in

Memilih Berhenti Menggunakan Kartu Kredit atau Bangkrut?

Kesalahan terbesar saat menggunakan kartu kredit

Sahabat ublik, kesalahan dalam menggunakan kartu kredit ternyata bukan masalah yang sederhana lho! Kartu yang sering dianggap ‘penolong’ ini, bila kita tidak memahami betul syarat dan penggunaannya, salah-salah akan menjerat para penggunanya hingga membawa mereka pada kebangkrutan.

Kilau kartu kredit ini bisa membuat orang silau dan keliru menerapkan manajemen keuangan. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh para pengguna kartu kredit, yang justru akan menjerumuskan mereka pada masalah keuangan:

1. Terlalu banyak

kebanyakan, penggunaan kartu kredit
Kartu kredit seringkali menjadi gaya hidup yang salah.

Masih saja banyak yang salah kaprah dengan menempatkan kartu kredit sebagai gaya hidup. Belum merasa ganteng kalau belum memiliki kartu kredit. Akibatnya, seseorang akan berpikir bagaimana caranya bisa menyelipkan kartu kredit ini sebanyak mungkin.

Anggapan seperti ini jelas salah besar, terutama bagi mereka yang hanya pegawai kantoran dengan gaji di bawah 10 juta rupiah per bulan. Memiliki dan menggunakan kartu kredit berarti mengharuskan penggunanya untuk bersiap-siap dengan datangnya tagihan pembayaran di bulan berikutnya. Artinya, kebutuhan belanja yang mereka pikir dapat terbeli di bulan ini, sebenarnya hanyalah penundaan pembayaran yang tetap harus diselesaikan di bulan-bulan berikutnya, lengkap dengan tambahan bunganya.

Kartu kredit sama sekali bukan solusi untuk menambal kekurangan biaya bulanan. Demikian halnya, mengoleksi kartu kredit bukan juga berarti memperbanyak ‘payung’ saat kebutuhan mulai menghujan. Alih-alih menjadi penolong, mengoleksi kartu kredit justru menjadi awal datangnya badai krisis keuangan.

Akan lebih baik jika kita menginvestasikan waktu dan uang kita untuk mendapatkan ilmu manajemen keuangan dengan baik, daripada sekedar menjadi kolektor kartu kredit dan berharap semuanya akan terselesaikan dengan menumpuk tagihan.

Baca Juga:

5 Kiat Hidup Damai Tanpa Pinjaman Uang

Mengoleksi Kartu Kredit, Kebutuhan atau Gaya Hidup?

Hentikan Kebiasaan Ini, untuk Memiliki Hidup yang Lebih Baik

2. Menggunakan kartu kredit untuk menutup kredit

Pernahkah terbesit keinginan untuk memiliki kartu kredit lebih dari satu untuk menutup tagihan kartu kredit yang lain? Atau malah menggunakan kartu kredit untuk membayar cicilan kendaraan atau bahkan KPR.

Kartu kredit adalah golongan kredit unsecured atau kredit tanpa agunan. Karenanya, meskipun tampak ringan, sebenarnya bunga kartu kredit ini tergolong lebih besar dari kredit-kredit yang lain seperti kendaraan atau KPR. Hal ini karena pada kredit kendaraan atau KPR, ada jaminan yang bisa diperhitungkan manakala terjadi gagal bayar, sehingga masih membuka kemungkinan untuk melunasi sisa kredit dengan jaminan tersebut. Tidak demikian halnya dengan kartu kredit. Tidak ada jaminan apapun yang diberikan bagi kita yang memiliki kartu utang ini. Artinya, ketika terjadi lonjakan tagihan, satu-satunya yang akan diandalkan adalah gaji atau penghasilan rutin kita setiap bulan.

Jadi, jangan pernah menggunakan kartu kredit untuk membayar angsuran kredit yang lain, karena hal tersebut sama saja dengan membayar angsuran kredit dengan bunga yang lebih kecil (memiliki agunan), dengan menggunakan kredit yang memiliki bunga yang lebih besar karena tanpa agunan.

3. Tidak memperhatikan syarat dan ketentuan

Layaknya kredit pada umumnya, kepemilikan dan penggunaan kartu kredit tentu akan terikat dengan syarat dan ketentuan yang diberikan oleh bank yang mengeluarkan kartu tersebut. Tahukah Kalian detail biaya-biaya kartu kredit yang dimiliki? Berapa biaya administrasinya? Berapa dan bagaimana perhitungan bunganya? Bagaimana perlakuan denda keterlambatan pembayaran tagihan? Semua itu harus betul-betul kita pahami supaya tidak hanya kagum dengan banyaknya belanjaan, tapi ujung-ujungnya pingsan ketika menerima tagihan!

