in ,

Kegagalan Itu Punya Banyak Kejutan, Jangan Cepat-Cepat Menyerah!

Kegagalan punya banyak kejutan

Selama berlangsungnya kehidupan ini, rasa-rasanya kita memang dituntut akrab dengan kegagalan. Coba ingat kembali, dulu ketika kecil tidak mungkin kita bisa langsung berlari. Pasti jatuh bahkan di percobaan pertama, kedua, ketiga, dan entah berapa kali. Namun karena tidak pernah menyerah akhirnya kamu bisa berjalan juga.

Itu baru contoh kecil saat jatuh dari percobaan berjalan dulu. Tapi kita sudah lupa, bahkan tak menganggapnya perih atau luka. Kita sebut itu wajar, dan apakah kamu pernah tahu kalau semasa kecil dulu ketika jatuh juga membuatmu kesal bahkan menangis? Dan sekarang, masa-masa itu biasa menjadi bahan obrolan ibumu tentang lambat atau cepatnya proses tumbuh kembangmu dulu.

Kamu dulu juga tidak tahu kapan bisa berjalan, tapi tetap mencoba sampai bisa. Namun, semakin besar, rasanya kegagalan semakin perih. Semakin membuatmu ingin menyerah dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan di kepala. “Benarkah aku memang harus berhenti?” padahal, ia sama saja seperti belajar berjalan dulu.

Baca juga :

Jawabannya, bisa jadi iya atau bahkan tidak. Hanya kamu yang tahu. Tetapi perlu ingat satu hal, seseorang yang hari ini membuatmu berdecak kagum juga melalui fase di mana mereka bertemu situasi yang berat. Meski yang terlihat saat ini hanya gurat kebahagiaan.

Mereka percaya, tidak ada aturan baku di dunia ini tentang siapa yang boleh sukses dan siapa yang akan terus gagal. Semua punya kesempatan untuk sukses, tapi tidak semua mengambil kesempatan itu. sebab, kegagalan adalah teman kesuksesan, tidak semua orang mampu melewati fase yang memang ditakdirkan ada dalam setiap perjalanan menuju sukses ini.

Lagi pula, jangan terburu-buru menyimpulkan. Banyak sekali kejutannya…

Berarti Kamu Telah Menang

kamu menang , kegagalan
Berarti kamu telah menang! (ublik.id/kiki)

Selamat, kamu telah menang. Ucapkan begitu pada keberanianmu yang luar bisa. Kamu telah menang melawan kemalasan, rasa takut, dan ketidakpercayaan diri. Langkah pertama dari kesuksesan adalah mencoba, maka bersyukurlah ketika menemui kegagalan. Artinya kamu berhasil mencoba dan selangkah lebih dekat dengan kesuksesan.

Ingat! Orang sukses sebenarnya adalah orang yang menemui kegagalan, dan berani menghadapinya. Sekecil apapun itu.

Berarti Dunia Tengah ‘Mempersiapkanmu’

Kata-kata Bapak Dahlan Iskan, “Setiap orang punya jatah gagal, habiskan jatah gagalmu ketika kamu masih muda.” Tentu bukan isapan jempol belaka, sudah banyak yang dilalui demi menarik satu kesimpulan tentang teori kesuksesan ini.

Setiap kegagalan yang terjadi, cobalah ingat kembali. Seberapa banyak kamu mampu memperbaiki diri setelahnya? Sebaik itu kegagalan padamu. Dia hadir untuk mempersiapkann dirimu menjadi layak. Layak untuk kesuksesan. Layak untuk impianmu yang besar.

Karena, sesuatu yang besar hanya bisa diberikan kepada jiwa yang besar dan tangguh. Tahukah kamu? Adanya lampu yang menerangi malam-malam kita juga lahir dari kegagalan beribu-ribu kali.

Ingat Bob Sadino? Iya, beliau bernama Bambang Mustari Sadino, meninggal 19 Januari 2015 di usia 81 tahun. Pengusaha asal Indonesia di bidang pangan dan peternakan. Siapa sangka jika dulu ketika pertama kali keluar dari perusahaan pekerjaannya adalah menyewakan mobil Mercedes yang disopiri oleh dirinya sendiri? Namun suatu hari ia kecelakaan dan mobilnya pun rusak, karena tidak bisa memperbaikinya Bob Sadino akhirnya bekerja sebagai tukang bangunan. Sampai akhirnya beliau memutuskan untuk memelihara dan berbisnis telur ayam negeri.

Dari cerita tersebut bisa kita ketahui, bahwa seandainya Bob Sadino tidak menghadapi kegagalan berupa kecelakaan dan mobil yang rusak. Beliau akan nyaman dengan pekerjaannya itu sehingga tidak berpikir untuk merubah nasibnya. Semua bermula pada sebuah kegagalan yang amat perih dan bahkan membuat depresi. Tapi dari kegagalan dan kesempitan itu akhirnya otak kita bekerja maksimal untuk menemukan jalan keluar.

Satu hal yang pasti, kegagalan ini akan setimpal dengan kesuksesan asalkan kamu tidak berhenti.

Kegagalan Itu Seperti ‘Brownies’

bronies , kegagalan
Kegagalan itu seperti ‘brownies’ (ublik.id/kiki)

Pernah tahu tidak sejarah brownies? Kue brownies ternyata adalah produk gagal. Kabarnya dahulu, Mildred Brown Schrumpf dari Bangor, Maine, Amerika Serikat membuat kue cokelat. Namun, karena lupa memasukkan pengembang dalam adonannya, akhirnya kue cokelat itu gagal mengembang.

Tetapi karena sayang jika dibuang, kue bantat itu tetap dipotong dan disajikan kepada keluarga maupun tetangga. Akhirnya kue itu menjadi populer dan disukai banyak orang. Dimulai dari kegagalan itu brownies akhirnya menjadi salah satu kue paling disukai banyak orang dan sudah memiliki 1000 resep yang bisa kita cari di internet.

Ya, kegagalan berarti brownies. Barangkali, kegagalan itu adalah jawaban untuk usaha kita. Meski tidak seluar biasa apa yang sudah kita bayangkan, apa yang sudah kita angan bahkan tulis.

Tetapi, di titik inilah kamu perlu sadar. Bahwa kesuksesan tidak akan pernah mengikuti ego kita. Di sinilah kamu akan menjadi istimewa dengan bakatmu, di sinilah kamu akan berguna pada akhirnya. Kegagalan akan mengantarkanmu pada jalan kesuksesan yang bisa jadi tidak pernah ada dalam bayanganmu. Namun, terimalah kesempatan khusus untukmu itu. Ia tidak akan pernah jauh-jauh dari apa yang kamu usahakan selama ini. Pasti akan selalu berkaitan.

Ingat, meski kamu sudah bisa berjalan. Sesekali pasti pernah jatuh dan terluka. Itu wajar bukan? Karena itu jangan benci kegagalan. Dia adalah teman hidup kita. Coba beri ia nama yang lebih layak. Mulai sekarang tersenyumlah ketika dia menemuimu, meski harus tersenyum dalam derai air mata. Jika kamu ikhlas, pasti lega luar biasa.

Tugasmu hanya tidak boleh berhenti, berusaha, berdoa, dan sesekali tidur jika lelah. Tidak perlu memerah dirimu sendiri, sebab jalan masih panjang dan kamu butuh banyak energi.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Inilah Peluang dan Tantangan Generasi Milenial di Era Digital

mempercayai orang , bisa dipercaya

Sikap Seperti Ini Bikin Kamu Jadi Pribadi yang Bisa Dipercaya