in

Ketika Resign Harus Menjadi Pilihan, Setelah Itu Apa?

Yakin mau resign kerja? Ini bekalmu untuk keluar dari zona nyaman

Yakin mau resign dari pekerjaan? Setelah itu mau apa?

Memiliki pekerjaan tetap tentunya menjadi dambaan setiap orang, terutama bagi mereka yang baru lulus dari bangku kuliah. Beberapa pilihan pekerjaan yang ‘nyaman’ pun kerap menjadi incaran yang menggiurkan, seperti menjadi Aparatur Sipil Negara (disingkat ASN), bekerja di perusahaan negara atau daerah. Bagaimana tidak? Masih ada pola pikir di dalam benak masyarakat kita bahwa sebuah negara tidak akan bangkrut. Artinya, seburuk apapun kondisi neraca sebuah perusahaan milik negara, pasti akan ada langkah-langkah penyelamatan dari pemerintah.

Pemikiran demikian tidak salah, namun juga tidak selamanya benar. Keberadaan perusahaan milik negara yang ‘aman’, tidak selamanya akan memberikan keamanan bagi para pegawainya. Meskipun perusahaan diselamatkan, belum tentu dengan para pegawainya. Bukan tidak mungkin jika kita tidak termasuk ke dalam daftar pegawai yang akan menaiki ‘perahu Nabi Nuh’ jika perusahaan terhantam badai. Akhirnya, resign menjadi pilihan.

Sahabat Ublik, tidak ada salahnya jika kita memasang ‘alarm peringatan dini’ sebelum badai melanda perusahaan tempat kita bekerja, yang pada akhirnya berimbas pada sebuah keputusan besar untuk resign dari pekerjaan. Perhatikan dengan saksama. Jika sudah terlihat gejala iklim kerja yang tidak sehat di kantor kita, maka bekalilah segera diri kita dengan beberapa kegiatan yang sekiranya bisa bermanfaat, manakala kita sudah siap resign, harus segera berkemas, dan meninggalkan zona nyaman.

Baca juga;

Ketika Pekerjaan Tak Butuh Ijazah, Haruskah Kita Kuliah?

Inilah 10 Skill yang Paling Dibutuhkan di Tahun 2020, Kamu Sudah Memilikinya?

Lutvi: “Jadi Guru di Pedalaman Harus Multitalenta”

Melanjutkan Studi

Tidak sedikit dari pegawai yang terlena dengan pekerjaan, sehingga enggan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal, ketika kita bekerja sebagai aparatur sipil atau berada di perusahaan negara, seharusnya kita bisa melihat celah yang bisa kita manfaatkan untuk mengambil studi lanjutan. Misalnya beasiswa dari instansi, atau kuliah kelas karyawan di akhir pekan.

Sahabat Ublik, mengambil studi lanjutan adalah sebuah bekal yang sangat perlu kita persiapkan dan pertimbangkan. Karena dengan menggenggam gelar master misalnya, setidaknya kelak kita bisa menggunakannya untuk mengajukan lamaran sebagai dosen perguruan tinggi. Dan nyatanya, menjadi pengajar adalah salah satu kegiatan yang banyak dipilih oleh mereka yang berniat untuk resign dari kantor, atau bahkan yang sudah memasuki usia pra pensiun.

Namun, perlu diingat, untuk menjadi seorang dosen, pastikan sahabat Ublik mengambil fakultas atau jurusan studi yang linier dengan studi sebelumnya, karena hal ini masih menjadi syarat utama untuk kualifikasi tenaga pengajar perguruan tinggi.

Mulai Menulis

Tidak banyak yang bisa menikmati menulis dan menumpahkan buah pikir dalam tulisan. Tapi bukan berarti itu tidak mungkin dilakukan. Menulis adalah salah satu cara untuk meluapkan keluh kesah ketika kita tidak mampu mengatakannya kepada manusia manapun.

Menulis, apalagi kalau sampai berhasil menjadi sebuah buku, bisa menjadi sebuah cara yang efektif untuk melampiaskan kekecewaan kita kepada keputusan manajemen di kantor. Cara pelampiasan ini, sepanjang dilakukan tepat pada tempatnya, bahkan diyakini bisa menjadi sebuah ladang income baru bagi kita.

Beberapa media online atau brand perusahaan tertentu saat ini sudah demikian terbuka mencari kerja sama dengan para penulis konten untuk membuat tulisan dengan honorarium tertentu. Sahabat Ublik bisa memulainya dengan berbagi ilmu tentang keahlian yang dimiliki dan digeluti selama bekerja, misalnya tentang cara berkomunikasi dengan klien, manajemen keuangan sederhana, atau bahkan kisah inspiratif tentang perjalanan hidup kepala keluarga atau ibu bekerja.

Bangun dan Cari Komunitas Baru

Kehidupan kantor yang demikian hectic terkadang menjebak para pegawainya dalam komunitas yang juga berdiri di bawah bendera instansi itu sendiri. Sepanjang kita yakin akan selamanya bekerja bersama mereka, atau akan selamanya nyaman berkegiatan di sana, maka sah-sah saja. Namun mulailah pikirkan jika kita sudah tidak menjadi bagian dari pegawai aktif di kantor tersebut.

