in

8 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Kuliah Lintas Jurusan

Sebelum memutuskan kuliah lintas jurusan, simak baik-baik ya…

Masa akhir putih abu-abu mungkin sedang kamu jalani. Banyak perasaaan yang terkadang membuatmu kebingungan dalam hal ini. Padahal waktu semakin hari semakin terus berjalan. Pada akhirnya kamu pun dituntut untuk segera mengambil keputusan. Sedangkan kamu terjebak salah jurusan. Kamu merasa ternyata selama tiga tahun masa SMA telah menemukan passion-mu sendiri yang sangat bertentangan dengan jurusanmu.

Ditambah kesibukan belajar untuk ujian sekolah, ujian nasional, ujian praktik benar-benar menyita waktumu. Pendaftaran masuk perguruan tinggi juga sudah menunggumu.

Tapi tenang, jangan panik. Hal pertama yang harus  diingat adalah kamu tidak sendirian. Ada puluhan, ratusan, bahkan jutaan manusia di seluruh penjuru bumi ini mungkin mengalami hal yang sama seperti kamu. Termasuk penulis artikel ini pun pernah mengalaminya. 🙂

Pilihan editor;

Jurusan Psikologi: Antara Mitos, Fakta, Dan Profesi
8 Tips Belajar Otodidak, Biar Makin Mudah Belajar Banyak Hal
Ketika Pekerjaan Tak Butuh Ijazah, Haruskah Kita Kuliah?

Berikut ini beberapa tips yang harus dilakukan sebelum memutuskan kuliah lintas jurusan. Simak baik-baik, ya.

1. Pahami Diri Sendiri

Empat tahun itu bukan waktu yang sebentar lho untuk main-main. Ada banyak rintangan yang mungkin akan membawa kamu pada rasa penyesalan. Coba lihat lagi apa niat awal ingin kuliah, bagaimana nilai rapor yang menjadi nilai terbaik sepanjang masa sekolah, dan bertanyalah pada diri sendiri: apa yang akan kamu lakukan nanti di masa depan dengan jurusan yang akan menjadi pilihanmu?

Pahami dulu keinginan sendiri, jangan sampai kamu milih jurusan cuma karena ikut-ikutan, misalnya ikut teman atau  karena si doi. Kalian punya bakat masing-masing, jadi jangan disamakan. Yang menjalani masa kuliah itu kamu sendiri, bukan orang tua atau orang lain. Jangan sampai di akhir kamu malah dengan santai, bilang “aku salah jurusan!” Apalagi bilangnya di masa skripsi, kan serem! 

2. Minta pendapat orang sekitar

Setelah mencoba memahami diri sendiri, meminta pendapat orang sekitar juga perlu. Pilihlah orang-orang yang paling dekat sama kamu. Mulai dari orang tua, sahabat, guru, sampai rekan organisasi. Mulailah bertanya bagaimana pendapat mereka mengenai keputusanmu untuk kuliah lintas jurusan.

Ceritakan alasanmu dengan bahasa yang baik. Dengarkan nasihat yang keluar dari mulut mereka. Walaupun nanti tidak semuanya akan mendukung kamu, jangan takut. Setidaknya kamu punya pandangan yang lebih luas tentang dirimu.

minat bakat, lintas jurusan
Sudah tahu minat dan bakatmu?

3. Ikuti tes minat dan bakat

Di era digital seperti sekarang, kegiatan tes minat bakat dapat dilakukan di mana saja. Berbagai website menyediakan jasa secara gratis. Ada banyak platform tersebar luas di internet, kamu bisa mencarinya sendiri. Di akhir tes nanti, akan ditampilkan beberapa pilihan jurusan yang sesuai untuk kepribadian kamu, peluang karier, karakter, dan bakat terpendam yang kamu miliki. Wih, bermanfaat banget kan? 🙂

4. Cari informasi yang menyeluruh soal jurusan dan universitas yang ingin dipilih

Seperti yang kita ketahui bersama, tidak semua jurusan atau kampus memiliki kebijakan yang sama dalam hal penerimaan mahasiswa. Khususnya dalam tes masuk jalur SNMPTN dan ujian mandiri. Beberapa kampus akan menerapkan kebijakan khusus. Misalnya saja, baru-baru ini Universitas Brawijaya dan Universitas Indonesia menerapkan aturan baru berupa anak SMA/MA MIPA, SMK, dan MA agama tidak diperbolehkan mendaftar jurusan yang masuk kelompok Soshum di jalur SNMPTN 2020. Aturan itu bisa disebut sangat baru di tahun ini. Jadi, jika kamu ingin mendaftar, cari informasi sebanyak mungkin. Pastikan kampus beserta program studi yang kamu pilih mau menerima anak lintas jurusan.

