Apa jadinya kalau pemukiman kumuh di pinggir sungai disulap sedemikian rupa menjadi magnet wisata? Apalagi, pemukiman di sekitar sungai Brantas yang mengalir di Kota Malang itu menjadi salah satu pemukiman terkumuh di Indonesia. Mungkin kamu akan berpikir kalau itu mustahil, tapi pikiran itu akan segera berubah setelah melihat gambar di bawah ini.

kampung warna-warni jodipan
Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang sebelum dan sesudah di cat (Sumber: Dokumentasi Guyspro (atas) dan visiter.org (bawah))

Foto di atas adalah kampung Jodipan, sebuah kompleks pemukiman warga yang berada di daerah kecamatan Blimbing, Kota Malang. Terlihat kontras sekali perbedaannya antara sebelum dan sesudah dicat warna-warni. Sejak diresmikan pada tanggal 4 September 2016, aktivitas warga Jodipan tidak sama lagi. Geliat kehidupan masyarakatnya yang sebelumnya cenderung lesu, ditambah dengan isu penggusuran, kini berubah menjadi magnet wisata kekinian yang begitu terkenal di media sosial. Ngomong-ngomong, apakah kamu sudah pernah ke sana? Atau setidaknya beberapa kali melihat foto-foto kampung warna-warni Jodipan melalui media sosial.

Pilihan Editor:

 

Di tengah popularitas Jodipan yang makin meningkat, bukan hanya wisatawan lokal tapi juga internasional, pernahkah kamu bertanya-tanya: siapa sosok yang memiliki inisiatif luar biasa ini? Kampung warna-warni Jodipan adalah project yang digagas oleh tim GuysPro, delapan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diketuai Nabila Firdausiyah. Beberapa waktu lalu, Ublik sempat melakukan wawancara dengan Nabila, sebagai ketua tim penggagas kampung warna warni Jodipan yang kini menjadi ikon wisata Kota Malang.

Berawal dari Tugas Kuliah, Kini Jadi Fenomenal

Namanya Nabila Firdausiyah. Perempuan kelahiran 2 Juni 1995 ini tidak menyangka bahwa apa yang dikerjakannya dengan teman-teman bisa begitu fenomenal. Nabila sebagai ketua tim mengatakan bahwa kampung warna warni Jodipan berawal dari tugas kuliah, yakni tugas praktikum PR (Public Relation) 2 ‘Manajemen Event’, di mana tim GuysPro harus memposisikan sebagai Agency PR (Public Relation) yang harus mencari real client. Real client inilah yang kedepannya harus berkenan untuk dianalisis kegiatannya, diobervasi, sehingga kita temukan permasalahannya, dan tim GuysPro sebagai praktisi PRnya mempunyai jawaban untuk permasalahan tersebut.

Tim Guyspro Penggagas Kampung warna-warni jodipan
Nabila (dua dari depan) saat Berpose di Kampung Warna-warni Jodipan bersama Tim Guyspro (Sumber: Ublik.id/nabila)

“Alhamdulillah GuysPro mendapatkan client PT.INDANA, perusahaan asli Malang dengan cat Decofresh yangg bergerak di bidang painting dan coating. Setelah bertemu dengan pihak Marketing Communication-nya, termyata pihak perusahaan menginginkan adanya CSR. Dan kamipun menganalisis bahwasanya CSR INDANA pun cendurung hanya bersifat charity, belum menyentuh sustainablity. Sehingga kami carilah target yang sesuai dengan konsep CSR mereka, dan terpilihlah Jodipan” kata Nabila menjelaskan kepada Ublik.

“Kampung Jodipan dipilih lantaran beberapa hal, di antaranya Jodipan menjadi salah satu dari 29 kampung kumuh di Malang. Selain itu juga, ketika kami melakukan riset secara langsung, ternyata masyarakatnya masih banyak yang membuang sampah di sungai. Nah, harapan kami adalah ketika kami mengecat kampung tersebut menjadi kampung warna warni, perilaku masyarakat turut berubah mengingat telah memiliki kampung yang cantik, indah, dan berwarna,” imbuhnya.

