in

5 Tips Menghadapi Si Perfeksionis di Kantor

Punya rekan kerja perfeksionis memang jadi cobaan tersendiri.

Menghadapi si perfeksionis butuh strategi tersendiri. (Sumber gambar: Nik Macmillan on Unsplash)

Merasa punya rekan kerja yang sangat perfeksionis? Biasanya sih hati atau mulut bakal ngeluh kalau kebetulan satu tim sama dia atau apa pun itu yang menyangkut dia. Bawaannya sudah berprasangka kalau nanti hasil kerjamu bakal dikritisi dan dia menganggap pendapat dia paling benar. Pokoknya diatur-atur gitu, deh!

Ketika hari Minggu lenyap dan Senin datang, mau pergi kerja rasanya malas sekali. Selain karena merasa hari libur tak cukup, kehadiran si perfeksionis bikin kamu jengah. Please jangan bikin aku bad mood!

bete-si-perfeksionis-kantor
Bertemu rekan kerja perfeksionis justru sering bikin bete. (Sumber gambar: Headway on Unsplash)

Sebenarnya kehadiran sosok perfeksionis itu ada keuntungannya sendiri, lho. Coba diingat-ingat lagi di masa sekolah dulu saat ada kerja kelompok dan dapat rekan yang punya sifat perfeksionis. Biasanya dia orang yang teliti dan mengerahkan seratus persen kemampuannya untuk menghasilkan karya yang bagus. Kelompok kalian bisa jadi meraih poin tertinggi. Atau malah kelahi mulu jadi gagal total? Hahaha.

Sosok perfeksionis ini juga bakal ditemui di dunia kerja. Dia bisa saja menyuruhmu melakukan suatu pekerjaan yang sama berulang-ulang dan nggak puas-puas juga karena dianggap itu belum sempurna seperti apa yang dia kehendaki. Pasti bete juga dong kalau seperti itu. Itu kekurangannya orang perfeksionis, biasanya bikin kesal orang di sekeliling.

Perfeksionis tidak menganggap cukup baik itu prestasi yang membanggakan. Lalu, ciri-ciri orang perfeksionis yang dikutip dari DecisionWise itu apa saja sih?

  • Mereka mengatur ekspektasi tinggi nan ekstrem pada diri sendiri
  • Kritis parah pada diri sendiri
  • Mereka bisa jadi defensif dan percaya segala bentuk masukan adalah kritik baginya
  • Biasanya workaholic dan tidak menerima apa pun yang kurang dari sempurna
  • Ketakutan mereka akan kegagalan justru lebih besar daripada kepercayaan akan kemampuan untuk sukses
  • Sedih akan kegagalan masa lalu atau ekspektasi yang tak tercapai
  • Saking besarnya ekspektasi, mereka kesulitan memanajemen level stres

    orang perfeksionis di kantor
    Setiap orang pada dasarnya memang perfeksionis. (Sumber gambar: Amy Hirschi on Unsplash)

Setelah membaca ciri-ciri orang perfeksionis, mungkin kamu jadi punya sudut pandang baru tentang apa yang dirasakan dalam diri si dia. Pada dasarnya tiap orang punya sisi perfeksionis. Yang menjadi masalah adalah ketika hal tersebut menjadi sebuah obsesi, kata Robert Steven Kaplan, seorang profesor Management Practice di Harvard Business School.

Nah, berikut adalah tips menghadapi si perfeksionis yang menjadi rekan kerja di kantor, dikutip dari Harvard Business Review:

1.Menghargai Sisi Positif dan Mengenali Sisi Negatif

Seperti yang sudah disinggung pada paragraph awal, si perfeksionis memang punya sisi positif dan negatifnya. Thomas J. DeLong yang juga merupakan seorang profesor Management Practice di Harvard Business School sekaligus penulis Flying Without A Net berkata bahwa pada level tertentu orang perfeksionis percaya tidak ada orang lain yang akan lebih baik melakukannya selain mereka.

“Mereka akan fokus berlebihan pada sisa 2% yang ada meski 94% lainnya sudah cukup baik,” kata DeLong. Namun kabar baiknya adalah mereka dapat membantu meningkatkan standar yang ada di sekitar mereka.

Jadi nih kalau kamu punya rekan kerja yang perfeksionis sedangkan ada pula yang ogah-ogahan dan terlihat nggak niat kerja, bisa saja kehadiran si perfeksionis dapat membantu meningkatkan performa orang lain yang semula nggak termotivasi.

