in

5 Tips Melejit Berkarir di Bidang Sales and Marketing

Ilustrasi penjualan

Bagi seseorang yang baru mencari sebuah pekerjaan, bidang penjualan dan pemasaran (sales and marketing) biasanya akan menjadi lowongan yang paling banyak dihindari. Hal ini karena kebanyakan orang sudah terkunci dengan pola pikir bahwa pekerjaan tersebut akan sangat melelahkan karena target, dan bahkan tidak jarang menjadi posisi yang paling sering berganti personel.

Padahal jika kita jeli melihat peluang, bidang pekerjaan sales and marketing justru merupakan ujung tombak berjalan majunya sebuah perusahaan di sektor apapun. Seorang penjual sekaligus pemasar, pada dasarnya tidak hanya dituntut untuk mendatangkan profit melalui penjualan produk, melainkan lebih dari itu. Seorang tenaga marketer atau pemasar, harus bisa melambungkan brand images perusahaannya. Bukan hanya barang tetapi juga jasa layanan, fasilitas, dan nilai plus lain di perusahaan tersebut.

Berikut ini adalah tips-tips yang bisa sahabat ublik ikuti, agar pekerjaan di bidang sales and marketing menjadi sebuah peluang kerja yang menyenangkan, dan bahkan bisa melejitkan karir kita sebagai karyawan.

1. Optimalkan Kemampuan Komunikasi Personal dan Publik

komunikasi dalam sales dan marketing
Ilustrasi komunikasi

Tidak bisa kita pungkiri bahwa bidang pekerjaan yang satu ini, pasti mengutamakan kemampuan komunikasi yang baik. Sebagai seorang pemasar, kita harus bisa memberikan kemasan yang enak didengar, agar calon prospek menjadi tertarik untuk mendengarkan presentasi produk perusahaan kita yang sebenarnya biasa atau sudah umum di pasaran.

Kemampuan komunikasi ini tidak hanya dibutuhkan pada saat kita presentasi di depan publik, tetapi juga pada saat kita berkomunikasi pada klien yang menginginkan tatap muka untuk konsultasi secara personal mengenai perusahaan dan produk yang kita jual.

Dalam hal ini, seorang pemasar tidak sepenuhnya dituntut untuk harus bisa menjual produk, melainkan lebih kepada membuat klien merasa nyaman ketika berkonsultasi dengan marketer mengenai sebuah produk. Bahkan, ketika seorang klien sudah merasa benar-benar nyaman dengan sang marketer, bukan tidak mungkin klien tersebut akan selalu mempercayakan pada kita meskipun untuk mengkonsultasikan produk serupa yang ditawarkan oleh perusahaan lain.

Jika sudah sampai ke tahap ini, maka dijamin klien ini akan betah berlama-lama menjadi mitra perusahaan kita.

( Baca juga: Ketika Pekerjaan Tak Butuh Ijazah, Haruskah Kita Kuliah? )

2. Kuasai Penuh Database Klien dengan Detail dan Analitik

database klien dalam sales
Ilustrasi database

Seorang yang berkarir di bidang sales and marketing pasti tidak akan asing dengan segepok database calon prospek, karena itulah amunisi kita untuk bekerja. Ada beragam jenis database di genggaman seorang sales atau marketer. Pada beberapa perusahaan, bekal database prospek barangkali ‘sudah siap olah’, sehingga memudahkan pegawai untuk mengeksekusi.

Namun ada pula seorang sales atau marketer yang harus memulai dari data yang benar-benar mentah. Misalnya, pada perusahaan yang membuka cabang baru di sebuah lokasi, maka tak jarang marketer akan meminta data global dari aparat wilayah mulai dari RT, RW, kelurahan, atau data sampling di pusat statistik. Hal ini pastinya akan benar-benar melelahkan.

Tidak perlu risau, karena segala kerumitan pasti akan terurai jika kita memulainya dari pangkal yang tepat. Jangan malas untuk melakukan klasifikasi awal terhadap database yang kita miliki. Kita bisa memulainya dengan memisahkan nama-nama dalam database tersebut berdasarkan usia, pekerjaan, atau jarak jangkauan antara kantor dengan tempat tinggalnya.

Setelah mendapat klasifikasi tersebut, marketer akan lebih ringan mencari data yang lebih detail tentang kebutuhan-kebutuhan calon prospek yang akan kita gali kebutuhannya, sesuai dengan produk yang dimiliki dan dijual oleh perusahaan kita.

