in ,

Bangga! Indonesia di Puncak Daftar Negara Paling Dermawan di Dunia

Indonesia adalah negara paling dermawan sedunia (Sumber gambar: bbc.com)

Sebuah prestasi lagi-lagi diraih oleh Indonesia di kancah internasional. Pada hari Selasa (6/11/18) lalu Charities Aid Foundation (CAF) melaporkan bahwa Indonesia berhasil menduduki puncak daftar negara paling dermawan, setelah pada tahun lalu berada di urutan kedua. Skor Indonesia dalam survei ini sebagian besarnya tidak banyak berubah pada tiga kategori penilaian. Tiga kategori penilaian yang dimaksud adalah  memberi sumbangan pada orang lain, mendonasikan uang, dan orang-orang yang menjadi sukarelawan di negara tersebut.

Indonesia memiliki salah satu keunggulan yang membuatnya menempati peringkat pertama, walau total skornya sama dengan Australia (59 persen). Dari ketiga kategori penilaian tersebut, Indonesia memiliki proporsi terbanyak dalam hal banyaknya orang yang mengabdikan diri menjadi sukarelawan jika dibandingkan dengan negara lain yang disurvei (48 persen). Bahkan kaum perempuan Indonesia yang menjadi sukarelawan pun lebih tinggi daripada yang lain (48 persen). Sedangkan laki-laki yang menjadi relawan mencapai 59 persen.

Pilihan editor:

Prestasi yang patut dipertahankan ini diumumkan beriringan dengan akan dilangsukannya acara Filantropi Indonesia Festival 2018 atau yang sering disingkat menjadi FIFest 2018. Sebelum kita mengenal lebih dalam tentang festival tersebut dan apa hubungannya dengan kedermawanan, ada baiknya kita mengetahui arti kata filantropi.

Arti Kata Filantropi

Ilustrasi filantropi (Sumber gambar: hrexcellency.com)

Mungkin banyak dari kita yang masih asing dengan arti kata satu ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), filantropi berarti cinta kasih (kedermawanan dan lain sebagainya) kepada sesama. Sedangkan dikutip dari Wikipedia, filantropi itu berbeda lho, dari sumbangan.Eh, bukannya intinya sama, ya? Sama-sama memberi pada yang kekurangan? Oh, tidak. Filantropi dan sumbangan sangat berbeda. Tidak semua bentuk filantropi itu berupa sumbangan, begitu pula sebaliknya.

Perbedaan yang paling umum adalah, sumbangan biasanya bertujuan untuk menghilangkan salah satu masalah sosial secara khusus. Misalnya saja ketika terjadi bencana alam, maka masyarakat berbondong-bondong menyumbangkan harta bendanya demi mengurangi beban korban. Sedangkan filantropi bertujuan untuk mengatasi masalah dari akarnya, bukan pada hasil yang ditimbulkan. Perbedaan antara dua arti kata tersebut sangat cocok dengan perumpamaan ‘memberikan ikan pada orang yang lapar atau mengajari mereka memancing’. Dengan mengajari orang lain cara mendapatkan ikan, tentu saja akan lebih berguna di masa depan.

Menurut Samuel Johnson, penulis berkebangsaan Inggris yang hidup di tahun 1709-1784, menyimpulkan definisi filantropi sebagai “love of mankind; good nature”. Definisi tersebut masih hidup sampai saat ini.

Kegiatan Filantropi di Indonesia

Djarum Foundation merupakan salah satu anggota perhimpunan filantropi di Indonesia (Sumber gambar: Djarum Foundation)

Penasaran tidak, apa yang dilakukan para orang kaya pada uang mereka? Bisa saja terkadang pertanyaan itu yang muncul di benakmu. Nah, sebelum kita mengulik lebih dalam kegiatan filantropi di negara kita, ada baiknya kita menyesapi kata-kata yang dikeluarkan oleh Bill Gates, sang pemilik Microsoft.

Is the rich world aware of how 4 billion of the 6 billion live? If we were aware, we would want to help out, we’d want to get involved.”

Ya, jika kita sadar akan banyaknya orang yang hidup dengan kekurangan, pasti hati nurani kita akan tergerak untuk membantu dan ikut terlibat dalam kegiatan yang bermanfaat bagi orang banyak. Begitu pula yang dilakukan oleh para miliuner di Indonesia yang membentuk perkumpulan filantropi bernama Filantropi dan Bisnis Indonesia untuk SDGs (FBI4SDGs).

Dilansir dari cnbcindonesia.com, perhimpunan filantropi tersebut terdiri dari 15 asosiasi mewakili 500 perusahaan dan filantropi, yang berkomitmen membantu pemerintah mencapai target pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) pada 2030. Anggota perhimpunan ini salah satunya adalah Yayasan Djarum. Kawan pasti tahu dong yayasan yang satu ini? Pengelola yayasan ini bahkan masuk dalam daftar 10 orang terkaya di Indonesia yaitu Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.

Intinya, kegiatan perhimpunan filantropi di Indonesia memiliki tujuan yang juga dimilki oleh para penggiat filantropi di seluruh dunia yaitu membantu sesama.

Filantropi Indonesia Festival (FIFest)

Temu pers sebelum penyelenggaraan FIFest 2018 di Jakarta (7/11/18). Sumber gambar: Dyandra)

Dikutip dari tribunnews.com, Filantropi Indonesia Festival (FIFest) merupakan event pameran dan forum filantropi yang digelar oleh Filantropi Indonesia bekerja sama dengan Dyandra Promosindo untuk menggambarkan dan mengeksplorasi keragaman, perkembangan dan kemajuan sektor filantropi yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali. FIFest 2018 akan dilaksanakan pada 15-17 November 2018 di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Center.

Siapa saja bisa hadir lho, Kawan, dan kamu akan bisa melihat berbagai macam gambaran mengenai peran dan kontribusi yang diberikan oleh lembaga-lembaga filantropi yang ada di Indonesia. Festival ini juga bukan hanya diisi oleh lembaga dari Indonesia saja, tetapi juga Tiongkok, Amerika Serikat, India, Colombia, dan Singapura. Sepertinya seru, ya? Ssst, tiket masuknya gratis pula!

Dari penjelasan di atas, tak heran kalau Indonesia menempati urutan pertama dalam daftar negara yang paling dermawan. Sebab di negara kita, masih banyak orang yang peduli untuk saling membantu dan meringankan beban orang lain sesuai kemampuan mereka masing-masing.

Jika kita bukan termasuk golongan orang kaya yang memiliki harta berlimpah, kita bisa ikut menyumbang tenaga, waktu, dan pikiran dengan menjadi sukarelawan. Kalau ternyata kita sedang diberi rezeki yang berlebih, jangan lupakan hak saudara kita yang patut ditunaikan.

Dengan adanya berita bahagia ini, maka bisa dipastikan bahwa orang-orang di negara kita masih banyak yang menggunakan hati nuraninya. Tidak memandang uang sebagai sumber penggerak, tetapi senyum orang-orang yang dibantu sudah cukup untuk meningkatkan semangat kedermawanan.

 

(Sumber gambar utama: bbc.com)

Hari Pahlawan, Tentang Penetapan dan Gelar Pahlawan Nasional 2018

Inilah 4 Judul Sinetron Indonesia Terbaik Sepanjang Masa