in

Mengenal Para Ambivert, Kepribadian yang Lincah Berganti Wajah

Inilah perpaduan kedua jenis kepribadian introvert dan ekstrovert, yaitu ambivert

Apakah kamu termasuk ambivert?

Halo Sahabat Ublik, pernahkah kalian mendengar tentang kepribadian ambivert? Kebanyakan dari kita barangkali hanya familiar dengan dua jenis kepribadian, yaitu introvert dan ekstrovert. Nah, ada satu jenis kepribadian yang tidak kalah unik dan menyenangkan untuk dinikmati, yaitu perpaduan kedua jenis introvert dan ekstrovert tadi, yaitu ambivert.

Ambivert adalah sebuah karakter personal yang seimbang antara ciri introvert dan ekstrovert dalam dirinya. Sekilas tampak membingungkan, ya. Namun, karakter ambivert ini sebenarnya adalah sebuah karakter yang justru harus dilatih untuk bisa dilakukan oleh kebanyakan orang, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas rutin setiap harinya yang cukup padat. Mengapa demikian?

Kita hanya sering tahu bahwa seorang ekstrovert adalah mereka yang kesehariannya cukup aktif bersosialisasi, sangat supel dan nyaman dalam bergaul dengan orang lain, dan juga menyukai pekerjaan dalam tim. Sementara sebaliknya, sang introvert adalah mereka yang memilih pekerjaan sendiri, sama halnya dengan aktivitas sehari-hari yang lebih membuat mereka nyaman dengan menyendiri daripada berkumpul dengan banyak orang.

Berikut sejenak akan kita bahas beberapa hal yang membuat karakter ambivert menjadi unik dan menyenangkan:

1.Tetap Nyaman dengan Perubahan Lingkungan

Nah, sahabat Ublik, ada kalanya ketika kita beraktivitas di kantor, kampus, atau di manapun, padatnya kegiatan membuat kita demikian penat dan tak jarang menimbulkan gesekan antar personal. Hal ini lah yang kemudian memaksa seseorang akan sejenak menarik diri dari sosialisasinya di masyarakat. Bagi mereka yang ekstrovert, hal ini bisa sejenak menjadi gangguan dalam dirinya, karena mereka akan kehilangan kelompok pergaulan dan harus memaksakan dirinya untuk sejenak menyendiri.

Dalam hal inilah karakter ambivert akan menjadi menyenangkan. Perubahan lingkungan dari ramai beraktivitas menjadi sendirian tidak akan mengganggu mood dan juga aktivitas para ambivert. Karena, mereka adalah pemilik karakter yang akan bisa sama produktifnya baik saat bekerja di dalam tim maupun saat sendirian.

Demikian halnya dalam keseharian seorang ambivert, mereka pun akan bisa dengan nyaman menikmati bersosialisasi dengan banyak orang, sama nyamannya dengan ketika mereka memilih menikmati kesendiriannya. Lain halnya dengan karakter introvert yang rata-rata merasa canggung ketika bersosialisasi, ataupun para ekstrovert yang tidak pernah betah berlama-lama dalam kesendirian.

kepribadian , ambivert
Saat kepribadian ambivert ingin berkumpul

2.Komunikator Sekaligus Tempat Curhat yang Menyenangkan

Tidak jarang kita menemukan orang yang demikian supel dan lincah beretorika, sehingga sering dipercaya menjadi seorang marketer handal atau public relation sebuah organisasi. Namun demikian, justru dengan kepiawaiannya berkata-kata di depan publik tadi, membuat orang justru sungkan untuk mengajaknya curhat terutama untuk menceritakan masalah-masalah pribadi.

Kenapa? Karena kebanyakan dari para retoris tadi, selalu beranggapan bahwa jalan kehidupan ini harus easy going dan jangan sampai menjadi drama yang termehek-mehek. Sementara di sisi lain, orang sedang membutuhkan tempat bercerita yang bisa berlama-lama mendengarkan keluh kesah, bahkan hingga menumpahkan air mata.

Mereka yang sering menjadi tempat curhat yang nyaman biasanya adalah para introvert yang rata-rata juga memiliki karakter romantis dan analitis. Akibatnya, mereka hanya akan dicari ketika teman-temannya merasa sangat lelah dan ingin menceritakan semua masalah, sementara mereka akan kembali hilang dalam aktivitas ketika sudah merasa puas dengan curhat bersama sang introvert.

Di sinilah sang ambivert akan muncul lagi sebagai ‘pahlawan bertopeng’. Karakter yang sangat super di hadapan publik dengan beragam retorika yang manis ketika memasarkan produk atau perusahaan, tiba-tiba akan menjadi sesosok pendengar yang sangat baik dengan pundak yang demikian lapang dan nyaman untuk bersandar.

Pada sisi yang sama, karakter ambivert ini juga tidak akan sulit dalam memutar saklar moody dalam diri mereka sendiri. Sejenak setelah pundaknya dijadikan tempat bersandar, ia pun akan bisa segera bergabung dengan keramaian yang penuh ingar-bingar.

kepribadian , ambivert
Apakah kamu termasuk ambivert?

3.Tidak Terganggu dengan Update Media Sosial

Ada masanya seseorang demikian terpaku pada media sosial, karena sedang memantau perkembangan berita terkini yang sedang viral. Bisa jadi hal tersebut karena berita viral tadi, akan berpengaruh pada potensi pergerakan perusahaan atau kegiatan di organisasinya.

Sebaliknya, ada pula seseorang yang memilih untuk menjauhi media sosial, justru ketika sedang menjamurnya berita viral, karena tidak ingin dibuat lelah dengan notifikasi dan timeline berita yang mulai bercampur antara fakta dan hoaks.

Ketika seseorang memilih media sosial sebagai tempatnya eksis, dan sebagian lainnya memilih mundur dari eksistensi medsos karena tidak ingin terganggu dengan hiruk-pikuknya, sang ambivert akan berada di pertengahannya.

Karakter ambivert sangat bisa menjauhi aktivitas media sosial sejauh-jauhnya karena benar-benar menganggap tidak ada yang penting untuk ditanggapi atau dibagikan. Tapi di atas kaki yang sama, mereka pun terkadang punya keinginan untuk menampakkan diri di beberapa lini masa, meskipun hanya sekedar menyapa atau mengabarkan berita-berita ringan, atau bahkan hanya untuk sekedar mengintip perkembangan kehidupan yang tersiar di media sosial.

Nah, sahabat Ublik, dengan keunikan karakter ambivert yang sangat lincah berpindah dari introvert ke ekstrovert tadi, bagaimana kira-kira kepribadian yang sahabat ublik miliki? Jika di sebuah kesempatan sabahat ublik bisa mendadak merasa bad mood dan menarik diri dari keramaian pesta yang biasanya membuat suasana hati kita menjadi ceria, bisa jadi sahabat ublik adalah salah satu dari pemilik kepribadian unik ini.

Ditulis oleh Rahma Roshadi

hanya guru ngaji biasa yang sesekali nulis buku atau artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

[Ruang Fiksi] ‘Universitas Kehidupan’ Itu Bernama Pabrik Sepatu

Ini Dia 7 Aturan Tidak Tertulis dalam Berteman