in

Inilah 6 Manfaat Kerja Part Time Saat Kuliah!

Buat kamu yang dilema: ingin kerja part time atau hanya fokus kuliah saja

“Kuliah sambil bekerja? Wah, mana mungkin!” Salah satu ungkapan yang sering bertengger di telinga. Kenyataannya, ada banyak sekali mahasiswa yang sedang berburu kerja part time sebagai tumpuan hidup atau hanya sebagai ajak pembuktian tantangan bagi diri sendiri. Terlepas dari tujuan awal, berikut enam manfaat yang bisa kita dapatkan saat mampu menjalani kuliah dan bekerja part time:

1. Melatih Terjun di Dunia Kerja

Tahukah Kamu, mengapa saya letakkan alasan ini sebagai hal utama? Karena, untuk mengawali langkah berkecimpung dalam dunia kerja yang real, kita perlu melakukan latihan! Ibarat pepatah, “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Pada kenyataannya, kita tak akan bisa langsung bekerja di dunia nyata tanpa persiapan apa-apa. Apa benar begitu? Iya, benar! Meskipun saat bekerja di sebuah perusahaan tentu akan ada masa training untuk mengetahui job desc dan SOP perusahaan, tapi dengan bekerja part time kita bisa belajar hal tersebut lebih awal agar nanti tidak merasa kaget dan lebih mudah beradaptasi. Misalnya, ketika nanti saat awal training langsung merasakan hal-hal yang kurang mengasyikkan, misalnya kamu akan sering disuruh mengerjakan A, B, C yang kadang memiliki waktu yang kurang, maka kita akan menikmati setiap prosesnya daripada hanya mengeluh.

Apalagi biasanya manager trainer jarang menyuruh mengerjakan sesuatu dengan kata-kata yang halus, justru kebalikannya! Kebanyakan manager trainer malah sering kali menyuruh dengan kata-kata yang tegas. Apakah saya seringkali merasa sebal? Kalau boleh jujur sih iya, namun di lain sisi, itulah salah satu cara perusahaan menguji mental Kamu. Bagaimana Kamu menghadapi tantangan di lapangan? Secepat apa kamu akan menyelesaikannya?. Dalam semua tahap itu, akan diakumulasikan nilai yang kamu dapatkan. Kamu akan terlihat sebagai problem solver atau bukan.

Kerja part time ini di dalamnya sudah terdapat penilaian tersebut, sehingga Kamu yang sudah memutuskan untuk memiliki kerja part time sudah menjadi pembelajar untuk memasuki fase dunia kerja selangkah lebih dulu.

Baca juga: 

Pekerjaan Paruh Waktu yang Cocok untuk Mahasiswa Bahasa Inggris

5 Usaha Sampingan yang Bisa Mahasiswa Kerjakan Sambil Kuliah

Tips Manajemen Waktu yang Efektif agar Sibukmu Lebih Bermakna

2. Manajemen Diri Sendiri

Saat Kamu sudah mengambil keputusan untuk bekerja part time, sepenuhnya Kamu dengan sadar sudah bisa ‘selesai’ dengan dirimu. Seperti masalah-masalah yang berkaitan dengan dirimu sendiri, misal sibuk dengan A, B, C….Z, dan mengabaikan yang lain. Selain itu, tingkat fokusmu akan bisa dilihat dari skala prioritas yang telah Kamu lakukan setiap hari.

Semakin lama, perubahannya akan mulai terasa saat Kamu sudah mampu mengetahui skala prioritas dari hal yang penting, sangat penting, dan tidak penting dalam beberapa waktu yang Kamu punya. Lama-lama, Kamu sudah mulai terbiasa untuk tidak mengeluh dan mampu untuk mengatur diri sendiri lebih baik, bahkan terkait dengan hal-hal kecil seperti jam makan, waktu santai, sampai waktu untuk mengerjakan tugas, bekerja, kuliah, dan lain-lain akan menjadi lebih terstruktur.

Kenapa semuanya menjadi seperti itu? Karena, semakin banyak hal yang memerlukan prioritas dan fokus yang tinggi, maka hal yang lain akan menjadi suatu hal yang mudah walaupun pada awalnya mungkin saat menjalankan semua itu Kamu terpaksa dan sulit, namun seiring berjalannya waktu maka akan terbiasa. Saat bekerja real nanti, tentu kamu tidak akan mudah mengeluh saat harus berangkat pagi, mengerjakan ini dan itu karena sudah terbiasa untuk manajemen diri sendiri sehingga melakukan semua itu dengan kesadaran, bukan sebagai paksaan.

3. Mampu Mengatur Waktu

managemen waktu, kerja part time
Perlunya memanagemen waktu agar hidup lebih terarah.

