in

Hanya Ada 2 Blue Fire di Dunia, Salah Satunya Ada di Banyuwangi

Fenomena blue fire cukup populer di dunia travelling karena hanya ada dua di dunia, salah satunya ada di Kawah Ijen Indonesia daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Pesona blue fire inilah yang kemudian menyedot pengunjung hingga ribuan orang setiap bulannya. Karena selain di Indonesia, satu yang lainnya ada di Islandia.

Berada di atas ketinggian 2.799 m, dengan pemandangan yang amat memukau. Pasti ada rasa bangga di dalam hati ketika menginjakkan kaki di sana sebagai warga negara Indonesia. Selamat datang di Indonesia kita yang indah.

Bagi traveller, Gunung Ijen adalah salah satu tempat yang tidak boleh dilewatkan. Kawah Ijen telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).

( Baca jugaBiar Gak Kalah Keren, Ini Dia 8 Gunung untuk Pemula Seperti Kamu )

Sebelum ke Kawah Ijen, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kebugaran tubuh kamu. Karena akan berjalan sejauh tiga km. Satu km perjalanan datar dan dua km perjalan menanjak dan berliku-liku. Terlebih Kawah Ijen memiliki jalur pendakian yang curam dan suhu yang ekstrem. Karena itu membawa pakaian hangat merupakan hal penting agar tidak terkena hipotermia, sebab suhu bisa mencapai 5 derajat celcius.

Selain itu, menentukan kapan waktu terbaik tidak kalah penting.

1.Desember sampai Januari

Karena memasuki musim penghujan, kabut tidak begitu tebal dan mengganggu. Tetapi, risikonya jalur pendakian curam sekaligus licin dan lebih berbahaya. Jadi perlu persiapan alas kaki yang tepat sebelum naik ke Kawah Ijen.

2.Juli sampai September

Di musim panas adalah waktu favorit untung mengunjungi Kawah Ijen. Karena jalur pendakian tidak licin sekaligus sinar matahari akan menghangatkan tubuh kamu.

3.Pagi hari

Pagi atau dini hari, karena selain blue fire, mereka juga bisa melihat sun rise yang muncul di balik gagahnya Gunung Ijen pada pukul 04.30 sampai 06.00.

4.Malam hari

Waktu favorit lainnya adalah pukul 22.00. Dengan menempuh perjalanan sekitar empat jam, pengunjung akan sampai di puncak pukul 02.00 dan mendirikan tenda sambil menunggu terbit fajar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendaki Kawah Ijen adalah, penggunaan masker yang sudah disediakan di sana. Karena kandungan gas belerang amat kuat. Jika menghirupnya terlalu lama bisa menyebabkan keracunan bahkan meninggal. Ini dia yang sering diabaikan pengunjung karena lebih memilih menggunakan masker kain yang dibawa sendiri.

Di sana nanti, akan ada banyak warung makan yang bisa kita kunjungi selama perjalanan. Sekaligus untuk beristirahat. Karenanya lebih baik kita tidak membawa banyak barang, cukup bawa seperlunya. Banyak pengunjung yang akhirnya tidak bisa sampai puncak Kawah Ijen karena membawa banyak barang dan kelelahan. Nah, ini perlu diperhatikan.

Jangan khawatir untuk tiket masuk, selama punya KTP yang menunjukan identitas diri sebagai Warga Indonesia. Karena hanya perlu membayar 5.000 di hari biasa dan 7.500 di hari Minggu untuk wisatawan nusantara.

( Baca juga : Tips Camping di Ranca Upas yang Wajib Kamu Ketahui )

Yang paling menyenangkan, perjalanan kamu akan terbayar tuntas ketika bisa berfoto di spot yang instragamable di Kawah Ijen. Momen mengabadikan perjalanan adalah yang paling penting, sebab bisa dikenang dengan melihat secara visual kejadian di tempat.

1.Blue Fire

Fenomena ‘api biru’ (Sumber: Agent Wisata Bromo)

Api biru ini hanya terlihat saat malam hari sampai dini hari. Api biru yang merupakan reaksi dari gas bumi dengan oksigen pada suhu tertentu ini, baru ditemukan oleh masyarakat pada tahun 1950-an. Jangan lupa gunakan masker jika mengunjungi api biru dalam jarak dekat. Siapa yang tidak mau berfoto di fenomena langka yang ada di dunia ini? Warnanya sangat menawan. Seperti cahaya indah yang bisa kamu bidik dengan kamera.

2.Kawah Ijen berwarna Toska

Kawah Ijen berwarna tosca (Sumber. dutawisata.co.id)

Kawah Ijen adalah kawah terasam di dunia, mendekati nol sehingga mampu melarutkan tubuh manusia dengan cepat! Tetapi, spot ini menjadi salah dua yang paling menarik di sini. Warnanya yang cantik tidak bisa dilewatkan untuk tidak diabadikan. Ditambah kabut-kabutnya, mempermanis pemandangan.

3.Milky Way

Milky Way Ijen (Sumber: bromojavatravel.com)

Pemandangan langit yang memesona. Tentunya Milky Way hanya bisa ditemukan saat langit gelap. Milky Way sebenarnya adalah galaksi berbentuk spiral. Tetapi orang-orang melihatnya seperti bintang-bintang yang bertaburan di angkasa.

4.Bukit Apetlepet

Bukit Apetlepet (Sumber: travelingyuk)

Artinya sendiri yaitu berlapis-lapis. Di sana kamu dapat melihat pemandangan perbukitan yang ditumbuhi rumput-rumput. Panorama bukitnya yang unik, terlihat berlapis-lapis. Salah satu yang melatarbelakangi penamaan bukit ini. Keindahan alam hijau yang menyegarkan mata, ditambah alamnya yang masih sejuk. Kamu akan dibuat betah dan lupa pulang. Selain itu untuk masuk ke sini, gratis.

5.Sunrise

Sunrise di Ijen (Sumber: flickr.com)

Seperti gunung-gunung pada umumnya, kita juga bisa melihat sunrise. Dengan latar belakang gunung dan kawah ijen serta kabut-kabutnya yang mulai menipis. Dan warna kawah yang terlihat cantik. Jadi kapan mau ke sini?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

Sebelum Berburu Diskon, Tahukah Kamu Tentang yang Satu Ini?

Hal-hal yang Perlu Dimengerti oleh Para Single tentang Pernikahan