2.Beri Pekerjaan yang Tepat

Di tip kedua ini mungkin akan sedikit sulit kamu lakukan kalau kamu tidak memiliki wewenang. Yaaah, anggap saja kamu sedang berandai-andai suatu saat nanti kamu jadi pemimpin dan punya kuasa meletakkan pegawai di tempat yang cocok.

posisi tepat si perfeksionis
Tempatkan si perfeksionis di posisi yang tepat. (Sumber gambar: Damian Zaleski on Unsplash)

Untuk orang yang perfeksionis, mereka akan sulit dimasukkan dalam bidang manajemen. Mereka akan meminta banyak hal pada orang-orang di bawahnya karena mereka buruk dalam delegasi dan sangat kritis. Mereka juga tampaknya akan kesulitas kalau diberi urusan yang sangat besar dan rumit.

Sebaiknya beri mereka pekerjaan di mana sifat tersebut dapat diapresiasi. Tempatkan mereka di dalam organisasi yang membutuhkan perhatian intens pada detail dan mencakup ruang lingkup lebih terbatas.

3.Tingkatkan Kesadaran Diri

Meski berada di posisi yang tepat sekalipun terkadang si perfeksionis bisa menyebabkan beberapa masalah misalnya menghasilkan kemunduran atau demoralisasi rekan lainnya. Lho, bukannya perfeksionis justru bikin semuanya sempurna dan hasilnya lebih baik? Oh, tidak selalu seperti itu.

Saking inginnya sempurna, si perfeksionis bisa saja membuang banyak waktu dan tenaga pada rincian yang sebenarnya tidak perlu. Maka ada baiknya kamu langsung memberi tahu mereka tentang dampak negatif tersebut. Ada orang yang tidak sadar bahwa dirinya perfeksionis dan merugikan pihak lain, ada pula yang sadar dan enggan berubah.

Jika kamu memberi tahu baik-baik dan dengan penjelasan yang mudah diterima, maka mungkin saja dia akan mendapat perspektif baru. Dalam bekerja tentu saja ada hal-hal yang mesti diprioritaskan. Maka pekerja harus dapat memilih. Tunjukkan laporan langsung bahwa melepaskan kesempurnaan adalah sebuah langkah menuju gambaran gol yang lebih besar.

4.Jika Memungkinkan, Ajari Dia

Kedengarannya mustahil bin ngaco, ya? Memang ada gitu si perfeksionis yang mau diajarin? Kalau kata Robert Steven Kaplan, setiap orang punya kelemahan dan dapat melatih kesabaran. Pertama tanyakan: “Apa kamu sadar kalau kamu punya kualitas ini dan termotivasi untuk belajar?”

Jangan mengharapkan perubahan yang instan. “Terkadang menunjukkan padanya bahwa kamu peduli sudah cukup untuk memotivasi mereka,” kata Kaplan. Kamu juga bisa cari mentor yang memahami bagaimana menangani orang perfeksionis. Jika mentor tersebut berkata, “Aku dulu seperti kamu”, maka nasihat mereka akan lebih mudah didengar.

5.Hati-hati dengan Masukan

beri masukan si perfeksionis kantor
Memberi masukan pada perfeksionis butuh perhatian lebih. (Sumber gambar: Studio Republic on Unsplash)

Setiap pekerja butuh masukan. Tetapi bagi si perfeksionis, mendengarnya akan membuatnya berada di masa sulit. Mereka hanya mendengar sisi negatifnya. Maka dari itu utarakan kekhawatiranmu terlebih dahulu.

Profesor DeLong menyugestikan pertanyaan berikut: “Aku tidak yakin bagaimana caranya berbicara denganmu untuk meningkatkan performamu. Bagaimana cara yang kamu inginkan dariku untuk memberimu masukan?”

Dengan begitu kamu tidak membuatnya defensive atau mematahkan motivasi mereka. “Berharap dan miliki kepercayaan diri kalau mereka akan menerimanya dengan baik”, kata DeLong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

makna , prestasi

Inilah Makna Prestasi yang Sebenarnya, Lalu Bagaimana Meraihnya?

[Ruang Fiksi] Manusia Menjadi Bangkai, Tapi Kata-Katanya Membusuk di Hati