in , ,

Pertemuan ‘Minyak’ dan ‘Air’ di Kampung Atas Air Balikpapan

Destinasi wisata kampung atas air di Kota Balikpapan (Sumber gambar: Elsa Malinda)

Kota yang dijuluki Kota Minyak ini sejatinya memang berada di teluk, menyebabkan pemandangan air laut menjadi sangat lumrah dan mudah ditemui di mana-mana. Kalau Kawan Ublik tiba di bandara internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan yang dulunya akrab disebut dengan bandara “Sepinggan” saja, kalian pasti dapat melihat landasan pesawat yang begitu dekat dengan laut.

Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dekat dengan laut (Sumber gambar: airmagz.com)

Saat kalian berada di dalam kendaraan pun, di pinggir jalan akan kalian temui daerah-daerah yang memiliki pemandangan laut terbuka, sebab mereka membentang mengiringi kota kecil yang sudah beberapa kali mendapat piala Adipura Kencana ini. Memiliki kekayaan pemandangan laut membuat pantai menjadi salah satu destinasi wisata favorit selain hutan. Ada berbagai macam pantai yang bisa ditemui dari utara hingga ke selatan, dan dari timur ke barat. Tergantung dari kebutuhan liburan seperti apa yang sedang diinginkan.

Nah, Kawan Ublik, ada lagi nih destinasi wisata yang menjadi kesukaan para warga Balikpapan untuk menikmati senja, dan masih berhubungan dengan laut. Perkampungan yang letaknya di atas laut ini dinamai Kampung Atas Air. Lokasinya berseberangan dengan kilang minyak perusahaan BUMN Pertamina.

Untuk mencapai Kampung Atas Air, Kawan Ublik bisa menggunakan berbagai jenis alat transportasi. Tetapi motor adalah kendaraan paling ideal sebab kalian harus melewati perkampungan penduduk yang padat dan jalannya sangat sempit, serta banyak sekali anak-anak kecil yang bermain di jalan. Pakai mobil bisa saja sih, tetapi harus sabar sekali. 🙂

Untuk mencapai lokasi wisata tersebut membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh menit dari pusat kota, menuju Jalan Sepaku, Kecamatan Balikpapan Barat. Di sana, Kawan Ublik bisa langsung memasuki perkampungan di atas air secara gratis. Ini merupakan tujuan wisata yang tidak akan bikin kantong jebol, dibanding kalau-kalau kalian bermaksud mau menggunakan uangnya untuk keperluan lain seperti nongkrong di mal atau kafe.

Memangnya keunggulan Kampung Atas Air ini apa saja, sih, kok bisa dijadikan alternatif wisata jika berkunjung ke Balikpapan? Padahal mal kan banyak dan isinya lebih bagus? Yuk, kita simak satu per satu alasan Kawan Ublik harus ke Kampung Atas Air.

1.Memotret Senja

Seringnya di kota-kota maju dengan gedung-gedung tinggi menjulang, pemandangan matahari senja menjadi susah dilihat keindahannya. Kalau rumahnya bertingkat mungkin masih bisa melihatnya dari lantai atas.

Sepucuk senja di Kampung Atas Air (Sumber gambar: Elsa Malinda)

Tapi, nih, Kampung Atas Air selalu menyediakan pemandangan matahari senja yang indaaaah sekali (asalkan langitnya sedang cerah, ya!). Orang-orang yang berkunjung ke sana pasti serempak menoleh ke langit saat senja tiba. Cahaya jingga yang memenuhi langit terlihat memancar memenuhi kanvas langit yang kebiruan. Air laut yang terhampar jadi terikut berwarna keemasan juga.

Di seberang dermaga, api abadi milik obor Pertamina turut berkobar merah. Suara deburan ombak yang menghantam jembatan kayu membikin suasana semakin romantis dan menghanyutkan.

Sudah bisa membayangkan kecantikannya belum? Kalau penasaran gimana rasanya memotret senja dengan mata dan kamera, Kawan Ublik bisa datang ke sana pada sore hari.