Sering mendengar pepatah ‘time is money’? Saat kamu bekerja di perusahaan nanti, maka hal ini akan benar-benar terjadi. Kontras sekali yang terjadi denganmu saat kuliah ataupun sekolah. Saat bekerja, maka akan banyak tuntutan dan target pencapaian. Semakin banyak waktu yang terbuang, maka akan mempengaruhi performa kerjamu. Seserius itukah? Realitasnya iya, namun jangan takut!

Saat Kamu sudah berlatih untuk mengambil kerja part time, maka Kamu sudah berusaha untuk mengatur waktumu dengan baik. Kamu akan mengetahui waktu yang baik untuk mengerjakan pekerjaan part time dan kapan harus mengerjakan yang lain. Semakin lama kamu akan terbiasa dengan tuntutan waktu dan deadline yang sudah menjadi ‘sahabatmu’. Kebiasaan tersebut akan membentuk sikap disiplin dan mampu untuk mengatasi stres diri sendiri.

4. Belajar Bekerja sama

Setiap perusahaan tentu memiliki tujuan yang akan dicapai. Perusahaan merupakan wadah yang terorganisasi dengan baik dan anggotanya memiliki semangat mencapai tujuan perusahaan. Untuk mencapai sebuah tujuan yang sama dengan banyak anggota, maka diperlukan kerja sama yang baik.

Sebagai manusia biasa, setiap orang diberi kelebihan dan kekurangan. Dengan adanya kekurangan tersebut, maka setiap anggota perlu saling menyempurnakan satu sama lain. Pelajaran non-teknis ini akan didapatkan ketika memulai kerja part time, misalnya ketika bekerja di perusahaan makanan dan saat gencar promo.

Pada saat promo, customer akan meningkat bekali-kali lipat dari biasanya. Pernahkah kita berpikir bagaimana kalau dalam perusahaan itu tidak ada kerjasama yang baik antar tim? Ah iya, bisa jadi makanan terlambat datangnya, kualitas makanan kurang bagus atau yang lebih parah kita (customer) tidak percaya dan yang paling parah tidak akan datang lagi ke tempat tersebut. Nah, pada saat bekerja part time, Kamu akan mendapat pelajaran ini dan memprediksi barang yang akan disajikan dengan perhitungan konsumen yang akan datang. Asyik kan?

5. Belajar Attitude

belajar attitude, kerja part time
Attitude adalah hal yang paling utama saat berkumpul dan bermasyarakat.

Attitude merupakan bentuk sikap, perilaku baik, perkataan, atau perbuatan kita kepada orang lain yang sesuai dengan norma yang berlaku (terjemahan bebas). Banyak perusahaan mencari karyawan baru yang tidak hanya pintar, tapi juga plus attitude yang baik. Karena, perusahaan memiliki banyak karyawan yang tentu juga banyak memberi warna karakter, sifat, dan perbuatan. Jadi, perusahaan perlu membangun arus komunikasi yang baik agar mampu membuat karyawan nyaman bekerja.

Saat bekerja, Kamu akan menjadi salah satu pemeran yang baik dalam lingkungan sosial! oleh karena itu, Kamu perlu memahami bagaimana cara bersikap yang baik kepada sesama karyawan, bos ataupun bawahan. Eits, sikap baik ini tidak hanya dalam perkataan saja, tapi juga dalam kemampuan menempatkan sikap yang baik saat berkata maupun perbuatan pada orang yang tepat. Misalnya, sesama karyawan tidak usah ngobrolin kuliah yang katanya X,Y, Z sedangkan karyawan lawan bicaranya belum kuliah. Sebaiknya saling memberikan masukan pada saat mengerjakan pekerjaan masing-masing, atau yang berkaitan dengan pekerjaan, baik langsung ataupun tidak langsung.

6. Banyak Teman

Tak bisa dipungkiri, semakin banyak aktivitas yang berbeda, itu menunjukkan banyaknya lingkungan sosial yang harus bersinggungan denganmu. Saat Kamu memutuskan untuk bekerja part time, tentu Kamu akan keluar dari zona nyaman dan zona pertemanan yang seumuran. Lingkungan kerja biasanya banyak memiliki karyawan/kayawati yang berbeda usia, sehingga tak dapat dimungkiri temanmu akan bertambah pula. Pertambahan teman ini, tentu akan mendukungmu semakin berkembang satu sama lain. Kamu bisa diskusi dengan rekan kerjamu tentang bagaimana mengembangkan produk A,B,C, D dan juga menambah jaringan pertemananmu, misalnya Kamu bisa juga kenalan dengan investor, pengusaha dll. Kurang keren apa coba?

Inilah yang bisa Kamu dapatkan kalau sudah bekerja sambil kuliah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

PD menulis, menerbitkan tulisan sendiri

Agar Lebih PD Menerbitkan Tulisan Sendiri, Lakukan Ini Terlebih Dulu!

belanja, penggunaan kartu kredit

Memilih Berhenti Menggunakan Kartu Kredit atau Bangkrut?