Cegah meningitis mumpung masih muda (foto: medlife)
in

Cegah Meningitis Mumpung Masih Muda, Kenali Juga Penyebabnya

Sahabat Ublik pasti setuju kan kalau momen masa muda tidak akan terulang kembali. Karena itu, kita perlu terus selalu kembangkan potensi diri dan lakukan yang terbaik dalam hal apapun yang kita bisa. Lalu bagaimana ketika kita ingin melakukan hal-hal baik tapi badan tidak sehat?

Sayang sekali bahwa belum semua anak muda sadar akan kesehatannya sendiri, salah satunya terkait risiko meningitis. Meningitis merupakan suatu peradangan membran yang berfungsi melindungi otak dan juga sumsum tulang belakang. Beberapa gejalanya adalah demam, sakit kepala, gangguan sensorik, kejang, sampai gangguan perilaku.

Hal tersebut bisa mengancam hidup semua orang, mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa muda. Kalau tidak ditangani sebaik mungkin, meningitis berbahaya karena bisa memicu keracunan darah dan risiko kerusakan pada otak dan saraf secara permanen. Bukankah itu sangat menakutkan?

Kenali Penyebabnya dan Cara Mencegahnya

Cegah Meningitis Mumpung Masih Muda, Kenali Juga Penyebabnya
Kenali gejala meningitis (foto: pixabay)

Sebelumnya, kita perlu tahu dulu bahwa penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit. Bakteri dan virus penyebab meningitis bisa menyebar lewat bersin, batuk, merokok bergantian, berbagi alat makan, sikat gigi, lipstik, handuk, dan peralatan pribadi lainnya.

Satu poin pentingnya adalah tentang menjaga kebersihan dalam aktivitas sehari-hari.  Karena memang penularannya lebih berisiko lewat kontak langsung. Jika sedang flu, pastikan selalu menerapkan etika batuk dan bersin. Setelah selesai aktivitas di tempat umum, rutinkan cuci tangan pakai air mengalir dan sabun selama 20 detik.

(Baca juga: Hentikan Kebiasaan Ini, untuk Memiliki Hidup yang Lebih Baik)

Lakukan Vaksinasi Secara Berkala

Cegah Meningitis Mumpung Masih Muda, Kenali Juga Penyebabnya
Cegah meningitis mumpung masih muda

Jika sudah menjaga kebersihan, apa lagi yang bisa dilakukan untuk mencegahnya? Seperti penyakit lain yang bisa dicegah dengan vaksin, ada juga beberapa vaksin untuk mencegah penyakit ini.

Vaksin HiB atau Haemophilus influenzae Tipe B

Vaksin HiB umumnya direkomendasikan kepada bayi yang usianya baru dua bulan. Tapi, vaksin HiB juga bisa bermanfaat untuk orang dewasa dengan beberapa syarat dan ketentuan. Di Indonesia sendiri, vaksin HiB biasa disuntikkan 4x berurutan untuk bayi berusia 2-4 bulan. Untuk mendapatkan manfaatnya, bisa dikonsultasikan dengan layanan kesehatan yang terpercaya.

Vaksin PCV13 atau Pneumokokus

Vaksin PCV13 pada umumnya diberikan kepada anak-anak yang berusia 2-5 tahun. Tujuannya adalah mencegah terjadinya infeksi pneumokokus yang bisa memicu radang telinga, pneumonia, dan juga meningitis.

Vaksin Conjugate Meningokokus

Vaksin yang satu ini bisa diberikan untuk anak-anak dan remaja antara usia 11-16. Tapi, juga boleh diberikan untuk anak-anak di bawah 10 tahun yang tergolong berisiko tinggi atau terancam oleh bakteri meningitis atau mungkin telah telanjut terpapar dengan seseorang yang punya penyakit ini. Penyuntikannya sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter dan layanan kesehatan terpercaya agar mendapat penanganan yang tepat sesuai kondisi.

Vaksin PPSV23 atau Polisakarida Pneumokokus

Jika kedua vaksin sebelumnya lebih direkomendasikan untuk anak-anak, vaksin yang dikenal dengan PPSV23 ini biasa diberikan untuk remaja dan juga orang dewasa yang butuh perlindungan dari bahaya bakteri pneumokokus. Beberapa negara maju sudah merekomendasikan PPSV23 untuk orang dewasa muda sampai lanjut usia yang sudah di atas 65 tahun yang sistem imun tubuhnya melemah atau bahkan punya penyakit kronis, dan yang tidak mempunyai limpa.

(Baca juga: Tips Diet Sehat Tanpa Olahraga)

Jalani Hidup Sehat

Cegah Meningitis Mumpung Masih Muda, Kenali Juga Penyebabnya
Cegah meningitis selagi muda (foto: pixabay)

Seperti penyakit lain, gaya hidup sehat juga bisa meminimalisir risiko meningitis. Pastikan kita menjalani hidup sehat mulai dari hal-hal sederhana. Misalnya istirahat yang cukup, olahraga rutin, dan memilih makanan sehat dengan gizi seimbang. Untuk ibu hamil, pastikan untuk hati-hati dengan daging. Pastikan untuk memilih yang benar-benar matang.

Berapapun usiamu sekarang, sebaiknya jangan menyepelekan gejala penyakit meningitis. Segera untuk hubungi dokter agar bisa memperoleh penanganan yang lebih tepat.

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Menata Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental

Menata Kehidupan di Era Pandemi yang Lebih Sehat Mental

Tips Berkarya dan Menjadi Produktif di Masa Pandemi Covid-19