in

Kerja di Pabrik Setelah Lulus SMA? Ketahui Hal Ini Dulu!

Apakah Sahabat Ublik sudah tahu tentang suasana kerja di pabrik?

Hallo Sahabat Ublik. Di antara kalian siapa nih yang sebentar lagi akan segera meninggalkan masa SMA yang indah? Ada banyak pilihan tentunya, salah tiga yang sering kali kita dengar adalah kuliah, kerja, atau nikah?

Nah, bagi kalian yang berpikir bahwa bekerja adalah pilihan yang akan kalian ambil setelah hari kelulusan tiba, tentu butuh banyak informasi mengenai pekerjaan. Di artikel kali ini saya akan share sedikit pengalaman seputar pekerjaan, khususnya kerja di pabrik. Hal yang akan saya bahas adalah hal yang kemungkinan akan sering kalian alami juga ketika bekerja nantinya.

Kerja di Pabrik?

Jadi, buruh, pekerja, worker, laborer, tenaga kerja atau karyawan pada dasarnya adalah manusia yang menggunakan tenaga dan kemampuannya untuk mendapatkan balasan berupa pendapatan, baik berupa uang maupun bentuk lainya kepada pemberi kerja atau pengusaha atau majikan.

Sebagai informasi, buruh dibagi dalam dua klasifikasi besar:

  1. Buruh profesional, yaitu buruh yang bekerja mengandalkan pengetahuan dan atau skill. Biasanya ditempati oleh para sarjana atau orang-orang yang memfokuskan diri mempelajari suatu bidang tertentu.
  2. Buruh kasar yaitu buruh yang menggunakan tenaganya untuk bekerja. Bagi kita yang memiliki ijazah SD, SMP, maupun SMA biasanya menempati klasifikasi ini.

Pilihan editor:

Ketika Resign Harus Menjadi Pilihan, Setelah Itu Apa?
Skill yang Harus Dimiliki dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0
5 Tips Menghadapi Si Perfeksionis di Kantor

Mengapa Buruh Pabrik?

Jangan salah sangka dan menganggap remeh perihal kata ‘buruh’ di sini ya, sahabat. Pekerjaan ini mampu memberikan penghasilan tetap setiap bulannya. Pekerjaan ini juga termasuk salah satu pekerjaan yang bisa menyematkan kata ‘aman’ dalam status kita, yaitu ‘mapan’. Upah UMR dan UMK tentu tidak bisa dibilang ‘kurang’ meski jumlahnya juga tak akan bisa membuat kita berkata ‘lebih’, karena jumlah ini tentunya relatif bagi setiap orang.

Bagi saya yang tinggal di desa, dengan pengeluaran minimum, kerja di pabrik dan mendapatkan upah di atas dua juta rupiah perbulan (sesuai UMK dan UMR daerah tempat bekerja) adalah jumlah yang bisa dibilang lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih jika kinerja dinilai baik oleh atasan dan diangkat menjadi karyawan tetap, maka kita akan berada di posisi ‘aman’.

Ketika sudah menjadi karyawan tetap, ada banyak keuntungan yang dapat kita peroleh, yaitu dapat dengan mudah mengajukan cicilan rumah misalnya, mendapatkan asuransi kesehatan, jaminan uang pensiun, jaminan jika terkena PHK dan lain-lain sesuai perusahaan masing-masing.

Karena memberikan posisi yang aman dan mapan, tentu tak sedikit orang yang berlomba-lomba untuk menjadi karyawan tetap. Apakah Sahabat Ublik juga tertarik untuk mendapatkan pengalaman kerja di pabrik?

Ketahui hal ini terlebih dahulu.

1. Persaingan masuk

Semakin baik perusahaan dan semakin tinggi gaji yang diberikan, maka semakin tinggi tingkat persaingan dan semakin ketat seleksi yang digunakan untuk memilih karyawan. Contoh sederhana, yaitu mengenai surat kesehatan. Ketika membaca syarat yang tertera dalam informasi lowongan pekerjaan, perihal kesehatan adalah hal paling utama yang wajib dimiliki oleh setiap calon pelamar. Sebaik apa pun kualifikasi seorang calon pelamar, jika tidak dalam kondisi yang baik untuk bekerja tentu tetap akan sulit untuk mendapatkan suatu pekerjaan.

Beberapa perusahaan dalam proses ini, mencukupkan perihal kesehatan dengan selembar surat kesehatan yang diberikan oleh dokter mana pun. Sementara itu, beberapa perusahaan lain mewajibkan pelamarnya mengikuti tes kesehatan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut dan di rumah sakit tertentu.

Banyak ragam seleksi yang digunakan oleh perusahaan, hal itu biasanya digunakan untuk tujuan tertentu yang terkait dengan pekerjaan. Namun, ada saja jalan pintas dan upaya instan untuk mendapatkan pekerjaan di luar prosedur dan ketentuan yang ada.

Ada kalanya, untuk mendapatkan sebuah pekerjaan, seseorang harus membayarkan sejumlah uang. Padahal sejatinya, tertera dengan jelas dalam informasi lowongan pekerjaan bahwa ‘Semua proses seleksi TIDAK DIPUNGUT BIAYA! Hati-Hati terhadap PENIPUAN!’

