(foto: pixabay)
in

Bagaimana Cara Berhenti Mengkhawatirkan Masa Depan?

Kamu yang sedang membaca tulisan ini mungkin pernah mengkhawatirkan masa depan. Kekhawatiran selama ini dipahami sebagai perasaan yang sumbernya hampir selalu abstrak dan belum pasti terjadi. Barangkali kamu juga sudah mengalami bahwa kekhawatiran adalah ‘satu paket’ dengan ketakutan kalau misalnya tidak mencapai sesuatu yang diharapkan.

Ketika kita lihat di gambar Roda Emosi Plutchik (Pluchik Emotional wheels), terlihat bahwa khawatir itu sangat dekat dengan takut dan teror. Sebagian dari kita memang cenderung mengkhawatirkan masa depan, di saat sebagian orang menjalani setiap hari dengan rileks saja. Kekhawatiran memang bukan sesuatu yang nyaman. Tapi bukan berarti kita harus berusaha menghindari rasa khawatir dengan memutuskan diri dari harapan atau tujuan. Mendefinisikan tujuan jangka panjang tetaplah penting, setidaknya agar tetap waras di tengah ketidakpastian.

Wajar Saja Kalau Kita Mengkhawatirkan Masa Depan

Apakah kamu pernah begitu khawatir dengan sesuatu dan akhirnya memilih tidak melakukan apa-apa? Aku juga tentu saja sudah pernah merasakan kekhawatiran dalam berbagai kedalaman. Kadang khawatir karena hal sepele seperti kurir online shop yang telat mengirim paket. Kadang khawatir kalau terlambat masuk kerja karena telat bangun. Kadang agak serius seperti khawatir kalau orang yang dipercaya ternyata berkhianat. Atau yang paling umum yaitu: khawatir kalau apa yang diusahakan hari ini ternyata tidak ada gunanya.

Jadi apa yang sebaiknya dilakukan kalau kita khawatir pada sesuatu yang belum terjadi? Tenang, di sini aku tidak akan menjadi penasihat yang tidak dibutuhkan. Kenyataannya semua orang punya kekhawatiran. Itu hanyalah salah satu hal yang membuat kita menjadi manusia. Pada saatnya kita menyadari bahwa menjadi dewasa itu artinya mengatasi satu per satu kekhawatiran. Wajar saja kalau kita khawatir. Setidaknya itu menjadi tanda bahwa kita sedang bersungguh-sungguh dengan sesuatu yang dijalani.

Bagaimana Cara Berhenti Mengkhawatirkan Masa Depan?
Roda Emosi Plutchik (sumber: wikipedia)

Mengkhawatirkan Masa Depan atau Fokus kepada Hari Ini?

Cara untuk mengatasi kekhawatiran mungkin berbeda antara satu orang dan orang lain, khususnya adalah tentang masa depan. Ada yang berusaha mengatasinya dengan belajar suatu ilmu secara mendalam, mengasah skill, menambah kenalan, rajin ibadah, berbuat baik pada orang tua, atau apapun yang tujuannya agar di masa depan tidak menyesal. Satu hal yang sangat tidak disarankan adalah meratapi hal yang sudah berlalu dengan mengatakan hal seperti ini.

“Kalau saja kemarin aku tidak (…), pasti aku akan (…)”

Tidak ada masa depan yang berubah lebih baik dengan mengatakan hal seperti itu. Semua orang bisa merasa khawatir pada kemungkinan yang belum terjadi, tapi bukankah semua orang sama-sama hanya bisa fokus kepada hari ini?

Temukan Kesenangan Kecil yang Belum Pernah Dilakukan Sebelumnya

Ada banyak kesenangan yang kita lupakan saat mulai tumbuh menjadi manusia dewasa. Kalau anak-anak cukup berbahagia dengan balon atau es krim, orang dewasa ternyata tidak sesederhana itu. Bahkan banyak orang dewasa yang belum tahu apa yang sebenarnya diinginkan, lalu berusaha mencari kebahagiaan dengan rumit dan mahal. Ada orang yang terlalu ambisius dan berusaha sedemikian keras agar masa depannya sukses menurut standar sosial di lingkungannya. Bahkan, setelah dewasa ternyata hal-hal yang dikejar hanyalah sesuatu yang semu dan tidak memberi kebahagiaan yang sebenarnya.

Saat terlalu berambisi mengejar sesuatu, bisa jadi di depan sana yang ada adalah jalan buntu. Kalau sudah merasa buntu, barangkali memang itu adalah waktunya istirahat dan tidak perlu memaksakan diri. Agar perasaan khawatir teralihkan, coba lakukan kesenangan kecil yang belum pernah dilakukan. Ada banyak contoh misalnya berbagi masakan dengan tetangga, menanam bunga di halaman, mendengar lagu anak-anak, fangirling, atau apa saja yang me-refresh pikiran.

Bagaimana Cara Berhenti Mengkhawatirkan Masa Depan?
(sumber: pixabay)

Bergeraklah dan Lakukan Sesuatu

Di beberapa titik dalam hidup, mungkin kamu pernah merasa stuck. Atau malah saat ini sedang merasa bahwa kehidupan sedang stagnan di situ-situ saja. Ketika itu terjadi, rasanya tidak mungkin untuk terus bergerak maju dan optimis. Kita semua mungkin dan akan selalu dihinggapi rasa khawatir dengan masa depan. Sesekali memang butuh istirahat. Tapi, saat mulai punya energi, yang bisa kita lakukan hari ini adalah bergerak dan lakukan sesuatu.

Tentang poin ini, tiba-tiba aku ingat kalimat ini. “…Kamu akan terus merasa gelisah tanpa akhir, jika tidak melakukan apa-apa. Saat kamu gelisah karena khawatir, satu yang harus dilakukan adalah bergerak. Lakukan sesuatu, meskipun hasilnya juga belum pasti. Keberanianmu melangkah, setidaknya sekali, akan membuatmu tumbuh sebagai manusia…”

Bagaimana menurutmu? Oh iya, itu bukan kalimatku, tapi dari aktor Lee Seung Gi waktu berpidato di acara variety show Korea berjudul Master In The House.

Izinkan Dirimu untuk Merasakan Segala Emosi

Saat kamu merasa khawatir, gelisah, atau berpikir berlebihan tapi tidak kunjung menemukan titik terang, tandanya kamu perlu berhenti sejenak. Coba perhatikan baik-baik, sebenarnya apa yang sedang kamu rasakan. Lihat lagi gambar roda emosi di atas.

Dengan mengetahui keadaan dirimu yang sebenarnya, langkah selanjutnya akan lebih baik. Izinkan dirimu merasakan segala emosi. Biarkan dirimu menerima apa yang mungkin terjadi, bahkan jika itu sangat tidak nyaman. Karena memang dalam beberapa situasi, yang perlu kita lakukan hanya terima (accept) dan hadapi saja apa adanya. Namanya juga hidup, mana bisa kita pilih jenis kekhawatiran yang akan menimpa diri sendiri? Jadi, apa yang kamu lakukan ketika mengkhawatirkan masa depan?

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

4 Tips Mudah Mencari Sumber Bacaan Baru Untuk Bangun Minat Bacamu

Kalimat Inspiratif Novel Sang Alkemis dalam Meraih Impian