in

Jika Kamu Punya Uang, Pilih Ditabung atau Untuk Wirausaha?

Kebutuhan primer manusia salah satunya adalah uang. Kebutuhan sekunder dan tersier juga mayoritas membutuhkan uang. Harus ada uang untuk membeli: baju, rumah, membayar SPP sekolah, dan sebagainya. Seolah-olah, tanpa uang manusia tidak bisa hidup sejahtera. Oleh karena itu, manusia zaman sekarang berlomba-lomba memperbanyak pendapatan agar kehidupannya terjamin, bahkan ada yang punya semboyan agar anak cucu tujuh turunan hidup tenteram dan sejahtera.

Otomatis, uang yang diperolehnya setiap hari akan disisihkan untuk ditabung. Banyak juga yang mencoba mencari peluang tambahan uang dengan memaksimalkan waktu yang dimilikinya. Ada yang rela sampai larut malam demi bahagiakan anak dan istri. Apapun dilakukan untuk mencari tambahan uang saku sekolah dan uang ke pasar. Contoh kecil: Pagi sampai sore menjadi guru di sekolah, lalu sore sampai malam menjadi driver online. Namun demikian, ada juga yang tidak peduli dengan tabungan, malah lebih memilih menghabiskan gajinya, seperti digunakan untuk mentraktir teman dan berlibur bersama keluarga.

Baca Juga: 5 Kiat Hidup Damai Tanpa Hutang

Di situ, munculnya kebimbangan yang luar biasa, antara uang hasil kerja keras lebih baik ditabung atau untuk modal berwirausaha. Problem ini sangat lazim terjadi pada sesorang, terlebih bagi orang yang sedang beranjak dewasa atau remaja. Keinginan agar tidak lagi mengundi nasib kepada orang tua. Hal yang akan terjadi berikutnya yakni berada di posisi mulai merasa malu bisa umur 20 tahun masih menuggu transfer dari orang tua.

Saya mengalami hal ini sudah sejak lulus SMA, sekitar umur 17 tahunan. Masuk kampus dan biaya tagihan yang menurut keluarga saya itu ‘mahal’. Semester satu masih nyaman untuk meminta transferan, tetapi masuk semester dua sudah mulai tergoncang pikiran saya. Sebab, biaya tambahan itu selalu muncul disetiap bulan, bahkan kadang mingguan. Tentu tidak enak rasanya meminta uang saku tambahan melulu, meski itu bagian dari kewajiban kita sebagai anak.

Hidup di zaman serba butuh ini itu seperti sekarang tidak bisa memilih antara menabung dulu atau wirausaha dulu. Ketika punya uang, keduanya pantas dilakukan bersamaan, sebagian ditabung, sebagian digunakan masuk ke dunia wirausaha. Sebab, kalau hanya menabung saja, pasti akan ada waktu di mana uang itu mendadak harus dipakai semua, bahkan kadang kurang, seperti tiba-tiba sakit. Biaya dokter semua orang tahu, tidak ada yang murah. Begitu juga dengan wirausaha, tanpa menyisihkan uang untuk ditabung, bakal serba kekurangan terus dalam hidupnya, dan wirausaha yang dibangun tidak sukses, melainkan bangkrut.

menabung atau untuk wirausaha
Ilustrasi wirausaha

Kenapa keduanya perlu dilakukan secara bersama? Sebab keduanya untuk memikirkan masa mendatang, atau sesuatu dalam jangka panjang, yang mana kita tidak tahu-menahu apa yang akan terjadi esok. Sebagaimana pepatah, “sedia payung sebelum hujan”.  Tabungan itu ibarat payung, yang harus disediakan sebelum hujan. Menabung juga sedikit demi sedikit, tetapi rutin. Maka lama-lama akan menjadi “bukit”.  Menabung juga tidak harus menunggu punya pekerjaan atau sudah berwirausaha. Asalkan ada uang, bisa saja disisihkan untuk ditabung. Hasil tabungan juga digunakan ketika dalam hal-hal yang penting saja. Jangan sampai setiap ada event tabungan dibuka lalu dipakai. Lebih baik digunakan dalam event panjang, tahunan, seperti wisuda kelulusan, untuk menambahi biaya yang dikeluarkan oleh orang tua.

Baca Juga: 5 Cara Mengatur Keuangan Untukmu yang Baru Kerja, Biar Gaji Ngga Cuman Numpang Lewat

Adapun wirausaha dan tabungan itu bagai mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Selain menabung, harus pernah mencoba untuk berwirausaha. Bisa mengawali dengan bisnis bersama kawan, sahabat, atau orang dekat sekitar. Jika sudah berani, bisa langsung mencoba bisnis mandiri, seperti jualan pulsa, atau jualan online, yang sekarang paling dinikmati hampir oleh semua orang. Namun, ketika masih sekolah atau kuliah, banyak juga yang masih memegang kuat mindset “belajar mau fokus dulu, nanti setelah itu buka usaha”. Itu memang tidak salah, tetapi lebih cepat mendayung maka lebih cepat sampai. Lagian, kita tidak tahu rintangan apa yang siap menghadangkan?

Berwirausaha juga tidak semudah membalikan telapak tangan. Sekali buka langsung jadi. Kalau memang ada yang seperti itu, tidak lain karena keberuntungan sedang berpihak kepada orang tersebut. Jack Ma mempunyai proses panjang untuk mendirikan Alibaba. Mantan Menteri Kelautan Indonesia, Susi Pudjiastuti, yang terkenal dengan kata “tenggelamkan!”, merintis usahanya bahkan sebelum lulus SMA. Lalu Gibran Rakabuming, terlepas ia anak presiden, memulai usaha dengan modal melakukan pinjaman dari bank. Ia justru sama sekali tidak mau usahanya ada tampur tangan dari ayahnya. Masih banyak kisah wirausahawan yang sukses, tetapi perjalanan yang mereka pakai untuk sampai kata sukses, itu yang perlu dipejari dan memotivasi untuk segera buka usaha. Jatuh bangun di dunia usaha adalah kamus wajib yang harus dikuasai oleh para wirausahawan.

Baca Juga: Cerdas Memilih Investasi, Jangan Sampai Bikin Gigit Jari!

Alhasil, uang adalah kebutuhan primer setiap orang. Ketika mempunyai uang, seharusnya melakukan dua hal: menabung dan wirausaha. Keduanya adalah aset primer dalam menjalani kehidupan. Keduanya juga akan membantu memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier seseorang. Ibarat kata, menabung adalah tangki bensin yang harus selalu diisi agar mobil bisa jalan. Sedangkan wirausaha adalah pom bensin, tempat mengisinya. Mobil sendiri merupakan kehidupan yang berlangsung.

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

5 tips menerima diri sendiri, cara bahagia, cara menerima diri sendiri

5 Tips Agar Kita Dapat Menerima Diri Sendiri, Agar Hidup Lebih Bahagia

mengatasi writer's block

8 Tips yang Bisa Kamu Coba Untuk Mengatasi Writer’s Block