in

5 Langkah Sukses Dalam Personal Branding yang Bukan Sekadar Pamer Diri

Sumber: brandquarterly.com

Sahabat Ublik, apa pendapatmu tentang personal branding? Seperti yang kita tahu, di era digital ini, kita dapat menemukan dengan mudah identitas seseorang melalui media sosial yang ia miliki. Mulai dari latar belakang, hobi, bahkan kegiatan sehari-hari dapat kita lihat dari apa yang ia bagikan di akun pribadinya. Bagi yang melihatnya tentu memiliki persepsi masing-masing, sehingga secara tidak sadar melabeli seseorang berdasarkan apa yang ia bagikan. Tak heran jika sebagian orang melihat apa yang dibagikannya sebagai bentuk pamer diri akan apa yang dimiliki. Padahal, jika ditelusuri, aktifitas yang dilakukan oleh orang tersebut merupakan sebuah personal branding.

Apa itu Personal Branding?

Jika diibaratkan sebuah produk, seseorang yang melakukan personal branding tentu dapat lebih menarik pembeli daripada yang tidak melakukannya. Hal ini karena personal branding yang dilakukan akan membuat pembeli menemukan lebih cepat dan tepat produk yang ia butuhkan. Oleh karena itu, personal branding adalah proses seseorang dalam membuat citra diri dengan membentuk persepsi orang mengenai dirinya.

Menurut Ronald Susanto, aspek yang ditonjolkan dalam proses personal branding adalah kepribadian, kemampuan dan nilai tambahan yang dimiliki yang dapat digunakan sebagai alat pemasaran. Dengan begitu, tujuan dari personal branding adalah untuk profesionalisme dalam berkarir daripada eksistensi diri saja.

Baca Juga: Skill yang Harus Dimiliki dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Maka dari itu, membangun personal branding merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan di era digital ini. Dengan bermodalkan gadget dan media sosial yang dimiliki, Sahabat Ublik dapat mulai membangun brandyang ingin ditampilkan. Agar tidak salah dalam bertindak yang nantinya terkesan seperti pamer diri, ada beberapa poin yang bisa Sahabat Ublik lakukan dalam melakukan personal branding:

Fokuskan Kemampuanmu

langkah-langkah personal branding
Ilustrasi mengembangkan kemampuan untuk citra diri

Dengan berbagai kemampuan yang dimiliki, kemampuan mana kah yang mampu mewakili dirimu?

Seperti JK Rowling, mendengar namanya saja kita tahu bahwa ia adalah seorang penulis melalui karyanya Harry Potter. Maka disini, ketika orang mendengar namamu, sosok seperti apakah yang ingin kamu tampilkan pada mereka? Apakah sebagai seorang penulis? Sebagai seorang seniman? Atau justru sebagai seorang motivator?

Apapun sosok yang ingin kamu tunjukkan, hendaklah sosok tersebut adalah yang dapat membuatmu senang dan nyaman dalam menjalaninya. Jika sudah menentukan sosok yang diinginkan, cobalah temukan kelebihan yang ada pada dirimu sehingga ada nilai plus yang kamu miliki dari orang lain. Bisa dengan memfokuskan diri pada suatu tema, seperti penulis fiksi, seniman lukis, atau motivator cinta.

Buat Konten yang Menunjukan Dirimu

membuat konten untuk personal branding
Ilustrasi konten sosial media

Apabila dulu isi media sosialmu tidak beraturan dan terlalu personal, maka sebaiknya kamu rapikan terlebih dulu. Bisa dengan menghapus konten yang tidak sesuai, ataupun membuat akun baru yang menunjukkan citra diri yang kamu inginkan. Buatlah nama pengguna yang sesuai dengan dirimu, apabila namamu banyak yang sama, bisa gunakan nama yang unik yang mewakili sosokmu. Alasan dilakukannya hal tersebut adalah untuk memudahkan orang lain dalam mengidentifikasikan dirimu.

Jika kamu ingin dilihat sebagai seorang seniman, maka langkah selanjutnya yang bisa kamu lakukan dalam membangun personal branding adalah membuat konten yang menunjukkan “senimu”. Buatlah konten yang menunjukkan hasil karyamu, pesan yang ingin kamu sampaikan dan informasi lainnya yang semakin menguatkan sosokmu sebagai seorang seniman.

