in

Awas! Social Cost yang Dapat Menggerogoti Isi Dompetmu

Sahabat Ublik, pernah mendengar istilah social cost? Ya, social cost yang berarti ‘biaya sosial’ bisa dikatakan sebagai biaya pengeluaran kita dalam bersosialisasi atau bisa juga dikatakan sebagai biaya untuk kehidupan sosial.

Apalagi, bagi sahabat Ublik yang tinggal di kota besar atau sebagai seorang mahasiswa yang kuliah merantau di kota-kota besar, tentu akan terbawa suasana atmosfer gaya hidupnya. Dengan biaya hidup mahal, mahal juga gengsi lifestyle-nya. Mulai dari model pakaian, makanan, kuota internet, belum lagi ngopi dan nongkrong, pasti bakal menguras isi dompet sahabat Ublik secara tidak sadar. Tahu-tahu dompet sudah sekarat. Ditambah lagi bayar biaya kuliah, print tugas, belum lagi bayar kostan. Bisa kelabakan kalau tidak bisa mengontrol social cost-nya.

Nah, kita sebagai makhluk sosial, kan nggak mungkin kita tidak hidup bersosial atau menolak ajakan untuk bersosialisasi bareng teman-teman kita, tapi kalau kita mengikuti semua atau serba harus mengikuti apa yang kita mau dan kita inginkan, bisa-bisa malah kita bangkrut atau berakhir dengan utang. Wah bahaya juga nih!

Oleh karena itu, mari kita coba terapkan tips dan kiat-kiat agar kita tetap bisa menyeimbangkan antara biaya sosial dan kebutuhan sehari-hari kita.

Tentukan Prioritas Social Cost

Nah, ini perlu kita ingat dan pertimbangkan ya sahabat Ublik. Tidak semua ajang sosialisasi mesti kita hadiri semua kok. Bisa sahabat Ublik urutkan berdasarkan prioritasnya dan hanya ikuti saja yang menurut sahabat Ublik memang penting. Atau dalam kebutuhan akan barang-barang yang sahabat Ublik inginkan, coba deh pilih yang memang menjadi kebutuhan primer dan sangat dibutuhkan untuk sehari-hari.

Artinya sahabat Ublik harus daftar list yang menjadi prioritas, dan harus ada evaluasi agar dana yang dimiliki bisa digunakan seefektif dan efisien mungkin alias tidak boros. Untuk menyeleksi prioritas social cost, bisa sahabat Ublik membuat pertimbangan dari:

Seberapa penting acara ajakan teman-teman untuk dihadiri?

Seberapa penting barang tersebut untuk dibeli?

Atau apakah masih ada barang lain yang masih bisa digunakan jika tidak membeli barang tersebut?

Baca Juga: 5 Cara Mengatur Keuangan Untukmu yang Baru Kerja, Biar Gaji Ngga Cuman Numpang Lewat

Bila sahabat Ublik sudah menemukan jawaban yang tepat dan masuk akal, maka langkah selanjutnya adalah buat daftar kembali yang memang barang apa yang harus dibeli atau ajakan yang mana harus dihadiri atau tidak. Tentunya untuk melakkan ini perlu kesabaran dan pengendalian diri agar bisa melakukannya.

Buat Perencanaan

social cost
Perencanaan

Selain menentukan list skala prioritas, coba sahabat Ublik buat sebuah perencanaan, entah itu harian, mingguan, atau bulanan. Dan selalu siapkan biaya tak terduga untuk berjaga-jaga menutupi kebutuhan yang mendadak.

Langkah dalam membuat perencanaan ini bisa sahabat Ublik lakukan dengan mencatatnya. Mulai dari mencatat penghasilan dalam sebulan, baik itu dari pekerjaan tetap maupun penghasilan dari kerja sampingan. Dengan begitu, akan mudah kita dalam membagi-bagi keuangan sesuai dengan kebutuhan.

Selain mencatat penghasilan, tentu pengeluaran juga harus dicatat dong. Bisa dimulai dari membayar sewa kost bagi kamu yang tinggal di kostan, membeli keperluan, biaya transportasi, tugas, dan sebagainya. Dan jangan lupa, dalam pencatatan keuangan ini, sahabat Ublik harus menyisihkan penghasilan untuk menabung.

Berburu Promo

berburu diskon agar menghemat social cost
Diskon

Nah, salah satu cara untuk bisa berhemat dalam membeli kebutuhan sehari-hari adalah dengan mencari diskonan atau promo. Sahabat Ublik harus pintar-pintar mencari promo atau diskonan. Jangan terlalu buru-buru ingin langsung beli apa yang diinginkan, tapi bersabarlah, cari peluang harga murah untuk mendapatkan barang yang berkualitas. Dengan begini, jatuhnya akan lebih hemat.

Baca Juga: 6 Tips Manjur Supaya Generasi Milenial Bisa Punya Rumah Sendiri

Biasanya yang sering melakukan promo atau diskonan adalah toko swalayan yag banyak menjual produk kebutuhan sehari-hari atau bisa berburu juga di online shop yang sedang mengadakan potongan harga dan gratis ongkir. Oleh karena itu tak ada salahnya jika sahabat Ublik menyiman brosur-brosur belanjaan atau mencari tahu lewat internet mengenai diskon di online shop.

Eat First

Nah, untuk yang satu ini coba deh sahabat Ublik untuk mendahulukan makan. Maksudnya bukan harus selalu beli makanan yang banyak atau yang mahal, tetapi baiknya sebelum sahabat Ublik pergi bareng teman-teman entah itu main atau nongkrong, sahabat Ublik bisa mengakali dengan makan terlebih dahulu di rumah. Jadi di saat sahabat Ublik pergi bareng teman-teman, entah itu hanya main atau nongkrong-nongkrong di cafe, sahabat hanya pesan dessert atau minum saja. Untuk mengirit hehe…

Bedakan Mana Keinginan dan Kebutuhan

bahaya social cost
Ilustrasi berbelanja

Cara ini merupakan langkah awal untuk mengendalikan diri terhadap pengeluaran social cost. Bila sahabat sudah mampu membedakan mana keinginan dan kebutuhan, maka akan mudah pula mengontrol social cost agar tidak membengkak.

Baca Juga : Kurangi Beli 10 Hal Ini, Demi Menghemat Uang Kamu

Misalnya sahabat ingin melakukan traveling tetapi di lain sisi sedang membutuhkan buku untuk kuliah, atau ketika sedang ingin makan di luar, maka pilihlah makanan berat yang dapat mengenyangkan, hal ini dilakukan agar kita lebih mendahulukan kebutuhan dari pada keinginan.
Dari tips di atas secara teori terkesan mudah, tapi yang sulit adalah ketika kita mencoba menjalaninya. Apalagi kita dituntut untuk bisa tarik ulur soal budgeting. Tapi yakin deh, dengan seringnya kita membiasakan diri hidup hemat dan sederhana, kita bisa mengatasinya.
Itulah sahabat Ublik, seputar social cost yang dapat menggerogoti dompet kita bila tidak berhati-hati.

Ditulis oleh Fakhri Fauzan Azhari

Aku adalah seorang hamba yang mengabdi kepada illahi lewat sebait puisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Mengatasi Kegalauan saat Melihat Kesuksesan Orang Lain

Mengatasi Kegalauan saat Melihat Kesuksesan Orang Lain

Cara Mencegah Bullying

Bullying Selalu Terjadi Dengan Pola yang Sama, Bagaimana Menghentikannya?