in

Agar Kamu Tidak Lagi Merasa Minder dan Mengerdilkan Diri

Buat dirimu merdeka rasa minder dan mengerdilkan diri

Minder dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah merasa rendah diri. Sedangkan menurut istilah, minder adalah rasa kurang percaya diri atas segala sesuatu yang berkaitan dengan diri sendiri. Baik itu mengenai potensi diri, keadaan fisik, harta benda, ataupun usaha yang sedang dilakukan.

Setiap manusia pasti pernah merasa rendah diri, baik itu laki-laki maupun perempuan, cantik maupun tampan, bahkan orang yang sedang berada di puncak kesuksesan pun pasti pernah merasa rendah diri. Mengapa demikian? Karena, tolak ukur kesuksesan, kecantikan/ketampanan, kepandaian seseorang itu bersifat relatif. Jadi, tentu saja standar tersebut berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.

Setiap Orang Terlahir Istimewa

Manusia dilahirkan dengan bakat masing-masing. Ada yang mempunyai sebuah bakat dari lahir (keturunan), ada yang mempunyai bakat dari ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi), dan ada pula yang mempunyai bakat dari hal-hal yang tidak disengaja (misalnya: hobi). Tidak mungkin di dunia ini ada manusia yang terlahir tanpa satu pun bakat yang melekat padanya. Hanya saja bakat tersebut terkadang masih belum muncul atau kemunculannya tanpa kita sadari.

Kelahiran setiap bayi di dunia tentu merupakan hal yang sangat didamba. Meskipun terkadang ada sebagian orang yang mungkin kelahirannya tak diinginkan oleh orangtua atau keluarganya. Tapi, ketahuilah bahwa setiap manusia terlahir istimewa. Keberadaan antara satu sama lain saling dibutuhkan karena, manusia adalah makhluk sosial yang butuh terhadap orang lain demi keberlangsungan hidupnya.

Jadi, ingatlah bahwa meskipun dulu mungkin tidak diinginkan, namun, berkat keistimewaan yang ada dalam diri kita, entah itu dedikasi kita, kebaikan/ketulusan kita, pemikiran kita, kesuksesan kita, pada akhirnya menjadikan kita seseorang yang paling diinginkan dan disayangi.

Apakah Ada Manusia yang Sempurna di Dunia ini?

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lain menurut pandangan Islam. Karena, manusia diciptakan oleh Tuhan dengan kesempurnaan fisik serta akal pikiran yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Tapi, bukan berarti manusia itu sempurna.

Di dunia ini ada kata ‘tidak’ yang menunjukkan bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Ada kata cantik/tampan yang pasti diikuti dengan kata tidak cantik/tampan, ada kata sukses yang pasti diikuti dengan kata tidak sukses, dan seterusnya. Perlu diingat! Jangan sampai kata ‘tidak’ menjadikan diri kita berhenti pada satu tempat, mengunci diri, merasa sedih, kecewa, apalagi minder. Sebab, manusia diciptakan untuk melengkapi satu sama lain.

Jika Tuhan menciptakan semua manusia dengan keahlian yang sama, kecantikan/ketampanan yang sama, kecerdasan yang sama, dan kesuksesan yang sama, maka dunia ini tentu akan monoton itu-itu saja! Dan bagaimana cara menentukan siapa yang sukses? Siapa yang cerdas? Siapa yang cantik/tampan? Jika semua manusia di dunia ini sama, bukan?

Oleh karena itu, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Jangan minder! Bisa jadi seseorang memang lebih cantik/tampan daripada kita, tapi seseorang itu tidak cerdas, sedangkan kita cerdas. Bisa jadi seseorang memang lebih sukses daripada kita, tapi seseorang itu tidak bahagia, sedangkan kita bahagia, dan lain sebagainya.

minder , pikiran
Buang rasa minder dalam pikiranmu (Ilustrasi: Pixabay)

Saatnya Berjuang untuk Memerdekakan Diri dari Bahaya Minder

Setelah membaca pendahuluan di awal tadi, sekarang Anda pasti sudah memiliki gambaran bahwa “minder” harus dibasmi! Awalnya, minder adalah sesuatu yang lumrah dengan begitu ramahnya diri kita menyambut, namun pada tingkat lanjut mulai menggerogoti diri kita dan menjadikan kita pesimis yang paling parah merampas rasa percaya diri kita. Tentunya kita tidak mau terkena minder stadium empat bukan? Hehe!

