in ,

Apakah Kreativitas Itu Bisa Dilatih? Lalu Bagaimana Caranya?

Ilustrasi untuk melatih kreativitas (Sumber gambar: blog.toggl.com)

Seperti apakah kreativitas itu? Apakah kreativitas itu identik dengan rasa penasaran yang tinggi dan pikiran yang selalu ‘sibuk’? Orang-orang kreatif, bisa dibilang selalu muncul tanda tanya di kepalanya. ‘What if…?’ atau ‘why not…?’ sepertinya menjadi pertanyaan yang sering berputar di kepala mereka.

Sesekali orang kreatif terlihat seperti mengandalkan mood. Bisa jadi karena pikiran mereka yang memang ‘tidak akur’ dengan batasan-batasan. Dalam ranah yang lebih besar, misalnya kreativitas yang bisa menghasilkan produk inovatif, itu juga dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena harus melewati proses trial-error berulang-ulang. Jadi apakah kreativitas itu bawaan lahir atau dilatih?

Sebelum membahas cara menjadi lebih kreatif, kita pahami lagi tentang proses berpikir kreatif. Di sekeliling kita, barangkali tidak sedikit  yang menganggap bahwa kreativitas itu bakat alami seseorang yang sudah ada sejak lahir. Benarkah seperti itu? Geoff Colvin dalam bukunya ‘Talent Is Overrated, What Really Separates World-Class Performers from Everybody Else’ meneliti bahwa banyak orang paling unggul dan kreatif di bidangnya bukan karena bakat alami yang mereka miliki, melainkan karena latihan yang mereka lakukan secara sadar dan terus menerus mengembangkan diri.

Baca juga:

Para expert di dunia kreativitas pun sudah memberi informasi tentang cara-cara untuk menjadi lebih kreatif. Banyak juga riset yang menunjukkan bahwa sikap kreatif adalah suatu hal yang dibentuk oleh banyak faktor. Jadi apakah kreativitas bisa dilatih? Lalu bagaimana caranya?

1.Sering Mengamati dan Bertanya

mempertanyakan, kreativitas
Memperhatikan dan mempertanyakan (Sumber gambar: Pixabay)

Apa yang terlintas di benakmu ketika melihat benda-benda di sekitarmu sekarang? Sebut saja dompet, kertas HVS, sisir, sendok plastik, antena, pensil, radio, botol air, keranjang belanja, atau benda apapun. Lihat secara random! Sepintas kamu pasti familiar dengan fungsi dari setiap benda itu. Karena sudah biasa memakainya tanpa mikir dulu, sudah menempel di pikiran bawah sadar.

Tapi, kenyataannya orang-orang tertentu memiliki cara berpikir yang unik. Mereka suka mengamati dan bertanya. Bagaimana smartphone bisa berfungsi dengan baik? Membayangkan bagaimana kalau sisir dipakai bukan untuk rambut, mengkhayal tentang bagaimana membuat kreasi unik dari kertas, botol, gelas, dan sebagainya. Pikirannya bertebaran pertanyaan ‘bagaimana kalau…?’

Orang-orang yang seperti itulah yang kemudian bisa berinovasi menciptakan produk-produk yang luar biasa. Jadi, untuk melatih kreativitas, ada baiknya untuk mulai jeli mengamati dan mempertanyakan hal-hal di sekitar.

Bagaimana untuk membuat produk ini menjadi lebih baik? Bagaimana benda ini dapat bergerak dengan lebih cepat? Bagaimana kalau benda A dengan B digabungkan? Bagaimana kalau kemasan produk ini diganti menjadi yang lain? Bagaimana cara untuk menjual produk ini dengan lebih cepat? dan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa diajukan. Pada intinya orang-orang kreatif selalu memberi perhatian ke hal-hal kecil. Bahkan untuk sesuatu yang terkesan tidak bernilai guna untuk saat ini, mereka berpikir kalau hal itu akan bermanfaat di lain waktu.

2.’Memodifikasi’ Rutinitas

rutinitas , kreativitas
Ilustrasi untuk melatih kreativitas (Sumber gambar: blog.toggl.com)

Hal yang sama dan diulang-ulang setiap hari, apa rasanya? Tentu akan memberikan kesan berbeda untuk masing-masing orang. Entah itu terlalu nyaman, atau bahkan kebosanan. Rutinitas sering jadi tantangan tersendiri untuk urusan kreativitas.

Untuk menyikapinya, coba ‘modifikasi’ rutinitasmu dengan cara memberi variasi pada gaya berpakaianmu, buku yang kamu baca, lagu yang kamu dengar, tempat di mana kamu nongkrong, juga variasi dalam menu makanan yang di luar kebiasaan. Coba saja, siapa tahu variasi pada hal-hal kecil itu bisa memberi pengalaman yang berbeda. Bahkan ketika kamu terbiasa memodifikasi rutinitasmu, saat ada masalah, akan lebih mungkin untuk menemukan solusi yang anti mainstream karena sudah biasa melihat lebih banyak pilihan di depan mata.

3.Banyak Membaca, Melatih Kreativitas

membaca , kreativitas
Perbanyak membaca (Sumber gambar: Pixabay)

Membaca apa yang melatih kreativitas kita? Yang jelas ini tidak terbatas hanya pada bacaan yang terkesan ‘berat’. Membaca cerita fiksi yang santai pun bisa membantu kita untuk memahami rangkaian peristiwa, memahami pembentukan karakter yang unik, bahkan bisa mengasah empati.

Paling tidak, kita bisa membayangkan bagaimana seandainya kita berada di posisi tokoh yang diceritakan penulisnya. Bukankah menyelami kehidupan karakter yang kita baca bisa mengasah kemampuan kita untuk memahami perasaan orang lain?

Kenapa kita perlu membaca? Ya, memang manfaat dari bacaan itu kadang tidak terasa secara langsung. Kita bisa lebih kaya perspektif dan punya argumen untuk berbagai persoalan. Tapi satu lagi, membaca juga bukan asal baca ya. Memang tidak dimungkiri kalau membaca membuat kita lebih bertambah wawasan, asalkan menghayati. Sebab membaca tanpa menghayati dan merefleksikan apa yang dibaca, bukankah seperti makan yang tidak dicerna?

