in

Tips Agar Waktumu Menjadi Maksimal dan Beberapa Kesalahan Memanfaatkan Waktu

Sahabat, setelah kita memiliki standar kehidupan sendiri, memiliki tujuan yang pasti, mendapatkan apa Ikigai kita yang sebenarnya. Maka, bekal kita belum cukup, bila kita tidak mengetahui cara mengatur waktu terbaik. Agar apa yang kita kerjakan dua puluh empat jam menjadi layak untuk bahan bakar menjemput impian, sebab kebanyakan, justru yang membuat kita keteteran adalah perihal mengatur waktu dengan baik.

Waktu adalah harta karun berharga untuk pejuang impian, kadang-kadang meski sudah bangun jauh lebih awal daripada biasanya, tetap saja dua puluh empat jam terasa tidak cukup. Padahal, jika menilik kelelahan setiap hari, agaknya kita ini sudah merasa menjadi manusia yang sibuk dengan otak yang juga sama sibuknya.

Namun mengapa, rasanya kita masih tetap berjalan di tempat?

Ada yang salah dari cara mengatur waktu dan menempatkan prioritas, hal ini menjadi kendala yang sangat fatal bila kamu tidak segera menyadari dan memperbaiki jadwal sehari-hari. Katakanlah to do list adalah apa yang ingin kamu lakukan hari ini dan apa prioritas jangka panjangmu, proyek pribadimu, goals yang ingin kamu capai.

Seba kita selalu punya banyak kegiatan sampai harus memperhatikan baik-baik waktu yang terpakai untuk mengerjakan prioritas.

Jadi mari kita mulai kupas satu demi satu hal-hal yang harus kita lakukan tentang waktu.

1.Tidak pernah mengevaluasi cara kerja kita

cara mengatur waktu untuk mahasiswa
Cara mengatur waktu

Biasanya karena terlalu sibuk dan lelah, kita tidak pernah mengevaluasi cara kerja kita. Tidak memberi waktu kepada diri untuk berhenti sejenak, mengevaluasi apa yang sudah dilakukan. Sudah benarkah cara kerja kita dalam sehari-hari?

Padahal evaluasi adalah hal yang tidak boleh dilewatkan, mengapa? Karena hidup ini selalu berputar dan tidak menentu, tidak setiap hari kita berada pada kondisi yang sama. Kadangkala kita mencoba menangkap satu kesempatan dan membawanya masuk ke dalam daftar kegiatan sehari-hari. Kadang kita juga harus bepergian. Kadang juga kita perlu waktu untuk istirahat.

Jadi, mengapa kita berani melangkah dengan cara kerja yang seperti biasanya? Seratus persen, waktumu justru tidak akan efektif sebab terbentur satu dan lain hal.

Jangan lupa ini ya untuk langkah pertama, catat, sebab ini penting.

2. Mengerjakan hal yang bersifat reaktif daripada kreatif

Dalam era modern yang semuanya serba reaktif ini, maksudnya, kamu bahkan bisa terbangun tengah malam karena berjanji akan online di jam-jam tertentu, tetapi kamu tertidur. Kamu juga bisa bangun untuk kemudian mengecek apakah ada pesan-pesan yang masuk. Apa berita terhangat hari ini.

Hal ini adalah sikap reaktif kita terhadap arus konektivitas yang semakin memudahkan setiap orang untuk terhubung. Arus informasi jadi kian deras membanjiri keingintahuan-keingintahuan kita, lagi dan lagi, tanpa henti. Itulah sebabnya mengapa kita kadang-kadang jadi tidak sadar sudah menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk scroll social media.

Baca Juga: Hentikan Kebiasaan Ini, untuk Memiliki Hidup yang Lebih Baik

Kita melakukan kesalahan dengan mengerjakan pekerjaan reaktif terlebih dahulu sejak bangun tidur. Pekerjaan reaktif seperti mengecek email yang masuk, mengerjakan pekerjaan-pekerjaan jangka pendek, akan membuat pikiran kita terusik. Bagi pekerja yang memang bekerja secara daring agaknya menjadi lebih berat tantangannya. Hal ini adalah konsekuensi yang mau tidak mau harus diterima.

Bahkan, kita cenderung lebih banyak menghabiskan energi dan pikiran kita untuk fokus ke hal-hal yang kita sengaja hindari ini. Contoh kecilnya begini, kamu dilarang makan-makanan yang manis, kamu merasa tersiksa karena tidak bisa menambahkan gula di konsumsi harian, padahal kamu bisa arahkan fokusmu untuk makan makanan manis lainnya seperti buah atau kalau ada uang lebih banyak bisa beli stevia, daun yang manis itu, bahkan menanamnya sendiri jika kamu totalias.

Karena itu, membiasakan diri adalah satu-satunya jalan. Membiasakan diri bagaimana maksudnya? Mari kita ke pembahasan berikutnya.

