in ,

Kulonprogo, Kota Mati yang Kini Unjuk Gigi

Kulonprogo adalah salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berjarak kurang lebih satu jam perjalanan darat dari kota Jogja membuatnya kurang populer dibanding kabupaten lain di wilayah kerajaan tersebut.

Selain perkara geografis, rupanya Kulonprogo pun tidak memiliki potensi yang menarik perhatian para wisatawan. Beberapa tahun lalu, Wates, sebagai ibu kota kabupaten tidak lebih dari sekedar kota mati di jam 9 malam ke atas.

Lalu lintas siang hari yang semrawut, minimnya fasilitas pendukung, alun-alun yang ramai hanya saat digunakan untuk kegiatan keagamaan atau upacara bendera di hari kemerdekaan merupakan wajah lama Kulonprogo.

Kulonprogo Berbenah

Daerah yang memiliki makanan khas geblek ini mulai melakukan banyak perubahan. Jalanan yang awalnya semrawut karena buruknya penataan sekarang berubah menjadi lebih teratur.

Geblek Kulonprogo (Sumber: theboxsceneproject.org)

Salah satu contohnya yaitu jalan yang dipotong rel kereta api di daerah Jogoyudan atau yang lebih terkenal dengan sebutan ‘tetek wetan’. Sebelumnya jalan yang apabila belok ke barat akan membawa kita ke alun-alun ini selalu penuh sesak tak beraturan terutama setelah kereta api melintas di setiap jam sibuk.

Kini lalu lintas lebih teratur karena jalan diberi pembatas sehingga pengguna dari arah berlawanan seolah memiliki ‘porsinya’ masing-masing. Selain itu di Kulonprogo mulai banyak dibangun taman, gedung instansi ditata ulang, ruang terbuka hijau ada di hampir setiap sudut jalan.

Pilihan Editor;

Alun-alun Wates kini menjadi salah satu tempat melepaskan penat dan selalu ramai penuh kerlip lampu terutama di malam Minggu. Pedagang yang menjajakan aneka makanan, wisata becak lampu juga arena bermain anak menambah semarak suasana sekitar alun-alun. Selain itu alun-alun kini lebih berfungsi karena sering digunakan sebagai tempat pertunjukan seperti pagelaran wayang kulit.

Adalah bapak Hasto Wardoyo sebagai salah satu pemimpin yang ikut andil dalam perubahan ini. Bersama wakilnya, bapak Sutedjo, telah memimpin Kulonprogo selama dua periode.

(Sumber gambar: Instagram.com/HastoWardoyo)

Dua Penghargaan Dalam Satu Hari

Bupati yang berprofesi sebagai dokter kandungan ini bahkan belum lama ini mendapat dua penghargaan dalam sehari. Yaitu Innovative Government of Excellence 2018 dari Seven Media Asia dan Asia Global Council di Bali. Beliau mendapat penghargaan sebagai tokoh inspiratif Pengamal Pancasila pada Puncak Peringatan Bulan Pancasila 2018.

Penghargaan tersebut didapatkan atas;

1. Inisiasi PDAM membuat air minum dalam kemasan

Air-KU, Air Mineral Produksi Kulonprogo (Sumber: Amrih Priutami)

Sebelumnya Kulonprogo memang selalu menggunakan merek air minum kemasan yang dipasok dari luar daerah. Tidak hanya untuk rapat di lingkungan instansi tetapi juga di tempat penduduk setiap melakukan hajatan.

Bapak bupati menyayangkan karena menurut beliau, Kulonprogo memiliki potensi sumber mata air yang bisa dimaksimalkan. Dari program pengadaan air minum dalam kemasan tersebut, bupati telah membuat dana yang sebelumnya lari ke luar daerah masuk ke kas daerah Kulonprogo.

2. Batik siswa dan PNS yang memakai produk lokal

Kini Kulonprogo juga memiliki identitas berupa motif kain batik. Guna mendukung para pengrajin batik lokal, bupati mewajibkan seragam siswa dan PNS untuk menggunakan motif batik geblek renteng yang dibeli dari para pengrajin lokal.

Baim Wong dengan batik geblek renteng khas Kulonprogo (Sumber Instagram.com/batikfarras)

 

3. Bulog memberikan Raskin dari beras lokal

Kini giliran para petani di wilayah Kulonprogo yang mendapat ‘perhatian’. Dukungan bapak bupati untuk mendukung potensi warganya yang menggantungkan hidup dari bertani salah satunya dengan memberikan beras bantuan bagi para keluarga kurang mampu menggunakan beras hasil panen petani lokal.

Ah, ternyata daerah manapun di Indonesia sangat kaya. Terimakasih pak Hasto karena darimu kami belajar untuk membenahi diri dengan memaksimalkan pemberian Yang Kuasa sebelum iri dengan kemilau milik yang lain.

Indonesia penuh potensi ya! Hayoo.. adakah potensi teman-teman yang belum digali?

 

(Sumber gambar utama: kominfo.kulonprogokab.go.id)

Written by Amrih Priutami

Tukang momong yang hobi menulis.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Ini Dia 5 Jenis Buah Durian Kalimantan buat Para Durian Lovers!

Ternyata Taman Nasional Terbesar se-Asia Tenggara Ada di Papua!