Hal terpenting dalam memilih sebuah komunitas adalah, cari yang kegiatan utamanya sesuai dengan minat atau passion kita. Banyak sekali pilihan yang ada seperti komunitas pesepeda onthel, komunitas vespa, fotografi, bahkan pejalan kaki.

Hal ini sepertinya sederhana, akan tetapi perhatikanlah manfaat yang ada. Berhenti dari aktivitas kantor terkadang membuat seseorang tiba-tiba merasa canggung untuk hanya sekedar berdiam diri di rumah. Akibatnya, tidak jarang yang justru mengalami sakit dan semakin memburuk dengan penyakitnya.

Berkegiatan bersama komunitas, adalah salah satu pilihan aktivitas yang bisa kita cari dalam rangkaian ‘stress healing’ setelah meninggalkan pekerjaan. Jika kita tidak menemukan komunitas yang pas untuk kita ikuti, kita pun bisa membentuk dan membangun sendiri sebuah komunitas yang sesuai dengan yang kita inginkan bersama dengan beberapa orang kawan.

Misalnya, kita belum menemukan komunitas fotografi gedung tua di kota kita, maka kita bisa memulai dengan membentuknya mulai dari ajakan di media sosial, atau perkumpulan spontan beberapa orang yang nantinya akan meluas dan saling berinteraksi.

Bisnis Tipis-Tipis

Alasan yang banyak digunakan oleh pegawai yang enggan meninggalkan ‘zona penerima gaji bulanan’ adalah karena mereka tidak memiliki pengalaman atau skill dalam berwirausaha. Bahkan ketika keadaan sudah demikian mendesak pun, tetap terlintas pertanyaan tentang bagaimana caranya berbisnis atau bisnis apa yang akan dijalankan.

Sahabat Ublik, jangan remehkan ketika kita melihat seorang pegawai yang bekerja di kantor sembari menawarkan dagangan secara online, baik berupa makanan camilan, baju, kosmetik, atau bahkan bekal makan siang dengan menu diet tertentu.

Memulai sebuah bisnis sebagai bekal menggantikan gaji tetap sebagai pegawai, adalah pilihan yang tak kalah menggiurkan, terlebih jika kita membisniskan hobi yang kita miliki seperti bisnis kuliner, jual beli bibit tanaman, atau binatang peliharaan. Selain melakukan suatu hal yang kita sukai, kita juga akan mendapatkan tambahan pemasukan dari bisnis tersebut.

Bisnis sederhana seperti menjadi reseller pun bisa menjadi pilihan. Jangan terlalu terpaku dengan kata reseller yang harus terikat membership dengan agen atau produsen, karena kita bisa melakukannya dengan cara yang sederhana, yaitu membeli produk camilan di pasar dalam kemasan besar (kiloan) untuk dikemas ulang lebih kecil dan bisa kita jual dengan cara online ataupun offline. Pastikan pilih barang dagangan yang awet disimpan lama, sehingga tidak akan banyak menimbulkan kerugian.

bisnis , resign
Sudah siap bisnis setelah resign?

Tingkatkan “Me Time

Meninggalkan sebuah aktivitas rutin, pastilah akan datang sejenak kegalauan dalam hati. Dalam kondisi seperti ini, tidak ada salahnya jika kita sejenak meluangkan waktu berkualitas untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan tentunya untuk Sang Pencipta.

Biasanya ide-ide akan muncul dalam ketenangan berpikir, dimana hal tersebut bisa saja muncul ketika kita bertafakur atau bermeditasi menghadap Sang Maha Kuasa, atau ketika kita sedang tertawa bahagia bersama keluarga.

Sahabat Ublik, jangan pernah risaukan masa depan hanya karena sebuah keputusan meuntuk resign dari pekerjaan. Tidak pernah ada yang bisa sempurna melihat seperti apa kita di depan sana, maka nikmati saja apa yang ada hari ini dengan rasa syukur yang sempurna.

Ditulis oleh Rahma Roshadi

hanya guru ngaji biasa yang sesekali nulis buku atau artikel

3 Comments

Leave a Reply
  1. Catatan penting untuk pembaca semua yang ingin RESIGN!. Usahakan tabungan kamu udah ada 6x lipat, supaya jika ada kebutuhan mendadak dapat diguanakan.

    Kemudian sebelum resign, usahakan mempelajari skill baru! *Ini penting. Jujur, saya sebelum resign membekali skill terbaru yakni content writer dan digital marketing. Sehingga setelah resign skill terbaru tersebut dapat diguanakan untuk mendapatkan income.

    Yang terakhir, jika ingin resign, RESIGN saja ndak usah ajak2 orang, atau setelah resign jangan sekali2 menjelakan nama perusahaan tempat kamu bekerja sebelumnya.

    tulisan epik kak rahma

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

skill , grit

Pentingnya Skill dan Grit untuk Mengembangkan Karirmu di Perusahaan

berangkat , KKN

Sebelum KKN, Sebaiknya Kamu Persiapkan 7 Hal Ini