in

7 Alasan Generasi Muda Perlu Melestarikan Tradisi Lomba 17-an

Yuk, ramaikan lomba 17-an, banyak manfaatnya, lho!

,

Memasuki bulan Agustus, biasanya warga negara Indonesia kompak memasang bendera merah putih di depan rumah masing-masing. Ada pula gapura hias dan berbagai macam dekorasi unik yang sengaja dipasang untuk menyambut peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) yang jatuh pada 17 Agustus selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Perayaan hari kemerdekaan ini disambut dengan meriah dan penuh suka cita. Selain upacara bendera, ada sederet rangkaian acara yang diadakan untuk menyemarakkan hari spesial ini.

Salah satu dari serentetan acara yang paling dinanti-nanti adalah diadakannya berbagai macam lomba. Biasanya perlombaan tersebut diperuntukkan bagi semua jenjang usia. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Melalui lomba 17-an, diharapkan masyarakat Indonesia dapat mengisi kemerdekaan dengan hal positif dan menyambutnya dengan suka cita. Di masa-masa ini, anggota karang taruna pasti lagi sibuk-sibuknya!

Melestarikan tradisi lomba 17-an merupakan upaya penghargaan atas jasa para pahlawan yang telah menghadiahi kita negara Indonesia dengan kemerdekaan seutuhnya. Di samping itu, lomba 17-an memiliki segudang manfaat. Apa saja manfaatnya? Kalian sebagai generasi muda wajib tahu ya, sisi positif dari tradisi lomba 17-an.

1. Menumbuhkan Semangat Nasionalisme

HUT RI sejatinya bisa dijadikan momen penting bagi orang tua dalam menanamkan rasa cinta tanah air pada anak-anaknya. Menanamkan nilai cinta tanah air bisa ditumbuhkan sejak kecil melalui aktivitas yang menyenangkan. Keikutsertaan anak-anak pada berbagai cabang lomba 17-an merupakan salah satu wujudnya.

Anak-anak diperkenalkan dengan beragam permainan yang mengandung filosofi mendalam sejak dini. Tujuannya untuk mengingatkan dan memperkenalkan sejarah kemerdekaan, menghargai jasa pahlawan yang telah gugur saat berjuang dan membangkitkan semangat nasionalisme.

bendera Indonesia , 17-an
,

2. Memahami Makna Sportivitas

Perlombaan juga menjadi wadah untuk menanamkan jiwa sportivitas. Tentunya ada kemenangan dan kekalahan dalam setiap perlombaan. Selain belajar bersikap jujur dan tidak curang, peserta lomba juga belajar berlapang dada dalam menerima kekalahan.

Mengikuti lomba juga melatih diri agar dapat mengakui keunggulan lawan dan mengintrospeksi kelemahan diri sendiri. Dengan begitu, peserta lomba akan terstimulasi untuk terus berpikir dan berlaku positif.


3. Belajar Taat Aturan

Salah satu sisi positif dari sebuah perlombaan adalah menanamkan sikap disiplin dan taat aturan. Sebelum memulai lomba, biasanya panitia akan mengumumkan aturan atau tata tertib pelaksanaan lomba. Peserta lomba harus cermat dalam memahami aturan dan melaksanakan tata tertib yang telah disampaikan oleh panitia dengan patuh.

Bagi anak-anak, sikap taat aturan atau mematuhi tata tertib sangatlah penting diajarkan sejak dini. Mengapa? Karena sikap ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, tidak terlambat datang ke sekolah, membuang sampah pada tempatnya dan melaksanakan piket harian di kelas. Bagaimana dengan orang dewasa? Contoh sikap taat aturan untuk orang dewasa seperti tertib lalu lintas dan tertib membayar pajak. Apakah sahabat Ublik termasuk generasi muda yang taat aturan?

4. Memupuk Rasa Percaya Diri

Baik orang dewasa maupun anak-anak, mengikuti lomba 17-an sama asyiknya dengan bermain. Semuanya tentang melepas penat dan bersenang-senang. Tapi, tahukah kalian bahwa berkompetisi dan ditonton banyak orang bisa memupuk rasa percaya diri? Terutama bagi anak-anak. Sorak sorai orang-orang di sekelilingnya membuat mereka bersemangat dan berani tampil.

Selain perlombaan yang bersifat seru-seruan, ada pula bermacam jenis perlombaan yang memberi kesempatan anak untuk unjuk bakat diri. Misalnya lomba menyanyi dan menari. Nyatanya, lomba-lomba ini dapat merangsang rasa percaya diri anak untuk tampil di depan publik.

