in

Inilah Fase-Fase Salah Jurusan dan Cara Mengatasinya

Kamu termasuk team salah jurusan atau team tepat jurusan nih guys?

“Salah jurusan? Harus bagaimana?”

Kita tentu pernah mendengar sebuah quote dari Tony Bennett yang berbunyi “Jika kamu mengikuti passionmu, maka kamu tidak akan pernah merasa bekerja seharipun dalam hidupmu”. Pernahkah kamu merenungkannya? Jika kita bekerja di bidang yang kita sukai, maka kita takkan pernah merasa itu sebagai sebuah pekerjaan. Kita akan selalu senang mengerjakannya tanpa stres yang berat dan selalu berusaha meningkatkan kualitas pekerjaan kita.

Sayangnya, saat ini banyak orang yang merasa jurusan kuliah ataupun pekerjaan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka sukai. Hal ini banyak terjadi pada umur-umur 20-an dan biasanya bisa dibagi ke dalam fase-fase di bawah ini.

1.Fase saat SMA: Penentu Tepat Jurusan atau Salah Jurusan

Banyak yang bilang SMA merupakan masa terpenting dalam kehidupan seseorang. Salah satu alasannya adalah karena masa SMA adalah saatnya kamu menemukan passion-mu untuk menentukan masa depan. Sayangnya, banyak anak SMA yang belum tahu passion-nya sendiri dan juga belum tahu macam-macam jurusan kuliah. Hal ini bisa diminimalisir dengan banyak-banyak mencari tahu tentang jurusan kuliah yang kamu minati.

Apa pelajaran yang Sahabat Ublik sukai? Misalnya kamu menyukai kebudayaan Jepang dan impianmu adalah bekerja di Jepang atau Kedutaan Besar Jepang, maka silakan pilih jurusan Sastra Jepang untuk kuliah. Atau misalnya kamu menyukai pelajaran Fisika atau Matematika, dan kamu suka merancang bentuk bangunan, silakan ambil jurusan Arsitektur atau Teknik Sipil. Dan masih banyak lagi contoh lainnya yang sesuai dengan dirimu.

Ingat, selama 4 tahun kuliahmu akan lebih bermakna dan kamu berpotensi lebih berprestasi jika kamu benar-benar menyukai bidang yang kamu ambil, bukan hanya karena ikut-ikutan orang lain.

2.Sadar Salah Ambil Jurusan Waktu Awal Kuliah

Biasanya fase ini dilalui orang-orang yang masih berada di semester 1-4, saat mereka sadar ‘Kok gue nggak suka sama pelajaran jurusan gue ini ya?’ atau ‘Kok gue butuh effort lebih untuk memahami pelajaran ini ya?’. Biasanya mereka memilih jurusan kuliah mereka karena disuruh oleh orang tua, ikut-ikutan teman, atau alasan lainnya. Mereka tidak memilih jurusan yang benar-benar mereka sukai.

Di fase ini biasanya ada 2 pilihan yaitu:

A.Mendaftar ulang ke jurusan lain yang benar-benar diinginkan. Hal ini tentu memerlukan effort lebih yaitu belajar lagi untuk ujian masuk jurusan tersebut.

B.Berusaha menyukai jurusan yang sudah terlanjur dimasukinya tersebut.

3.Sadar Saat di Pertengahan atau Akhir Kuliah

Hal ini dialami beberapa orang di fase semester 6 ke atas. Mereka baru sadar bahwa mereka tidak suka pada bidang kuliah mereka saat sedang menjalani kerja praktek ataupun skripsi. Yang bisa dilakukan di fase ini adalah belajar yang giat dan berusaha menyukai jurusan saat ini. Alternatif lainnya adalah bisa juga mencari pekerjaan sampingan di luar jadwal kuliah untuk mencari pengalaman di bidang yang disukai.

lulus ,  salah jurusan
Merasa salah jurusan di saat sudah lulus?

4. Sadar Salah Ambil Jurusan Setelah Lulus Kuliah

Lulus kuliah tentunya menyenangkan! Karena akhirnya titel gelar sarjana diraih setelah bersusah payah selama minimal 4 tahun. So, what’s next? Orang yang kuliah sesuai dengan passion-nya akan bersemangat mencari pekerjaan impian yang sudah lama diimpikannya. Sedangkan orang yang salah jurusan akan bingung, haruskah melamar pekerjaan yang dia sukai atau pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya?

Jawabannya bisa jadi lamarlah semua pekerjaan yang memungkinkan untukmu. Pekerjaan yang sesuai jurusan boleh, pekerjaan yang sesuai passion-mu pun boleh. Jangan lupa berdoa setelah berusaha supaya Tuhan menunjukkan yang terbaik!

5.Sadar Salah Pilih Saat Sudah di Dunia Kerja

Jika mengalami fase ini, artinya seseorang sudah mengetahui bahwa hobi dan profesinya adalah 2 hal yang berbeda. Bekerja dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan hobi/kesenangan dilakukan bisa saat weekend atau saat sedang tidak bekerja.

Ada juga orang-orang yang rela meninggalkan pekerjaan kantornya untuk serius menggeluti hobi dan passion-nya yang mulai menjanjikan di bidang kuliner, katering, penulisan, dll. Namun semua harus dilakukan dengan rencana yang matang karena tentunya kita tahu bahwa biaya hidup sangatlah penting di era sekarang ini. Menyeriusi passion yang berbeda dengan profesi tidak serta merta harus langsung keluar dari profesi utama, namun passion bisa dilakukan di waktu senggang.

Itulah 5 fase salah jurusan dan beberapa tips untuk mengatasinya. Apakah kamu mengalami salah satu di antaranya atau passion-mu sudah selaras dengan pekerjaan/studimu? Ingat ya, yang penting jangan berhenti untuk terus berkembang di bidang apapun yang kamu jalani. Seperti nasihat terkenal dari Steve Jobs berikut: “Satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan yang besar adalah mencintai apa yang kamu lakukan. Jika kamu belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan merasa puas.”

Ditulis oleh Tika

Pembelajar Kehidupan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Angpao lebaran , anak

Mengajari Anak Tentang Mengelola Uang dari Budaya Angpao Lebaran

merasa , minder

Agar Kamu Tidak Lagi Merasa Minder dan Mengerdilkan Diri