travelling, mengembangkan minat di banyak bidang, melibatkan diri kepada orang-orang dari latar belakang yang berbeda.

Bahkan hal random yang pernah dibaca bisa mengalirkan pembicaraan, yang dalam situasi serius seperti negosiasi, itu akan banyak menolong. Mulai dari isu yang sedang trending, misalnya. Walau kemungkinan Anda hanya tahu sedikit tentang hal itu, tapi itu cukup untuk mengajukan pertanyaan yang masuk akal dan entah bagaimana, wawasan yang dimiliki akan memudahkan untuk terhubung dengan orang lain.

Reading together (Sumber: Pixabay)

5.Melatih Kesabaran dan Menghargai Proses

Memangnya seberapa penting aktivitas membaca, sampai bisa melatih kesabaran dan menghargai proses? Sebagaimana kita tahu, dibanding menonton video atau mendengarkan podcast, membaca lebih membutuhkan konsentrasi. Selama ini banyak orang yang sebenarnya sudah berniat membaca, tapi hanya sanggup menghabiskan sekian halaman saja. Entah karena banyak distraksi jadi kurang fokus atau karena komitmen untuk membaca yang belum cukup kuat. Lebih dari urusan menyerap ilmu atau entertainment, membaca itu perlu komitmen kuat. Komitmen untuk menyelesaikan bacaan pun bisa melatih kesabaran.

Lalu bagaimana dengan menghargai proses? Proses untuk menyelesaikan bacaan memang butuh waktu. Tapi kita juga bisa melihat dari sisi lain, misal dari sisi penulisnya. Sebagai alat untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai positif ke pembaca, tentunya penulis melalui proses berpikir sedemikian rupa. Membaca tulisannya berarti mengapresiasi kerja kerasnya.

Tulisan yang dibuat dengan sepenuh hati bisa menjadi teman baik, memberi tahu apa yang harus dilakukan setelah mengalami suatu keadaan tidak menyenangkan. Buku-buku yang ditulis dengan baik, ternyata lebih dari sekumpulan lembaran kertas yang dicetak, tapi mengajarkan kita bagaimana kita berpikir, bagaimana berinteraksi dengan orang lain, siapa kita saat ini dan ingin menjadi apa kita setelah hari ini.

Salut! Pemuda Lulusan SMP Ini Merakit Vespa Tank yang Laku di Eropa

Belajar dari Ismawati dan Impian Seorang Guru Ngaji