5. Bertanya tentang mata kuliah

“Malu bertanya, sesat di jalan.” Dalam sebuah jurusan, kita dihadapkan bukan hanya pada satu mata kuliah. Misalkan, kamu suka sekali tentang dunia pemrograman, masuk jurusan TI (Teknik Informatika) sangat menarik perhatianmu. Tapi, tunggu dulu, coba deh cari mata kuliah apa saja di program studi impianmu. Di TI bukan hanya mempelajari pemograman lho, ada pula mata kuliah eksak berupa kalkulus, algoritma, fisika, dan begitu banyak pelajaran yang melibatkan otak kiri kita untuk berhitung. Padahal mungkin saja, kamu benci sekali jika harus dihadapkan soal rumus dan hitungan. Jadi, sebelum memilih, pastikan kamu sudah punya informasi sebanyak mungkin soal jurusan itu ya. Jangan sampai saat sudah diterima, kamu  malah menyesalinya.

6. Meminta petunjuk pada Tuhan

Hal ini menjadi sangat penting sekali dan terkadang kita seringkali melupakannya. Apa yang terbaik menurut kita, belum tentu terbaik menurut Tuhan. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Jangan terlalu berpatok dengan passion atau minat kamu saja. Ada Sang Pencipta yang harus dilibatkan dalam tiap langkah yang kita ambil. Curahkan semua isi hati, kebimbangan, lalu meminta petunjuk dengan Tuhan adalah hal yang wajib dilakukan. Paling tidak, jika mungkin kamu tidak mendapat jawaban, pasti kemantapan hati pada salah satu pilihan akan kamu rasakan.

7. Jangan malas belajar dari awal

“Pengen lintas jurusan, tapi mau ngejar materinya kok berat amat ya. Harus belajar dari nol lagi. Apa bisa ya?” Belajar dari awal memang tidak mudah. Tapi bukan berati tidak bisa dilakukan juga. Mengeluh sesekali itu wajar, bimbang boleh, tapi jangan berlarut-larut. Semakin kamu nunda-nunda buat belajar, semakin banyak materi yang sudah dipelajari anak lain yang sama-sama lintas jurusan. Ingat, kalau tiap keputusan pasti ada risiko yang harus dikorbankan. Sudah yakin mau pindah jurusan, ya harus semangat belajar materi dari awal.

8. Berpikir positif

“Gimana ya, peluangnya kecil banget lintas jurusan. Harus belajar dari awal lagi, kalo nggak ketrima gimana ya? Kayaknya aku nggak bisa deh.” Pikiran kayak gini nih, yang jadi momok dan menghambat buat kamu untuk maju. Belum daftar udah bilang nggak bakal diterima. Belum mulai nih perangnya, udah nyerah duluan. Kamu terjebak sama rasa takut diri sendiri. Padahal apa yang kamu pikirkan, belum tentu kejadian. Seorang Atlit Baseball, Matt Kemp pemain Major League Baseball yang bermain untuk posisi outfield untuk San Diego Padres di National League, pernah mengungkapkan, “When you think positive, good things happen

Jadi, coba deh kalo kamu mau masuk  jurusan A nih, bayangin aja kamu pake jas almamater kampus dengan tulisan prodi impian kamu. Bayangkan yang bagus-bagus. Angan-angannya diganti “Aku pasti bisa masuk jurusan itu, pake jas itu, dan meraih cita-citaku.” Ucapkan tiap hari, sampai jadi kenyataan deh.

Itulah beberapa tips sebelum lintas jurusan. Semoga bermanfaat dan menghantarkan kamu bisa masuk kampus dan prodi impian. Yakinlah karena saya pun pernah ada di posisi kamu. Salam semangat! “Mungkin peluangnya memang kecil, tapi kesempatan itu pasti ada”

 

Artikel ini merupakan artikel kiriman pembaca, isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Report

What do you think?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Yang Perlu Kita Pahami Agar Broken Home Tak Lepas Kendali

Setelah COVID-19 Berakhir, Bisakah Kamu Tetap Work From Home?