in , ,

Cerita dari CEO Eduraya: “Mereka Adalah Modal yang Lebih Berharga daripada Uang”

Tim Eduraya Teknologi (Sumber: Ublik.id/Fajar Indra P)

Ublik.id – Menjadi seorang entrepreneur sejak muda adalah pilihan hidup yang harus dijalani dengan keberanian. Tentunya ada harga yang harus dibayar untuk pilihan itu. Begitu juga yang sedang dijalani oleh Fajar Indra Prasetyo (22), CEO dan founder dari Eduraya Teknologi, sebuah perusahaan rintisan (startup) di bidang IT yang mulai dirintis di Yogyakarta.

Secara umum, Eduraya fokus pada pengembangan produk aplikasi berbasis AR (Augmented Reality). Kepada redaksi Ublik beberapa waktu lalu, anak muda asal Purbalingga yang berkuliah di Fakultas Ekonomi UNY itu banyak menceritakan suka dukanya merintis usaha bersama teman-teman kampusnya.

 

media edukasi, eduraya
Kaka dan Asih salah satu media edukasi (Sumber: Instagram/edurayateknologi)

Hai Fajar, bisa diceritakan gimana awalnya bisa merintis usaha ini?

Awalnya dari sering ikut lomba-lomba karya tulis ilmiah nasional (LKTIN), ada ide bikin produk media pembelajaran, dan salah satu karya alhamdulillah tembus PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional). Selain PIMNAS, dulu juga pernah ikut event Internasional, namanya InIIC (International Invention and Inovative Competition) di Malaysia. Alhamdulillah waktu itu dapat double silver medal. Selain itu juga pernah ikut LKTIN-LKTIN yang ada di Indonesia seperti di Jogja, Bandung, Malang, dan Surabaya. Sepanjang prosesnya, kami lihat banyak orang yang suka sama media yang kami buat ini.

Habis itu saya coba panggil teman-teman satu tim sewaktu berkarya dulu, juga teman-teman yang satu visi misi. Waktu itu habis PIMNAS sempat malu juga kalau karya-karya yang pernah juara di lomba Karya Ilmiah hanya mandeg di rak dan gak bisa direalisasikan. Akhirnya kami sepakat buat merealisasikan dan mengkomersilkan.

( Baca jugaBelajar dari Rizhaf Setyo, tentang Memaksimalkan Potensi Mahasiswa )

Tahfidz kidz, eduraya
Tahfidz Kidz, salah satu produk dari Eduraya  (Sumber: Ublik.id/Fajar Indra P)

Ngomong-ngomong, sejak kapan Eduraya mulai dirintis ? Dan produknya ada apa saja?

Kalau nama ‘Eduraya’ sendiri baru ada sejak Agustus 2018 kemarin. Tapi rintisan ide-ide produk kami sudah ada sejak tahun 2016. Setelah mengumpulkan sahabat-sahabat yang se visi misi akhirnya jadilah Eduraya di Agustus kemarin. Kebanyakan mereka adalah sahabat dari tim berkarya dan organisasi dulu.

Untuk produk, sebenarnya kami fokus ke pengembangan aplikasi berbasias Augmented Reality. Sejauh ini produk-produk yang sudah kami jual ada Buku dan Aplikasi Tahfidz Kidz, Buku dan Aplikasi Hanacaraka, Kartu Sambung Ayat, dan Ular tangga sambung ayat.

Alhamdulillah saat ini lagi bikin project sama CV. Digilab Technology buat aplikasi dan buku tahfidz untuk anak-anak. Terus juga sama PT. Radiator Springs Indonesia buat sejenis podcast aplikasi untuk dakwah, namanya Syiar. Selain itu juga sama PT. Inti Prima Mandiri Utama yang project-nya masih dirahasikan, hehe, dan beberapa project lainnya.

bersama tim, eduraya
Tim Eduraya Teknologi (Sumber: Ublik.id/Fajar Indra P)

Saat ini, tim Eduraya ada berapa orang? Berasal dari fakultas yang sama atau berbeda-beda?

Total sejauh ini tim kami ada sembilan orang. Enam orang dari FE UNY (Fajar Indra Prasetyo, Ratna Murni Asih, Anindya Muliawati, Apfi Anna Krismonita, Gea Octaviani, Rizal Mahendra Primadani), satu orang dari FT UNY (Brian Dwi Murdianto), satu orang lulusan Magister dari University of Hong Kong (mas Hardika Dwi Hermawan), dan 1 orang dari FIS UNY (Putut Prianggono). Beda-beda bidang keahlian, soalnya kita perlu berkolaborasi demi terwujudnya sebuah karya. Adapun temen-temen yang dari FE alhamdulillah juga punya skill di bidang IT, jadi relevan dengan ruang lingkup Eduraya.