Minder itu seperti penjajah, awalnya diterima dengan ramah oleh bangsa kita, tapi lama-lama eh merampas harta benda, negeri, serta menjajah. Dan seperti para pahlawan pendahulu, kita juga harus berjuang melawan penjajah. Eitss! Tapi, kalau penjajah kita kali ini bukan bangsa lain, melainkan ya “minder” itu tadi…

Mengubah Pola Pikir Lama

Yakinkan diri sendiri bahwa kita harus bangkit, berjuang melawan rasa minder! Berontak karena, tidak ingin berlama-lama merasa rendah diri, sedih, galau, kecewa terhadap diri sendiri!

Caranya adalah dengan mengambil sebuah pulpen dan kertas. Tuliskan setiap hal yang membuat diri merasa minder coret dan di sampingnya ganti dengan kata yang lebih optimis. Atau tulis hal-hal yang biasanya dipenuhi dengan kata negatif kemudian gambar anak panah, tulis kata (jadi) di sampingnya tulis kata positif. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini!

minder , merdeka
Merdeka dari rasa minder, mulai dari hal sederhana seperti ini!

Perlu diperhatikan! Menulis hal-hal seperti di atas memang terlihat begitu mudah dan sederhana, tapi percayalah bahwa orang-orang yang mau mempraktikkan secara langsung, perbandingannya adalah 1:1.000. Padahal, hal tersebut sangat berguna untuk membuat kita segera merdeka dari rasa minder.

Bukankah kata-katamu mendiskripsikan tentang siapa dan bagaimana kamu sebenarnya? Artinya, setiap kata yang kita ucapkan adalah menjelaskan tentang siapa dan bagaimana diri kita. Baik kata-kata yang kita ucapkan terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri.

Jika kita saja tidak percaya terhadap diri sendiri, lalu bagaimana orang lain bisa percaya dengan diri kita, bukan? Mari berjuang untuk melawan rasa minder dengan memenuhi hari-hari dengan kata-kata dan tulisan-tulisan yang positif agar kita menjadi seseorang yang hidup dengan bahagia!

Merasa Bahwa diri Sendiri Berharga dan Abaikan Para Haters

Saat rasa minder mulai menyerang, kita harus mempunyai benteng pertahanan yang kuat agar tidak terkalahkan. Tentu saja benteng pertahanan itu adalah pikiran positif yang telah saya tuliskan di atas.

Kemudian, jika ternyata hal tersebut masih kurang kuat, solusinya adalah merasa bahwa diri sendiri berharga. Karena, dengan begitu kita tidak akan mudah dihinggapi rasa minder yang berkepanjangan. Selain itu, kita juga harus mengabaikan perkataan orang lain terutama para haters yang suka nyinyir, julid, dan lain-lain untuk membasmi rasa minder agar tidak semakin merajalela.

Simaklah kata pepatah, “Meskipun anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu!” Artinya adalah meskipun banyak yang mencerca, tapi kehidupan akan terus berlanjut dan waktu terus berputar, jadi kita tidak boleh berhenti pada suatu tempat dan harus terus berjuang menggapai impian.

Ditulis oleh Sheilla Aisyah

Pecinta Kaktus yang berusaha mengabadikan setiap kenangan dan ingin berbagi hal yang semoga bermanfaat melalui tulisan.

Kalian bisa follow juga akun Wattpadku:

@princess_kaktus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

lulus , salah jurusan

Inilah Fase-Fase Salah Jurusan dan Cara Mengatasinya

internet , kuliah itu

Benarkah “Kuliah Itu Nggak Penting” dan Apa Saja Alasannya?