in

Agar Tidak Menyesal Ketika Telah Melewati Usia Dua Puluh Tahun

“Semua orang tahu betapa sulitnya menjadi remaja, namun sebenarnya saat yang tersulit dalam hidup adalah saat kamu menginjak usia dua puluh tahun. Di usia ini kamu diharapkan untuk bisa bersikap dewasa, berhenti bergantung pada orang tua dan menjadi sukses. Hal ini sama sekali tidak mudah karena jauh di dalam hati sebenarnya kamu masih tetap merasa anak-anak” (Nigel Cole, Aktor dan Sutradara)

 

Semua orang meyakini bahwa usia dua puluh adalah usia emas di mana hampir segala hal bermula di usia ini. Di usia dua puluh, bertambah setahun demi setahun adalah hal yang menegangkan. Tanpa disadari hal yang dulu kita anggap belum perlu, hari ini, terseok-seok kita mengerjakannya.

Menjadi manusia di muka bumi, yang amat cepat berlalu. Dengan kecanggihan-kecanggihan teknologi dan ilmu pengetahuan yang kian berkembang pesat. Membuat yang dahulu belum perlu, ternyata hari ini ada yang baru. Sedangkan yang lama belum tersentuh, yang baru sudah muncul.

Begitu pula dengan tanggungjawab baru pada usia-usia tertentu. Kesempatan mengeksplorasi bakat minat tidak bisa sebebas dulu. Sehingga, yang tertunda atau sengaja ditunda, bisa saja sama sekali tidak bisa dilakukan. Begitulah akhirnya penyesalan menjadi ‘lubang menganga’ yang tak bisa diulang.

Get your future started (Sumber: Lifehack Quote)

Bagi sebagian anak remaja, memiliki impian dan segudang target adalah hal yang lumrah. Mereka tahu harus melakukan apa, mempelajari apa, mengambil kesempatan apa, dan membuang hal-hal yang dirasa tidak perlu.

Sedangkan bagi sebagian yang lain, masa muda adalah masa bersenang-senang. Masa menghabiskan waktu dengan teman-teman. Masa untuk berbelanja lebih banyak, menjadi konsumtif. Masa untuk melampiaskan segala hasrat.

Meski begitu, remaja yang memilih mengejar target-target mereka bukan berarti tidak bahagia dan tidak bersenang-senang. Justru, itulah cara mereka bersenang-senang. Karena mereka sadar, bahwa bersenang-senang tidak melulu soal melampiaskan hasrat masa muda pada hal-hal konsumtif dan tidak produktif.

( Baca juga : Hal-hal Unik yang Kita Sadari saat Memasuki Usia 25 Tahun )

Untuk kamu yang masih remaja, agar tidak menyesal ketika telah melewati usia 20 tahun, coba perhatikan hal-hal ini. Semoga ini bisa menjadi motivasi agar lebih memperhatikan usia-usia emasmu.

Ilustrasi kebersamaan dengan orang baru (Sumber : Pixabay)

1. Berkenalan dengan Banyak Orang Baru

Berkenalan dengan orang baru bisa jadi seperti menyusuri bumi dan menemukan hal-hal baru yang belum pernah kita jamah. Berteman dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda, ini juga seperti belajar. Bersosialisasi dan menambah wawasan.

Dengan bersosialisasi, kita bisa menemukan gagasan-gagasan baru, ide-ide baru, bahkan munculnya inovasi baru. Kemudian membuat perubahan bersama-sama. Ada banyak sekali manfaat yang akan kita temukan dari berteman ini. Sebegitu pentingnya? Sangat.

Bisa saja, seseorang tahu kita adalah penjual sebuah barang. Lalu dikenalkan temannya yang butuh barang tersebut kepadamu dari sekian banyak pedagang barang yang sama. Ini semua karena pertemanan. Bertemanlah, dan temukan manfaatnya. Banyak hal-hal baru di sana, kesempatan yang sudah ada ataupun yang akan kamu dan mereka ciptakan.

Kamu yang saat ini sering merasa insecure dan berkepribadian introvert pun, perlahan-lahan bukalah diri minimal pada teman yang sudah kamu punya. Terkadang, dari temanlah sebuah jejaring kita dapatkan.

( Baca juga9 Cara Mengatur Keuangan Pribadi Anak Kost )

2. Menabung

Penyesalan kedua yang paling banyak ditemui adalah menabung. Berapapun, meski hari ini rasa-rasanya tidak perlu. Mulailah membiasakan diri untuk mengalokasikan dana yang kita miliki untuk menabung. Hal ini akan kita syukuri di masa mendatang. Kebiasaan ini juga, yang akan mengajari kita untuk menahan diri dari hal yang tidak perlu.

3. Manajemen Waktu agar Lebih Produktif Berkarya

Masa muda yang identik dengan main bersama teman adalah hal yang wajar. Tetapi ada baiknya, mulai sekarang sisihkan waktu untuk lebih produktif pada bidang yang kamu minati. Sebab, ketika usia kita dua puluh tahunan, akan ada tanggungjawab baru. Kesibukan akan menggerogoti waktu dua puluh empat jam yang kita miliki. Asah kemampuanmu, luangkan waktu untuknya. Sebab inilah investasi untuk masa depanmu sendiri.

4. Belajar Bahasa Asing

Nah, ini dia investasi penting yang harus kita siapkan sejak dini. Mengapa? Sebab saat ini banyak sekali informasi lebih lengkap yang bisa kita ambil dari bahasa lain. Apalagi bagi yang memiliki impian sekolah ke luar negeri. Dan banyak lagi manfaat tidak terduga lainnya. Seperti menambah teman baru dari negeri lain, kemudian belajar dari mereka. Tak terbatas manfaatnya.

5. Stop Menunda-nunda!

Dan, inilah yang amat disesali: menunda-nunda. Bukan urutan pertama, kedua, atau ketiga. Tetapi yang amat menyesakkan hati. Kenapa? Karena waktu dan kesempatan tidak selalu berpihak pada kita. Dunia ini, ada banyak sekali manusianya. Jika bukan kita yang berperan, maka orang lain yang ambil alih.

Untukmu yang sudah melalui dua puluh tahun, penyesalan ini bukan untuk berhenti. Melainkan kesadaran diri agar lebih baik lagi. Khususnya untukmu yang di bawah dua puluh tahun. Memang kenapa mulai lebih awal? Kamu punya banyak waktu untuk bangkit ketika terjatuh. Sebab kamu, masih punya waktu lebih banyak.

4 Comments

Leave a Reply
  1. betulll….. banget saya sebagai anak yang dahulu pernah muda paham betul
    yok adik-adik semangat menggapai cita-cita. apapun pekerjaannya jadilah yang terbaik !

  2. Wah bagus banget ini ulasannya Kiki, meskipun saya udah lewat :v, tapi penting juga buat bekal anak nanti heheheh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Wisata Sambil Belajar? Simak Cerita dari Kampung Inspirasi Lamongan Ini

Ilustrasi korban pelecehan seksual (sumber: pixabay.com)

Kekerasan Seksual dan ‘Kodrat Kebebasan’, Undang-Undang Bisa Apa?