Kami pramuka Indonesia, manusia Pancasila. Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan. Agar jaya Indonesia. Indonesia tanah airku. Kami jadi pandumu…

Kamu baca bait di atas sambil menyanyikan sebuah lagu yang tidak asing di telinga? Lalu tersebutlah satu judul yang tak lain adalah Hymne Pramuka. Pertama-tama, Ublik mengucapkan Selamat Hari Pramuka ke 57. Lebih dari sekadar kegiatan seremonial apalagi tepuk-tepuk dan bernyanyi, Gerakan Pramuka diharapkan bisa menjadi lokomotif perubahan untuk perbaikan karakter generasi muda melalui kegiatan-kegiatannya.

Di lingkup internasional, kegiatan pramuka atau kepanduan dinaungi oleh the World Organization of the Scout Movement (WOSM) yang berkantor di Jenewa Swiss. Misi WOSM antara lain adalah memberi kontribusi untuk mendidik generasi muda, membantu membangun dunia yang lebih baik. Kegiatan Pramuka di Indonesia pun pada prinsip-prinsip kemandirian hidup agar kaum muda menjadi manusia tangguh menghadapi perkembangan zaman.

Baca juga: 6 Jajanan Masa SD yang Bakal Bikin Kamu Rindu Masa Kecil

 

Kalau kamu pernah mengikuti kegiatan pramuka, pastinya ada kesan tersendiri yang pernah dirasakan. Nah, kali ini Ublik akan merangkum hal-hal seru yang pasti dimengerti oleh anak pramuka. Sebagai bahan artikel ini, penulis berkesempatan melakukan survei kecil-kecilan dengan beberapa teman yang pernah menjadi anggota pramuka di sekolah.

1.Kebersamaan yang Menguatkan

Baris berbaris (Sumber: Ublik.id/Azizah)

Sejak awal mengenal kegiatan pramuka, nilai inilah yang mulai ditanamkan pada anggota. Setidaknya itulah yang dialami oleh Nining (20) yang kini masih berkuliah di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. “Dari kelas 3 SD sudah ikut pramuka siaga, terus berlanjut sampai gede. Karena suka kegiatan di alam, latihan kompak, latihan hidup seadanya, tolong menolong. Intinya pramuka benar-benar ada dasa dharma dalam kegiatannya,” kenangnya. “Yang paling berkesan menurutku waktu SMA, karena banyak tantangannya. Tapi kita bisa selesaikan bareng-bareng. Kebersamaan bisa bikin masing-masing anggota makin kuat,” demikian kata alumni SMA 1 Purbalingga itu.

Baca juga: Tak Hanya Indonesia, 9 Negara Ini Juga Merdeka di Bulan Agustus

2.Membentuk Kemandirian

Membentuk kemandirian (Sumber: Ublik.id/Azizah)

Prinsip kebersamaan di kalangan anak pramuka memang menjadi keseruan tersendiri. Tapi, kebersamaan bukan berarti menjadikan tiap individu jadi tergantung satu sama lain. Justru kegiatan-kegiatan yang dijalankan bersama bisa membentuk kemandirian, bahkan bisa menata kepribadian menjadi jauh lebih baik.

Seperti yang diungkapkan oleh Azizah Zulfa (17), siswi kelas XII MAN Wonogiri “Yang paling aku suka dari pramuka adalah kemandiriannya. Pramuka juga membuatku berubah, bahkan membentuk kepribadian baru yang jauh lebih baik dari yang asli.”

3.Menjadi Manusia yang Lebih Bermanfaat

Bicara soal manfaat sebagai anak pramuka, pasti kita langsung ingat dengan lambang gerakan pramuka Indonesia yang tak lain adalah tunas kelapa alias cikal. Tunas kelapa ini memiliki filosofi yang mendalam tentang seperti apa seharusnya manusia hidup, mencontoh tanaman kelapa. Mulai dari buah, daun, batang, akar, semuanya bermanfaat bagi kehidupan. Begitu juga anak pramuka, sebagai simbol kelangsungan hidup bangsa.

