in

Bagaimana Investasi SDM Bisa Meningkatkan Kualitas Pendidikan?

Investasi SDM melalui pendidikan, bantu negeri ini semampu kalian…

Investasi sebuah negara dalam bidang SDM menjadi sangat penting. Sejarah mencatat bahwa semakin tinggi kualitas SDM, maka semakin meningkat pula efisiensi dan produktivitas sebuah negara. Telah terbukti, bahwa negara yang menerapkan paradigma pembangunan berdimensi manusia mampu berkembang meskipun tidak memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah. Namun, investasi dalam bidang SDM adalah investasi jangka panjang dan makro, kita membutuhkan waktu untuk melihat hasilnya. Berbeda dengan investasi infrastruktur yang dapat langsung terlihat hasilnya.

Asumsi dasar dari teori Human Capital juga menyebutkan bahwa seseorang dapat meningkatkan penghasilannya melalui peningkatan pendidikan. Di sini menjelaskan bahwa peran pendidikan sangat penting. Ini bukan hanya urusan sekolah, namun urusan bangsa. Bukan hanya masalah sektoral, namun lintas sektoral. Jika kita mampu mempersiapkan anak-anak kita dengan baik, perubahan akan terjadi di segala sektor, impian untuk menjadi good government dan good citizen yang kita idam-idamkan pun akan menyebar di seluruh sektor.

Investasi sebuah negara dalam bidang SDM menjadi sangat penting karena sejarah mencatat: semakin tinggi kualitas SDM maka semakin meningkat pula efisiensi dan produktivitas sebuah negara.

Pada tahun 2018, ketika menjadi presenter pada International Symposium on Educational Technology di Osaka, Jepang dan bertemu dengan para pakar-pakar dan profesor di bidang Educational Technology, saat itu saya membahas tentang Implementation of ICT in Education in Indonesia.

Pada pemaparan tersebut saya mengungkapkan bahwa ada beberapa masalah yang dihadapi Indonesia terkait pendidikan, di antaranya adalah 1) Lack of policy, 2) Changing curriculum, 3) Gaps of teacher quality, 4) Gaps of education quality, 5) Lack of infrastructure, 6) Lack of planning, dan 7) Lack of skilled workers.

Walau terkadang dalam perencanaan sudah sangat bagus, namun dalam tahap implementasi masih jauh dari yang diharapkan. Masalah guru honorer dan kesejahteraan guru pun masih kerap menjadi permasalahan yang mengintai dunia pendidikan di Indonesia. Pada symposium tersebut saya juga menyampaikan beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan. Dalam kesempatan ini saya akan menjelaskan tentang pentingnya penguatan kerjasama dan kolaborasi lintas sektoral.

Baca juga:

Tidak Banyak yang Tahu, Beginilah Realita Kuliah di Luar Negeri
Kamu Bisa Membuat Kota di Masa Depan Dengan Pilih 5 Jurusan Kuliah Ini

Kolaborasi Penta-Helix System antara Regulatory Authority, Government, Academic, Business and Community harus benar-benar dikuatkan. Di Indonesia, sektor tersebut masih banyak yang bergerak masing-masing, padahal jika lima sektor tersebut terjalin kerjasama yang kuat, akan semakin menguatkan pondasi pendidikan dan mempersiapkan anak-anak di masa depan. Hal tersebut dapat dilihat dari sistem pendidikan di Korea Selatan, di mana kerjasama antar lembaga pendidikan dengan sektor bisnis, termasuk pemerintahan sangat kuat. Anak-anak sudah dipersiapkan dengan skill-skill yang memang dibutuhkan oleh industri. Alhasil, ketika mereka lulus, lulusannya sudah sesuai dengan kebutuhan industri di pasar.

pendidikan di Indonesia , sekolah

Sama halnya dengan di Hong Kong, di kampus saya bersekolah saat itu (The University of Hong Kong), jumlah mahasiswa yang sudah diterima kerja ataupun menerima tawaran kerja sebelum lulus mendekati angka sempurna yaitu 99%, hal tersebut tak lain karena adanya link and match antara dunia pendidikan dan indsutri serta adanya kerjasama yang kuat antar lembaga pendidikan dan sektor-sektor yang saya sudah saya sebutkan dalam penta-helix system.

Peran pemerintah pun sangat besar di sana dalam membuat policy yang mendorong kualitas pendidikan. Sangat berbeda dengan di Indonesia, di mana anak-anak muda baru mencari pekerjaan setelah lulus ataupun memperoleh gelar. Selain penguatan antar sektor-sektor tersebut, hal lain yang dapat harus segera dikuatkan adalah curriculum framework for future skills, penguatan community of service yang mendukung professional development, teacher education, career counselling in schools perlu lebih ditingkatkan perannya, government education expenditure, effective policy implementation system, dan juga cultural diversity and tolerance.

Apa yang kita lihat sekarang, pemimpin-pemimpin yang ada sekarang, konflik-konflik dan penguasa yang ada pada saat ini juga merupakan produk pendidikan di masa lalu. Memang, pendidikan bukan hanya di sekolah, namun juga pendidikan pada keluarga dan lingkungan. Jika anak-anak sekarang diberikan bekal untuk menjadi good citizen yang baik, saya sangat yakin di masa depan Indonesia akan menjadi negara yang kuat.

Transformasi pendidikan perlu dilakukan dan harus menjadi fokus nasional. Setiap orang dapat mengambil peran dalam membantu negeri kita mempersiapkan diri di masa depan, lakukan yang terbaik sesuai peran kalian, bantu negeri ini semampu kalian. Masalah pendidikan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, namun setiap orang memegang peran dan tangung jawab masing-masing.

 

Ini adalah bagian 2 dari artikel sebelumnya: Benarkah Pendidikan di Indonesia Ranking Terbawah di Dunia?

Ditulis oleh Hardika Dwi Hermawan

Enthusiast in Information Technology in Education. MSc in ITE, the University of Hong Kong melalui beasiswa LPDP. Penulis buku Yakin mau Kuliah di Luar Negeri? Peraih Alumni Award LPDP 2019 untuk Bidang Pendidikan. Seorang pembelajar yang menyenangi bidang pendidikan, teknologi dan sosial kemasyarakatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

pendidikan di Indonesia , sekolah

Benarkah Pendidikan di Indonesia Ranking Terbawah di Dunia?

gedung , KPK

Ketika Revisi RUU KPK Bikin Resah, Sekolah Tetap Fokus Pendidikan