in

Agar Lebih PD Menerbitkan Tulisan Sendiri, Lakukan Ini Terlebih Dulu!

Buat kamu yang ingin melatih rasa percaya diri pada tulisan sendiri?

Menjadi PD saat menerbitkan tulisan sendiri.

Sahabat Ublik yang punya passion di bidang tulis-menulis, bagaimana rasanya saat melihat tulisan sendiri terbit di sebuah media dan dibaca banyak orang? Mungkin ada yang merasa senang dan bangga, tapi juga ada yang masih kurang percaya diri.

Bukan hanya saat pertama kali menerbitkan tulisan sendiri, rasa kurang percaya diri juga kadang menyerang orang-orang yang sebenarnya telah lama berkecimpung di bidang ini. Ketika seseorang memberi kritikan tajam atas ide yang kita kemukaan, hal tersebut dapat menjadi salah satu sumber rasa kurang percaya diri jika tidak disikapi dengan bijak! Lalu, apa yang mesti kita lakukan, khususnya terkait dengan tulisan sendiri?

Menjaga Konsistensi Selama Proses Menyusun Naskah

Saat awal proses menulis draft pertama, setiap penulis akan menentukan tema/judul, membuat kerangka atau outline tulisan, mengolah ide, riset tulisan, dan menentukan target pembaca. Pada setiap poin-poin tersebut, diperlukan adanya tenggat waktu (deadline) agar semakin disiplin dan terarah. Apa lagi setelah itu?

Kita pun akan melihat pada hal-hal yang bersifat non-teknis, seperti menjaga konsistensi selama proses menyusun naskah. Sebagaimana dalam urusan hidup yang lain, mempertahankan konsistensi memang bisa menjadi tantangan tersendiri.

Untuk menulis satu artikel atau cerpen sepanjang 1000 kata (sekitar 5 halaman A4) mungkin kita bisa saja mengerjakannya dalam beberapa jam saja. Tapi bagaimana kalau kita benar-benar ingin menantang diri supaya bisa menulis naskah buku sepanjang 100 halaman? Tentu butuh fokus dan konsentrasi yang lebih tinggi.

Jika memungkinkan, akan sangat menyenangkan sekali bisa menghabiskan 1-2 bulan di sebuah resor pantai yang indah, atau di suatu daerah yang tenang, agar lebih fokus menulis tanpa gangguan aktivitas sehari-hari. (Mimpi memang gratis, dan yah kita tahu bahwa segalanya adalah mungkin. Tapi ah sudahlah, kita melihat kenyataan saja… :D)

Memang ada segelintir orang ‘beruntung’ yang dapat mengambil cuti dari pekerjaan mereka tanpa perlu memikirkan masalah finansial lagi di kemudian hari, tidak ada kewajiban besar di keluarga, atau yang memiliki banyak waktu untuk mengerjakan masterpiece mereka.

Kalau saja kita tahu, tak sedikit buku best seller ditulis oleh ‘orang-orang biasa’, yang tetap memiliki prioritas akan hal-hal lain, seperti pekerjaan, pendidikan, keluarga, dll. Bahkan sangat umum bahwa penulis yang sudah berkeluarga, menyempatkan mengetik beberapa kalimat selama sepuluh menit sambil menunggu anak pulang sekolah.

Pekerja kantoran pun sempat menulis di buku catatan atau di laptop selama lima belas menit saat makan siang atau ketika rekan kerja mereka sedang istirahat. Para profesional (juga termasuk para siswa atau anak kuliahan yang menekuni hobi ini) mungkin sibuk menyetel jam alarm setengah jam lebih awal setiap pagi sehingga mereka bisa mendapatkan progres beberapa halaman tiap hari.

Pertanyaannya adalah, ‘apakah kita benar-benar ingin mencapai sesuatu atau apakah hanya menyukai sekadarnya, seperti senang ketika mencentang sesuatu dalam daftar to-do-list?’ Untuk bisa konsisten menulis sampai selesai, jujurlah pada diri sendiri: “seberapa besar kita menginginkannya?”

Baca Juga:

6 Tips Menulis yang Jarang Disampaikan Orang, Sudah Pernah Coba?

Apakah Kreativitas Itu Bisa Dilatih? Lalu Bagaimana Caranya?

Pengen Jago Menulis? Begini Cara Belajar Menulis Melalui Catatan Harian

writer block, menerbitkan tulisan sendiri
Writer Block adalah hambatan yang sering dialami oleh penulis

Pernahkah Kalian menghabiskan banyak waktu menatap layar monitor dan berharap menemukan inspirasi untuk mulai menulis, tapi ternyata tak kunjung mendapatkannya? Bahkan setelah menghabiskan berjam-jam membaca referensi yang berbobot, tapi tetap mengalami gangguan ketika harus menulis. Inilah yang kita kenal sebagai writer’s block! Apa yang harus dilakukan ketika mengalami hal ini?

Atur Waktu Terbaik untuk Dirimu

Setiap orang punya ritme yang berbeda. Ada yang lebih konsentrasi dan produktif di waktu pagi dan ada yang tengah malam. Pahami diri sendiri baik-baik! Ide-ide yang tepat mengalir pada waktu yang tepat, dan tugas kita hanya bersiap saat ‘mereka’ datang. Tapi, kadang-kadang ketika setiap hari menggeluti hal yang sama, mungkin saja kita mengalami momen di mana kreativitas dan ide-ide seolah terhambat. Itulah saat ketika kita harus beristirahat, lalu kembali lagi di waktu lain. Tinggalkan apa pun yang sedang ditulis dan lakukan hal-hal seru lain selama beberapa waktu, dan kemudian kembalilah menulis!

