Indonesia memang memiliki beragam makanan khas. Tak dipungkiri, makanan Indonesia yang sering kita konsumsi sehari-hari ternyata memiliki sejarah menarik yang seharusnya diketahui lho! Nah pada artikel berikut kami akan membagikan informasi lengkapnya ya!

Sejarah Menarik di balik Makanan Nusantara Indonesia

1. Nasi Kucing

Makanan nusantara pertama yang sudah sangat familiar adalah nasi kucing. Masakan nusantara yang satu ini mudah ditemukan di sepanjang jalan di daerah kota Solo dan Yogyakarta. Kedua kota tersebut sama memiliki ciri khas nasi kucing yang seragam, yaitu nasi sekepal dibungkus dengan daun pisang, diisi dengan lauk sambal bandeng atau oseng tempe. Porsinya yang kecil dan menyerupai porsi makanan kucing adalah alasan di balik nama nasi kucing tersebut. Cocok banget bagi kamu yang gemar menikmati street food, nasi kucing wajib kamu coba karena biasanya dijual dalam gerobak yang mangkal di tempat-tempat strategis, seperti di angkringan atau warung makan sederhana di Yogyakarta lho! Soal harga tentu sangat terjangkau, bagi kamu yang sedang lapar dan suka banget jajan kamu tidak akan kehabisan uang. Oiya, terlebih kamu juga bisa mengobrol santai dengan penjual sambil mecicipi makanan ini. Apakah kamu sudah mencobanya?

2. Kue Dolar

Selanjutnya yuk icip kue dolar. Banyak juga yang mengira ketika dihadapkan dengan nama kue ini semua hal tentang negara Paman Sam. Justru makanan ini berasal dari kota Surabaya. Makanan ini pun sudah menjadi makanan khas kota Surabaya. Kue ini tidak menyerupai uang logam ataupun berhubungan dengan mata uang asing tersebut ya! Namun, bentuknya yang bulat dan pipih mungkin menjadi alasan mengapa orang zaman dahulu menyebutnya kue dolar. Sebab proses pembuatannya yang dicetak memang menggunakan cetakan besi atau alumunium.

Rasanya bermacam-macam, ada yang gurih, renyah dengan taburan wijen, ada gurih keju, dan ada juga yang beraroma jahe. Kue dolar juga cukup identik sebagai kue tempo dulu. Usaha kue dolar pertama kali muncul tahun 1936 yang diberi nama Kuweh Dollar Tjap Masin di Surabaya. Kini, tokonya bisa kamu temukan di main hall tahap I dan III Pasar Atum, dan kamu pun bisa melihat langsung pembuatan kue dolar di sana lho! Seiring dengan berkembangnya permintaan, camilan ini memiliki banyak varian rasa, seperti keju, wijen, hingga jahe.

3. Roti Ketawa

Jangan tertawa dulu ketika mendengar kata roti ketawa ya! Simak nih penjelasannya. Jadi  roti khas Sumatera Utara ini berbentuk bulat dan terdapat belahan di permukaannya yang mirip seperti sebuah senyuman atau ketawa. Sama-sama ditaburi dengan wijen di atasnya, roti ketawa sering disebut serupa dengan onde-onde, hanya saja teksturnya keras. Masakan nusantara ini mudah ditemukan di toko oleh-oleh Pematangsiantar. Ada dua jenis roti ketawa, yaitu ukuran besar dan ukuran kecil, namun jika berkunjung ke Sumatera Utara bentuk aslinya kebanyakan berukuran besar. Roti ketawa yang masih panas akan terasa lebih lembut dan gurih, sehingga cocok untuk dinikmati bersama secangkir teh hangat.

Baca Juga:Belum Banyak yang Tahu, Beginilah Cerita di Balik 5 Kuliner Tradisional Indonesia

4. Kue Satu

Kue satu ini ramai disajikan di saat hari raya lho! Mungkin kamu sudah sering melihat kue satu menjadi sajian khas saat lebaran. Kue kecil berwarna putih ini salah satu masakan nusantara warisan Jawa Barat yang sudah ada sejak dulu. Bagi orang yang masih mengenal kental budaya Pasundan, resep pembuatan kue satu sudah diwariskan secara turun-temurun. Kue berbahan dasar kacang hijau ini bukan hanya hadir saat perayaan besar, namun juga sering dijadikan sebagai buah tangan dari tanah sunda. Pembuatannya pun dipercaya masih menggunakan cara tradisional yang menggunakan paparan sinar matahari untuk mengeringkan kue.

5. Kue Kentut

Asal munculnya nama kue kentut adalah karena masakan nusantara khas Medan ini dibungkus oleh daun kentut yang memang memiliki aroma tidak sedap seperti bau kentut. Namun, ketika disantap kamu akan melihat warna dari nasi tersebut memiliki warna kehijauan dan tercium aroma harum. Nasinya pun dilengkapi dengan berbagai rempah-rempah bercita rasa gurih dan lauk seperti ikan pepes, ayam goreng, serta tahu atau tempe. Tidak banyak yang tahu bahwa daun kentut adalah tanaman obat yang tumbuh liar dan memiliki khasiat seperti membantu melancarkan pencernanaan.

6. Tahu Gimbal

Makanan nusantara selanjutnya adalah makanan khas kota Semarang yang terdiri dari campuran tahu yang digoreng, dipadu dengan aneka sayuran seperti kol yang dirajang, tauge, telur, serta lontong dan disajikan dengan siraman bumbu kacang encer. Khas banget  karena menggunakan petis udang sebagai pengencernya. Lalu apa arti dibalik nama tahu gimbal?  Bukan karena pemiliknya memiliki rambut yang gimbal ya, tetapi gimbal adalah sebuah gorengan yang terbuat dari udang yang digoreng dengan tepung sampai garing dan disajikan dengan beberapa pelengkap.

Nah, setelah mengetahui sejarah di balik asal muasal makanan nusantara di atas, apakah kamu semakin tertarik untuk mecoba? Yuk icip makanan nusantara Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.