Euforia kemenangan dirasakan oleh Defia Rosmaniar (23) begitu usai bertarung di komplek Jakarta Convention Center (JCC) hari Minggu tanggal 19 Agustus 2018. Defia terlihat menangis terharu saat diwawancarai media. Di hari pertama perhelatan Asian Games 2018, lagu Indonesia Raya dikumandangkan bersama dengan bendera Merah Putih yang berhasil dikibarkan. Itulah medali emas pertama untuk Indonesia dari cabag taekwondo di perhelatan pesta olahraga terbesar Asia tahun ini. Bahkan, kemenangan ini menjadi kesan tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Ini semacam berkah bagi Indonesia yang baru saja memperingati HUT kemerdekaan Republik Indonesia ke 73.

Kemenangan yang Disaksikan Langsung oleh Presiden dan Menteri

Atlet taekwondo berhijab ini berhasil meraih medali emas setelah memenangi nomor poomsae individu putri setelah melawan taekwondoin Iran, Marjan Salahshouri dengan skor 8.690 – 8.470. Setelah berhasil mempersembahkan medali emas, Defia berlari mengibarkan bendera Merah Putih, kemudian menghampiri Presiden Jokowi yang juga terlihat menonton pertandingan tersebut. Dalam pertandingan itu, Menpora Imam Nahrawi turut hadir mendampingi Presiden Jokowi. Hadir pula CdM Syafruddin dan Menpora muda asal Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman.

Defia Rosmaniar dari Indonesia menerima medali emasnya dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Sumber: REUTERS/Cathal Mcnaughton)

Momen mengharukan mengharukan itu tidak hanya dirasakan oleh Defia sendiri, tapi juga masyarakat Indonesia karena ini merupakan emas pertama untuk Indonesia di cabang taekwondo sepanjang sejarah Asian Games. Saat diwawancarai sejumlah media usai pertandingan, Defia menyampaikan beberapa kesan. “Tadi saat semifinal sempat deg-degan juga melawan Korea. Alhamdulillah rasa percaya diri saya meningkat. Dalam pikiran saya cuma bisa, bisa, dan bisa. Ya, saya bisa mengalahkan mereka,” Tentu dia sangat bersyukur karena kerja kerasnya terbayar dengan hasil yang maksimal. “Medali emas ini pertama, untuk ayah saya. Mama saya, dan keluraga, serta pelatih dan teman teman.” ucap atlet asal Bogor ini.

Taekwondo – 2018 Asian Games – Women’s Individual Poomsae, Final – JCC Plenary Hall, Jakarta, Indonesia – August 19, 2018 – Defia Rosmaniar of Indonesia celebrates her victory. REUTERS/Cathal Mcnaughton

Baca juga: Bukan Generasi Micin, 5 Anak Indonesia Ini Bawa Merah Putih Berkibar di Kancah Internasional

Awalnya Tak Suka Taekwondo

Adalah benar bahwa atlet taekwondo kelahiran Bogor, 25 Mei 1995 ini telah menorehkan prestasi yang luar biasa. Bukan hanya di Asian Games 2018 saja, ia pun pernah meraih medali emas di Kejuaraan Taekwondo Asia yang digelar di Vietnam pada bulan Mei lalu. Defia berhasil menempati podium tertinggi setelah mengalahkan atlet Korea Selatan dan atlet Asia Timur lainnya yang notabene sudah biasa menjadi langganan juara.

Tapi, siapa sangka kalau dirinya pada awalnya mengaku kurang suka taekwondo. Agak berbeda dengan taekwondoin nasional yang lainnya. “Saya agak malas-malasan waktu pertama kali memainkan taekwondo. Tapi, karena terus menerus dilakoni, lama-lama saya menyukainya juga,” kata Defia dilansir dari BolaSport.com, Minggu (19/8/2018). Defia sendiri pertama kali mengenal taekwondo adalah pada saat dia masih duduk di bangku SMP. “Saya dikenalkan oleh kakak sepupu yang juga main taekwondo.”

Defia setelah bertanding (Sumber: Reuters)

Seiring berjalannya waktu, Defia berlatih keras agar bisa berprestasi untuk mengharumkan nama bangsa. Dengan tekad yang kuat, Ia tak gentar walau harus menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh. Kemenangan demi kemenangan yang diperolehnya tentu tak lepas dari dukungan berbagai pihak, khususnya para pelatihnya. Sebelum tampil di Asian Games 2018, Defia telah menghabiskan waktu selama lima bulan untuk melakukan Training Camp (TC) di Korea. Selama berada di Korea, Defia berlatih di Gachon University sejak bulan Maret hingga sebelum Asian Games 2018 dimulai. Selama itulah, Defia mengaku telah berlatih dengan penuh kedisiplinan demi meningkatkan tekniknya sehingga mampu tampil optimal di Asian Games 2018.

Baca juga: Terpilih Menjadi Anggota DK PBB, Inilah Peran Indonesia untuk Perdamaian Dunia

Saat ditanya media terkait hadiah yang diberikan padanya, Defia mengaku ingin menggunakan hadiah yang didapatkanya itu untuk berangkat umroh ataupun naik haji bersama keluarga. Sekali lagi selamat untuk Defia Rosmaniar. Mudah-mudahan semangatnya dalam meraih kemenangan menginspirasi masyarakat Indonesia, dan semoga makin banyak medali-medali emas dari pejuang olahraga Indonesia, khususnya di Asian Games 2018 ini.