in

Inilah 5 Hal Paling Berkesan dari Perjalanan dengan Bus Kota

Bus Kota (Sumber: Mobimoto.com)

Melakukan perjalanan selalu memberi kesan tersendiri, khususnya perjalanan darat dengan bus kota. Sepanjang perjalanan, kita bisa melihat banyak hal, mulai dari suasana kota di tepi jalan raya, aktivitas masyarakatnya, hamparan sawah, dan juga arus kendaraan lainnya di sepanjang jalan  yang kadang seperti adu cepat bergerak ke tujuannya masing-masing.

Bus kota masih menjadi pilihan banyak masyarakat karena harganya relatif terjangkau, kemudahan dalam memesan tiketnya, atau dari fasilitas yang disediakan. Lebih dari itu, saat duduk di dalamnya untuk sebuah perjalanan jauh, bisa kita lihat beberapa sketsa kehidupan yang unik dan berkesan.

Barangkali kamu memiliki aktivitas harian yang membutuhkan perjalanan naik bus kota setiap pagi dan sore. Tentunya banyak sekali hal yang bisa disaksikan di sana. Ketika perjalanan dengan bus kota itu dihayati sedemikian rupa, ternyata ada hal-hal yang membuat kita berpikir tentang banyak hal.

Terlepas dari fungsinya, suasana di transportasi publik juga bisa menjadi potret sebuah bangsa. Bagaimana bisa? Konon, tingkat kenyamanan bus kota dan transportasi publik lainnya sebanding dengan tingkat kemajuan bangsa tersebut. Kalau sudah pernah merasakan naik bus di negara maju dan di negara berkembang pasti terasa sekali perbedaannya. Tapi kita tidak sedang membanding-bandingkan di sini.

Kali ini kita akan berbagi cerita tentang hal yang paling berkesan dari perjalanan dengan bus kota.

1. Melihat Potret Hidup Berbagai Kalangan

Mungkin suasana ini cukup familiar buat sebagian kamu yang biasa menggunakan bus kota kelas ekonomi untuk aktivitas harian: desak-desakan, kena polusi, playlist dangdut koplo, kadang sopir ugal-ugalan tapi penumpang tidak protes, dan kalau lagi apes bisa kehilangan barang berharga. Tapi jangan berpikir negatif dulu, tentunya tidak semua armada bus kota seperti itu. Sekarang sudah banyak pilihan bus kota yang sangat nyaman, khususnya kalau untuk perjalanan jauh seperti mudik lebaran.

( Baca Juga: Pengen Liburan Tapi Ongkos Minimalis? Gunakan Cara Ini! )

Yang jelas, makin panjang jalur yang dilalui, makin banyak kesan yang bisa kita dapat. Ada realitas hidup yang terdengar dari obrolan penumpangnya. Coba kalau pagi hari sebelum mata hari terbit pernah naik bus antar kota, di sana ada ibu-ibu enerjik yang sudah berangkat ke pasar sambil bercerita dengan sesamanya; tentang harga belanjaan, tentang tetangga mereka, tentang anak mereka yang baru diterima kerja jadi PNS, bahkan tentang suasana menjelang pemilu, dan tentang apa saja. Tak lupa juga sebagian di antara penumpang di pagi buta itu adalah anak-anak sekolah yang sepertinya mempersiapkan ujian, karena dia terlihat membaca materi pelajaran di layar ponselnya.

2. Ngobrol dengan Penumpang Duduk di Samping Kita

Nah yang satu ini kadang cukup menggelikan. Bagaimana mungkin ada orang yang baru kenal langsung cerita soal pribadi dan keluarganya—padahal tidak ditanya lho. Ada yang mendadak curhat; tentang konflik dengan klien kerjanya, tentang anaknya yang terpaksa pindah agama ikut suaminya, tentang pekerjaannya yang nomaden, tentang perasaan khawatir karena saat itu baru sekali naik bus kota di jalur tersebut “nanti kalau sudah dekat terminal X, bilang sama saya ya dek,” katanya. Atau seorang penumpang yang terdengar sangat persuasif dan kelewat ramah, sampai ngajak tukar kartu nama atau nomor WhatsApp. Eh, ternyata dia agen MLM!

