Kalau misalnya kamu ada rencana bertemu teman-teman, entah itu untuk urusan ngobrol santai, makan, meeting informal, hunting foto, dan lain-lain, kira-kira tempat nongkrong seperti apa yang akan dipilih untuk menjadi tempat pertemuan itu? Umumnya orang akan memilih kafe atau resto yang tidak hanya menawarkan menu makanan dan minuman tapi juga tempat yang nyaman sekaligus menarik untuk difoto. Tentu saja agar fotonya bisa diunggah di media sosial.

Cafe Brick tampak depan (Sumber: Ublik.id/Restia)

Nongkrong dan Citra Kehidupan di Media Sosial

Adalah benar bahwa banyak anak muda sekarang begitu peduli dengan citra kehidupan mereka yang terlihat di dunia maya. Terkait tempat nongkrong sekaligus tempat makan, misalnya. Bukan rahasia lagi kalau generasi milenial memilih tempat nongkrong karena melihat review di internet. Seberapa menarik lokasi itu saat diunggah ke media sosial, apakah ada layanan WiFi gratis, apakah tempatnya nyaman, seakan sudah menjadi patokan umum. Bahkan, poin-poin itu dianggap lebih penting daripada menu manakan dan minuman yang disediakan. Karena tempat nongkrong didatangi bukan karena alasan lapar atau haus, melainkan untuk sekadar melepas penat di tengah kesibukan atau mencari suasana baru untuk membangkitkan semangat baru.

Jadi, apa pertimbangan kamu saat memilih tempat nongkrong? Apakah kamu juga suka hang out di tempat tertentu karena pengaruh review di media sosial? atau mungkin punya alasan lain? Apapun itu, kali ini Ublik akan mengajakmu ‘jalan-jalan’ ke sebuah kafe berkonsep vintage British di Jogja.

Tampak samping. Masih sepi (Sumber: Ublik.id/Restia)

Baca Juga: Benarkah Kebiasaan Nongkrong Anak Muda Indonesia Hanya Buang-buang Waktu?

Namanya Café Brick. Tidak terlalu besar memang, tetapi ada daya tarik di setiap sudutnya. Kafe ini bisa jadi tempat foto-foto instagrammable yang jika dilihat sekilas seolah-olah sedang di Eropa. Meskipun kenyataannya kafe ini lokasinya di Jogja. Tidak jauh dari kampus UGM dan UNY.

Sekitar jam 9 pagi pada hari Minggu yang cerah, kafe yang dari luar tampak seperti bangunan-bangunan di kawasan Inggris raya itu masih agak sepi dari pengunjung. Baru satu-dua kendaraan diparkir di depan. Beberapa menit kemudian, orang mulai berseliweran di halaman sambil membawa kameranya. Mereka ingin mencari spot foto yang bagus untuk mengabadikan momen.

Berfoto di salah satu spot andalan. In frame: Hardika, Cyntia, Restia, Medyan (Sumber: Ublik.id/Hardika)

Suasana di Café Brick

Faktor suasana barangkali menjadi hal yang paling penting untuk dipertimbangkan saat seseorang akan menentukan tempat nongkrong. Ada orang yang cenderung mencari tempat yang tenang demi mengerjakan sesuatu karena ia merasa tempat tenang akan membantunya mengumpulkan inspirasi. Tapi ada pula yang lebih suka suasana keramaian supaya bisa bersosialisasi, atau paling tidak ia bisa merasakan kegembiraan bersama teman-teman. Waktu itu saya berkunjung ke Café Brick sekitar jam 09.30 – 12.30 di hari Minggu. Awalnya cukup sepi pengunjung, tapi lama kelamaan makin ramai. Ada sekelompok orang reuni, jalan-jalan keluarga, meeting dengan klien, atau sekadar berburu foto dengan background menarik.

Café Brick yang mulai buka sejak 20 Maret 2017 itu makin terlihat seperti di Inggris karena desain eksterior dan interiornya dibuat mirip dengan sudut kota London, lengkap dengan sebidang jalan, mobil, dan box telpon warna merah khas Inggris itu. Kafe yang terletak di Jalan Damai No 6, Palagan, Yogyakarta, ini memang terlihat mencolok dibanding bangunan sekitarnya. Detil-detil kecil yang cukup menarik tentunya mengundang orang untuk menikmati setiap sudutnya. Apalagi ditambah dengan kekuatan media sosial, tentunya semakin hari semakin ramai orang berkunjung.

Phone box (Sumber: Ublik.id/Restia)

Bagaimana dengan Menunya?

Meskipun Café Brick menjual konsep, tapi tempat nongkrong yang buka 24 jam ini juga menawarkan menu yang recommended, baik dari segi rasa maupun tampilan penyajiannya yang unik. Pelayanannya pun bisa dibilang sangat ramah kepada pengunjung. Lalu bagaimana dengan harganya? Tentu bervariasi. Misalnya untuk main course seperti Hot Spicy Fried Rice (25K), Butter Rice (25K), English Breakfast (40K), Kwetiaw special Café Brick (25K), Spring Chicken (50K), Fish and Chips (45K) dan masih banyak lagi.

Untuk minumannya kamu bisa pilih dingin atau hangat, misalnya Chocolate Ice (28K), Strawberry Smoothies (30K), Fresh Juice (27K), Coffee Blended (35K), dan masih banyak lagi pilihan lain. Daripada penasaran, lebih baik kamu coba datang sendiri ke sana kalau sedang di Jogja. Kalau diukur dari kantong mahasiswa, memang masih agak mahal ya, tapi ini sebanding dengan rasanya, dan tentu saja spot fotonya.

Disarankan kamu ke sana bersama teman-teman ya, karena sepertinya sayang sekali kalau tempat menarik itu dinikmati sendirian. Dan seperti biasa, entah itu mencari tempat nongkrong atau liburan, tidak masalah kamu pergi ke mana, tapi perginya dengan siapa.

 

(Sumber gambar utama: Dokumen pribadi/Restia Ningrum)