Ketika mendapat tagihan kartu kredit bulanan, kita perlu melakukan pengecekan kesesuaian tagihan dengan belanja yang telah kita lakukan!

Mengapa demikian?

Karena, tidak jarang tindak kejahatan dilakukan dengan melakukan skimming dan membebankan biaya belanja pelaku kejahatan pada pemilik kartu kredit. Mereka yang tidak jeli, akan menjerumuskan dirinya sendiri karena harus turut membayar biaya yang tidak mereka gunakan. Tentunya hal ini akan semakin menguras tabungan kita setiap bulannya jika tidak jeli mengecek tagihan tersebut.

Kesalahan ini biasa terjadi pada mereka yang baru saja membuka akun kartu kredit, sehingga tidak memiliki pembanding besar bunga antara produk satu dengan yang lainnya. Hal ini juga tidak jarang terjadi pada mereka yang sudah memiliki lebih dari dua kartu kredit. Inilah kemungkinan kesalahan terbesar yang muncul karena menempatkan kartu kredit sebagai gaya hidup saja. Jadi, jika sampai saat ini kita belum paham betul dengan ketentuan kartu kredit yang bertengger di dompet, maka ikuti saran terbaik, tutup sekarang juga!

4. Memperlakukan kartu kredit sebagai cadangan uang

berhenti kartu kredit, penggunaan kartu kredit
Berhenti menggunakan kartu kredit adalah pilihan yang tepat ketika tidak dapat menggunakannya secara bijak.

Kesalahan ini juga masih sering dilakukan oleh kebanyakan para pengguna kartu kredit yang berakibat tercekiknya diri pada jeratan tagihan, karena besarnya bunga dan denda. Ketika seseorang menganggap bahwa “kartu kredit adalah kartu cadangan hutang,” maka harus bersiap-siap memiliki hutang dalam jumlah yang lebih besar.

Kebanyakan orang dengan santainya menggesek kartu kredit setiap kali pandangan matanya terkunci pada barang baru, meskipun tidak perlu. Tidak hanya itu, bahkan orang juga bisa menggunakan kartu kredit hanya untuk membayar makan di restoran atau sekedar nonton bioskop.

Ini adalah kebiasaan buruk yang tidak pernah disadari akan menjadi bom waktu bagi pengguna kartu kredit. Jika memiliki perasaan lebih bangga belanja dengan cashless hanya dengan menggesek kartu, gunakan saja kartu debit yang notabene merupakan pengganti real cash yang benar-benar kita miliki di rekening tabungan.

Kesalahan juga terjadi pada mereka yang salah menentukan limit kartu kredit, karena mengira bahwa kartu kredit bisa berfungsi sebagai cadangan uang. Tawaran peningkatan limit dari bank tidak harus selalu kita tanggapi dengan suka cita. Kita harus benar-benar berhitung dengan penghasilan rutin kita setiap bulan. Bisa saja kita mendapat tawaran limit hingga 8 juta, padahal gaji kita hanya 10 juta per bulan.

Sepintas memang terlihat aman karena masih ada sisa tiap bulannya, namun alangkah sayangnya jika kita menggunakan 80% dari gaji kita hanya untuk kebutuhan belanja. Sementara 20% sisanya justru untuk kebutuhan penting di rumah bahkan untuk investasi dan tabungan. Ini adalah pola pengelolaan keuangan yang terbalik.

Sekali lagi, kartu kredit bukanlah cadangan uang melainkan cadangan utang. Perbedaan satu huruf ‘t’ ini bisa berakibat fatal jika kita tidak segera mengubah kebiasaan kita dalam menggunakannya.

Ditulis oleh Rahma Roshadi

hanya guru ngaji biasa yang sesekali nulis buku atau artikel

3 Comments

Leave a Reply
  1. Alhamdulillah mendapatan pencerahan mengenai kartu kredit… terimakasih atas ilmunya… semoga kita dijauhkan dari terjerat hutang dan riba, aamiin…

  2. Alhamdulillah mendapatan pencerahan mengenai kartu kredit… terimakasih atas ilmunya… semoga kita dijauhkan dari terjerat hutang dan riba, aamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

part time job, kerja part time

Inilah 6 Manfaat Kerja Part Time Saat Kuliah!

puisi , aksara

[Ruang Fiksi] Aksara yang Berhenti Sejenak di Persinggahan