in

8 Momen Penting dalam Kehidupan yang Membuat Kita Semakin Dewasa

Apa saja momen penting yang tidak terlupakan sepanjang hidupmu?

Momen merantau akan mendewasakanmu (Sumber gambar: Pixabay)

Momen apa dalam kehidupanmu yang paling berkesan? Mungkin masa kecil di sekolah, saat mulai pubertas, saat mendapat kejuaraan di tingkat nasional, momen kelulusan, mulai merantau, belajar merintis usaha, melaksanakan pernikahan, saat travelling ke luar negeri sendirian, atau yang lainnya? Mulai dari urusan jatuh cinta sampai kematian, apapun itu, bukankah hidup yang sesungguhnya adalah sebuah perjalanan? Dan pengalaman yang kita dapatkan saat melakukan perjalanan melewati hari-hari kita itulah yang memberi kita makna.

Kita semua pasti punya niat untuk membuat pencapaian penting yang mana pencapaian itu menjadi momen tak terlupakan sepanjang hidup. Apakah momen paling penting dalam kehidupan kita selalu terkait dengan simbol keberhasilan dan pencapaian yang ‘diakui’ masyarakat? Bagaimana kita mengukur kemajuan kita? Dan bagaimana dengan semua momen penting yang mendewasakan dan menambah value diri kita, seperti kerendahan hati dan penerimaan, atau yang melatih kita berbesar hati?

Beberapa hal yang berarti bagimu, mungkin terkesan kurang ‘wah’ bagi orang lain. Begitu juga sebaliknya, apa yang istimewa bagi orang-orang, mungkin ‘b aja’ bagimu. Apapun itu, ada sekian banyak cara dalam mendefinisikan nilai-nilai kehidupan kita, perasaan diri kita, dan peran-peran kita di dunia. Sekarang coba kita lihat beberapa momen penting dalam kehidupan ini, dan pelajaran hidup yang telah membuat kita belajar karenanya.

1.Saat Menyadari Apa yang Sebenarnya Diinginkan oleh Diri

Beberapa situasi ini mungkin tidak mudah; pada saat kita menyadari bahwa kita memiliki impian, minat, atau passion yang berbeda dari apa yang diharapkan oleh orang tua kita, ketika kita menyadari nilai atau keyakinan kita tidak cocok dengan nilai-nilai orang di sekitar kita, ketika kita seperti hilang arah, tidak tahu potensi apa yang ada di dalam diri, atau ketika kita tidak yakin tentang siapa kita dan bagaimana perasaan kita.

Dengan banyak renungan dan pengalaman seiring waktu, kita pun akan sampai pada kesadaran diri yang berkembang di usia dua puluhan. Meski bagi sebagian orang, kesadaran itu muncul sebagai akibat dari peristiwa yang menyakitkan (kegagalan, kehilangan, sakit, atau apapun yang tidak diinginkan).

2.Jatuh Cinta & Patah Hati untuk Pertama Kali

momen penting , jatuh cinta
Masih ingat bagaimana rasanya jatuh cinta & patah hati pertama kali? (Sumber gambar: Pixabay)

Banyak macam cinta yang mungkin kita alami sepanjang hidup. Tapi, urusan euforia cinta pertama sepertinya susah tergantikan. Dengan ini kita belajar tentang menghargai orang lain dan fokus dengan selain diri kita sendiri. Jika ‘beruntung’, kita bisa merasakan bagaimana saat ada seseorang yang memperlakukan kita sedemikian rupa, sebagai balasannya.

Ya tentu saja, jatuh cinta juga membawa kemungkinan patah hati, dan pertama kali kita mengalaminya (mungkin di SMP dulu?) bisa menjadi momen penting yakni shock therapy yang menyakitkan tapi akhirnya menguatkan. Sebagaimana halnya dengan setiap pengalaman hidup: ada hikmah dalam setiap kejadian. Pada akhirnya, waktu jugalah yang akan mengatasi kesulitan dan menyembuhkan semua luka.

3.Momen Meninggalkan Rumah untuk Merantau

momen penting , merantau
Momen merantau akan mendewasakanmu (Sumber gambar: Pixabay)

Bagi banyak orang, keputusan untuk tidak lagi tinggal di rumah adalah hal yang cukup menantang. Ada saatnya kita merasa senang bisa lepas dari bayang-bayang orang tua, tapi ada juga yang justru merasa homesick dan belum terbiasa untuk melakukan apa-apa sendiri. Ketika menghadapi realitas meninggalkan rumah, kita memiliki kesempatan untuk belajar hal berharga dari kemandirian, mulai dari urusan ‘domestik’ seperti; mencuci baju, mencuci piring, dan memasak, pengelolaan uang, dan sekaligus tetap menjaga komunikasi dengan orang tua dan keluarga kita yang jauh. Momen merantau bisa mendewasakan kita dengan cara yang kadang tidak terduga.

