in ,

Apakah Kreativitas Itu Bisa Dilatih? Lalu Bagaimana Caranya?

Ilustrasi untuk melatih kreativitas (Sumber gambar: blog.toggl.com)

Seperti apakah kreativitas itu? Apakah kreativitas itu identik dengan rasa penasaran yang tinggi dan pikiran yang selalu ‘sibuk’? Orang-orang kreatif, bisa dibilang selalu muncul tanda tanya di kepalanya. ‘What if…?’ atau ‘why not…?’ sepertinya menjadi pertanyaan yang sering berputar di kepala mereka.

Sesekali orang kreatif terlihat seperti mengandalkan mood. Bisa jadi karena pikiran mereka yang memang ‘tidak akur’ dengan batasan-batasan. Dalam ranah yang lebih besar, misalnya kreativitas yang bisa menghasilkan produk inovatif, itu juga dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena harus melewati proses trial-error berulang-ulang. Jadi apakah kreativitas itu bawaan lahir atau dilatih?

Sebelum membahas cara menjadi lebih kreatif, kita pahami lagi tentang proses berpikir kreatif. Di sekeliling kita, barangkali tidak sedikit  yang menganggap bahwa kreativitas itu bakat alami seseorang yang sudah ada sejak lahir. Benarkah seperti itu? Geoff Colvin dalam bukunya ‘Talent Is Overrated, What Really Separates World-Class Performers from Everybody Else’ meneliti bahwa banyak orang paling unggul dan kreatif di bidangnya bukan karena bakat alami yang mereka miliki, melainkan karena latihan yang mereka lakukan secara sadar dan terus menerus mengembangkan diri.

Baca juga:

Para expert di dunia kreativitas pun sudah memberi informasi tentang cara-cara untuk menjadi lebih kreatif. Banyak juga riset yang menunjukkan bahwa sikap kreatif adalah suatu hal yang dibentuk oleh banyak faktor. Jadi apakah kreativitas bisa dilatih? Lalu bagaimana caranya?

1.Sering Mengamati dan Bertanya

mempertanyakan, kreativitas
Memperhatikan dan mempertanyakan (Sumber gambar: Pixabay)

Apa yang terlintas di benakmu ketika melihat benda-benda di sekitarmu sekarang? Sebut saja dompet, kertas HVS, sisir, sendok plastik, antena, pensil, radio, botol air, keranjang belanja, atau benda apapun. Lihat secara random! Sepintas kamu pasti familiar dengan fungsi dari setiap benda itu. Karena sudah biasa memakainya tanpa mikir dulu, sudah menempel di pikiran bawah sadar.

Tapi, kenyataannya orang-orang tertentu memiliki cara berpikir yang unik. Mereka suka mengamati dan bertanya. Bagaimana smartphone bisa berfungsi dengan baik? Membayangkan bagaimana kalau sisir dipakai bukan untuk rambut, mengkhayal tentang bagaimana membuat kreasi unik dari kertas, botol, gelas, dan sebagainya. Pikirannya bertebaran pertanyaan ‘bagaimana kalau…?’

Orang-orang yang seperti itulah yang kemudian bisa berinovasi menciptakan produk-produk yang luar biasa. Jadi, untuk melatih kreativitas, ada baiknya untuk mulai jeli mengamati dan mempertanyakan hal-hal di sekitar.

Bagaimana untuk membuat produk ini menjadi lebih baik? Bagaimana benda ini dapat bergerak dengan lebih cepat? Bagaimana kalau benda A dengan B digabungkan? Bagaimana kalau kemasan produk ini diganti menjadi yang lain? Bagaimana cara untuk menjual produk ini dengan lebih cepat? dan masih banyak lagi pertanyaan yang bisa diajukan. Pada intinya orang-orang kreatif selalu memberi perhatian ke hal-hal kecil. Bahkan untuk sesuatu yang terkesan tidak bernilai guna untuk saat ini, mereka berpikir kalau hal itu akan bermanfaat di lain waktu.

2.’Memodifikasi’ Rutinitas

rutinitas , kreativitas
Ilustrasi untuk melatih kreativitas (Sumber gambar: blog.toggl.com)

Hal yang sama dan diulang-ulang setiap hari, apa rasanya? Tentu akan memberikan kesan berbeda untuk masing-masing orang. Entah itu terlalu nyaman, atau bahkan kebosanan. Rutinitas sering jadi tantangan tersendiri untuk urusan kreativitas.