Sebagai seseorang yang mengerti sulitnya mendapat pekerjaan idaman, tentu tak benar jika menghakimi mereka yang memiliki uang dan bersedia membayar. Namun Sahabat Ublik tentunya harus teliti dan berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan nantinya.

2. Lingkungan Kerja

Setelah berhasil mendapatkan pekerjaan idaman, kita akan mendapatkan tantangan baru yakni ‘bertahan’. Setelah berpayah-payah mendapatkan sesuatu yang diinginkan, menjaganya adalah tantangan baru yang mungkin akan lebih sulit dari yang diduga.

Lingkungan kerja dan pertemanan menjadi faktor utama apakah kita akan nyaman dan betah di suatu perusahaan. Setelah persaingan masuk, kita akan memulai persaingan baru yaitu persaingan sesama karyawan dalam unjuk kemampuan dan kenaikan jabatan. Dalam hal ini, ada persaingan sehat dan persaingan tidak sehat.

Tentu akan menyenangkan jika bertemu dengan orang-orang yang bersaing dengan sehat. Namun berbeda cerita jika kita bertemu orang-orang yang bersaing tidak sehat bahkan mencampurkan urusan pribadi dengan pekerjaan.

Kita harus memahami orang-orang di sekitar dan menyesuaikan diri dengan baik.

Memilah teman akan sangat berguna, pilihlah teman yang akan dijadikan partner untuk bekerjasama dan menjadi penyemangat. Kemudian pilihlah teman untuk dijadikan partner, juga pilihlah teman untuk dijauhi jika menemukan teman-teman yang bersifat toxic.

Freelance, Pekerja, Pekerjaan, Bisnis, Pemasaran

3. Atasan yang tidak menyenangkan

Setiap orang memiliki karakter mereka masing-masing. Sama dengan diri kita yang tak bisa cocok dengan semua orang. Maka sama halnya dengan kita, tak semua orang akan cocok dengan kita.

Sangat bersyukur jika mendapat atasan yang dapat berkompromi, mengerti situasi sulit yang sedang dihadapi seperti sakit atau kepentingan mendesak lainnya. Lancarnya komunikasi dan toleransi yang cukup tinggi menjadi idaman setiap karyawan tentunya.

Namun bagaimana jika nantinya, kita mendapatkan atasan yang tak sesuai dengan harapan? Yang tak mau mengerti dan cenderung abai? Sebagai orang baru, sudah sewajarnya jika kita yang menerima dan menyesuaikan diri dengan atasan dan lingkungan kerja. Dalam proses mencocokkan diri dengan atasan, kita membutuhkan toleransi dan pengertian yang cukup tinggi terhadap karakter atasan kita. Pahami karakter pekerja seperti apa yang di sukai dan diinginkan oleh atasan kita.

Misalnya, atasan kita suka dengan pekerja yang disiplin, maka upayakan agar tak pernah telat masuk kerja. Atau misalnya atasan kita lebih suka dengan pekerja yang semangat dan selalu memenuhi target pekerjaan, dan mudah mentolerir keterlambatan, maka berfokuslah untuk mencapai target. Akan tetapi tetap upayakan agar tak telat masuk kerja ya, sahabat.

Perubahan perilaku untuk tujuan tertentu tak selamanya dapat dihakimi sebagai bentuk negatif seperti judge ‘munafik’ misalnya. Sahabat Ublik mungkin akan menjumpai teman-teman yang mudah sekali memberikan label ini kepada kita yang berusaha menyesuaikan diri.

Penyesuaian diri dengan lingkungan sekitar adalah hal yang sangat penting. Perlu diketahui, bahwa ada beberapa atasan yang tidak cukup suka terhadap pekerja yang ambisius, dengan alasan takut tersaingi. Hal semacam ini umum terjadi di lingkungan kerja. Atau atasan yang sangat suka dengan pekerja yang ambisius, tetapi senior di tempat kerja justru sebaliknya.

Kita harus pandai-pandai bersikap agar dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kenyamanan diri sendiri. Terlebih lagi sebagai orang yang baru dalam dunia kerja, utamakan terlebih dahulu solusi terbaik dalam mengahadapi suatu masalah atau keadaan. Itu lebih baik dibandingkan dengan mengoreksi salah atau benarnya sebuah situasi, juga menang atau kalah dalam sebuah persaingan.

Dan jika Sahabat Ublik mungkin sampai pada titik terendah, merasa tak mampu bertahan dan sampai pada pilihan untuk melepaskan sebuah pekerjaan, karena tak mampu menahan tekanan yang ada. Kita perlu mengingat bagaimana perjuangan mendapatkan pekerjaan tersebut, dan tujuan mengapa dulu kita menginginkan pekerjaan tersebut.

Itu adalah sedikit pengalaman mengenai pekerjaan yang cukup penting untuk diketahui ya, Sahabat. Semoga menambah pengetahuan dan membantu menyiapkan mental untuk menghadapi situasi-situasi serupa. 🙂

 

Artikel ini merupakan artikel kiriman pembaca, isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. 

Report

What do you think?

Participant

Written by Mimia Mia

Story Maker

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Boleh Melamun Asal Tetap Produktif, Coba Tips Ini!

Yang Perlu Kita Pahami Agar Broken Home Tak Lepas Kendali