4.Carilah Situasi Konflik

Konflik yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari memang tidak menyenangkan. Sebagian besar lalu menganggap bahwa konflik adalah sesuatu yang mesti dihindari. Tapi ternyata situasi konflik justru bisa memberi keuntungan tersendiri bagi yang mengalami. Bagaimana konflik bisa menguntungkan?

Saat seseorang berada dalam keadaan nyaman, ia tidak terlalu berpikir bagaimana cara memperbaiki keadaannya itu. Lain halnya dengan saat terjadi pertentangan atau gejolak batin, misal saat munemui perbedaan antara ekspektasi dan realitas, reaksi yang muncul sesaat adalah mencari cara baru untuk bertindak.

Bahkan, konflik sepele akibat perbedaan pendapat dengan sahabat pun bisa membuat kita berpikir untuk menentukan sikap yang berbeda dari biasanya. Menempatkan diri berada di dalam tekanan, dalam situasi tertentu, ternyata juga bisa mengasah kreativitas. Sebut saja misal untuk bisa survive di bidang yang sedang kita tekuni. Tentunya konflik yang bisa meningkatkan kreativitas tidak sembarang konflik. Konflik yang memicu bahaya dan kerusakan bagi kepentingan umum, tentunya bukan hal yang bijak untuk dilakukan.

5.Piknik!

Dalam bentuk apapun, perjalanan akan memberi keuntungan yang lebih dari sekadar kebahagiaan. Melihat hal-hal random di sekitar jalanan, orang-orang yang ditemui di stasiun, atau apapun, banyak sekali ide-ide berserakan yang bisa kamu pakai sewaktu-waktu.

Jangan lupa untuk memberi tantangan pada diri dengan mencatat sebanyak mungkin hal-hal menarik dari perjalanan. Hal menarik itu apa saja? Bisa berupa tulisan, gambar, video, obrolan dengan orang baru, dan masih banyak lagi. Lebih dari sekadar file dokumentasi, sesuatu yang kamu pungut dari perjalanan itu bisa menjadikanmu lebih kaya dengan inspirasi. Intinya jangan hanya mengandalkan pikiran, karena kemungkinan besar bisa cepat lupa dengan ide-ide yang terlintas.

Pada akhirnya piknik bukan hanya pergi rekreasi ke sebuah tempat untuk melihat sesuatu di luar rutinitas, tapi lebih ke melihat hal-hal dari sudut pandang berbeda. Lebih dari itu, bepergian ke tempat baru itu bisa menjadi momen untuk ‘menemukan diri sendiri’.

Dari 5 hal di atas, mana yang biasa kamu lakukan?

34 Comments

Leave a Reply
  1. Setiap orang itu sejatinya punya bakat kreatif sejak lahir. Perbedaannya hanya terletak pada implementasi dan realitanya saja. Ada orang yang dengan terang-terangan menunjukkan kreativitasnya kepada orang lain, biasanya orang ini adalah tipe orang yang easy going, punya pandangan lain terhadap sesuatu, rasa ingin tahunya juga tinggi. Rasa ingin tahunya itu lalu mendorong dia untuk berinovasi dan akhirnya kreativitasnya muncul secara bertahap. Ada juga orang yang berpotensi tapi tidak ingin melatih dan mengembangkan kerativitasnya. Mereka seringkali ‘kalah’ sebelum mencoba. Biasanya mereka tipe orang yang introvert dan kepercayaan dirinya kurang. Padahal, potensi mereka bisa lebih besar karena mereka punya daya pikir yang hebat. Mungkin, orang yang kesulitan mengembangkan kreativitasnya memerlukan motivasi yang tidak hanya datang dari diri sendiri, tapi juga dari orang lain di sekitar lingkungannya.

  2. Kreatifitas itu bisa kok dilatih, mulai dari hal kecil. Seperti mendaur ulang barang barang bekas. Dari situ kita bisa berpikir secara kritis, bagaimana caranya barang yang tidak berguna menjadi barang yang memiliki nilai tinggi

  3. Menjadi seorang yang kreatif bisa dimulai dengan menerima perbedaan diri sendiri. Tanpa disadari, manusia sering kali malu atau minder ketika dirinya memiliki perbedaan dengan orang lain di sekitarnya. Kretivitas adalah sebuah inovasi dan kebaruan. Maka menjadi berbeda adalah tanda bahwa seseorang memiliki autentisitas tersendiri yang membuatnya punya ciri khas dan bisa dikatakan kreatif.

  4. Ya , kreativitas itu bisa dilatih. Terlepas dari bakat bahwa seseorang di takdirkan lahir dengan jiwa yang kreatif namun, jika hal itu tidak diimbangi dengan latihan yang berkelanjutan kekreatifan tersebut akan hilang. Kreatif itu akan muncul dari kebiasaan sehari-hari, aktivitas apa yang dijalankan, hobby apa yang ditekuni dan buku apa yang ia jadikan bacaan. Maka, dengan beberapa faktor tersebut akan membuat manusia kreatif dengan harapan diimbangi kecerdasan.
    Dewasa ini banyak, konten YouTube yang dibilang sangat kreatif namun kurang mendidik. Mereka berlomba untuk memperbanyak viewers tanpa mempertimbangkan dampak apa setelah itu.

    @faizahmay

  5. Kreativitas juga bisa dilatih dengan beberapa cara. Pertama, dengan mengorek informasi yang kita dapat. Setiap hal yang telah kita ketahui lalu kita telaah lagi, analisis lagi hingga rasa penasaran kita terobati. Kedua, biasakan berpikir positif dan kritis. Tanggapi setiap hal yang menarik di sekitar kita, lalu cari kekurangan dan kelebihannya. Ketika kita tahu kekurangannya, kita bisa langsung memodifikasinya atau menutupinya dengan hal yang lain. Ketiga, dengan menulis. Biasakan membawa catatan kecil kemanapun kita pergi. Kelak, catatan kecil itu bisa menjadi inspirasi yang mendongkrak kreativitas kita. Keempat, dengan bekerja sama. Working with others dapat membantu kita dalam mencari solusi, kita juga bisa bertanya pada mereka dan meminta pendapat mereka. Kita tanya ide apa yang mereka punya, jangan egois. Setelah itu kita bisa menggabungkan atau mengkolaborasikan ide kita dengan ide mereka.

