in

Inilah Alasan Kenapa Kita Marah dan Cara Mengatasinya

Ada sebuah fenomena perasaan yang sering melanda kita pada saat ini. Tersindir sedikit, marah. Tersinggung sedikit, marah. Merasa dikhianati, marah. Tidak didengar, marah. Kecewa dengan diri sendiri pun, marah. Begitu banyak perasaan menimpa diri kita sehari-hari yang berujung dengan luapan amarah. Padahal, luapan emosi tidak hanya satu, lantas mengapa kita memilih marah?

Nyatanya, banyak sekali faktor yang mempengaruhi seseorang untuk meluapkan emosi dengan cara marah yang terkadang bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri.

Ada beberapa kepribadian orang dalam mengelola rasa amarah ini, ada yang sudah menjadi kebiasaan, tak sengaja, bahkan mirip dengan fenomena gunung es yaitu selalu dipendam, hingga suatu ketika semua amarah tersebut terluap. Dan sebagai manusia, sudah sepatutnya kita memiliki self-control, yakni sebuah perasaan menjaga ego dalam diri agar emosi tersebut tidak terluap dan berakhir menjadi rasa sesal.

Tak jarang ketika sudah meluapkan amarah , setelahnya akan menimbulkan rasa bersalah dalam diri.

Yuk renungi, sebenarnya apa penyebab dari amarah pada diri kita?.

1. Kenapa Kita Marah?

Pertanyaan yang mungkin bisa membuat jengkel sebagian orang, bagaimana tidak, sedang dilanda perasaan yang tak karuan, lantas dilontarkan pertanyaan “Kenapa kamu marah?”. Tenang, tunggu dulu, pertanyaan ini lebih tepat dilontarkan ke diri kita sendiri tatkala sehabis meluapkan emosi tersebut. Ya,emosi yang satu ini bisa berasal dari berbagai peristiwa, baik sedih, kecewa, tersinggung, ataupun kesal. Dan biasanya, bagi sebagian orang, setelah meluapkan amarah tersebut, timbul lah rasa bersalah yang membuat hati tidak tenang. Hal ini sangat wajar, itu tandanya kita masih memiliki rasa empati dan menyadari bahwa apa yang sudah kita lakukan tersebut kurang baik. Pada saat meluapkan amarah, yang tahu penyebab asal muasal emosi satu ini hanyalah diri kita sendiri. Jadi, coba renungkan, apa sebenarnya penyebab kita mengeluarkan emosi tersebut dan apa mencari alasan kenapa kita marah.

Inilah Alasan Kenapa Kita Marah dan Cara Mengatasinya
sumber: Pixabay

2. Pelajari Self-Control untuk mengatasi amarahmu 

Semua orang pernah marah. Ya, semua orang pasti pernah mengalaminya. Sekalipun itu adalah orang yang dikenal sangat ramah, baik hati, bahkan penurut, ia pun pasti pernah marah. Bahkan, biasanya orang yang jarang marah, jika sekali sudah marah, maka habislah semuanya. Berbeda dengan orang yang mudah marah, orang yang tidak mudah marah pastinya akan lebih disukai oleh suatu lingkungan, bagaimana tidak, karena dengan begitu, ia memiliki self-control yang sudah cukup baik, yang dimana ia bisa mengendalikan rasa kecewa, sakit hati, kesal, tersinggung, tersindir dengan tidak mudah meluapkannya menjadi sebuah amarah. Namun, jika sudah marah, bisa lebih dahsyat dari orang yang gampang marah lho!.

Lantas, apa yang bisa kita pelajari?, kenali diri dan pelajari lebih dalam mengenai self-control. Kita paham betul, marah sangat manusiawi, namun di beberapa kondisi, marah juga tidak baik karena menjadi sebab perasaan kecewa kita, karena semua orang pasti pernah memiliki kesalahan, dan disalahkan. Jadi, sebelum luapan emosi itu hadir, yuk cari muara amarahmu, dan tanami self-control dalam diri, jangan sampai menyesal kemudian.

3. Tidak Semua Orang Mengerti Kamu 

Ingat, dunia tak hanya berputar mengelilingimu. Jadi, jangan hanya meminta ingin dimengerti namun tak bisa mengerti orang lain. Tak jarang dalam beberapa kondisi, luapan amarah yang muncul dari seseorang karena merasa tidak bisa dimengerti oleh orang lain. Nah, ini yang sering terjadi. Padahal yang perlu kita ketahui, terkadang orang lain bukannya tak mengerti dirimu, namun  ini bisa menjadi hukum alam dan cara kerja semesta. Hal-hal yang mungkin diluar kendali kita sebagai manusia. Lho kok gitu? Iya, ketika kita diperlakukan seperti tidak adil atau dibuat kecewa, sebenarnya itu juga termasuk hal yang diluar kendali kita, sama halnya seperti hukum sebab akibat.

Jadi, coba pikirkan kembali, ketika marah dan merasa tidak dimengerti, apakah kita sendiri sudah ‘mengerti’ orang lain?.

4. Belajar Lebih dewasa 

Bicara dewasa, memang cukup rumit rasanya. Bagaimana tidak, hal ini menjadi penting bagi sebagian orang yang sedang tertimpa masalah bahkan gejolak amarah dalam diri. Tapi benar adanya, semakin kita dewasa, kita akan semakin bisa menahan rasa amarah yang berlebihan, dan hal ini sangat erat kaitannya dengan menurunkan ego dalam diri. Hal yang menjadi momok amarah tersebut. Cukup sulit memang, tapi hal ini sangat mudah dan bisa dipelajari. Biasakan diri untuk tidak memvonis lawan bicara dengan sebutan “jahat”, karena bisa jadi, sebenarnya lawan bicaramu tak berniat atau bermaksud menyakiti bahkan membuatmu tersinggung. Ada kemungkinan itu hanya ego dalam diri yang merasa dikhianati. Tapi yang perlu diingat pula, bukan berarti kita sebagai manusia tidak boleh marah sama sekali, akan tetapi jangan sampai menumpahkan amarah dengan cara yang tidak baik.

Yuk sahabat ublik belajar lebih dewasa dan ketahui apa penyebab kenapa kita marah dan lakukan metode pengendalian untuk mengekspresikan amarah mu ya.

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tips Untuk Mengubah Insecure Menjadi Bersyukur

daftar beasiswa

Mau Daftar Beasiswa? Perhatikan Dulu 5 poin Berikut Ini!