“Masuk Pak Eko!” Beberapa pekan ke belakang, ucapan tersebut mendadak akrab di telinga kita, khususnya para pengguna media sosial. Kalimat pendek tersebut jadi semacam jargon yang mudah diucapkan dan cukup berhasil mengekspresikan kebahagiaan masyarakat yang butuh hiburan. Tapi sebenarnya Pak Eko itu siapa?

(Sumber: Instagram @papi_eko_pusdik_sabhara_porong)

Beliau adalah Ajun Komisaris Polisi (AKP) Eko Hari Cahyono. Orang-orang memanggilnya Pak Eko. Saat ini AKP Eko adalah pelatih di bidang taktik kepolisian dan SAR di Pusat Pendidikan Samapta Bhayangkara Kecamatan Porong, Sidoarjo. Polisi senior asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu jadi terkenal karena videonya saat melempar bermacam-macam benda ke papan kayu. Mulai dari pisau, gunting, sampai benda-benda tak biasa macam sendok, garpu, obeng, gergaji, bahkan cangkul. Saat benda yang dilempar berhasil menancap ke papan target, Pak Eko menutup aksinya dengan mengacungkan dua jempol sambil sedikit menggoyangkan badan. Tentu saja disambut dengan sorakan “Masuk Pak Eko!” dari anak-anak kecil yang menjadi ‘suporter’nya.

Anak-anak sebagai ‘suporter’ Pak Eko (Sumber: YouTube/Net TV)

Ternyata “Masuk Pak Eko!” Bisa Dijelaskan dengan Hukum Fisika

Di lapangan Krida Samapta Bhayangkara, di sanalah Pak Eko melatih skillnya dalam melempar benda. Ketangkasan dalam melempar benda-benda itu tidak terbentuk dengan instan, karena Pak Eko mengaku sudah mulai berlatih melempar seperti itu sejak tahun 1998, tepatnya saat pendidikan perintis. Saat dihubungi beberapa media atasan dari AKP Eko mengungkapkan bahwa aksi tersebut bukan hal iseng.

“Meski kelihatannya sambil bercanda, tapi sebenarnya untuk bisa ahli dalam melempar seperti itu butuh latihan keras,” kata Komisaris Besar Guritno Wibowo, Kepala Pusdik Sabhara Porong. AKP Eko pernah mendapat materi melempar sangkur yang diberikan kepada setiap anggota baru Sabhara. Kemudian, terkait dengan pekerjaannya sebagai instruktur, Pak Eko harus sering latihan sendiri. Karena terus melatih keterampilannya, alhasil beliau mahir seperti sekarang.

Nah kalau kamu cukup kritis, suka kepo, punya waktu luang, atau jomblo, mungkin sempat bertanya: “Apa rahasia di balik lemparannya Pak Eko yang presisi?” Ternyata fenomena ‘Masuk Pak Eko’ ada penjelasannya menurut ilmu Fisika. Menurut Terry Mart, ilmuwan dari Departemen Fisika, FMIPA Universitas Indonesia, untuk bisa membuat lemparan seperti Pak Eko itu, seseorang harus mengetahui putaran benda yang pas. “Dari segi Fisika, saat pisau, obeng, atau gergaji menemui papan target, harus bagian tajamnya yang menancap pada papan. Untuk bisa seperti itu, jumlah putaran benda tajam di udara harus pas,” ujar Terry saat dihubungi Tempo.co, Jumat, 31 Agustus 2018.

Pilihan Editor

Sosok Humoris Sekaligus Disiplin dan Tegas

Di banyak videonya, Pak Eko menunjukkan keterampilannya dalam melempar secara natural. Tidak dibuat-buat. Saat artikel ini ditulis, akun Instagram @papi_eko_pusdik_sabhara_porong memiliki 123K followers. Tapi, jauh dari kesan pencitraan ala-ala influencer, Pak Eko biasa membagikan foto dan video seputar kesehariannya bersama keluarga, motornya, muridnya, saat bertugas, saat touring, menyeruput kopi sambil menjepit rokok, dan tentu saja video melempar bermacam-macam benda ke papan kayu dan disoraki anak-anak dengan kompak “Masuk Pak Eko!”.

