Hallo Ublikers, tahukah kamu tentang Hari Museum Internasional yang diperingati setiap tanggal 18 Mei? Menurut ICOM (The International Council of Museum) dalam situswebnya icom.museum, tujuan Hari Museum Internasional adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang fakta bahwa museum adalah sarana penting untuk pertukaran budaya, pengayaan budaya, dan pengembangan pemahaman, kerjasama dan perdamaian di antara masyarakat.

Komunitas museum di seluruh dunia merayakan Hari Museum Internasional pada tanggal 18 Mei, dan tema yang diusung untuk tahun 2018 ini adalah “Hyperconnected museums: New approaches, new publics”. Bagaimana dengan di Indonesia sendiri? Sejak Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) pada tanggal 12-14 Oktober 1962 di Yogyakarta, kemudian tanggal 12 Oktober ditetapkan sebagai Hari Museum Nasional.

Pilihan Editor:

 

Daya Tarik Museum di Indonesia

Menurut KBBI Daring, museum (n.) adalah ‘gedung yang digunakan sebagai tempat untuk pameran tetap benda-benda yang patut mendapat perhatian umum, seperti peninggalan sejarah, seni, dan ilmu’; atau ‘tempat menyimpan barang kuno’. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, kita sudah diajarkan bahwa museum dibangun untuk tujuan edukasi, penelitian, maupun sebagai salah satu tujuan wisata. Terdengar begitu formal ya? Barangkali itulah yang membuat museum di Indonesia jadi kurang menarik. Kenyataannya, masih banyak orang yang menganggap museum itu terkesan kaku, tidak asik, kuno, dan bahkan angker. Beberapa jenis museum bahkan ada larangan untuk berfoto.

Lalu bagaimana caranya agar kunjungan ke museum jadi menarik? Sebagaimana museum Louvre di Perancis yang sangat disukai dan dikujungi oleh ribuan orang setiap harinya. Salah satu daya tarik dari museum Louvre adalah lukisan Monalisa yang jika dilihat dari kiri atau kanan, Monalisa seperti sedang melirik. Mahakarya dari Leonardo da Vinci itu menjadi daya tarik luar biasa bagi para pengunjung dari berbagai penjuru dunia.

Salah satu langkah penting dalam upaya memajukan dan mempopulerkan museum kita adalah melalui komunitas yang merangkul berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Tujuannya adalah untuk menghidupkan museum melalui serangkaian kegiatan bersama-sama yang edukatif dan menarik, seperti pendidikan bahasa asing, kelas baca, diskusi film, dan sebagainya yang cenderung ‘aktif’. Bukan seperti pandangan lama soal museum yang tidak lebih dari tempat menyimpan benda mati dari masa lalu. Hal itu dinyatakan oleh pakar pendidikan Arief Rachman yang dimuat di galamedianews.com. Rendahnya minat masyarakat Indonesia untuk mengunjungi museum, menurut Arief, ada keselahan di pendidikan di Indonesia yang secara kosa kata. Museum selalu dihubungkan ke masa belakang. Itu kesalahan paling besar. Karena itu, pemerintah, pelaku bisnis, ilmuan, dan masyarakat juga menjadi penting untuk bersama-sama memajukan museum di Indonesia.

Museum Kekinian Favorit Generasi Milenial

Barangkali memang sudah menjadi semacam karakteristik generasi milenial bahwa apapun itu, asal ada embel-embel ‘kekinian’ pasti jadi menarik. Bagaimana dengan museum kekinian yang menarik dan lebih dari sekadar jadi tempat menyimpan barang kuno? Sebentar, indikatornya apa sehingga museum itu bisa dinilai menarik? Tak lain adalah faktor visualnya. Semakin banyak spot foto yang instagrammable, semakin menariklah museum itu. Di antara beberapa museum berikut ini, kamu sudah pernah ke mana?

1. Museum Angkut

museum kekinian museum angkut
Museum Angkut (Sumber: sekilasharga.com)

Jika dilihat sekilas, suasana museum ini mirip seperti di Eropa. Padahal sebenarnya di Batu, Jawa Timur. Di museum ini, pengunjung bisa belajar mengenal sejarah transportasi, juga alat-alat transportasi sejak zaman dulu hingga saat ini, baik di Indonesia maupun luar negeri. Selain memiliki koleksi lengkap, Museum Angkut juga memiliki banyaknya spot menarik untuk berfoto. Inilah yang membuat museum ini populer di kalangan anak muda.

