in

Banyakin Karya Kurangi Drama, Inilah Impianku di Dunia Sastra

Mimpiku dalam karya sastra

Saya melihat bahwa hobi saya di dunia sastra sangat besar. Saya menyukai segala sesuatu yang berbau sastra. Hingga suatu ketika saya menjadi sangat rajin mengikuti berbagai kelas menulis online, lomba puisi, cerpen dan karya tulis. Banyak rintangan dan juga tantangan, itu membuat saya semakin tertarik untuk dapat menjadi pemimpin. Baik itu guru atau motivator bagi orang banyak.

Sebelumnya, saya termasuk salah satu orang yang kaku dan tak mengerti harus berbuat apa ketika dihadapkan dengan banyak orang. Terkadang cenderung lebih dingin dan hanya suka mengamati setiap peristiwa yang terjadi. Namun saya sadar, kita hidup tidak akan selamanya jadi penonton atau menatap layar tanpa melakukan hal yang lebih untuk diri kita, keluarga, dan orang lain.

Terlepas dari itu, saya pernah dihadapkan dengan kondisi di mana jari jemari enggan untuk menulis, olah pikir tak dapat lagi saya uraikan dalam lembar kertas yang pada akhirnya membuat saya berhenti sejenak dalam menulis. Saya pernah berpikir apakah saat ini saya sedang jatuh sakit karena tak ada satu pun orang yang memberi tanggapan terhadap karya saya? Seperti depresi dan terluka namun tak tergores dan berdarah. Saya paham bahwa hidup memang begitu, dan tingkat keinginan seseorang kadang bisa naik dan turun.

impian , karya
Tetap semangat berkarya dan meraih impian (Sumber: Pixabay)

Seseorang pernah berkata kepada saya, “tidak akan kau temui kesulitan bila tidak ada hikmah di dalamnya. Saat semangatmu mulai kendor, ingatlah, tak kan ada seorang ahli tanpa pemula.”

Sejak saat itu, saya coba bangkitkan lagi semua harap yang pernah terkubur, semua cita yang pernah terhenti saya perjuangkan. Karena saya tak ingin terlalu lama menunggu dalam diam. Apalah arti hidup tanpa bisa memberi manfaat bagi yang lainnya? Tanpa karya? Saya mantapkan niat dan benahi semangat untuk tetap berkarya meski saya tau tidak semudah bercerita. Namun saya yakinkan diri agar tak mudah goyah menghadapi rintangan.

Saya Ingin Membuat Sebuah Sekolah Kepenulisan

Berawal dari sebuah karya, buku antologi saya yang pertama hingga ke enam, dan jika saya adalah seorang pemimpin, saya ingin membuat sebuah sekolah kepenulisan di daerah saya. Banyak sekali adik-adik di sini yang gemar menulis namun bingung ingin dikemanakan suara dari tulisan mereka. Saya pikir tidak ada salahnya mengajar sambil belajar.

Bukankah menjadi seorang pemimpin itu harus menguasai banyak ilmu? Iya itu benar, tapi jika kita menunggu sampai kita benar-benar menguasai semua ilmu, lalu kapan kita akan salurkan ilmu itu kalau bukan dari sekarang?

Memimpinlah sambil belajar, nanti akan kau temukan banyak hal yang membuat dirimu mengerti bahwa belajar tak pernah kenal batas usia, tak kenal lelah dan tak ada kata “finish”.

Selain sekolah kepenulisan, saya juga ingin menyekolahkan anak-anak yang tidak mampu, mengingat di negara kita ini pendidikan sangat diutamakan. Pentingnya pendidikan tidak hanya untuk masa depan, namun juga sebagai kontribusi yang nyata bagi negeri tercinta. Itulah mengapa saya sangat ingin melihat anak-anak tidak berhenti melanjutkan pendidikannya juga membuat sebuah karya, karena nasib bangsa ini kelak akan terus berganti kepengurusan.

anak-anak , karya
Anak-anak dan karya di masa depannya (Sumber gambar: Pexel))

Perihal generasi millenial yang sering kita sebut-sebut itu, itulah kita saat ini. Sebagai seorang pemimpin kita harus mampu memberikan pemahaman yang cukup kepada anak didik kita sebelum aksi. Perbekalan yang paling utama ialah penanaman nilai-nilai spiritual terhadap keyakinan masing-asing, setalah itu, pengetahuan dan pengalaman.

Perkataan, perilaku, sikap dan tindakan akan mengikuti perkembangan pengetahuan, karena apa yang dilakukan tidak akan pernah luput dari pandang Yang Maha Kuasa. Melatih kejujuran dan rasa tanggung jawab juga penting, salah satunya dengan memberikan tugas ringan, sedang dan berat untuh melatih keterampilan dalam memimpin. Itu yang akan saya ajarkan nanti kepada anak didik saya di sekolah.

Oh iya, selain di sekolah, saya juga ingin mengadakan kegiatan di luar. Seperti bakti sosial, penyuluhan kesehatan, baca gratis di taman kota dan lain sebagainya sebagi bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat. Saya juga ingin nantinya anak didik saya dapat mandiri, dengan mencipatakan lapangan kerja sendiri sehingga ketika mereka sudah merasa terpenuhi kebutuhannya, mereka juga akan melakukan hal yang sama seperti saya, membantu masyarakat sekitar dengan kemampuan yang mereka miliki.

Meningkatkan Kemampuan Kita dalam Memimpin

Sebenarnya menjadi seorang pemimpin itu tidak sulit, kita hanya perlu belajar dari apa yang kita sukai terlebih dahulu. Dan untuk tindak nyatanya kita bisa berkolaborasi dengan orang-orang yang ahli di bidangnya. Saya percaya, membentuk hubungan yang hangat antar relasi juga bisa meningkatkan kemampuan kita dalam memimpin, terlebih untuk berwirausaha dan mengembangkan wawasan kita.

Ingat, memimpin itu tanggung jawab, jadi bertindaklah dengan hati-hati dan penuh ketelitian. Seorang pemimpin yang baik tahu apa yang harus ia lakukan meskipun tidak ada penasihat di sampingnya.

 

Artikel ini merupakan artikel kiriman pembaca, isi artikel menjadi tanggung jawab penulis. Kamu juga dapat mengirimkan tulisanmu melalui link berikut https://bit.ly/2Cnatij . Ketentuan menulisnya dapat dibaca di link berikut : https://bit.ly/2FwQlNH

[Ruang Fiksi] Dear Future Husband

kamu istimewa

Karena Kamu Terlahir Istimewa, Apa Lagi yang Kamu Ragukan?