Sebagai seorang staf pengajar, AKP Eko dikenal oleh anak buahnya sebagai guru yang disiplin. Di balik tingkahnya yang jenaka itu, Pak Eko adalah pribadi yang tegas dalam menghadapi berbagai hal, khususnya saat mengajar. Materi yang diajarkannya memang penuh dengan risiko, sehingga prinsip kedisiplinan itu menjadi pegangan utamanya sampai sekarang.

Lalu Kenapa Pak Eko Bisa Viral?

Awalnya, konten yang diunggah Pak Eko di akun Instagramnya bersifat acak. Saat itu pertengahan tahun 2016, Pak Eko sering memperlihatkan aktivitas latihan menembak. Dua tahun kemudian, aktivitasnya untuk mengisi waktu luang ternyata mendatangkan berkah tersendiri. Tapi siapa pemicu ucapan ‘Masuk Pak Eko’ yang mendadak populer itu? tentu saja para pengguna internet.

Meskipun kemungkinan besar ucapan yang viral ini tidak akan lama, tapi itu tidak terlalu penting juga. Sama tidak pentingnya untuk memikirkan ‘apa tujuan Pak Eko melempar gergaji ke papan kayu?’ Tidak usah serius amat sampai memikirkan apa tujuan Pak Eko melempar benda-benda yang tidak semestinya dilempar-lempar itu. Yang penting penonton senang. Sesimpel itu. 😀

Karena Hidup Kadang Memang Sebercanda Itu

Pak Eko pernah menceritakan tentang dua kalimat yang menjadi ciri khasnya: “Masuk Pak Eko!” dan satu lagi yang sering ditulis dalam caption Instagramnya “Nganu Lho Ndan.” Ucapan yang pertama hampir selalu diucapkan oleh anak-anak yang menjadi suporter di setiap aksinya. Inspirasi dari kalimat itu terkait dengan latihan melempar sangkur yang dijalananinya. “Kalau melemparnya tepat sasaran, biasanya instruktur bilang ‘masuk!’. Dari sana kepikiran untuk meminta anak-anak ini bilang ‘masuk Pak Eko’,” jelasnya.

Sementara itu, kalimat kedua ‘Nganu Lho Ndan’, Pak Eko terinspirasi saat dirinya menjadi siswa Sabhara. Saat itu Pak Eko tak jarang gugup saat diberikan pertanyaan oleh instrukturnya. “Kalau saya ditanya dan nggak bisa jawab itu kan biasanya bingung. Sambil garuk-garuk kepala ngomongnya nggakjelas, terus saya cuma bisa bilang Nganu Lho Ndan.”

Sekali lagi, tidak usah memikirkan apa itu tujuan Pak Eko melempar benda-benda aneh. Ini tidak lebih dari aksi seorang polisi mengisi waktu luangnya. Sudah nikmati saja. Karena kadang hidup memang—meminjam istilahnya Sujiwo Tejo—‘sebercanda itu’.

Entah apa yang terlintas di benak Pak Eko sebelum melakukan aksi seperti itu, pun juga anak-anak di sekelilingnya yang menyoraki setiap lemparan Pak Eko yang tepat sasaran. Dengan selera humor alami, Pak Eko adalah cotoh bahwa ada jiwa anak-anak dalam diri kita yang meminta untuk terus dihidupkan. Saat Pak Eko melempar cangkul dan menancap, lalu anak-anak kompak meneriaki ‘Masuk Pak Eko!’, itu seperti membuktikan bahwa bahagia memang sederhana.

 

(Sumber gambar utama: Instagram @papi_eko_pusdik_sabhara_porong )