  6. Menurut saya kreativitas setiap orang bisa dikembangkan jika sering diasah. Langkah awal untuk menjadi kreatif adalah dengan mengambil langkah berani. Tak perlu khawatir jika menjadi sorotan lantaran apa yang kita kerjakan berbeda dari apa yang dilakukan orang lain secara umum. kreatif itulah yang menjadikan kita memiliki corak berbeda dari kebanyakan orang. Jadi tak perlu malu untuk mengeluarkan apa yang terlintas dalam benak kita menjadi sebuah karya baru. Mungkin beberapa orang akan merasa kurang percaya diri akan ide lain yang dimiliki. Tapi menurut saya itu adalah celah untuk membuat suatu gebrakan baru. Melihat dari banyak hal umum lalu memilih menciptakan suatu nuansa baru. Jadi, kreativitas dapat dilatih dengan mengasah kemampuan diri sendiri dan mengembangkannya. Terobosan baru yang tercipta dari diri sendiri menandakan sikap kreatif kita mulai terlatih. Percaya diri tinggi dengan diiringi keberanian akan membuat ide kreatif muncul semakin banyak dan menghasilkan banyak karya baru yang berbeda.

  7. Kreativitas bisa dilatih. Karena sebuah ide baru tak akan muncul saja bukan?. Semua melalui sebuah proses. Nah guys kreatifitas bisa dilatih di masing-masig tergantung bidangnya.

    Nah saya adalah orang yang suka menulis. Walaupun dari segi tulisan belum bisa apik kayak penulis profesional. Apalagi buat pemula memunculkan ide agak sulit. Maka saya pun mencoba untuk membaca karya -karya orang yang udah jago dalam menulis dan juga kadang kalau punya kontaknya saya akan bertanya. Dan hasilnya bisa membuat saya memiliki ide untuk baik dari segi penyajian,gaya bahasanya,dan meminimalisir kesalahan kesalahan. Di tambah yang terakhir saya biasanya mencari ide /inspirasi dalam menulis melalui saya menyendiri atau memandangi alam. Karena ini juga salah satu cara agar dapat memiliki ide yang beda tanpa harus menjiplak karya orang lain.

    Kalau untuk menciptakan suatu barang. Saya biasanya mengumpulkan suatu barang bekas. Lalu melihat apa saja yang bisa di buat. Nah ketika melihat masing-masing barang dapat di manfaatkan apa saja. Sehingga memancing berbagai pikiran untuk menyatukan barang tersebut menjadi suatu produk. Saya masing ingat ketika sma. Saya mengubah barang bekas menjadi sebuah replika Mading mino do serta pengenalan sejarah Indonesia. Ditambah Bonek mungil dari botol Yakult bekas ditambah kain perca. Alhasil kerajian saya pun menjadi palimh berbeda dari semua kerajinan di kelas saya. Karena semua yang dibuat teman adalah hal yang biasa seperti dompet,dan celengan.

    Nah gimana nihh. Itulah sih cara saya untuk mendapatkan ide yang memacu kreativitas kita untuk mengembangkan sesuatu tergantung dalam bidang masing-masing. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua yaa.

  8. Sebelum menemukan artikel ini, saya sempat buka-buka timeline Instagram. Menggeser layar ke atas terus demi menghilangkan kebosanan di dalam kereta. Ketika satu demi satu unggahan saya baca dan dilewati, ada satu unggahan yang menarik terkait kreativitas. Unggahan tersebut ditulis oleh Puthut Ea selaku kepala suku Mojok. Ia menulis tentang kebosanan dan kreativitas. Dalam tulisannya, ia mengatakan bahwa kebosanan bukanlah musuh kreativitas, melainkan teman akrab. Ketika seorang penulis merasa bosan menulis hal-hal itu saja, maka ia akan mencoba menulis hal-hal baru yang tentunya akan memunculkan tulisan yang anyar. Ketika seorang penyanyi bosan menyanyikan genre yang itu-itu saja, maka lagunya akan lebih variatif. Dan begitulah seterusnya. Ketika kebosanan melanda, setiap orang cenderung akan lebih kreatif. Dan tentunya, saya baru menyadari hal demikian. Saya baru ingat ketika di kereta sedang sesak dipenuhi penumpang atau ketika pekerjaan terlalu banyak, secara tidak langsung kepala saya liar menjalar ke mana-mana. Kadang mengaitkan beberapa diksi menjadi puisi, mengingat potongan-potongan film hingga menjadi cerita baru, dll. Saya jadi teringat sebuah tulisan di sebuah buku yang ditulis oleh novelis Perancis, Victor Hugo. Ia mengatakan: “Ada sesuatu yang lebih buruk dari neraka penderitaan, yaitu neraka kebosanan.” Bagi saya itu tidak masuk akal. Sebab yang lebih buruk adalah tidak pernah merasakan kebosanan sekalipun.

  9. Kreativitas tentu saja bisa dilatih. Melatihnya sudah dijelaskan oleh penulis tulisan ini dengan 5 cara yang sudah tertera di atas. Namun, bagi orang seperti saya yang terlalu sering menunda sesuatu seperti tugas kuliah atau semakin sedikitnya waktu untuk mengirimkan naskah lomba yang ingin saya ikuti. Maka keterdesakan tersebutlah yang dapat membantu tingkat kreativitas diri saya sehingga menciptakan cara-cara tertentu agar yang saya alami ini dapat terselesaikan dalam waktu sekejab. Ya, meski hal tersebut sangat tidak patut untuk dilakukan, tetapi nyatanya sukses untuk membangkitkan kreativitas yang terpendam dalam diri.
    Karena tekanan dari berbagai arah membuat kinerja otak yang sebelumnya ringan jadi terpacu menjadi bekerja lebih keras lagi.

  10. Kreativitas bisa dilatih. Lalu bagaimana caranya? banyak. Setiap orang memiliki caranya tersendiri untuk melatih kemampuan atau kreativitas yang ada dalam dirinya masing-masing. Tergantung kepribadiannya juga, karena jika kita -contoh- membantu teman kita yang pribadinya berbeda dengan kita lalu memaksanya untuk membuat sebuah kreasi dari bahan serta teknik yang sama dengan kita, bisa jadi kita bukannya membantu dia namun malah membebaninya. Seperti poin terakhir dalam artikel di atas, ‘Piknik’. Mungkin kita pribadi yang harus membaur terlebih dahulu dengan lingkungan untuk bisa menemukan ide-ide unik kemudian dikembangkan menjadi sebuah kreativitas yang menarik. Namun, bagaimana dengan teman kita? Bisa jadi dia termasuk pribadi pada poin pertama atau kedua. Tentu pengembangan kreativitasnya pasti berbeda.

