in

7 Langkah Ampuh Menghilangkan Kebiasaan Buruk yang Membandel

Setiap manusia pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan karena, tidak ada seorang pun di dunia ini yang sempurna. Hal tersebut sangatlah wajar dan seharusnya tidak menjadi masalah bagi diri sendiri maupun orang lain. Namun, ada kalanya kekurangan diri itu merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain yang mana itu merupakan sesuatu yang negatif (buruk).

Suatu hal negatif (buruk) yang dilakukan terus-menerus oleh seseorang itu pada akhirnya tentu akan menjadi sebuah kebiasaan. Hal itulah yang sering disebut dengan “kebiasaan buruk”. Contoh beberapa kebiasaan buruk adalah merokok, begadang, berbohong, menyontek, dan lain sebagainya.

Kerugian Akibat Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk tentu sangat menggangu dan merugikan, meskipun kebiasaan buruk itu hanya berefek bagi diri sendiri, karena, hal itu dapat menghambat dan menurunkan produktivitas seseorang. Efek yang paling parah adalah ketika kebiasaan buruk itu mulai mengganggu dan membahayakan orang lain.

Salah satu contoh adalah ketika seseorang mempunyai kebiasaan buruk suka begadang, hal itu tentu dapat membahayakan orang lain.

“Mengapa demikian?”

“Karena, jika pada keesokan harinya seseorang yang suka begadang itu menjalankan aktivitas seperti mengendarai kendaraan bermotor, apabila mengantuk tentu dapat membahayakan nyawa orang lain.”

Langkah-langkah untuk Menghilangkannya Kebiasaan Buruk

Nah, tentu Anda tidak mau, bukan? Jika kebiasaan buruk Anda tersebut merugikan diri sendiri apalagi orang lain! Oleh karena itu, Anda perlu melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang membandel:

1. Bertanyalah kepada Diri Sendiri

Instropeksi diri

Langkah awal untuk menghilangkan kebiasaan buruk yang membandel adalah dengan bertanya kepada diri sendiri. Mulailah bertanya kepada diri sendiri “apa saja kebiasaan buruk yang Anda miliki?” Kalau perlu Anda bisa menuliskannya pada selembar kertas.

Jika Anda merasa kesulitan menemukan jawaban atas pertanyaan yang Anda ajukan terhadap diri sendiri, maka luangkan waktu untuk merenung sejenak! Waktu merenung yang paling baik adalah di malam hari, karena malam hari merupakan waktu yang tenang untuk berpikir dan merenung.

Masalah yang sering dihadapi seseorang untuk menjawab pertanyaan di atas adalah “bagaimana saya bisa mengetahui kekurangan atau kebiasaan buruk saya? Bukankah orang lain yang biasanya tahu keburukan diri kita?”

Baca Juga: 12 Kebiasaan Malam Hari yang Akan Mengantarkanmu pada Kesuksesan

Dalam ilmu psikologi menjelaskan bahwa “bagaimana seseorang dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan Anda, sedangkan Anda sendiri saja tidak tahu?” Nah, dari penjelasan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa sebenarnya setiap orang tahu kelebihan dan kekurangannya, apalagi kebiasaan buruknya! Hanya saja, ego pada diri sendiri yang menghalangi seseorang untuk merasa mempunyai kekurangan. Maka dari itu, Anda harus menyingkirkan ego Anda agar dapat menemukan jawaban atas pertanyaan di atas.

2. Berkeinginan Kuat untuk Mengubah atau Menghilangkan Kebiasaan Buruk agar Menjadi Lebih Baik

cara menghilangkan kebiasaan buruk
Olahraga adalah satu kebiasaan yang baik

Dalam kehidupan ini, manusia tentunya mempunyai berbagai macam keinginan. Seperti potongan lirik lagu dalam film kartun “Doraemon” yang bunyinya: ‘aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali!’

Yah, keinginan manusia memang sangat banyak, tetapi jangan lupa memasukkan keinginan untuk mengubah dan menghialng kebiasaan buruk dalam daftar keinginan Anda. Tanpa adanya keinginan yang kuat dan tanpa Anda masukkan hal tersebut ke dalam daftar keinginan Anda, maka tentunya Anda akan lupa untuk melakukan hal tersebut.

3. Menemukan Penyebab dari Kebiasaan Buruk yang Dilakukan dan Mencoba Mencari Solusinya

Tentu saja kita harus mencari tahu penyebab-penyebab kebiasaan buruk yang kita lakukan. Kembali pada langkah pertama, bertanyalah kepada diri sendiri “apa penyebab Anda melakukan kebiasaan buruk tersebut?” Setelah mengetahui penyebabnya, cobalah untuk menemukan solusinya.