“Mulai dari mana?”

Kalimat tersebut sering kali muncul saat kita akan melakukan sesuatu, termasuk menulis. Ada sebuah saran yang begitu populer bahwa “tulisan kita harus memukau sejak baris pertama!” Jadi, pembukaannya harus menarik, tapi nanti dulu!

Perfeksionis boleh saja, tapi jangan biarkan keinginan menjadi sempurna itu justru menjadi musuh. Apalagi kalau sampai takut gagal menampilkan yang terbaik, justru tidak melakukan apa-apa. Lebih realistis untuk meluangkan 15-20 menit atau lebih sehari untuk menulis apa pun yang keluar dari kepala. Abaikan tanda baca. Tulis saja dengan bebas. Biarkan sepenuhnya mengalir.

Kamu mungkin ingin mengganti kata-kata beberapa kali, tapi tahan dulu! Proses ini melatih otakmu untuk mengeluarkan kata-kata di dalam kepala dan ‘memberi mereka tempat tinggal’ di layar komputermu. Saat mengalami writer’s block, lakukan ini selama seminggu. Setelah menghasilkan beberapa halaman, kemudian kembali ke proyek penulisanmu.

Jika Benar Benar Lelah, Tidur Dulu

mengatur waktu, menerbitkan tulisan sendiri
Perlunya mengatur waktu antara bekerja, makan, dan istirahat.

Bahkan, otak kita bekerja saat tidur. Jangan heran ketika sebelumnya menulis sebuah cerita, bahkan ketika sedang tidur sampai terbawa mimpi dan melanjutkan cerita di mimpi (saya pernah mengalaminya!). Ternyata memang pikiran bawah sadar kita selalu ‘memecahkan masalah’. Dari sana kita akan melihat macam-macam hal; pemandangan dari sudut pandang baru, suasana kota impian yang asing, atau karakter fiktif. Kita akan mengatakan atau melakukan hal-hal yang membawa cerita ke arah baru yang menarik. Semuanya mungkin terjadi di saat tertidur. Setelah mendapatkan ide cerita ketika tertidur, pagi berikutnya bangun dengan ‘solusi’ untuk dimasukkan ke tulisan sendiri.

Jadi Bagaimana Caranya Agar Lebih PD dengan Tulisan Sendiri?

Boleh ya, saya cerita pengalaman pribadi? 😊 Sesekali saat menulis sesuatu, saya pun bertanya pada diri sendiri: siapakah saya ini, kok menulis hal-hal seperti ini? Adakah yang setuju dengan saya? Siapa yang membaca tulisan ini? Adakah yang peduli? Adakah yang mau beli dan membaca buku yang saya tulis? Semua pertanyaan ini menjadi satu: apakah saya penulis yang baik?

Itu adalah proses yang wajar. Karena itulah, saya mencoba berani menulis sampai selesai, sampai terbit, promosi, lalu cukup banyak yang beli, selang beberapa minggu, ternyata ada beberapa yang menghubungi via email atau WhatsApp. Intinya mereka mengucapkan terima kasih dan mengaku terkesan dengan apa yang sudah saya tuliskan. Padahal awalnya juga sempat ragu dan tidak PD. Tapi yang penting jangan fokus dengan keraguan, just write it. Semampunya. Kita tidak pernah tahu kemampuan kita sampai di mana, kalau tidak pernah mencobanya.

Kenali Dirimu Sendiri

Untuk menjadi penulis yang baik, tulis tentang apa yang kita ketahui. Ketika kita membaca tulisan sendiri akan merasa senang dan bangga dengan hasil ekspresi jiwa itu. Jangan memaksa membahas subjek yang kamu tidak begitu memahaminya, kecuali melalui proses riset dulu. Menulis tema sepele tidak akan membuatmu jadi terkesan bodoh. Justru sebaliknya, menulis tema berat kalau kamu sendiri tidak yakin, apa jadinya? Justru aneh ketika dibaca.

Kenali materinya, dan lebih baik lagi, kenali dirimu sendiri! Nikmati apa yang sedang kamu tulis. Bersemangatlah dengan topik yang sedang kamu tulis itu. Percayalah, rasa gembira itu akan terbawa dalam tulisanmu dan itu membuat tulisanmu bisa dinikmati juga dengan lebih baik secara keseluruhan. Adalah baik untuk membaca karya penulis lain yang lebih bagus, tapi berhentilah membandingkan diri dengan orang lain.

Tidak Ada yang Memulai dengan Sempurna

Attitude is everything in writing. Kita semua pernah membuat kesalahan, melakukan hal-hal bodoh pada awalnya, tetapi kita bisa berlatih dari karya sebelumnya. Jadi, mulailah menulis apa saja! Baik itu

catatan harian, blog, caption Instagram, guest post, atau mengikuti lomba-lomba di internet sambil belajar. Apa pun yang kamu tuangkan dalam tulisan, lakukan dengan sepenuh hati. Dengan begitu, mudah-mudahan bisa lebih percaya diri untuk menerbitkan tulisan sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Hentikan Kebiasaan Ini, untuk Memiliki Hidup yang Lebih Baik

part time job, kerja part time

Inilah 6 Manfaat Kerja Part Time Saat Kuliah!