    Cara berpikir pun tak luput dari proses berkembangnya suatu kreativitas. Ada tipe pribadi yang berpikiran sederhana atau logis adapula yang rumit atau berbelit-belit. Orang yang suka berpikiran rumit atau berbelit-belit, bukan berarti dia sulit untuk mengembangkan kreativitasnya, tetapi dia bisa jadi memikirkan dampak dari kreativitas yang diciptakannya akan memberi efek negatif atau positif bagi lingkungan masyarakat. Begitupun dengan orang yang berpikir sederhana, mungkin dia sudah dapat gambaran dari hasil kreativitasnya di mata masyarakat sehingga dia percaya bahwa apa yang dibuat pasti diterima oleh mereka.

    Memahami kepribadian dan cara berpikir orang lain maupun diri sendiri menjadi satu dari sekian cara yang mudah diterapkan untuk mengembangkan pontesi dalam diri kita. Baik berkreativitas maupun yang lain. Cukup percaya bahwa diri kita bisa, pasti sebagian hasilnya akan membuat kita tersenyum.

  11. Setiap manusia itu sudah terlahir dengan kelebihannya masing-masing. Orang dikatakan kreatif ketika dia memiliki pemikiran yang “out of the box” dari kebanyakan orang pada umumnya. Jika bertanya apakah kreativitas bisa dilatih? Jawabannya, iya. Bisa saja dimulai dari pendidikan sedini mungkin untuk mengetahui bakat dan minat mengarah kemana, sehingga setiap pribadi yang beranjak dewasa sudah siap mengarahkan potensinya kearah yang sesuai. Bisa juga kreativitas muncul karena hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari sehingga akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Bisa juga dikarenakan langkanya suatu kebutuhan yang akhirnya mendorong setiap pribadi untuk berfikir kreativ dan akhirnya menciptapkan sesuatu yg bermanfaat untuk diri sendiri dan banyak orang. Tentu masih banyak lagi contoh lainnya, tinggal pertanyaannya dibalikkan ke diri sendiri. Kita mau menjadi orang yang seperti apa? Siap dengan segudang kreativitas? Atau menjadi biasa-biasa saja?

    Semoga bermanfaat

  12. Saya termasuk orang yg setuju kalo kreatifitas itu bisa dilatih. Setiap orang pasti punya skill/kelebihan. Tak ada orang yg lemah atau tak berarti, yang ada hanyalah orang yang malas dan tak mau mengembangkan potensi diri. Kreatifitas itu bisa didapat oleh setiap orang yang ingin terus belajar. Ia yang penasaran dengan semua hal yang bisa terjadi di alam ini & berusaha untuk memahami prosesnya. Ia yang gampang termotivasi dan berusaha untuk melakukan hal positif guna menggapai impian.
    Sejatinya orang yg ingin terus belajar adalah orang yang kreatif, karena dia akan mencari-cari solusi dari setiap permasalahan yang ada dan mengevaluasi setiap kejadian yang terjadi. Kegiatan belajar yg terus-menerus lambat laun akan menciptakan pola pikir yang cenderung kreatif. Dan jika pola pikir itu terus diasah maka kreatifitas pasti akan keasah, ia akan mampu menyelesaikan masalah & memberikan solusi pada setiap permasalahan dengan pola pikirnya yg kreatif. Tahap dimana seseorang akan mencapai tingkat kebijaksanaan dimana ia akan menjadi bijak dlm menghadapi segala persoalan kehidupan. Jadi kesimpulannya kreatifitas itu bisa diasah dan bisa berkembang tergantung usaha seseorang dlm mengembangkan potensi dirinya, terimakasih.

  13. Setiap orang itu sejatinya punya bakat kreatif sejak lahir. Perbedaannya hanya terletak pada implementasi dan realitanya saja. Ada orang yang dengan terang-terangan menunjukkan kreativitasnya kepada orang lain, biasanya orang ini adalah tipe orang yang easy going, punya pandangan lain terhadap sesuatu, rasa ingin tahunya juga tinggi. Rasa ingin tahunya itu lalu mendorong dia untuk berinovasi dan akhirnya kreativitasnya muncul secara bertahap. Ada juga orang yang berpotensi tapi tidak ingin melatih dan mengembangkan kerativitasnya. Mereka seringkali ‘kalah’ sebelum mencoba. Biasanya mereka tipe orang yang introvert dan kepercayaan dirinya kurang. Padahal, potensi mereka bisa lebih besar karena mereka punya daya pikir yang hebat. Mungkin, orang yang kesulitan mengembangkan kreativitasnya memerlukan motivasi yang tidak hanya datang dari diri sendiri, tapi juga dari orang lain di sekitar lingkungannya.

  14. Banyak cara untuk melatih kreativitas; banyak baca, banyak nonton, banyak lihat, banyak denger, banyak mengalami dan masih banyak lagi. Apa yang dibaca dilihat didengar ditonton atau dialami diri sendiri tentunya bisa mengundang kreativitas yang dimiliki oleh seseorang. Seperti seorang novelis yang ingin menulis novel, ia akan berimajinasi menuliskan hal yang dialami orang lain ataupun dirinya sendiri. Menuliskannya dalam bentuk rangkaian kata berupa karya nyata yang bisa dibaca oleh semua orang. Hal itu adalah bentuk kreativitas yang dilakukan seseorang dalam menghasilkan sebuah novel. Namun kreativitas tidak dapat dilakukan jika seseorang malas dan tidak ada kemauan. Apa saja bisa dilakukan untuk melatih kreatifitas. Kuncinya adalah rajin dan mau. Karna, pun jika seseorang memiliki bakat, tanpa latihan dan kesungguhan, kreativitas tak akan menghasilkan sesuatu yang bernilai dan berkualitas.