Baca Juga: Benarkah Kebiasaan Nongkrong Anak Muda Indonesia Hanya Buang-buang Waktu?

Contoh seseorang melakukan kebiasaan buruk “berbohong”. Faktor penyebabnya adalah rasa takut jika mengatakan yang sebenarnya. Solusinya adalah sebelum mengatakan yang sebenarnya, buatlah perjanjian dengan orang yang Anda ajak bicara agar tidak marah ketika mengetahui yang sebenarnya. Dengan melakukan hal tersebut, maka Anda telah berhasil melakukan langkah ketiga ini.

4. Mulai Berusaha untuk Mengubah dan Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Apa jadinya jika mempunyai keinginan kuat tanpa melakukan usaha? Apa jadinya melakukan tiga langkah di atas tanpa melakukan usaha? Tentu hasilnya akan nihil. Kebiasaan buruk Anda akan terus-menerus Anda lakukan jika Anda tidak berusaha untuk mengubah dan menghilangkannya.

Ingatlah kata pepatah “Usaha tidak pernah menghianati hasil”. Jika memang dalam usaha Anda untuk mengubah dan menghilangkan kebiasaan buruk masih sering kali menemui kegagalan, jangan pernah menyerah! Terus semangat untuk berusaha lebih keras karena, seperti kata pepatah di atas, hasilnya cepat atau lambat akan segera Anda peroleh.

5. Berkomitmen Terhadap Usaha Diri untuk Menghilangkan Kebiasaan Buruk

Setelah berusaha, agar usaha Anda untuk berubah tidak sia-sia, diperlukan sebuah komitmen. Komitmen berguna sebagai kontrol diri agar tidak mudah menyerah. Sebelum menyerah begitu saja terhadap usaha Anda tersebut, ingatlah perjuangan Anda untuk berubah menjadi lebih baik tentunya penuh dengan berbagai hal yang tidak bisa membuat Anda begitu saja menyerah.

Menurut penelitian, untuk membangun sebuah komitmen agar sebuah kebiasaan baru terbentuk, kita harus melakukan kebiasaan itu minimal 40 hari dan maksimal adalah dua bulan atau 60 hari. Agar Anda tidak lupa, Anda bisa memberi tanda pada kalender Anda, notes, atau ponsel Anda. Selamat berkomitmen!

6. Merespon Alarm Diri

cara ampuh menghilangkan kebiasaan buruk
Ilustrasi Alarm

Bicara soal Alarm, bukan hanya jam atau sirine yang merupakan Alarm, tetapi diri sendiri juga mempunyai Alarm!

Benarkah? Apa alarm itu?

Hati adalah Alarm bagi diri sendiri. Sebenarnya, jika seseorang hendak melakukan sesuatu yang tidak benar (negatif) seseorang akan merasa ragu dan tidak nyaman. Hanya saja, kita sering sekali tidak merespon bahkan me-nonaktifkan alarm diri tersebut dengan rasa tidak peduli atau menganggap hal tersebut tidak akan menimbulkan kerugian yang berarti.

Jika seseorang terus melakukan hal tersebut, tentunya akan timbul kebiasaan-kebiasaan buruk yang baru dan terus bertambah. Jadi, setiap kali alarm diri aktif, jangan pernah mengabaikannya, tapi responlah secepat mungkin agar kehidupan Anda menjadi lebih baik.

7. Berusaha Menghargai Setiap Waktu

cara mengubah kebiasaan buruk
Ilustrasi jam tangan

Setelah Anda perlahan-lahan mulai berhasil berubah, ingatlah setiap waktu yang Anda habiskan untuk mulai berubah. Hargailah setiap waktu yang Anda habiskan untuk berubah menjadi lebih baik. Ingatlah bahwa setiap waktu sangat berharga, demi diri sendiri, orang lain dan orang-orang yang sangat berarti dalam hidup Anda!

Baca Juga: Yakin Mau Lembur? Perhatikan 5 Hal Ini Terlebih Dahulu

Semoga langkah-langkah di atas dapat membantu Anda mengubah dan menghilangkan kebiasaan buruk yang membandel. Tujuh langkah tersebut telah berhasil saya dan teman-teman saya lakukan! Selamat mencoba dan semoga berhasil!

 

Ditulis oleh Sheilla Aisyah

Pecinta Kaktus yang berusaha mengabadikan setiap kenangan dan ingin berbagi hal yang semoga bermanfaat melalui tulisan.

Kalian bisa follow juga akun Wattpadku:

@princess_kaktus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cara Mencegah Bullying

Bullying Selalu Terjadi Dengan Pola yang Sama, Bagaimana Menghentikannya?

online course , skill

Ingin Meningkatkan Skill? Inilah 7 Online Course yang Bisa Kamu Coba