in

Wisata Sambil Belajar? Simak Cerita dari Kampung Inspirasi Lamongan Ini

Konsep wisata sambil belajar barangkali menjadi ide bagus yang mulai banyak dipilih orangtua untuk anak-anaknya. Kabar baiknya, mencari tempat wisata edukasi yang ramah anak, kini tidak sulit lagi. Khususnya yang tinggal di daerah Jawa Timur, Kabupaten Lamongan khususnya. Kampung Inspirasi Lamongan bisa menjadi pilihan yang menarik.

Sejak diresmikan oleh beberapa pemangku kepentingan di Lamongan dan mulai dibuka 1 April 2018, Kampung Inspirasi Lamongan semakin berkembang dan menjadi pusat wisata edukasi unggulan. Fasilitas yang ditawarkan antara lain; bidang wisata edukasi, outbound alam, entrepreneurship camp in holiday,  event sosial budaya, dan social impact movement.

Kampung Inspirasi Lamongan, taman cafe outdoor (Sumber: Instagram/kampung.inspirasi)

Kampung Inspirasi memiliki lokasi yang cukup strategis yaitu di pusat Kota Lamongan tepatnya Jl. Sumargo Gang Flamboyan no. 29, Lamongan. Meskipun di tengah kota, lokasinya relatif aman dari kebisingan suara kendaraan dan keramaian. Dengan nuansa alam dan suasana pemandangan sawah yang hijau menambah ketenangan, sangat cocok bagi siapapun yang ingin bersantai sekaligus menambah wawasan dan inspirasi, sesuai dengan namanya.

Tapi mungkin kamu bertanya-tanya, siapa sosok di baliknya? Yang menarik adalah  bahwa ternyata Kampung Inspirasi Lamongan ini dirintis oleh pasangan muda yang baru menikah pada bulan Agustus 2018. Mereka adalah Sulthan Alfathir dan Anik Haryanti. Keduanya adalah alumni Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang angkatan 2013.

(Baca juga : Belajar dari Rizhaf Setyo, tentang Memaksimalkan Potensi Mahasiswa )

Membangun bisnis dengan pasangan mungkin jadi impian banyak orang di saat sebagian orang lainnya menganggap itu bukan ide terbaik karena alasan profesionalitas kerja. Tapi bagaimana dengan Sulthan dan Anik dalam membangun usaha Kampung Inspirasi Lamongan ini? Nah, beberapa waktu lalu redaksi ublik.id sempat mewawancarai Anik Haryanti (24), co-founder dari Kampung Inspirasi Lamongan.

Co-founder Kampung Inspirasi Lamongan pada acara “Inovator Inovasi Indonesia Expo 2018” di Yogyakarta (Sumber: Instagram/anik.haryanti)

Hai Anik, sebelumnya terima kasih ya sudah meluangkan waktu untuk berbagi informasi. Kampung Inspirasi ini timnya ada berapa sekarang?

Hehe senang juga udah diberi kesempatan berbagi sama ublik. Timnya sekarang, untuk manajemen puncak ada dua. Suamiku, Sulthan Alfathir sebagai founder dan aku co-foundernya. Nah karyawannya ada beberapa? Untuk saat ini kami ada tour guide 3 orang, staf dapur dua orang, petugas kebersihan dua orang, dan kasir satu orang. Kami juga menjalin kerjasama dengan komunitas Anak Teknik Indonesia dan YES Institute Indonesia.

Awalnya bagaimana sih kok bisa tercetus ide bikin usaha seperti ini?

Ehm, sebenarnya awal berdirinya Kampung Inspirasi ini cukup panjang ya, haha. Jadi, dulu kami sama-sama mapres (mahasiswa berprestasi, -red) di FTP. Ya gak bermaksud sombong sih, hehe, beberapa orang di kampus kenal sama kami. Tapi, ironis ketika 10 tetangga di samping kami malah tidak kenal, karena mereka tidak ‘merasa terdampak’ dengan keberadaan kami. Nah akhirnya kami bikin bisnis berbasis sosial ini. Model bisnisnya Kampung Inspirasi ini adalah social bisnis profesional.

Kenapa kok memilih konsep wisata edukasi agrokompleks dan kewirausahaan? Karena kami merasa ada pangsa pasar yang cukup potensial di bidang ini, yaitu anak-anak, khususnya siswa PAUD dan TK. Hampir setiap tahun ajaran bahkan tiap bulan pasti ada agenda outdoor, dan di Lamongan belum ada wisata edukasi agrokompleks dan kewirausahaan yang memfasilitasi kegiatan itu.

(Baca juga : Ini Dia Sego Boran Lamongan yang Bisa Bikin Kamu Laper sekaligus Baper)

Oh iya, apa cita-cita atau value yang diperjuangkan lewat usaha ini?

Value yang diperjuangkan itu…  intinya kita pengen mencetak lebih banyak entrepreneur, mulai dari lingkungan terdekat, di Lamongan khususnya.

Salah satu kegiatan yang berlangsung di bulan Ramadhan tahun lalu adalah ngabuburit edukatif dan produktif. Foto berikut ini adalah ekspresi keceriaan adik-adik pengunjung wisata edukasi Kampung Inspirasi Lamongan ketika di wahana Taman Energi. Sambil menunggu berbuka, mereka diajak untuk memiliki budaya ngabuburit yang berbeda. Ngabuburit edukatif dan produktif. Kebiasaan-kebiasaan konsumtif generasi bangsa harus segera ditinggalkandan diubah menjadi kebiasaan positif, dan semua bisa dimulai di sini.

Anak-anak di Wahana Taman Energi (Sumber: Instagram/kampung.inspirasi)

Nah, ngomong-ngomong, gimana sih kesannya mengelola bisnis bareng pasangan?

Hehe alhamdulillah pada umumnya seru banget sih. Bisa diskusi tak terbatas waktu. Jadi inspirasi yang datang kapan aja bisa langsung dibicarakan.

Sebagai informasi tambahan, Kampung Inspirasi juga sempat memperoleh penghargaan 10 terbaik Wirausaha Berprestasi Nasional Tahun 2018 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia tanggal 8-10 Oktober 2018.

(Baca juga : Salut! Pemuda Lulusan SMP Ini Merakit Vespa Tank yang Laku di Eropa)

Kalau ditanya 5-10 tahun ke depan, kehidupan seperti apa yang kamu impikan?

Terkait impian untuk Kampung Inspirasi ini, sebenarnya gak berhenti di wisata edukasi aja ya.  Kita punya mimpi adanya Rumah Inspirasi, yaitu 1 rumah warga, 1 inspirasi. Dan pengunjung yang datang mendapat wawasan tentang entrepreneurship. Semoga akan lebih banyak lagi orang yang memilih wirausaha di Lamongan. Mungkin itu juga menjadi mimpi kami 5 – 10 tahun ke depan. Mohon doanya ya.. hehe.

Wisata Edukasi Tanam Padi diikuti oleh anak-anak TK Al Falahiyah (Sumber: Instagram/kampung.inspirasi)

Sebelum mengakhiri wawancara singkat itu, Anik juga sempat memberikan closing statement yang sangat memotivasi. Hidup yang tidak dipertaruhkan, tidak akan pernah dimenangkan. Berani melakukan perubahan. Perubahan memang tidak menjamin perbaikan.  Tapi tanpa perubahan, perbaikan mustahil didapatkan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Belajar dari Rizhaf Setyo, tentang Memaksimalkan Potensi Mahasiswa

Agar Tidak Menyesal Ketika Telah Melewati Usia Dua Puluh Tahun