  15. Kreativitas itu bisa dilatih… Intinya niat yang kuat… Karena sejatinya, kita diciptakan dengan beragam kreativitas… Contoh kecilnya saja, menulis… Itu adalah sebuah kreativitas yang mendasar dari diri kita sendiri…

  16. Kreatifitas bisa dilatih dengan cara yang sederhana. Tidak mesti dengan cara yang mengharuskan dengan biaya. Misalkan saja kita bisa melihat disekitar lingkungan kita, ada banyak konflik, ada banyak cerita yang bisa didengar, ada banyak segalanya yang mungkin bisa kita pakai untuk memutar balikkan pikiran, bagaimana caranya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dengan cara yang mudah. Hal semacam itu bisa kita selesaikan dengan mencari beberapa solusi fakta sederhana, kemudian memodifikasinya dengan mengkaitkan permasalahan itu. Sehingga dengan begitu pemikiran-pemikiran kreatif akan muncul tanpa harus disadari. Dan satu hal yang terpenting yaitu memiliki kepekaan terhadap apa yang terjadi, sebab jika satu hal ini tidak diterapkan maka pemikiran tentu tidak mungkin akan jalan dan kreatifitas tentu tidak akan pernah ada.

  17. Benar sekali, kreativitas memang datangnya dari diasah, diasah, dan diasah. Dan disadari atau enggak sebenarnya kita semua sudah punya benih2 menjadi orang kreatif juga lho sejak kecil! Contohnya saja untuk kita yang dulu pernah jadi anak perempuan, mungkin dulu kita seringkali mengimajinasikan daun-daunan sebagai sayuran untuk sang teddy atau kertas yang disobek-sobek sebagai nasi atau tip-ex sebagai ‘dodot’ untuk bayi boneka kecil kita. Begitupun dengan laki-laki, seringkali ku lihat teman laki-laki yang tidak mampu membeli mobil-mobilan membuat mobilnya sendiri dari botol bekas dan tutup botol yang ditangkupkan yang menjadi rodanya. Tapi tentunya setiap orang memiliki kadar ‘asahan’ kreatifitas berbeda-beda sejak kecil, tergantung pengasuhan orangtua, lingkungan, tekanan kondisi kehidupan, dan banyak faktor lainnya yang akhirnya membuat DIRI KITA MENENTUKAN PILIHAN ;menjadi orang yang benar-benar harus kreatif disegala hal, menjadi setengah kreatif, menjadi kreatif hanya dikondisi-kondisi tertentu, atau gak menjadi kreatif sama kecuali ada paksaan tugas. Ya, semua itu bergantung pilihan kita dalam mengambil tindakan. Untuk menjadi kreatif dorongan oranglain yang menuntut kita untuk hanya menjadi orang yang realistis saja, atau fasilitas dari orangtua yang menjadikan kita mudah mendapatkan apapun sehingga gak perlu ‘memutar otak’ untuk kreatif, atau hasutan-hasutan lain agar kita gak usah kreatif itu sebenarnya bisa di ‘lawan’ dengan pengubahan mainset kita sendiri. Bahwa semua orang itu bisa kreatif asalkan ia mau dan bersedia memacu diri untuk mengasah kreatifitas.

  18. Saya setuju bahwa hakikatnya setiap orang bisa menjadi kreatif asal mau berlatih. Seorang peneliti dari Harvard Business School menyatakan bahwa dua per tiga kreativitas itu diperoleh dari pembelajaran, sedangkan sepertiga sisanya ditentukan oleh faktor genetik. Dari segi pembelajaran contohnya adalah membiasakan berfikir out of the box. Yaitu dengan selalu berusaha melihat permasalahan atau peristiwa yang terjadi di sekitar dengan berbagai sudut pandang. Hal inilah yang nantinya akan membantu kita menemukan ide-ide yang cemerlang dan terbiasa untuk berinovasi dalam bidang apapun. Selain itu dengan melatih kepedulian terhadap sekitar juga bisa meningkatkan kreativitas seseorang. Melatih ke-peka-an dengan mengamati dan menuliskan gagasan yang terlintas ke dalam sebuah jurnal misalnya. Ditambah dengan sering menstimulus otak agar semakin kreatif dengan membaca. Ketika kita rutin membaca, ada syaraf- syaraf di dalam otak yang terbentuk, dan itu disebut dengan neuroplasticity. Pilih topik bacaan yang kita sukai, dan jadikan membaca sebuah kebiasaan.

    Terimakasih.

  19. Hadirnya kreativitas seseorang tentu dipengaruhi oleh latihan yang dia lakukan, walaupun tidak menutup kemungkinan kalo ada faktor genetik dari hal tersebut. Tetapi saya tetap setuju bahwa kreativitas seseorang bisa dilatih. Cara mendasar yang mungkin bisa melatih kreativitas kita adalah buatlah seolah-olah dirimu merasak terdesak dalam segala hal. Karena pada dasarnya manusia akan mampu berpikir kreatif dalam keadaan mendesak atau kondisi yang tidak nyaman. Hal kedua yang bisa dilakukan adalah melihat hal-hal sederhana disekitar kita dengan sudut pandang yang berbeda. Berbeda dalam hal ini memiliki makna melihat segala sesuatu melampaui batas apa yang tidak bisa terpikirkan orang lain contohnya menjadikan hanger sebagai setir-setiran supaya bisa memainkan game 3D di laptop. Mungkin 2 cara tersebut bisa melatih supaya kita mampu mempunyai kreativitas yang tinggi.

  20. Hakikatnya kreatifitas itu dapat dilatih asal dengan niat dan rajin belajar hal-hal baru seperti memanfaatkan barang-barang yang di sekitar kita dan selalu mengasah kreatifitas agar hasilnya pun menjadi terbaik apalagi jika seseorang itu memiliki kemapuan sejak kecil maka orang tua pun harus memberikan wadah untuk anak berkreatifis sesuai dengan yang ada di dalam pikirannya.