Untuk menyikapinya, coba ‘modifikasi’ rutinitasmu dengan cara memberi variasi pada gaya berpakaianmu, buku yang kamu baca, lagu yang kamu dengar, tempat di mana kamu nongkrong, juga variasi dalam menu makanan yang di luar kebiasaan. Coba saja, siapa tahu variasi pada hal-hal kecil itu bisa memberi pengalaman yang berbeda. Bahkan ketika kamu terbiasa memodifikasi rutinitasmu, saat ada masalah, akan lebih mungkin untuk menemukan solusi yang anti mainstream karena sudah biasa melihat lebih banyak pilihan di depan mata.

3.Banyak Membaca, Melatih Kreativitas

membaca , kreativitas
Perbanyak membaca (Sumber gambar: Pixabay)

Membaca apa yang melatih kreativitas kita? Yang jelas ini tidak terbatas hanya pada bacaan yang terkesan ‘berat’. Membaca cerita fiksi yang santai pun bisa membantu kita untuk memahami rangkaian peristiwa, memahami pembentukan karakter yang unik, bahkan bisa mengasah empati.

Paling tidak, kita bisa membayangkan bagaimana seandainya kita berada di posisi tokoh yang diceritakan penulisnya. Bukankah menyelami kehidupan karakter yang kita baca bisa mengasah kemampuan kita untuk memahami perasaan orang lain?

Kenapa kita perlu membaca? Ya, memang manfaat dari bacaan itu kadang tidak terasa secara langsung. Kita bisa lebih kaya perspektif dan punya argumen untuk berbagai persoalan. Tapi satu lagi, membaca juga bukan asal baca ya. Memang tidak dimungkiri kalau membaca membuat kita lebih bertambah wawasan, asalkan menghayati. Sebab membaca tanpa menghayati dan merefleksikan apa yang dibaca, bukankah seperti makan yang tidak dicerna?

4.Carilah Situasi Konflik

Konflik yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari memang tidak menyenangkan. Sebagian besar lalu menganggap bahwa konflik adalah sesuatu yang mesti dihindari. Tapi ternyata situasi konflik justru bisa memberi keuntungan tersendiri bagi yang mengalami. Bagaimana konflik bisa menguntungkan?

Saat seseorang berada dalam keadaan nyaman, ia tidak terlalu berpikir bagaimana cara memperbaiki keadaannya itu. Lain halnya dengan saat terjadi pertentangan atau gejolak batin, misal saat munemui perbedaan antara ekspektasi dan realitas, reaksi yang muncul sesaat adalah mencari cara baru untuk bertindak.

Bahkan, konflik sepele akibat perbedaan pendapat dengan sahabat pun bisa membuat kita berpikir untuk menentukan sikap yang berbeda dari biasanya. Menempatkan diri berada di dalam tekanan, dalam situasi tertentu, ternyata juga bisa mengasah kreativitas. Sebut saja misal untuk bisa survive di bidang yang sedang kita tekuni. Tentunya konflik yang bisa meningkatkan kreativitas tidak sembarang konflik. Konflik yang memicu bahaya dan kerusakan bagi kepentingan umum, tentunya bukan hal yang bijak untuk dilakukan.

5.Piknik!

Dalam bentuk apapun, perjalanan akan memberi keuntungan yang lebih dari sekadar kebahagiaan. Melihat hal-hal random di sekitar jalanan, orang-orang yang ditemui di stasiun, atau apapun, banyak sekali ide-ide berserakan yang bisa kamu pakai sewaktu-waktu.

Jangan lupa untuk memberi tantangan pada diri dengan mencatat sebanyak mungkin hal-hal menarik dari perjalanan. Hal menarik itu apa saja? Bisa berupa tulisan, gambar, video, obrolan dengan orang baru, dan masih banyak lagi. Lebih dari sekadar file dokumentasi, sesuatu yang kamu pungut dari perjalanan itu bisa menjadikanmu lebih kaya dengan inspirasi. Intinya jangan hanya mengandalkan pikiran, karena kemungkinan besar bisa cepat lupa dengan ide-ide yang terlintas.

Pada akhirnya piknik bukan hanya pergi rekreasi ke sebuah tempat untuk melihat sesuatu di luar rutinitas, tapi lebih ke melihat hal-hal dari sudut pandang berbeda. Lebih dari itu, bepergian ke tempat baru itu bisa menjadi momen untuk ‘menemukan diri sendiri’.

Dari 5 hal di atas, mana yang biasa kamu lakukan?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

berpikir kreatif

Kenapa Kita Perlu Berpikir Kreatif? Ini Dia 5 Alasannya

waktu , cepat berlalu

Mengapa Waktu Cepat Berlalu dan Apa yang Bisa Kita Lakukan?