2. Museum ARMA (Agung Rai Museum of Art)

Pintu Masuk museum ARMA (Sumber: Sailingstone Travel)

Agung Rai Museum of Art (ARMA) didirikan untuk suatu tujuan. Didirikan oleh Agung Rai, orang Bali yang mengabdikan hidupnya untuk pelestarian dan pengembangan seni dan budaya Bali, museum ini secara resmi dibuka pada tanggal 9 Juni 1996 oleh Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro, Mendikbud RI saat itu. Museum ini dikelola oleh Yayasan ARMA. Koleksi museum ARMA berkisar dari tradisional hingga kontemporer, termasuk lukisan klasik Kamasan pada kulit pohon, masterpiece dari seniman  Batuan dari tahun 1930-1940an dan satu-satunya karya yang bisa dilihat di pulau Bali oleh seniman Jawa abad ke-19, Raden Saleh dan Syarif Bustaman. (sumber: armabali.com)

3. Dia.Lo.Gue

Tangga melayang di Dia.Lo.Gue (Sumber: ayupratiwi.com)

Dia.Lo.Gue yang terletak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan ini bukan museum biasa. Ini adalah sebuah galeri seni atau art space yang terkenal dengan tangganya yang seolah-olah melayang. Museum ini menampilkan berbagai merchandise hasil karya rumahan ditampilkan untuk dijual di Dia.Lo.Gue. Beberapa produknya unik dan limited edition, tentunya tidak mudah ditemukan di tempat lain, mulai dari karya seni, mainan, peralatan kantor, alat tulis, aksesoris rumah, dan banyak lagi. Dia.Lo.Gue juga memiliki sebuah kafe mini yang asik buat nongkrong.

4. Museum Kata Andrea Hirata

Museum Kata Andrea Hirata (Sumber: Sunburst Adventure)

Kamu sudah pernah baca Laskar Pelangi? Datang ke museum ini, pengunjung akan diajak ‘napak tilas’ perjalanan novel fenomenal karya Andrea Hirata itu. Museum Kata Andrea Hirata terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur. Masuk ke dalam museum dan suasana ‘negeri Laskar Pelangi’ semakin terasa. Di ruang ini, dapat dilihat foto-foto sang penulis dengan kalimat-kalimat inspiratif. Salah satunya adalah yang bertuliskan “Bermimpilah karena Tuhan anak memeluk mimpi-mimpimu”. Di ruangan ini, juga dipajang foto-foto adegan dalam film Laskar Pelangi.

5. Museum MACAN

Yayoi Kasama’s masterpiece (Sumber: Detik.com)

Inilah salah satu museum yang sedang hits di kalangan anak muda, khususnya yang berasal dari ibukota. Di dalamnya terdapat 90 karya seni dari sekitar 800 buah koleksi yang dipamerkan di sebuah ruangan seluas 4 ribu meter persegi. Jangan salah sangka, meskipun namanya museum macan, tapi tidak ada macan di sana! Nama MACAN adalah singkatan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Lokasinya adalah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Museum ini mempunyai satu spot berisi lampu kerlap-kerlip indah atau yang dikenal dengan infinity spot. Karena saking ramainya pengunjung, waktu untuk berfoto di infinity spot dibatasi cukup 45 detik saja.

Infinity spot di Museum MACAN (Sumber: Majalah Gogirl)

Museum MACAN juga menampilkan pameran karya-karya seniman Yayoi Kusama asal Jepang yang dibuka 12 Mei. Pameran bertajuk ‘Yayoi Kusama: Life is the Heart of a Rainbow’ itu adalah yang ketiga (dan terakhir) dari pameran internasional Yayoi Kusama setelah National Gallery Singapore dan Queensland Art Gallery.

Sebenarnya masih banyak lagi museum kekinian yang tidak kalah menarik dari 5 museum di atas. Kamu bisa menambahkannya di kolom komentar. Jadi, yang mana favoritmu? Buat kamu yang mengaku pencinta seni, sudah pasti tempat-tempat di atas wajib kamu kunjungi. Sambil menikmati karya-karya yang artsy, kamu juga bisa mengabadikan momen di sana. Ayo, ajak teman-temanmu untuk berkunjung ke museum kekinian itu ya. Next

(Gambar Utama: Majalah Gogirl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.