2.Mengurangi Stress

Ternyata selain bikin suasana romantis, suara deburan ombak terbukti menurunkan tingkat kortisol yaitu hormone stress. Makanya, enggak heran ketika kita berwisata ke laut, perasaan kita akan menjadi lebih tenang dan hati lebih plong gitu. 😉

Dilansir dari express.co.uk, para peneliti dari Brighton dan Sussex Medical School menemukan bahwa memainkan suara natural dari alam dapat memengaruhi sistem tubuh, yang mengatur sistem saraf dengan efek yang berhubungan dengan istirahatnya aktivitas otak. Memang sih suara deburan ombak bisa diunduh di internet, tetapi dengan mendengar langsung dan disuguhi pemandangan indah, efeknya bisa jadi berkali lipat. Apalagi kalau gratis! Hehehe.

3.Tempat Foto Apik

Bagi Kawan Ublik yang hobi fotografi, Kampung Atas Air bisa jadi tempat foto yang oke punya, lho. Dengan latar belakang perkampungan rumah warna-warni dan perahu nelayan aneka warna, kamu bisa memilih titik mana saja yang kamu sukai.

Jembatan kayu ulin berkilauan diterpa cahaya matahari senja (Sumber gambar: Elsa Malinda)

Sebelum jembatan kayu yang bercabang-cabang itu disemen, sebenarnya berfoto di sana lebih bagus lagi sebab kayu ulin akan berubah berkilau saat diterpa cahaya matahari senja. Sayangnya, karena banyak yang bolong dan tidak lagi kokoh, jembatan itu disemen sehingga mengurangi daya pikat jembatan. Tapi mending begitu, ya, daripada terjerembab atau jatuh ke laut. Hiii!

4.Beli Ikan Segar dan Murah

Perahu-perahu milik warga Kampung Atas Air yang berprofesi sebagai nelayan (Sumber gambar: Elsa Malinda)

Ingin bakar ikan atau produk boga bahari lain yang masih segar dan belum kena harga pasar? Di Kampung Atas Air tempatnya. Jika kalian berkunjung di waktu yang sama dengan para nelayan datang, bisanya para pengepul akan menunggu di ujung dermaga. Nanti ikan-ikan itu akan dijual ke pasar. Sebelum sampai di pasar, kalian bisa membelinya dengan harga murah.

5.Bersosialiasi dengan Warga Kampung

Berkunjung ke suatu daerah tidak lengkap rasanya kalau tidak berburu teman baru. Jika air sedang pasang, anak-anak kampung akan berbondong-bondong menceburkan diri ke laut tanpa alat bantu apapun. Jangan heran melihat anak kecil sudah jago berenang. Mereka bahkan mencoba berbagai teknik lompat yang bikin kepala geleng-geleng saking lucunya.

Anak-anak bermain air di laut (Sumber gambar: Elsa Malinda)

Kebanyakan dari mereka juga ramah-ramah dan tidak keberatan diajak mengobrol. Saat redaksi Ublik mampir ke sana dan salat di suraunya, anak-anak perempuan cilik menunggu kami hanya untuk sekadar cium tangan.

Namun sayang, di balik keindahan pemandangan Kampung Atas Air, timbunan sampah di kolong jembatan yang terlihat nyata ketika air surut dan di kolong-kolong rumah warga membuat redaksi Ublik sedih. Sampah-sampah terutama sampah plastik yang dibuang ke laut tak akan diurai, dan justru akan membikin kerusakan lingkungan.

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, Indonesia adalah penyumbang sampah terbesar nomor 2 di dunia. 🙁 Sudah saatnya kita sama-sama bergerak untuk mengurangi jumlah sampah plastik ke lingkungan, supaya tempat-tempat yang semestinya sedap dipandang mata seperti destinasi wisata Kampung Atas Air Balikpapan tidak tercemar.

Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Zero Waste: Alternatif Gaya Hidup untuk Diri dan Bumi

5 Mindset yang Sebaiknya Dimiliki Anak Muda sebelum Membangun Bisnis