5. Memahami Makna Kerja Keras, Gotong Royong dan Pantang Menyerah

Sahabat Ublik, lomba 17-an bisa menjadi perantara bagi pesertanya untuk mengenal kultur gotong royong, tolong menolong, bekerja sama, saling berbagi dan bersinergi dengan sesama demi meraih tujuan bersama.

Mari belajar dari lomba panjat pinang. Salah satu cabang lomba yang melibatkan banyak peserta orang dewasa ini selalu menjadi ‘gong’ dari sederet jenis lomba. Permainan yang menggunakan pohon pinang tinggi menjulang dan dilumuri pelumas ini selalu menjadi momen ‘sakral’ dalam acara lomba 17-an. Tujuan lomba ini adalah meraih hadiah-hadiah menarik yang tergantung di ujung pohon.

Filosofi lomba panjat pinang adalah sebuah kerja keras, gotong royong dan semangat pantang menyerah dalam meraih satu tujuan. Pada zaman penjajahan, bangsa Indonesia pantang menyerah dalam meraih satu tujuan yaitu kemerdekaan meskipun negara sedang dalam keadaan yang sulit. Sama halnya dengan lomba panjat pinang, semangat peserta dalam meraih satu tujuan yaitu hadiah-hadiah menarik dibutuhkan kerja sama tim yang kuat.

lomba , 17-an
Kekompakan saat lomba balap bakiak (Sumber: duniaoutbound.com)

6. Interaksi Sosial Sesama Warga

Di era modern ini, fenomena tak mengenal satu sama lain dengan tetangganya sendiri menjadi hal yang lumrah. Masyarakat mulai menjadi makhluk individual dan tidak mempedulikan kondisi sekitarnya. Entah alasan kesibukan atau memang sudah teralihkan oleh ‘dunianya’ masing-masing, tanpa sadar mereka telah mengabaikan nilai-nilai interaksi sosial. Terlebih dengan hadirnya gadget yang menawarkan berbagai kemudahan, lingkungan sekitar tentu kerap terabaikan. Alih-alih berinteraksi dengan tetangga, saling kenal saja tidak.

Di sinilah momen lomba 17-an bisa menjadi media sosialisasi antarwarga. Momen ini bermanfaat untuk melepas penat dari berbagai kesibukan, sejenak ‘menyingkirkan’ gadget, lantas berbaur untuk berinteraksi sosial dengan warga sekitar. Melihat serangkaian lomba unik dan lucu, ditambah dengan aksi konyol pesertanya justru menjadi esensi lomba dimana semua lapisan masyarakat bisa memaksimalkan nilai interaksi sosialnya.

7. Menumbuhkan Rasa Kebersamaan dan Kekompakan

Lomba 17-an memang kerap dimanfaatkan untuk beramai-ramai menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan. Pernah mendengar istilah “bersama tak selalu kompak, tapi kompak sudah pasti bersama”? Keduanya merupakan hal baik yang saling berkaitan. Agar bisa kompak, perlu adanya kebersamaan dalam mewujudkannya.

Nah, bicara tentang kebersamaan dan kekompakan, apakah kalian pernah menyaksikan lomba balap bakiak? Lomba balap bakiak adalah salah satu cabang lomba yang dijadikan sebagai simbol kebersamaan dan kekompakan. Lomba yang melibatkan banyak peserta ini mengajarkan betapa pentingnya menjalin kekompakan dalam sebuah tim. Masing-masing tim yang terdiri dari 3-5 orang tersebut berjalan menggunakan bakiak panjang yang diselipkan di kaki masing-masing. Setiap tim harus menyamakan langkah agar bisa berjalan mulus hingga garis finish dan tak terjatuh. Lomba balap bakiak mengajarkan kita bahwa rasa kebersamaan dan kekompakan penting adanya dalam mencapai sebuah tujuan bersama.

Itulah segudang manfaat yang bisa didapatkan dari lomba 17-an. Sebagai generasi muda, kita perlu ikut serta melestarikannya. Tak hanya seru, lomba 17-an mengandung makna mendalam tentang filosofi perjuangan pahlawan. Banyak pelajaran berharga yang bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Yuk, ramaikan acara lomba 17-an di daerahmu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menunda Pekerjaan Berarti Pemalas? Simak 7 Fakta Berikut Ini

orang , kegagalan

Setelah Mengalami Kegagalan, Saatnya Mendesain Ulang Kehidupan