in

Antara Konsep Diri, Kecerdasan Emosional, dan Kesuksesan

Apa tuh konsep diri? Penting nggak sih konsep diri? Begini penjelasannya

Konsep diri terbentuk dari keluarga

Apa itu konsep diri? Penting nggak sih konsep diri? Jadi begini, Menurut Hurlock, konsep diri (self concept) adalah gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya, seperti karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi, dan prestasi. Menurut Prof. Deddy Mulyana, konsep diri merupakan sebuah cara pandang mengenai siapa diri kita. Cara pandang tersebut dapat kita peroleh dari informasi yang diberikan oleh orang lain kepada kita.

Konsep diri telah terbentuk semenjak seseorang dilahirkan. Semenjak kita kecil kita sudah diajarkan untuk mempercayai diri sendiri, mengenal diri sendiri dan juga orang lain. Konsep diri biasanya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seseorang tumbuh dan berkembang, atau kita bisa menyebutnya significant others. Significant other yang paling mempengaruhi seorang individu ialah keluarga.

konsep diri , keluarga
Awalnya, konsep diri terbentuk dari keluarga

Meskipun begitu, tidak hanya kelurga saja yang bisa mempengaruhi seseorang dalam membentuk sebuah konsep pada dirinya, akan tetapi juga meliputi semua orang di luar dari keluarga yang mempengaruhi perasaan, pikiran, dan perilakui seorang individu. Beberapa faktor yang mempengaruhi konsep diri, di antaranya:

1.Pola Asuh Orang Tua

Pola asuh orang tua memiliki peran yang cukup signifikan dalam pembentukan konsep diri pada anak. Sikap positif yang diberikan oleh orang tua juga akan diikuti oleh pembentukan konsep diri yang positif serta menghargai diri sendiri oleh anak, begitu pula sebaliknya. Anak akan mempertanyakan sifat negatif yang dilakukan oleh orang tuanya dan menimbulkan anggapan bahwa dirinya tidak cukup berharga untuk disayangi, dikasihi, dan dihargai, dan semua itu disebabkan oleh kekurangannya sehingga orang tuanya tidak menyayanginya.

2.Kegagalan

Kegagalan sering kali menimbulkan pertanyaan pada diri sendiri dan berakhir pada kesimpulan bahwa kegagalan tersebut terjadi akibat kekurangan dan kelemahan yang dimiliki dan ada pada dirinya. Kegagalan tersebut tidak jarang membuat seseorang menjadi merasa tidak berguna.

3.Depresi

Orang yang depresi akan cenderung memiliki pikiran yang negatif dalam menganggapi atau merespon segala sesuatu yang ada di lingkungan maupun merespon sesuatu yang datang kepada dirinya. Segala sesuatu yang sifatnya netral akan dipersepsi secara negatif. Orang yang depresi akan sulit untuk melihat apakah dirinya bisa survive untuk menjalani kehidupan yang selanjutnya. Orang yang sedang depresi akan menjadi sangat sensitif dan sangat mudah tersinggung.

( Baca juga: Mengenal Para Ambivert, Kepribadian yang Lincah Berganti Wajah )

kegagalan , konsep diri
Konsep diri terbagi menjadi dua: positif dan negatif

4.Kritik Internal

Kritik internal atau kiritik terhadap diri sendiri dibutuhkan untuk menyadarkan seseorang akan perbuatan yang telah dilakukannya. Kritik kepada diri sendiri dapat dijadikan sebagai rambu bagaimana cara bertindak dan juga cara berperilaku agar individu dapat diterima oleh masyarakat dan agar dirinya dapat beradaptasi dengan baik.

Konsep diri umumnya terbagi menjadi dua, yakni positif dan negatif. Orang yang memiliki konsep diri positif biasanya akan memiliki keyakinana untuk menghadapi sebuah masalah, tidak merasa lebih rendah daripada orang lain, dapat menerima pujian dengan bijaksana, dapat menempatkan dirinya sesuai dengan lingkungan di mana ia berada. Kemudian ia juga mampu mengungkapkan kesalahannya karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian yang tidak disenangi dan berusaha untuk mengubahnya.

Sebaliknya, konsep diri negatif biasanya peka atau memiliki rasa sensitif terhadap sebuah kritikan, tidak bisa menerima kritik, dan juga ia lebih cenderung mudah marah. Orang yang memiliki konsep diri negatif juga sangat responsif terhadap sebuah pujian sehingga akan selalu berusaha untuk menjadi pusat perhatian. Ia juga selalu terlampau kritis, selalu mengeluh, dan lebih mudah untuk mencemooh orang lain. Mereka biasanya merasa tidak disukai dan diinginkan oleh orang lain serta sering merasa pesimis terhadap suatu hal.

( Baca juga: Saat Hidupmu Terasa Rumit, Kamu Perlu Lakukan Ini )

Konsep diri mempengaruhi kecerdasan emosional seseorang. Seseorang yang memiliki konsep diri positif, akan memiliki kecerdasan emosional yang baik, begitu pula sebaliknya. Menurut Daniel Goleman, kecerdasan emosional sendiri merupakan kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi, menjaga keseimbangan antara emosi dan pengungkapannya melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.

Lebih lanjut, Goleman mengatakan, kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam meghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosional tersebut seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang tepat, memilah kepuasan dan mengatur suasana hati.

Konsep EQ atau ‘Emotional Intelligence’ yang sering juga disebut sebagai kecerdasan emosi ialah konsep kecerdasan yang lebih luas dan berkaitan dengan kecerdasan emosi dan perasaan serta bagaimana perasaan kemudian berinteraksi dengan kecerdasan mental. Goleman (1995) menyatakan, 80% kesuksesan individu bergantung kepada EQ atau kecerdasan emosinya. Hal ini berbanding dengan kurang lebih hanya 20% saja IQ berperan dalam kesuksesan seseorang. Pernyataan tersebut membuktikan bahwa konsep dalam diri sangat dibutuhkan dalam kesuksesan hidup seseorang. Kenapa? Karena dengan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi, kamu akan memiliki kemampuan dalam hal:

  1. Self Awareness, dapat mengenali emosi, hingga kelemahan dan kelebihan serta mengetahui batasan diri. Seseorang yang mengenali diri sendiri akan lebih mudah untuk menerima kritikan dan saran dari orang lain.
  2. Self Regulation, dapat mengontrol emosi serta tindakannya dengan baik sehingga mengetahui waktu yang tepat harus mengeluarkan emosinya.
  3. Motivasi, seseorang dengan kecerdasan emosional tinggi dapat memberikan motivasi terhadap diri sendiri (self-motivated).
  4. Empati, dapat menjalin koneksi dengan orang lain dalam segi emosional, sehingga dapat lebih tulus dan peduli kepada teman maupun orang lain.
  5. Social Skill, dengan social-skill yang baik maka seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan mudah menjalin relasi dengan banyak pihak.

Nah, dengan menguasai lima kemampuan tersebut, tentu saja kamu akan sangat diuntungkan dalam berbagai bidang. Baik dalam bidang pekerjaan, pendidikan, dan berbagai bidang lain. Jadi bagaimana? Sudah tau kenapa konsep diri itu penting? Kalau sudah, yuk kita bangun dan perbaiki diri kita dengan baik. Supaya kita memiliki kecerdasan emosional yang baik dan dapat meraih kesuksesan dan impian kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

sukses , entrepreneur

Tips Sukses Menjadi Seorang Entrepreneur

Tina Latief atlit lari Indonesia

Mengulik Kisah Cinta Tina Latief pada Olahraga Lari