4.Membuka Gaji Pertama

Momen di mana kita mulai menghasilkan uang sendiri bisa mengajarkan kita tanggung jawab sekaligus rasa percaya pada kemampuan diri. Ini juga dapat menunjukkan kepada kita banyak hal tentang sesuatu yang berharga dalam hidup. Khususnya saat membuka gaji pertama.

Menerima gaji pertama dari pekerjaan pertama tentu sangat menyenangkan. Apa kamu sudah merasakannya? Meskipun jumlahnya kecil menurut standar orang lain, tapi, itu adalah milikmu. Kita sudah berusaha untuk sesuatu yang layak diusahakan, mendapat penghasilan, dan saatnya belajar untuk membelanjakan uang dengan bijak.

5.Menghadapi Kekecewaan dan Berdamai dengan Keadaan

Kita sering mendengar nasihat umum bahwa apapun yang kita usahakan mestinya ya demi kebahagiaan dan kesuksesan. Di sisi lain, kita berusaha percaya bahwa hidup itu sebenarnya mudah: bahwa hanya dengan menjadi orang baik, maka kita hanya akan mengalami hal-hal baik. Tetapi ternyata tidak semuanya akan berubah seperti yang kita harap atau rencanakan. Kadang-kadang hal kurang baik terjadi pada orang yang terlihat sangat baik.

Mengalami kekecewaan, meski sangat tidak menyenangkan, tapi ini adalah hal wajar, karena ini mengajarkan kita bagaimana realitas hidup bekerja dan kita harus berdamai dengan keadaan. Bukan mengharapkan kesempurnaan atau mencoba mengendalikan segala sesuatu.

6.Mengalami Budaya yang Berbeda

Pengalaman pertama kita dengan budaya yang jauh berbeda dari budaya kita sendiri sering terjadi sebagai akibat dari perpindahan tempat tinggal atau bepergian ke luar negara asal kita.

Tapi itu juga bisa terjadi karena kita berinteraksi dengan rekan yang punya latar belakang yang berbeda. Saat pertama kali kita menjalani cara hidup yang berbeda dari biasanya dan kita tetap terbuka pada segala kemungkinan, kita mendapatkan perspektif baru untuk budaya dan lingkungan kita sendiri, mengembangkan pemahaman, toleransi, dan welas asih untuk mereka yang berbeda dari diri kita. Bahkan kita bisa terinspirasi oleh kemungkinan-kemungkinan baru tentang bagaimana menjalani kehidupan kita.

7.Menghadapi Ketakutan

momen penting , ketakutan
Hadapi saja ketakutanmu (Sumber: Pixabay)

Benar bahwa setiap orang memiliki ketakutan, misalnya takut ketinggian, bepergian sendirian, bernyanyi di panggung, atau berbicara di depan umum. Tapi ketika kita menghadapi ketakutan, kita akan mendapatkan kekuatan pribadi yang tak ternilai dan sekaligus karakter yang kuat dalam bentuk keberanian, kemauan, rasa percaya diri, dan hal positif lain.

Tidak perlu sesuatu yang besar untuk mendapat keuntungan dari sikap menghadapi ketakutan. Bahkan melakukan satu hal kecil setiap hari yang mendorong kita keluar dari zona nyaman kita akan menghasilkan manfaat yang berarti, dalam jangka pendek dan panjang.

8.Melihat Peristiwa Kematian

Ini adalah momen penting selanjutnya: tentang kematian. Sesuatu yang kita semua harus menghadapinya dalam hidup, meskipun tidak benar-benar mempersiapkan untuk keadaan ini. Saat pertama kali menghadapinya pasti akan sangat tidak mudah. Entah itu ‘hanya’ karena kehilangan kucing kesayangan sampai pada kesedihan yang mendalam karena kehilangan anggota keluarga, pasangan, anak, atau sosok lain yang begitu dekat dan berpengaruh. Kenyataannya, peristiwa kematian memang sangat tidak mudah, apalagi ketika kita bergulat dengan pertanyaan yang lebih besar: bagaimana denga kematian diri sendiri suatu saat nanti?

Itulah 8 momen penting dalam kehidupan yang membuat kita semakin dewasa. Apa saja momen terpenting hidupmu yang paling berkesan?

Comments

Leave a Reply
  1. Kematian sulit melupakan seseorang yang kita sayangi pergi untuk selamanya. Butuh waktu dan nggak akan pernah hilang selalu membekas dalam kenangan bahkan terkadang meninggalkan sesak penyesalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

menunggu , waktu

[Ruang Fiksi] Sekali Lagi Tentang Menunggu

[Ruang Fiksi] Surat untuk Hujan