Tentang Suka Duka yang Dialami Tim GuysPro

Di balik indahnya kampung warna warni Jodipan yang tak pernah sepi dan juga hal-hal positif yang terjadi di masyarakatnya, tentu tak lepas dari suka duka yang dialami tim penggagasnya. Mereka bekerja totalitas. Tak kurang dari 2 ton cat dihabiskan untuk menyulap kampung di bantaran sungai itu. Berbagai elemen masyarakat dilibatkan untuk memulai bersih-bersih dan pengecatan lingkungan. Kepada Ublik, Nabila mengungkapkan kesannya selama mengerjakan proyek itu.

Penggagas Kampung Warna-warni Jodipan Kota Malang
Tim Guyspro (Sumber: Ublik.id/Nabila)

“Sukanya, kamu bisa mempunyai ‘keluarga baru’ di Malang, kenalan sama warga Jodipan yang ternyata mereka sangat sayang dan perhatian kepada kami. Kalau dukanya, apa ya, hehe… oh iya, karena ini tugas praktikum, jadinya di antara kelompok lain, kelompok kamilah yang paling lama masa tugasnya. Selain itu, kami juga harus bisa mengimbangkan dengan jadwal KKN (Kuliah Kerja Nyata), sebab pada saat itu sudah berlangsung program KKN dari kampus. Duka yang agak kesel tapi lucu itu, pernah ada momen, kita lagi ngecet tangga tengah kampung yang jumlahnya banyak banget, udah sampai setengah jalan tangga, tiba-tiba hujan, catnya luntur, jadi mau nggak mau, ngulang lagi dari awal.” Kenangnya.

Karena apa yang mereka lakukan terasa nyata manfaatnya kepada masyarakat, mereka layak mendapat apresiasi yang tinggi. “Kalau dari kampus, alhamdulillah 2 anggota GuysPro yang mengundurkan diri dari KKN, mendapatkan sertifikat KKN. Selain itu, kami juga diapresiasi secara materi. Kalau dari pemkot, hanya diapresasi sertifikat. Pihak lain, waktu itu kami juga diapresiasi oleh program televisi Kick Andy, kami diundang untuk wawancara di studionya, serta diapresiasi secara materi juga.”

Siapa Saja Pihak yang Membantu Pengembangan Kampung Warna-Warni Jodipan?

Selama proses pengembangan kampung Jodipan, Nabila dan kawan-kawan banyak dibantu oleh berbagai pihak. Pihak yang memiliki andil itu adalah perusahaan cat INDANA, Komunitas Mural Malang, Pihak kampus UMM, Paskhas TNI AU Malang, dan tentunya masyarakat Jodipan sendiri.

Kampung Warna-Warni Jodipan
Kampung Jodipan (Sumber: Ublik.id/Ridho Nur Wahyu)

“Kami sangat berterimakasih kepada perusahaan cat INDANA, yang dengan kebaikannya mau mengadakan program CSR di Jodipan serta mau menerima ide dari GuysPro. Masyarakat Jodipan, yang tinggi gotong royong dan semangatnya dalam bekerjasama dengan GuysPro. Komunitas Mural Malang “Turu Kene”, yang juga pada saat itu membantu kami dalam proses pengerjaan mural di beberapa titik. Pihak kampus UMM, yang juga selalu turut membantu Guyspro. Serta Paskhas TNI AU Malang yang juga turut membantu proses pengecatan di KWJ.”

Harapan untuk Kampung Warna-Warni Jodipan dan Pesan untuk Anak-anak Muda

“Semoga KWJ selalu disayangi dan diperhatikan oleh warga Jodipan maupun seluruh elemen warga Kota Malang. Semoga semangat serta nilai sosial warga Jodipan tidak pernah luntur untuk menjadi lebih baik lagi kedepannya.” Sebagai closing statement, Nabila mengungkapkan harapannya dan juga pesan untuk anak-anak muda, khususnya para mahasiswa Indonesia.

“Dalami apa yang menjadi passion kita, karena kita tidak akan pernah tahu, sebesar apa dampak passion kita bagi sesama. Muda bukan berarti semena-mena dengan hidup. Muda berarti menghidupkan dunia agar tak selamanya redup.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.