in ,

Tetap Berkontribusi Walau Tak Lagi Berstatus Sebagai Duta Anti Narkoba

Seperti yang sudah kita ketahui, bukan rahasia lagi bila kasus narkoba kian hari kian bertambah di Indonesia. Dilansir dari sumbar.bnn.go id narkoba merupakan singkatan dari dari narkotika, psikotoprika, dan bahan adiktif. Narkoba adalah obat, bahan, zat, dan bukan tergolong makanan. Jika diminum, dihisap, ditelan atau disuntikkan dapat menyebabkan ketergantungan dan berpengaruh terhadap kerja otak, demikian pula fungsi vital organ tubuh lain (jantung, peredaran, pernapasan, dan lain-lain).

Di antara kesibukannya sebagai wanita muda yang memiliki seabrek kegiatan dan kepedulian terhadap berbagai masalah di sekitarnya, Nella Oktavianna atau yang akrab disapa Nella ini masih aktif berpartisipasi di bidang gerakan anti narkoba walaupun sudah tidak lagi menyandang sebagai Duta Anti Narkoba. Berikut isi wawancara redaksi dengan Duta Anti Narkoba Kota Balikpapan tahun 2016.

Pilihan Editor;

Inilah Sosok Mahasiswa Kreatif Penggagas Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang
Ricky Elson, Mobil Listrik Nasional, dan Cerita dari Ciheras University
Bukan Generasi Micin, 5 Anak Indonesia Ini Bawa Merah Putih Berkibar di Kancah Internasional

Hari Anti Narkotika Internasional 2017 (Sumber: Ublik.id/Elsa)

“Halo, Nella. Dua tahun lalu kan sempat menyandang gelar Duta Anti Narkoba nih. Bisa beri tahu kami motivasi di balik partisipasi kamu di ajang tersebut?”

“Motivasiku mengikuti ajang ini adalah karena sesuai dengan dasar keilmuan ketika kuliah dulu. Jadi ingin meneruskan saja. Selain itu, karena aku lahir di Kota Balikpapan, aku ingin memberi kontribusi untuk kota ini.”

Wanita muda yang lahir di Kota Minyak 25 tahun lalu ini memang aktif sejak masa sekolah. Ketika kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Mulawarman di Kota Samarinda, rasanya tidak ada orang yang tidak mengenalnya karena dia sempat menjabat sebagai wakil presiden BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) fakultas tahun 2015. Menggunakan masa jabatannya, ia berusaha memberikan kontribusinya dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.

Untuk mencapai titel juara di ajang pemilihan Duta Anti Narkoba yang diadakan di Gedung Kesenian Kota Balikpapan pada tanggal 13 Agustus 2016 lalu, Nella harus melalui berbagai tahap seleksi seperti administrasi, tertulis, in-depth interview, dan seleksi presentasi. Alasan Nella untuk memilih ajang ini dibandingkan duta yang lain adalah karena sesuai dengan passion yaitu di bidang kesehatan dan pendidikan. Oleh sebab itu Nella rela untuk menghadapi beragam tantangan semisal tuntunan berhias agar meningkatkan penampilan dan menggali sebanyak mungkin informasi mengenai narkoba. “Aku biasanya nggak berhias di depan orang, akhirnya dituntut untuk berhias dan memperhatikan penampilan.”

Duta Anti Narkoba 2016 (Sumber: Ublik.id/Elsa)

“Apa sih tugas seorang Duta Anti Narkoba?”

“Banyak programnya. Yang pertama program kerja mandiri dan yang kedua program kerja bersama dengan BAN (Badan Narkotika Nasional) Kota Balikpapan. Karena Duta Anti Narkoba ini masih dalam binaan BNN.”

Program kerja yang diusung beragam. Biasanya tugas sebagai Duta Anti Narkoba itu sejalan dengan asas di dalam ilmu kesehatan masyarakat yaitu berupa kegiatan promotif dan preventif.

“Bagaimana keadaan sebenarnya para pemuda/i terkait hubungannya dengan narkoba yang kamu temui di lapangan?”

“Di tahun 2016 itu masalahnya Kota Balikpapan adalah urutan kedua jumlah pengguna narkoba terbanyak di Kalimantan Timur. Dan Kaltim itu urutan ketiga se-Indonesia. Ketika penyuluhan di sekolah-sekolah, guru-guru banyak mengeluh banyak anak didiknya yang gagal fokus, ngelem, dan broken home, di mana hal itu bisa menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.”

“Setelah tak lagi menjabat sebagai Duta Anti Narkoba, apa saja nih kegiatannya?”

“Kegiatannya ada yang masih sama dengan saat menjadi duta, tetapi ada juga yang dimodifikasi. Tetapi intinya tetap sama yaitu upaya promotif dan preventif dalam hal penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda Kota Balikpapan.”

Sampai sekarang Nella masih aktif di beragam kegiatan anak muda walaupun bukan hanya terbatas pada masalah narkoba tetapi juga secara umum terutama minat dan bakat pelajar dalam rangka mengalihkan perhatian mereka dari barang haram tersebut. Dengan banyaknya kegiatan positif yang seusai dengan minat mereka maka waktu mereka takkan terbuang sia-sia dan dikelilingi oleh orang-orang yang mampu memberi pengaruh baik.
Ketika pemilihan Duta Anti Narkoba di tahun selanjutnya, Nella pun turut ikut andil menjadi panitia pelaksanaan acara dan ikut menyukseskan regenarasi duta yang akan menjadi ujung tombak di masa mendatang.

Ketika sudah tidak lagi menjabat sebagai duta, Nella tidak merasakan perbedaan yang berarti. Dia berusaha untuk menjaga konsistensi dalam mengampanyekan gerakan anti narkoba. Walau selama menjabat dan setelah menjabat terdapat permasalahan internal di dalam organisasi layaknya organisatoris lainnya, Nella membuktikan bahwa ia tetap memberikan yang ia mampu.

“Apa saja harapan ke depan untuk para penerus bangsa dalam menghadapi banyaknya kasus narkoba?”

“Yang pertama say no to drugs. Kedua, berusahalah menjadi pelopor kebaikan di manapun kita berada.”

Say No to Drugs (Sumber: pharmacy.rutgers.edu)

Harapan Nella di atas tidak muluk-muluk. Tetapi di dalam kalimat tersebut tersimpan makna yang besar dan menuntut tanggung jawab sebagai anak bangsa. “Katakan tidak pada narkoba” adalah jargon yang sering kita dengar. Tetapi bila hanya dikatakan di mulut tanpa ada kemantapan di dalam diri untuk menjauhi barang haram tersebut hal itu akan sia-sia. Di saat terendah dalam hidup kita pun, janganlah kita mencari pelarian yang menyesatkan. Gunakan waktu kita untuk menjadi pelopor kebaikan, yang berarti kita menyebar manfaat untuk orang banyak di mana saja dan kapan saja tanpa perlu melihat status atau jabatan kita di kehidupan bermasyarakat.

(Sumber Gambar Utama: Nella Oktavianna)

Café Brick, Tempat Nongkrong Instagrammable di Jogja Bernuansa Eropa

Apa Kabar Lombok Setelah Terjadi Gempa Bumi dan Tsunami di Palu?