in

Manfaat Tak Terduga dari Kecebong, Kampret, serta Hewan Kecil Lainnya

Apakah kamu suka memperhatikan hewan-hewan kecil di sekitarmu? Mulai dari cacing tanah, lalat, undur-undur, kelelawar, juga kecebong? Dan kampret? Eh ini bicara soal hewan ya, bukan yang lain 😛 Entah karena punya rasa ingin tahu yang tinggi atau memang selow, apapun itu, kita akan memahami bahwa tidak ada makhluk yang diciptakan Tuhan dengan sia-sia atau tanpa membawa manfaat tertentu. Meskipun tidak semua orang memperhatikannya, hewan kecil ini ternyata memiliki manfaat menakjubkan.

Undur-undur yang Bisa Terbang

Pernahkah melihat undur-undur terbang? Ya, kamu tidak salah baca. Hewan yang sejak kecil kita kenal, sesuai namanya, suka bergerak mundur ini ternyata bisa terbang. Undur-undur yang suka menggali rumahnya di tanah yang  berbentuk seperti corong itu ternyata adalah larva. Undur-undur dewasa bisa terbang. Sekadar informasi, undur-undur dewasa cukup jarang terlihat di alam bebas karena mereka baru ‘aktif’ di sore hari dan menggerombol di malam harinya, saat sedang mencari pasangan untuk kawin.

Faktanya, hewan kecil jenis serangga yang juga disebut sebagai semut singa (antlion)ini memiliki khasiat tertentu. Beberapa ahli di bidangnya membuat penelitian bahwa undur-undur mempunyai kandungan sebuah zat yang bernama sulfonylurea. Yang mana zat sulfonylurea ini bermanfaat untuk melancarkan sistem kerja pankreas dan memproduksi zat insulin. Zat tersebut dibutuhkan oleh tubuh dalam proses peningkatan kekebalan.

Manfaat Tersembunyi dari Lalat

Lalat sering diidentikkan dengan kondisi yang tidak bersih. Karena mereka sering hinggap di makanan yang basi, bangkai hewan, atau objek yang cenderung menjijikkan. Berdasarkan kelompok peneliti yang dipimpin oleh Prof. Stephan Schuster, ahli genetika di Nanyang Technological University (NTU) Singapura, dikutip dari beritagar.id, “Sayap dan kaki lalat ibarat kendaraan yang baik bagi bakteri untuk berpindah tempat. Bakteri bisa bertahan hidup dan berkembang biak di tempat yang dihinggapi lalat,”

Meskipun demikian, para periset juga menyatakan bahwa lalat dapat digunakan untuk memantau wabah penyakit atau kondisi kesehatan suatu daerah, dan tentunya ini bisa jadi hal positif. Lalat juga bermanfaat sebagai sistem peringatan dini untuk wabah penyakit dan bahkan untuk pertanian.

Cacing Tanah juga ‘Berjasa’

Karena cacing tanah ‘tidak menyukai’ tanah yang terlalu asam, basa, kering, basah, panas atau dingin. Keberadaannya merupakan indikator kondisi tanah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman. Dengan aktivitas mereka di dalam tanah, cacing tanah menawarkan banyak manfaat: peningkatan ketersediaan nutrisi, drainase yang lebih baik, menyuburkan tanah, dan struktur tanah yang lebih stabil, yang semuanya membantu meningkatkan produktivitas pertanian.

Hewan kecil yang agak menggelikan untuk dilihat ini ternyata punya ‘jasa’ yang besar pada kehidupan kita. Di balik teksturnya itu, bayangkan bagaimana cacing menggali lubang hingga satu meter dalamnya, sehingga lebih besar volume air yang dapat meresap ke dalam tanah. Demikian seperti yang dituliskan B.N. Richard (1978), ahli di bidang tanah yang pernah merangkum penelitiannya dalam buku berjudul “Introduction to the Soil Ecosystem.”

Peran Kecebong untuk Ekosistem

Kecebong atau berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Sebelum menjadi katak dewasa. Seperti dikutip Daily Mail, naturalis yang juga seorang presenter televisi, Chris Packham mengungkapkan pengalamannya makan kecebong dan bagaimana rasanya. “Alasan kecebong cukup menyenangkan untuk dimakan dan membuat ketagihan adalah mereka memiliki rasa yang cukup sulit dijelaskan—tidak ada rasa untuk menjelaskannya. Kamu ingin rasanya seperti ayam atau seperti sesuatu yang lain—tapi faktanya tidak.”

Begitu juga dalam buku herbologi China yang berjudul “The Compendium of Materia Medica” yang ditulis pada zaman dinasti Ming, atau sekitar tahun 1500an, oleh dokter dan ahli herbal Li Shizen. Sebagian orang, pada masa itu, memang mengkonsumsi kecebong. Meskipun soal bahayanya, masih dilakukan penelitian lebih lanjut sampai saat ini.

Kecebong sebagai ‘calon katak’ pun memiliki fungsi dan manfaat bagi keseimbangan ekosistem, khususnya pada saat sudah jadi katak mereka memiliki peran dalam aliran dan siklus ‘nutrient’, sebagai makhluk hidup yang menempati ‘posisi strategis’ baik sebagai pemangsa maupun yang dimangsa.

Kampret si Anak Kelelawar

Kampret adalah sebutan anak kelelawar dalam bahasa Jawa. Pada saatnya, mereka adalah sekumpulan mamalia terbang yang memberi manfaat bagi ekosistem. Di sejumlah negara, Australia misalnya, kelelawar biasanya hanya menjadi berita utama ketika sebuah koloni pindah ke lingkungan yang masih sepi. Di balik ancaman penyakit (yang kadang dilebih-lebihkan), kelelawar ini adalah fenomena evolusi dan cukup penting untuk menjaga ekosistem yang sehat.

Beberapa manfaat dari adanya kelelawar, misalnya, menjadi predator alami pada hama padi, seperti contohnya hama wereng, yang sampai saat ini masih jadi momok untuk petani. Umumnya sawah yang terletak di dekat daerah kapur, hasil panennya cenderung lebih bagus daripada sawah yang tidak berada di daerah kapur. Mengapa bisa begitu? Sebab, daerah kapur relatif ‘disenangi’ kelelawar karena gua-gua batu kapur memiliki kelembaban yang diperlukan kelelawar agar bisa hidup nyaman.

Beberapa jenis kelelawar, seperti halnya lebah, membantu mendorong keanekaragaman hayati. Mereka berfungsi sebagai penyerbuk sekaligus penyebar bibit pohon, sehingga punahnya jenis kelelawar itu akan berakibat pada punahnya jenis pohon tertentu. Beberapa pohon yang buahnya tergantung dengan aktivitas kelelawar antara lain adalah pohon rambutan, duku, durian, mangga, dan pisang.

Karena hewan kecil yang notabene mamalia yang bisa terbang sangat mobile ini, maka benih dapat dipindahkan menuju jarak yang jauh. Ketika benih dapat bertumbuh jauh dari tanaman induknya, mereka dapat memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup dan tumbuh menjadi tanaman dewasa.

Demikianlah hewan-hewan kecil yang barangkali manfaatnya jarang kita pikirkan selama ini.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Ilustrasi korban pelecehan seksual (sumber: pixabay.com)

Kekerasan Seksual dan ‘Kodrat Kebebasan’, Undang-Undang Bisa Apa?

resep membuat papeda, cara membuat papeda

Resep Membuat Papeda, Makanan Eksotis khas Papua