( Baca juga: 5 Tips Menghadapi Si Perfeksionis di Kantor )

3. Jangan Remehkan Hadiah Kecil

hadiah kepada klien saat ulang tahun
Ilustrasi hadiah kepada klien

Masih terkait dengan database calon prospek, sebaiknya seorang pemasar memberikan perhatian khusus kepada hal kecil namun bisa menumbuhkan citra positif di mata klien. Contoh, perhatikan tanggal ulang tahun dari klien atau calon prospek, lalu datangi mereka dengan hadiah kecil.

Meskipun sekadar rangkaian bunga sederhana untuk klien perempuan, atau bahkan hanya ucapan selamat lewat telepon, akan membuat baik hubungan personal antara klien atau calon prospek yang sedang kita gali potensinya.

Tidak jarang seseorang terus menjadi mitra hanya karena menyukai perhatian yang diberikan oleh para sales-nya berupa obrolan ringan di beberapa sore, atau hadiah ulang tahun pernikahan berupa sekotak kue atau voucher belanja.

4. Tepat Waktu

tepat waktu kunci sales
Ilustrasi tepat waktu

Masalah tepat waktu akan selalu menjadi isu hangat yang menentukan langgeng tidaknya hubungan seorang marketer dengan kliennya. Tidak sedikit seorang sales atau marketer yang mengendurkan ketepatan waktu ini, terutama setelah klien mereka sepakat untuk membeli produk yang ditawarkan.

Hal inilah yang membuat klien tidak bertahan atau berulang menggunakan produk perusahaan kita. Karena sales atau marketer tersebut hanya menunjukkan layanan yang prima dengan datang tepat waktu ketika sedang mempromosikan produk, namun tidak demikian ketika masuk masa purna jual.

Tepat waktu bagi sales dan marketer sebenarnya tidak hanya berlaku ketika menemui klien, melainkan juga harus bisa diterapkan untuk mendapatkan kata ‘deal’ dari prospek. Seorang penjual dan pemasar yang baik, harus bisa menentukan target penjualan, berapa lama mempresentasikan produk, berapa lama menjawab pertanyaan dan keluhan prospek, dan berapa lama tenggat waktu yang dibutuhkan untuk sampai pada kesepakatan.

Dengan begini, sales tidak akan berlama-lama berkutat di satu orang prospek tanpa kejelasan keputusan membeli produk.

5.Bangun Kerjasama

Sebuah perusahaan tidak mungkin dijalankan oleh seorang pekerja saja, demikian halnya bidang sales dan marketing yang tidak mungkin akan melesat hanya dengan seorang single fighter. Sehebat apapun produktivitas seorang sales and marketer, tetaplah ia adalah bagian dari sebuah tim.

Ada kalanya seseorang tetap tidak bisa mengoptimalkan kemampuan komunikasinya meskipun sudah melalui perjalanan pengalaman yang panjang dan serangkaian bimbingan atau pelatihan. Di sisi lain, ada pegawai yang menonjol dalam hal komunikasi, namun berantakan dalam mengelola database. Disinilah perlunya sebuah kerja sama tim yang saling mendukung. Keberhasilan seorang pegawai seorang diri, belum tentu akan mempengaruhi keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Namun, kegagalan sebuah perusahaan, pastilah akan berimbas pada kegagalan semua pegawai di bawahnya.

Maka, jangan egois dengan keberhasilan kita ketika berhasil menjual produk atau mengelola klien. Hal tersebut tidak akan terjadi jika kita tidak mendapat bantuan sebaran database yang baik dari perusahaan, atau dari pihak lain yang sudah memberikan informasi database klien. Tidak pula langkah kita akan melesat tanpa support bagian lain sesederhana bagian administrasi atau driver.

Keberhasilan semua personel dalam tim, meskipun sedikit, akan menciptakan keberhasilan perusahaan secara umum. Di lain pihak meskipun kita berhasil, tetapi perusahaan dinyatakan failed, maka mustahil kita akan mendapat penghargaan seorang diri.

Ditulis oleh Rahma Roshadi

hanya guru ngaji biasa yang sesekali nulis buku atau artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

desain sepatu nike indomie

Inilah Sosok Kreatif di Balik Desain Sepatu Unik “Nike Air Jordan X Indomie”

ui , universitas indonesia

Viral Gaji 8 Juta, Ini Realitas Jadi Mahasiswa UI