3. Membangun kebiasaan

membangun kebiasaan positif untuk mengatur waktu
cara mengatur waktu

Kita tentu tidak ingin membuat orang lain menunggu jawaban kita, kita mendapat banyak chat setiap pagi, menanyakan ini dan itu, meminta kita melakukan ini dan itu. Dari pagi sampai siang, kita disibukkan oleh pekerjaan yang sebetulnya adalah prioritas orang lain. Yang mana hal itu juga kita lakukan lagi keesokan harinya, sehingga tanpa sadar kita mengerjakan prioritas pribadi dengan watu yang amat sedikit. Kita baru mulai mengerjakan prioritas kita sendiri di sore hari, di saat kita bahkan sudah lelah dan tidak berenergi seperti tadi pagi.

Baca Juga: Menjadi Milenial Bahagia untuk Produktif dalam Berkarya

Hal ini memang cenderung susah untuk diatasi karena kita kadang-kadang tidak bisa menahan diri. Namun seperti yang sudah kukatakan, ada satu hal yang mampu mengatasinya, yaitu kebiasan atau rutinitas.

Lahirnya sebuah kebiasaan menumbuhkan ritme secara alami pada tubuh kita. Mulailah pagi dengan mengerjakan pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi di awal hari, di saat pikiran masih segar. Apa yang kamu lakukan setiap hari, akan timbul menjadi sebuah kebiasaan, pada waktu-waktu itu tubuhmu akan bekerja sesuai dengan kebiasaan yang sudah dibangun.

4. Menunggu mood

mengatur mood untuk membantu mengatur waktu
mengatur mood

“Saya tidak menunggu mood datang. Tidak ada yang bisa kita raih jika kita hanya menunggu saja. Kita harus berpikir aktif.” (Pearl S. Buck)

Kadang-kadang kita berpikir jika memaksakan diri untuk bekerja di saat mood sedang tidak baik, bahkan di saat tidak punya inspirasi, akan menumpulkan kreatifitas kita. Padahal sebetulnya justru sebaliknya, orang-orang yang bekerja setiap hari, ide-ide baru akan terus datang seperti benang yang tidak habis-habis. Karena pikiran akan tetap terjaga untuk fokus, sehingga gagasan demi gagasan lahir setiap saat. Sebab karya yang bagus muncul dari sejumlah gagasan yang dipilin menjadi satu kesatuan yang tepat.

Gretchen Rubin, seorang penulis buku terlaris happier at home dan happier project, mengatakan bahwa ia menulis selama berjam-jam setiap hari, kadang-kadang juga hanya bisa melakukan selama lima belas menit. Namun dia tidak melewatkan satu hari pun untuk menulis. Dia mengaku bisa mencapai banyak hal dengan kebiasaan tersebut.

Baginya rutinitas membuat dia jadi lebih mudah dalam mengawali pekerjaan. Karena ia jadi tidak perlu membuang-buang waktu untuk mengevaluasi pekerjaan yang sebelumnya, tidak perlu mengingat-ingat tugas yang sudah diselesaikan, karena dia masih ingat betul bagaimana prosesnya.

Baca Juga: Menjadi Perfeksionis, Kelebihan atau Kekurangan?

Bahkan rutinitas ampuh untuk mencegah datangnya tekanan, ketika kamu hanya menulis sekali dua kali dan berharap hasilnya luar biasa, maka kekhawatiran akan mencekam hati. Namun bila kamu menulis setiap hari, maka rasanya biasa-biasa saja, karena setiap hari adalah rutinitas yang sama.

Rutinitas juga membuat kita tetap kreatif di tengah tekanan kehidupan yang kadang-kadang naik secara drastis. Karena inilah kita dan kebiasaan, rasanya jadi ada yang kurang bila belum mengerjakan.

“Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Keunggulan itu tidak tercipta dari tindakan. Melainkan kebiasaan.”

Aristoteles

Kita semua tentu memiliki waktu produktif masing-masing, jadi jangan terlalu berpatok pada apa pun yang orang lain lakukan. Bekerja adalah tentang energi yang ada pada diri kita sendiri, jadi kamu harus pandai-pandai mencari tahu di jam berapa kreatifitasmu sedang melonjak. Fokuskan waktumu di sana.

Report

What do you think?

Participant

Written by Halo Oys

Years Of MembershipCommunity ModeratorVerified User

One Comment

Leave a Reply

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

    Hobi Bisa Menjadi Pekerjaan pelajari dulu Ikagi

    Benarkah Hobi Bisa Menjadi Pekerjaan Kita? Pelajari Dulu Hal Ini

    cara membuat resolusi 2020, cara mencapai resolusi

    8 Alasan Mengapa Membuat Resolusi Awal Tahun Itu Penting