  21. setiap orang dibekali dengan susunan syaraf otak yang dengan jumlah yang sama saat lahir. Mengenai kreatifitas seseorang, tentu saja setiap orang memilikinya. Hanya saja, perlu adanya pencarian dan pengasahan mengenai akan menjadi kretaifitas di bidang apa. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan dan mengasah kreatifitas adalah penanaman mindset. Mindset yang dimaksud yaitu mindset tentang “Berani Untuk Menjadi Berbeda”. Berbeda yang dimaksud disini adalah dalam hal baik. terkadang setiap orang pasti memiliki suatu pemikiran yang berbeda dari orang lain, tetapi dia takut untuk mengutarakannya karena takut untuk dianggap aneh. padahal tidak selamanya hal yang berbeda adalah hal yang buruk, bahkan kita dapat membuat sesuatu yang berbeda itu yang menjadi ciri khas dari diri kita

  22. setiap orang dibekali dengan susunan syaraf otak yang dengan jumlah yang sama saat lahir. Mengenai kreatifitas seseorang, tentu saja setiap orang memilikinya. Hanya saja, perlu adanya pencarian dan pengasahan mengenai akan menjadi kretaifitas di bidang apa. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan dan mengasah kreatifitas adalah penanaman mindset. Mindset yang dimaksud yaitu mindset tentang “Berani Untuk Menjadi Berbeda”. Berbeda yang dimaksud disini adalah dalam hal baik. terkadang setiap orang pasti memiliki suatu pemikiran yang berbeda dari orang lain, tetapi dia takut untuk mengutarakannya karena takut untuk dianggap aneh. padahal tidak selamanya hal yang berbeda adalah hal yang buruk, bahkan kita dapat membuat sesuatu yang berbeda tersebut yang menjadi ciri khas dari diri kita

  23. Menurut saya kreativitas itu bisa dilatih, karena kreativitas bukan sesuatu hal yang dibawa sejak lahir. Kreativitas dapat dilatih dengan cara terus belajar dan mencoba. Awalnya mungkin kita melihat orang lain yang lebih kreatif dari kita, lalu kita mencoba mengembangkan apa yang kita pelajari tadi.. jadi akan ada sesuatu yang baru, yang kita munculkan dari pembelajaran kita sebelumnya. Menurut saya apabila ingin menjadi seseorang yang kreatif maka harus juga mempunyai semangat untuk terus belajar hal hal yang baru

  24. Opini saya tentang “bagaimana cara melatih kreativitas?”

    Setiap orang adalah manusia unik yang sudah dianugerahi potensi dan kecerdasan oleh Tuhan. Bahkan petsonality tiap orang berbeda2.
    Berdasarkan hal tersebut, hal pertama yang perlu dilakukan untuk melatih kreativitas kita adalah dengan Mengenali potensi dan kecerdasan diri, dari sini kita bisa tau di bidang apa kita mampu berkarya, sehingga bisa dilatih sesuai dengan passion ataupun hobi kita. Percuma kita berlatih sesuatu yang tidak sesuai dengan kemampuan kita, hasilnya bisa kurang maksimal. Ada baiknya kita tidak memaksakan diri jika sudah masalah passion 🙂 “Do what you love, love what you do..”
    Setelah kita tahu passion kita barulah Selangkah demi Selangkah kita melatihnya, berikut adalah opini saya tentang cara melatih kreativitas yang sudah saya lakukan :

    1.Mencoba tantangan dan ikut kompetisi
    Ini adalah salah satu cara ampuh melatih kreativitas, karena dengan adanya tantangan, semangat berkarya dan berinovasi akan keluar. Sehingga tanpa disadari kita telah terbiasa untuk berkarya. Bahkan dengan semakin banyak tantangan akan semakin banyak pengalaman yang bisa kita dapatkan, dari pengalaman itu akan bisa membuka cakrawala berpikir kita dan menstimulasi kreativitas kita

    2. Ikut komunitas atau organisasi di sekolah
    Ini salah satu cara yang mudah, dengan bergabung pada suatu kelompok dan mendapat sederet program kerja di bidangnya maka kita akan terpacu berfikir kreatif untuk sama-sama berkarya dalam tim, menemukan ide baru atau bahkan menciptakan sesuatu hal yang luar biasa.

    3. Membuat daily plan project
    Agar waktu luang tidak sia-sia, cobalah dimanfaatkan untuk membuat suatu misi untuk membuat hal-hal luar biasa. Dimulai dari yg sederhana. Seperti membuat Design animasi, membuat quotes dll. Lalu kita posting di media sosial, kadang apresiasi orang lain terhadap karya kita menjadi tambahan semangat kita untuk terus berlatih dan berkarya. Perlu diingat jika kita sudah berlatih dan menghasilkan suatu kreativitas maka kuncinya kita harus memiliki keberanian dan rasa percaya diri agar karya kita bisa diakui dan dinikmati oleh orang lain. Apapun tanggapanya. Jika sudah terbiasa dengan tanggapan orang lain kita akan mampu menfintrospeksi kekurangan kita dalam berkarya dan menjadi acuan untuk terus berlatih.

  25. Tentu saja bisa. Mungkin aku termasuk orang ter ambigu yang berkhayal. Bagaimana jika seandainya kendaraan menggunakan bhn bakar air yang bekerja seperti plta. Atau membuat sebuah tabung yang dapat menahan asap pembakaran sampah yang nantinya tidak akan terbang sehingga merusak lapisan atmosfer bumi. Saya juga pernah berfikir bagaimana jika seandainya bahan bakar kereta api itu sampah plastik yang tentunya itu akan mengurangi limbah plastik.
    Mungkin itu bisa disebut kreatif. Entahlah. Yang jelas saya bisa berkhayal begitu tinggi karena membaca bnyk sekali buku yang dapat membuka mata saya, yang merubah pola pikir saya. tidak hnya itu kreativitas bisa dimulai dengan menghargai apa yang kita punya, yang kita miliki saat ini, tidak membandingkan diri kita dengan orang lain. atau singkatnya kita menerima diri kita dan bangga akan dirisendiri…

  26. “Sebuah Rasa Untuk Menjadi Kreatif”

    Kebanyakan orang selalu bertanya, gimana sih bisa berpikir dan bertindak kreatif? Atau Caranya gimana ya meningkatkan kreatifitas?
    Problem klasik seperti ini memang akan selalu kita temui, saya yakin hampir semua orang pasti ngerasain dirinya masih segitu – segitu aja atau dalam kata lain masih belum berkembang. Nah, menurut hemat saya untuk menjadi kreatif itu yang pertama adalah Kita harus yakin bahwa kita memiliki potensi yang luar biasa, jangan selalu menghukum diri dengan rasa ketidakmampuan. Maksudnya mulailah tumbuhkan perasaan bahwa diri anda memiliki segudang cara dalam menyelesaikan setiap masalah. Misalkan saja anda ingin memulai menulis namun anda tidak tau mau memulai menulis dengan seperti apa? Judul apa? Ceritanya bagaimana? Maka yang harus anda lakukan adalah menemukan rasa bahwa diri anda harus mengeluarkan kreativitas tersebut. Saya ambil tips dari tere liye, kurang lebih seperti ini “mulailah menulis terkait topik apa saja, namun berusahalah menemukan sudut pandang yang spesial”. Jadi, ketika anda ingin menulis berpikirlah bahwa topik yang sederhana akan terlihat istimewa dengan membuat cerita yang tidak mudah ditebak.