Sebagai usaha rintisan yang dibangun oleh mahasiswa kreatif seperti kalian, value seperti apa sih yang ingin diperjuangkan oleh Eduraya?

Value yang kami perjuangan di sini adalah prinsip kebermanfaatan. Bikin produk yang bermanfaat, gak sekadar menghasilkan uang, tapi juga bisa mendapat ridhoNya. Karena kami sampai sejauh ini juga berkat pertolongan Allah SWT. Jadi kami ingin Eduraya bisa jadi perusahaan besar nantinya, di bawah koridor dan terus berada di jalan Allah SWT. Biar bermanfaat buat dunia akhirat, kalau kata Ust. Yusuf Mansyur. Bikin produk juga yang bisa dirasakan orang banyak, jadi bisa menyelesaikan masalah-masalah di sekitar kita.

Wow, mulia sekali ya… Btw, siapa inspiratormu dalam berkarya?

Dalam berkarya, saya terinspirasi dari Mas Malik Khidir (CEO PT Stechok Robotika) dan Mas Ricky Elson (Pembuat Mobil Listrik). Dalam menulis, saya terinspirasi dari Eyang Sapardi Djoko Damono dan Kurniawan Gunadi. Kalau dalam berbisnis, saya terinspirasi dari Jack Ma dan Ust. Yusuf Mansur.

Menurut pengalaman Fajar, apa yang paling susah dan menantang dalam membangun usaha ini?

Tahap paling susah dalam membangun usaha ini kalau menurut saya adalah ketika mencari orang-orang yang sevisi-semisi sama kita. Proses pertemuan dengan orang-orang yang ada di Eduraya ini gak tiba-tiba mereka datang. Kami dipertemukan di masa-masa yang lalu, yang sulit lewat skenario  seorganiasi se-tim LKTI, PKM, dll. Sampai akhirnya saya meminta mereka untuk bareng-bareng bantu membantu membesarkan Eduraya. Buat kebermanfaat banyak orang.

Susah buat cari orang yang tidak mengutamakan uang. Terlebih saya sebagai orang yang ngajak mereka, tidak bisa menjanjikan bahwa Eduraya akan sukses, atau mereka akan dibayar tinggi suatu hari nanti di sini. Tapi alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan mereka, yang mau berjuang dam mau merasakan jatuh bangunnya merintis sebuah usaha. Bagi saya, mereka adalah modal yang sangat berharga daripada uang. 😉

Teman satu tim, eduraya
Bersama teman satu tim (Sumber: Ublik.id/Fajar Indra P)

Sejak awal nekat-nekatan, gak ada modal. Kami semua malah istilahnya tombok buat usaha ini, bahkan bisa dibilang dimulai dari minus. Sampai nyoba-nyoba buat ikut pameran di JEC (Jogja Expo Centre), juga masih swadaya. Nah di JEC itu ternyata banyak yang tertarik sama produk kami.

Katakanlah misal 5 tahun ke depan, apa harapan Fajar buat teman-teman se-tim maupun buat diri sendiri?

Harapan saya buat 5 tahun ke depan, semoga teman-teman se-tim sudah bisa memberikan kebahagiaan untuk orang tua mereka melalui Eduraya ini. Untuk Eduraya sendiri semoga 5 tahun kedepan bisa go public dan menjadi startup unicorn, tentunya. Produk-produk Eduraya makin banyak dan makin bisa digunakan untuk peradaban manusia.

Semoga lancar terus ya ke depannya… Satu lagi, sekarang-sekarang ini, selain mengembangkan Eduraya, apa sih kesibukan Fajar?

Selain mengembangkan Eduraya, saya juga masih sering nyambi-nyambi nulis novel, hehe, karena pengin sharing pengalaman sama pembaca nantinya. Barangkali ada yang bisa dibagikan dari perjalanan saya sejauh ini.

Quote fajar, eduraya

Wah semoga segera rilis ya novelnya 😀 Oh ya, boleh Fajar kasih closing statement untuk para pembaca Ublik.id?

Hehe mungkin ini closing statement dari saya, “hidup itu penuh risiko. Bahkan tidur pun punya risiko yaitu tidak bisa bangun lagi. Tapi ketika kita berada di bawah jaminan Allah, risiko adalah zona ternyaman yang kita punya. Do your best, keep faith and fight, atsiqahbillah.”

 

( Sumber gambar utama: Dokumen pribadi/Fajar Indra P )

Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Resepsi, baper soal nikah

5 Alasan yang Bikin Milenial Baper Soal Nikah

ublik, dua tahun menginspirasi

2 Tahun Menginspirasi, Selamat Ulang Tahun Ublik!