in

Alasan Kenapa Karya Bertema Cinta Selalu Laris di Pasaran

Karya tema cinta memang bisa bikin baper makanya laris manis.

Karya tema cinta tidak pernah kehabisan penggemar. (Sumber gambar: Thought Catalog on Unsplash)

Apakah kamu penggemar novel atau film yang bercerita soal cinta?

Mungkin sebagian besar Kawan Ublik (atau malah semuanya) menganggukan kepala. Karya bertema romance memang selalu diminati sejak dahulu sampai sekarang. Karya terdahulu pun masih memiliki penggemar meski zaman telah berubah. Contohnya kisah cinta Romeo & Juliet atau Rose & Jack dari film Titanic yang melegenda.

Sekarang masyarakat bisa menikmati karya bertema cinta-cintaan secara gratis sejak adanya platform menulis seperti Wattpad, film yang diunggah di YouTube, atau situs streaming lainnya, atau malah karya yang wara-wiri di linimasa media sosial kamu.

Rasanya menerbitkan karya bertema apa pun bisa lebih mudah, cepat, dan langsung dapat dibaca orang lain. Hal sesederhana seperti cerita dalam sebuah thread yang diunggah di Twitter pun sekonyong-konyong bisa bikin kita baper. Respon yang didapat dari sebuah cerita romance langsung dapat sambutan luar biasa.

Contoh yang paling terbaru adalah prestasi film Dilan 1991. Film tersebut berhasil memecahkan 2 rekor MURI sekaligus yaitu sebagai film yang berjumlah penonton terbanyak di gala premier dan jumlah penonton di pemutaran hari pertama. Sebanyak lebih dari 700 ribu penonton membuat rekor tersebut tercapai.

Maka dari itu nggak berlebihan kalau dikatakan karya bertema cinta selalu laris di pasaran. Lalu apa sih alasannya banyak orang yang jatuh cinta dengan tema tersebut?

1.Tempat Pelarian

Dilansir dari Huffpost, penulis novel romance bernama Maria Rodale menuturkan alasannya menyukai tema ini. Maria mulai membaca novel bertema cinta ketika kuliah, itu pun disebabkan oleh paksaan ibunya. Semula dia kukuh tidak mau melakukannya, tetapi akhirnya luluh juga.

pelarian karya tema cinta
Novel tema cinta disukai karena bisa menjadi tempat pelarian bagi pembaca. (Sumber gambar: Nicole Honeywill on Unsplash)

Sejak membaca novel bertema percintaan dan menulis tentangnya, Maria jadi sadar bahwa buku-buku itulah yang menjadi tempat pelarian dia. Di saat harinya terasa sulit dan kabar yang mematahkan hati datang. Maria menghabiskan waktunya berkelana dengan tokoh utama cerita sampai halaman terakhir. Setelah berakhir, masalah yang dia hadapi memang masih ada, tetapi entah bagaimana ia merasa lebih baik.

Tantangan yang dihadapi tokoh utama dalam cerita biasanya mampu memberi harapan tersendiri bagi pembacanya. Novel atau film manis bertema percintaan memberi penikmatnya keyakinan bahwa cinta yang tulus masih ada. Tersedia untuk kita di suatu tempat di bumi ini.

Maria juga menambahkan, berdasarkan hasil survei penggemar novel romance yang dilakukannya, hiburan, relaksasi, dan pelarian merupakan alasan mengapa mereka menyukai karya bertema cinta. Di saat sedang suntuk mengantre di tempat umum atau bosan di kantor, novel cinta-cintaan dapat membuat mereka terhibur.

2.Jaminan Akhir Bahagia

Siapa sih yang nggak senang kalau akhir ceritanya bahagia? Para tokoh kesukaan bahagia, kita pun jadi ikut bahagia. Nggak terima rasanya kalau mereka menderita apalagi sampai meninggal. Bisa-bisa membuat kita turut menangis kejer dan hati terasa patah.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Nielsen pada tahun 2015, hampir setengah dari penggemar novel romance membaca genre tersebut paling tidak satu minggu sekali. Jaminan akhir yang bahagia adalah salah satu alasannya.

akhir bahagia karya tema cinta
Jaminan akhir bahagia pada novel tema cinta bikin pembaca ikut bahagia. (Sumber gambar: Artem Maltsev on Unsplash)

Dilansir dari Bustle, Stephanie Topacio Long selaku penulis dan editor menanyakan alasan mengapa pembaca menyukai buku tema cinta. Dia menghubungi teman-teman, keluarga, bahkan orang asing demi mendapat jawaban dari penggemar tema tersebut. Salah satu narasumbernya yaitu Angeline yang dulunya mahasiswa jurusan Bahasa Inggris butuh novel romance demi menyeimbangkan buku berat karya Shakespare dan Chaucer yang dibacanya.

Buku bertema cinta memang biasanya lebih ringan, tidak memerlukan kerja otak berlebihan, dan menjamin akhir happily ever after.

3.Kenangan Masa Kecil

Salah satu teman Stephanie Topacio Long yang bernama sama yaitu Stephanie menuturkan bahwa alasannya menyukai novel bertema seputar asmara adalah karena dia masih belum bisa melepaskan dongeng masa kecil. Rasa hati berbunga-bunga dan kepolosan mampu membuat penikmatnya turut merasa hangat.

4.Beda dari Kenyataan Hidup

Merasa punya hidup datar-datar aja atau malah menemui banyak tantangan yang sepertinya nggak selesai-selesai dan bikin stres? Nah, alasan lain mengapa orang suka novel romance adalah karena ceritanya yang 180 derajat berbeda dari kenyataan hidup.

kenyataan beda tema cinta laris
Kisah cinta yang ada di buku atau novel biasanya beda dengan kehidupan nyata pembaca. (Sumber gambar: Alisa Anton on Unsplash)

Cerita yang tersaji membawa pembacanya pada kehidupan dan karakter tokoh utama, pada petualangan yang tak terbayangkan, pada kisah cinta penuh chemistry yang bikin iri sekaligus baper parah.

Setelah membacanya, rasanya kita jadi punya kehidupan yang banyak. Dan menyenangkan tentu saja.

5.Cinta Sejati

Setiap habis membaca novel bertema cinta, rasanya dunia tidak semengerikan sebelumnya. Jodoh kita masih di luar sana, menanti untuk ditemukan entah bagaimana caranya, lalu kita pun akan hidup bersama sampai maut memisahkan.

cinta sejati karya cinta laris
Petualangan tokoh menemukan cinta sejati memberi harapan bagi pembaca. (Sumber gambar: Markus Spiske on Unsplash)

Kedengarannya romantis dan manis banget, ya? Itulah alasan kenapa penggemar karya bertema cinta tak pernah berkurang. Di saat cobaan hidup mendera, kisah tokoh utama yang menemukan cinta sejati meyakinkan diri kita bahwa kita juga bisa seperti mereka. Masih ada harapan bahwa jodoh kita kelak akan membawa kita mengukir bahagia bersama. Eaaaak!

Meski karya bertema romance banyak penggemarnya dan membuat perasaan kita terbang melayang, jangan lupa untuk selalu mengambil hal positifnya, ya.

One Comment

Leave a Reply
  1. Alasannya benar sekali.. Karena hidup yg datar2 saja.. Maka membaca atau pun menulis soal cinta seperti refleksi diri 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Suka Julid di Media Sosial? Ini Tips Supaya Nggak Kambuh Lagi

makna , prestasi

Inilah Makna Prestasi yang Sebenarnya, Lalu Bagaimana Meraihnya?