    Kemudian, proses mengaktifkan rasa bahwa sebenarnya anda itu kreatif yaitu dengan selalu latihan. Dengan adanya latihan anda akan selalu terproses menemukan ide-ide yang menakjubkan. Dalam proses itu pengalaman anda akan dibentuk, yang pada akhirnya akan mudah dalam memecahkan setiap masalah sebab telah terbiasa. Namun, Untuk membantu proses latihan ini anda lagi-lagi harus mengaktifkan rasa, yaitu rasa ingin tahu dengan selalu mencari informasi, baik dengan membaca buku, medsos, koran dan informasi lainnya.
    Pada akhirnya kreatifitas itu akan berhasil ketika anda mulai melakukannya.

  27. Setuju Min. Kalau saya ada hal yg paling penting dalam berkarya, yaitu disiplin.

    Dalam 1 hari minimap kita ada proses berkarya, Entah hanya 5 menit atau bisa beberapa jam. Ketika berkarya menjadi sebuah kebiasaan, kita jd tidak bisa tidak berkarya. Dan semakin banyak kita berkarya, kita akan semakin kreatif dan berkembang.

    Hingga pada akhirnya, karya kreatif kita bisa berguna bagi banyak orang.

  28. Semua itu tentang “Habits”. yaa semua berawal dari biasa menuju kata bisa. kebiasaan yang kita lakukan akan menjadi penentu bagaimana kehidupan kita. ini bukan perkara takdir. kita sedang bicara tentang menjadikan kualitas hidup menjadi pribadi yang lebih baik.
    jika sekarang anda masih bertitel “pemalas” maka ayo mulai dari sekarang ubah kebiasaan dalam hidup anda.
    mau jadi penulis yang handal? maka segera buat kebiasaan menulis anda. latih terus hingga dari amatir menjadi profesional.
    mau jadi saintis yang hebat? maka mulai kebiasaan yang mendukung dengan itu dari sekarang.
    begitu juga dengan kreatifitas. mau kreatif? jika sekarang belum, maka ayo sekarang juga tanpa menunda lagi biasakan diri anda dengan melatih diri untuk menjadi kreatif.
    seorang pilot tidak munkin lahir langsung punya kemampuan menjadi pilot kan…
    KUNCINYA. BIASAKAN.

  29. Banyak orang yang menganggap bahwa dirinya tidaklah kreatif dan tidak tau potensi dirinya, anggapan seperti ini sangat keliru. Karena pada dasarnya, Kreatifitas itu lahir dari akal manusia. Dan setiap manusia pasti diberi akal oleh Tuhan. Tinggal bagaimana cara kita mengasah pikiran agar bisa menjadi kreatif. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan bergabung dengan organisasi atau komunitas yang punya visi dalam membantu perbaikan masyarakat atau lingkungan sekitar. Di organisasi/komunitas ini kita akan dituntut untuk memungsikan akal kita demi mewujudkan visi yang diimpikan. Tak hanya itu, saat kita berproses untuk mewujudkan visi tersebut pastinya akan timbul banyak hambatan dan tekanan. Di komunitas ini para anggota akan saling menyumbang ide-idenya dan tugas kita selanjutnya adalah pandai-pandai (kreatif) memadukan ide tersebut hingga mendapatkan solusi.

  30. Menurut saya kreativitas itu bisa dilatih. Memang kreativitas ini tidak jauh dari bakat alami yang dibawa sejak lahir, namun bisa dilatih, dikembangkan dengan berbagai cara. Beberapa cara untuk melatih kreativitas di antaranya dengan coba-coba /trial error. Diyakini atau tidak, lewat coba-coba akan memberikan pengalaman tersendiri dan tak terlupakan. Selain itu bisa juga dengan hobi mengamati. Kenapa dikatakan hobi? Karena apapun yang dilakukan berdasar hobi akan melekat dengan sendirinya. Nah, lewat hobi mengamati bisa melatih kreativitas yang diwujudkan dengan tindakan. Selain itu kreativitas bisa kita latih dengan ikhlas meminta pendapat orang di sekitar kita tentang wujud kreativitas kita. Banyak pendapat akan membuat kita lebih berhati-hati, serius dan memahami bahwa apapun bentuk kreativitas kita akan lebih berguna jika bisa dimanfaatkan orang lain.

  31. Kreativitas itu sebuah proses. Ada yang menyebutnya bakat. Tapi bukankah bakat tanpa diasah bukan apa-apa. Bakat itu ada dengan dicari. Dan pencarian itu proses. Kreativitas bisa kita cari dengan berlatih. Memang ada orang yang dari lahir sudah punya kata kreativitas itu. Tapi bukan berarti tidak bisa dicari. Semua butuh proses. Dan proses masing-masing orang itu beda. Jadi, jangan menghakimi seseorang dari satu sudut pandang. Proses itu memang sulit. Kita butuh tekad yang benar-benar kuat untuk melewatinya. Banyak tahap yang harus dilalui dan itu tidak mudah. Ada tiga hal yang harus dipegang : tekad, yakin, dan fokus. Ketika kita yakin dalam bertekad dan fokus akan tekad itu, saya percaya kita akan berhasil.

  32. Sejatinya samu orang memiliki bakat tapi tidak semuanya kreatif.
    Apakah kreativitas bisa dilatih? Bisa dong. Semua akan bisa asal kita menghargai yang namanya proses.
    Cara dari aku yakni :
    1. Perbaiki niat.
    2. Lihat, peka dan bertindaklah.
    3. Perbanyak wawasan.
    4. Pendapat orang di sekitarmu hanya bersifat menambah atau mengurangi semangatmu. Kamulah mengkonsistenkannya.
    5. Kamu boleh istirahat, tapi jangan menyerah.
    6. Berbagilah.
    7. Jangan cepat merasa puas tapi kamu wajib bersyukur.