( Baca Juga: 5 Cara Ampuh Mengatasi Bosan di Kereta Api )

3. Bus Kota dan Seniman Jalanan yang Tak Terpisahkan

Bus kota kelas ekonomi dan pengamen sepertinya menjadi hal yang tidak terpisahkan. Yang jelas, penampilan para seniman jalanan itu sangat bermacam-macam; ada yang benar-benar ‘niat’ menampilkan lagu dengan suara merdu dan skill main gitarnya luar biasa, ada yang berpuisi, ada yang bawa barang-barang semacam alat karaoke portable. Yang unik adalah nyanyian yang satu ini, entah siapa yang pertama kali menciptakan.

Pitik netes selikur dina. Yen netes ya ora pada.

Ora beda sifate menungsa. Ana sing becik ana sing ala. Ana sing pelit ana sing loma.

Tanda tandane wong pelit. Ngamal wae ya ora tau.

Paribasan ana wong ngamen. Ana wong ngamen etok-etok turu.

Etok-etok turu karo ngempet ngguyu…

Kalau kamu mengerti Bahasa Jawa mungkin akan segera paham kalau lirik lagu pengamen jalanan itu benar-benar usil dan nyeleneh karena menyindir penumpang yang pura-pura tidur saat ada pengamen. Tujuannya biar tidak usah memberi recehan ke mereka. Atau memang sedang tidak punya uang lebih dan merasa tidak enak kalau menolak uluran tangan mereka. Siapa tahu. Jadi mending (pura-pura) tidur saja. Apakah kamu pernah begitu?

( Baca Juga: Tips Membeli Tiket Kereta Api Online untuk Mudik Lebaran 2019 )

4. Momen untuk Mengasah Empati dan Kepekaan

Karena beragamnya penumpang bus kota, maka di dalamnya bisa menjadi ‘sekolah berjalan’ buat kita tentang ilmu-ilmu kehidupan. Coba misalnya kalau bus sedang penuh sesak, ada beberapa penumpang yang berdiri karena tempat duduknya habis. Di sana ada ibu hamil, orang tua, atau anak kecil yang tidak dapat tempat duduk. Ternyata masih banyak penumpang yang fisiknya relatif lebih kuat tapi tidak mau memberikan tempat duduknya. Padahal ini hal sepele yang dengannya kita bisa mengasah empati dan kepekaan dengan sesama.

5. Saatnya Latihan Kesabaran!

Berkutnya adalah latihan kesabaran di bus kota. Bayangkan situasi ini: siang menjelang sore yang masih panas cuacanya, ada anak kecil rewel di deretan bangku tengah dalam, suasana gerah di dalam bus, kelamaan ngetem di terminal, playlist lagu-lagu antah berantah, ditambah ada orang bawa duren! Sebuah kombinasi yang komplit untuk melatih kesabaran melalui bus kota.

Hal-hal di atas memang hanya sekelumit cerita yang ada di bus kota negeri ini. Meski beberapa poin seperti tidak nyaman, tentu tidak semua seperti itu, sebab kini transportasi bus kota sudah sangat berubah, khususnya untuk perjalanan jarak jauh. Bus Pahala Kencana contohnya, body yang mulus dan interior yang sangat apik akan membuat perjalanan kamu lebih nyaman. Selain itu, dengan naik bus tentunya lebih bisa mengurangi kemacetan.

perjalanan dengan bus kota
Bus Pahala Kencana (Sumber: Youtube)

Pahala Kencana dikenal sebagai salah satu perusahaan otobus di Indonesia dengan layanan yang mengedepankan kualitas terbaik. Kualitas layanannya itu bisa dibuktikan pada tahun 2017, Pahala Kencana mendapat penghargaan dari Kementerian Perhubungan Indonesia untuk kategori Bus Antar Kota dan Antar Provinsi (AKAP) berbintang empat.

Pahala Kencana saat ini telah melayani lebih dari 90 kota di seluruh Indonesia, dengan rute yang paling populer adalah Jakarta – Yogyakarta (dan juga sebaliknya). Pahala Kencana menawarkan berbagai kelas layanan yang sesuai dengan kebutuhan setiap penumpang, mulai dari kelas eksekutif hingga VIP dan AC ekspres. Tentunya soal kenyamanan untuk penumpang yang ingin memesan tiket liburan atau mudik ke kampung halaman, tak usah ditanyakan lagi. Tertarik naik bus Pahala Kencana ? Dapatkan promo tiket bus Pahala Kencana disini.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Kala Senja oleh dini alvionita

[Ruang Fiksi] Kala Senja

Persiapan usia 30 tahun

Yang Perlu Kamu Persiapkan Agar Tidak Menyesal di Usia 30 Tahun