Seperti buah kelapa yang mampu bertahan dalam kondisi apapun, sosok yang kuat jasmani dan rohani, ulet dan tangguh menghadapi segala rintangan. Tunas kelapa juga mengajarkan bahwa kelak saat dewasa, kita akan tumbuh lurus ke atas, tidak mudah terombang ambing, tapi juga memiliki akar yang kuat.

4.Berlatih untuk Survive

Hidup di alam bebas, meskipun hanya sementara saat berkemah, tentunya juga butuh persiapan. Salah satunya adalah kemampuan bertahan hidup (survive) di kondisi darurat dan memanfaatkan potensi yang ada. Berlatih untuk survive ala anak pramuka bisa dilakukan saat memilih lokasi tempat tinggal yang dekat dengan sumber air bersih, membuat api dengan berbagai cara entah itu dengan sinar matahari, gesekan kayu, batu baterai. Lalu memahami di mana dirinya berada dan untuk tetap tenang dalam segala suasana.

5.Belajar Organisasi

Belajar berorganisasi saat berkemah (Sumber: Ublik.id/Azizah)

Selain kebersamaan, kemandirian, berlatih survive, dan menjadi manusia bermanfaat, ada lagi keseruan selama jadi anak pramuka seperti yang dirasakan oleh Erli Widia (24), alumni Universita Brawijaya. Ilmu-ilmu terkait soft skill seperti keberanian untuk tampil, public speaking, berorganisasi, dan menjalankan kegiatan yang bersifat sosial. Tidak hanya di sekolah, Erli juga sempat aktif di kegiatan pramuka di kampus, yaitu Racana Brawijaya.

Saat ditanya tentang hal yang paling disukainya dari Pramuka, jawabannya adalah kebersamaan. “Di sekolahku, pramukanya semi-militer dan ruang lingkupnya yang kecil. Kalau di racana lebih ke peningkatan personal. Dinamikanya lebih terasa, apalagi sempat masuk pengurus. Lingkup kegiatannya juga luas.”

6.Menemukan Persaudaraan dan Cinta di Pramuka

Rasa persaudaraan di pramuka (Sumber: Ublik.id/Azizah)

Ketika sudah nyaman bergabung ke dalam kegiatan pramuka, pasti akan merasakan semangat persaudaraan di dalamnya. Panggilan kakak (bukan ‘bapak’ atau ‘ibu’) ke orang-orang di tingkatan yang lebih tua bisa menjaga persaudaraan tanpa terhalang oleh kasta, strata, juga SARA. Setelah persaudaraan lalu apa?

Baca juga: Mumpung Masih Muda, Inilah 8 Alasan Kenapa Kamu Butuh Traveling

Untuk bisa menceburkan diri di sebuah organisasi dalam waktu yang tidak sebentar, pun juga dengan intensitas kegiatan yang menguras energi, mustahil dilakukan tanpa cinta. Bukan hanya pramuka, segala sesuatu yang dijalani berlandaskan cinta pastinya lebih mengena. Oh ya, soal menemukan cinta di pramuka ini bisa juga diartikan sebagai belahan jiwa juga lho. Karena minat di bidang yang sama, bukan tidak mungkin dua insan yang masih sendiri akan lebih mudah tertarik satu sama lain. Soal jodoh, siapa yang tahu?

7.Pramuka Kekinian (?)

Di satu sisi kita ingin melestarikan nilai-nilai positif yang sudah diwariskan oleh para pendiri gerakan pramuka. Tapi, di sisi lain yang dihadapi adalah generasi yang berbeda pola pikir. Sama-sama ingin membangkitkan rasa cinta pada tanah air, barangkali caranya saja yang berbeda. Pendekatan yang lebih kreatif tentu lebih mudah diterima. Bukan untuk mengubah esensinya, tapi cara menjalankan kegiatannya yang pada akhirnya kembali ke nama pramuka itu sendiri, Praja Muda Karana yang berarti jiwa muda yang suka berkarya.

 

(Sumber gambar utama: Azizah Zulfa Auliana)