    GOOD LUCK !!!

    • Menurutku, kreativitas bisa dilatih kok. Karena skill dan kemampuan seseorang itu terbangun dari faktor kebiasaan. Ada orang yg punya kompetensi di bidang tertentu tapi gk dikembangkan dan dipelajarin dgn baik, sehingga kreativitasnya kurang di bidang itu. Tpi ada juga orang yg sama sekali gk punya skill ttg sesuatu, tpi karena dibiasakan dan dipelajarin akhirnya dia mampu berkreasi dgn mumpuni. Misalnya aja nih, seseorang yg suka masak sama sekali, masak air juga gk tau, tpi setelah nikah mau gak mau harus masak, ya akhirnya karena lagi lagi faktor kebiasaan dan lingkungan, ditekunin akhirnya dia jadi pintar masak. Ibu- ibu pintar masak, dan dapat membangun kreativitas masaknya setelah punya dapur sendiri. Jadi, semua orang juga bisa kok dilatih kreativitasnya, asal faktor kebiasaan, dan ketekunan selalu diikutkan ketika benar- benar ingin melatih sebuah skill dari dalam diri. Intinya mau belajar dan membiasakan diri..

  33. Kita mestinya sadar bahwa segala kompetensi di dunia ini hanya bisa hidup bersama keharmonisan segala unsur-unsur pembentuknya. Begitu pula dengan kreativitas. Hasil daya pikir yang diwujudkan dalam sebuah karya, memerlukan sebuah transmisi yang baik untuk dapat menghasilkan mahakarya-mahakarya yang abadi hingga akhir masa. Demi mendapatkan transmisi yang proporsional, diperlukan keseimbangan antara dua unsur terkait, yaitu pola pikir (unsur teoritis) dan pola garap (unsur praktis). Dan cara terbaik untuk menyempurnakan kedua unsur tersebut adalah berlatih dengan irama dan dinamika—yaitu bagaimana cara kita untuk terus mengulangi semua pola teori dan pola praktik yang sudah biasa, supaya kemudian mudah bergerak menemukan pola dan teknik baru yang luar biasa. Ketika anda berlatih dengan irama, ulangi saja semua pola yang sudah ada, praktikkan, endapkan, lantas ketika hasilnya telah kelihatan, coba kritiklah hasil karya anda dari perspektif seorang penikmat, bukan pembuat. Ulangi lagi semuanya hingga kemampuan berpikir anda tertawan pada batasan yang menyatakan bahwa karya anda telah sempurna. Dari sinilah anda baru bisa memulai proses berdinamika. Jika ditilik dari kacamata para fisikawan, dinamika dapat dimaknai sebagai submateri ilmu mekanika yang meninjau tentang klausal-klausal pergerakan benda, tapi dalam hal ini kita pinjam saja istilah dinamika untuk menyatakan usaha-usaha manusia yang bertujuan untuk mencari tahu klausal-klausal pergerakan kemampuan dirinya. Pada titik inilah—siapa pun itu, mereka yang ingin maju—harus mencari cara menemukan kunci ajaib yang dapat membebaskan pikirannya yang tertawan pada batas “karyaku sudah sempurna”. Ada dua input (alias kunci ajaib) yang dapat disebutkan menurut klasifikasi versi saya. Yang pertama adalah input dari dalam diri kita sendiri. Sadar atau tidak, pikiran kita pasti akan bekerja lebih keras bersama datangnya sebuah permasalahan. Ketika karya yang anda buat telah anda anggap sempurna, undanglah masalah dengan memanipulasi dan memodifikasi kondisi-kondisi tertentu pada karya anda. Semisal ketika anda menulis sebuah naskah, setelah menyelesaikannya, coba baca ulang, lalu tambahkan beberapa unsur baru yang mungkin untuk ditambahkan, anda pasti akan berpikir hubungan kausal apa saja yang terjadi akibat manipulasi tersebut dan bagaimana caranya agar seluruh naskah bisa cocok dan tetap padu dengan masuknya tambahan unsur tersebut. Coba saja, anda pasti akan berpikir keras untuk merombak hasil kerja sebelumnya yang telah dianggap ‘sempurna’.
    Ada dalam ada luar, jika input pertama berasal dari dalam, maka input kedua berasal dari luar diri manusia. Ketika sebelumnya pikiran anda dilatih untuk meladeni masalah yang diciptakan sendiri, maka pada input kedua anda harus berani meladeni persoalan-persoalan yang berasal dari umpan balik teman-teman diskusi anda. Cobalah tampilkan hasil kerja anda kepada siapa pun. Mintalah pendapat dari berbagai sudut pandang. Bicarakan tentang karya anda, pemikiran anda, dan cara yang anda terapkan untuk mewujudkan ide dan konsep menjadi sebuah karya nyata. Kelak setiap orang bersama sudut pandangnya masing-masing, akan membuka cakrawala pemikiran anda menuju pola pikir yang lebih luas, lantas membebaskan pemikiran anda yang tertawan pada batas “karyaku sudah sempurna”. Dalam proses ini, anda harus berani menggerakkan pemikiran untuk memindai segala masukan, yang tentunya membawa serta ilmu, pengalaman, dan pembaruan bagi diri anda sendiri. Setiap masukan yang telah anda pindai dari berbagai sudut pandang, tentunya dapat dicetak ulang demi menghasilkan karya-karya baru dengan ide-ide yang lebih sempurna serta mengakomodasi berbagai sudut pandang. Terus ulangi lagi. Mulailah dengan sesuatu yang sederhana, sempurnakan dengan masalah-masalah yang didatangkan untuk memperluas kemampuan anda.

    Pada akhirnya, kita bisa simpulkan opini ini dalam satu kalimat singkat: TANTANGLAH MASALAH. Karena nyatanya, masalah adalah cara Tuhan yang Maha Esa untuk mengevaluasi diri manusia, lantas membantunya berevolusi untuk menyempurnakan diri. Kenapa tidak kita tiru saja cara-Nya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

berpikir kreatif

Kenapa Kita Perlu Berpikir Kreatif? Ini Dia 5 Alasannya

waktu , cepat berlalu

Mengapa Waktu Cepat Berlalu dan Apa yang Bisa Kita Lakukan?