Baca Juga: Tips Sukses Menjadi Seorang Entrepreneur

Dalam personal branding, konten di media sosialmu memiliki peran penting dalam memberikan kesan kepada pengikutmu. Bila seseorang mengikutimu dari konten yang kamu bagi di media sosial, pastinya ia menantikan konten yang serupa dengan tema tersebut dari akunmu. Maka poin fokus pada kemampuanmu menjadi penting ketika membuat konten, sehingga apa yang dibagikan menjadi fokus pada satu tema.

Rencanakan Konten dengan Matang

Melanjutkan poin sebelumnya, ketika kamu sudah membuat media sosialmu menjadi konsumsi publik, maka setiap konten yang dibagikan sebaiknya direncanakan dengan matang. Mulai dari waktu posting, jumlah konten yang dibagikan setiap harinya, isi konten dan interaksi yang diinginkan. Sesuaikan pula setiap konten dengan media sosial yang digunakan.

Sebagai contoh, apabila di Instagram dan Facebook, sediakan gambar yang mewakili keterangan yang tertulis di bawahnya. Di Twitter, siapkan tulisan atau utas yang berkesinambungan untuk pesan yang ingin disampaikan. Apabila kamu menggunakan Linkedin, sampaikan isi konten dengan singkat dan jelas. Jika ada konten yang panjang dan tidak bisa dituliskan secara lengkap, bisa kamu tuliskan di situs pribadi dan sambungkan ke media sosialmu sehingga orang lain dapat membacanya. Usahakan untuk mengoptimalkan dengan baik konten tersebut serta penempatannya sehingga bisa menjangkau banyak pembaca. Bila perlu, belajar digital marketing atau gunakan tools yang tersedia pada setiap media sosial untuk menambah jangkauan pengguna.

“Kamu tidak perlu menunjukkan siapa dirimu, cukup kontenmu saja yang berbicara.”

Dari kutipan tersebut, maka konten yang berkualitas dan konsisten akan sangat membantu dalam membangun personal branding. Meskipun melelahkan dan merupakan proses yang terus menerus, akan terlihat hasilnya ketika ada orang yang mendapat manfaat dari kontenmu atau kamu sendiri yang mendapatkan tawaran pekerjaan.

Lakukan Interaksi dengan Baik

Kalau kamu telah melakukan poin-poin sebelumnya dengan baik, maka hal yang perlu kamu lakukan selanjutnya adalah menjaga pengikutmu dengan melakukan interaksi yang baik. Respon berupa komentar, pesan pribadi atau sekedar tanda suka sudah sepatutnya di apresiasi dengan memberikan balasan yang baik. Harapannya, melalui interaksi tersebut maka pengikutmu akan merasa dihargai dan senang dengan konten yang kamu bagikan.

Selain membalas komentar dan pesan yang diberikan, kamu juga dapat melakukan interaksi dengan mengadakan acara kecil seperti giveaway ketika mencapai sejumlah pengikut ataupun hadiah lainnya yang dapat membangun kelekatan dengan pengikutmu.

Pisahkan Kehidupan Pribadimu

Poin terakhir yang dapat kamu lakukan dalam membangun personal branding adalah dengan memisahkan kehidupan pribadimu di media sosial. Ketika kehidupan pribadimu ikut dibagikan dalam akun personal branding, maka secara tidak langsung kamu mengizinkan orang-orang untuk mengetahui sisi lain dari dirimu dan lingkungan yang ada di sekitarmu, baik itu teman, keluarga dan komponen lainnya.

Baca Juga: Menjadi Lebih Produktif Dengan Cara Yang Benar

Meskipun tidak ada salahnya membagikan sedikit kisah hidupmu kepada para pengikut, namun jangan heran jika nanti image yang selama ini kamu bangun bisa ternodai. Baik dari asumsi yang orang buat, ataupun dari respon yang diberikan. Sehingga, alangkah baiknya jika hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi disimpan saja atau dibagikan hanya kepada kerabat terdekat yang dipercaya.

Nah, bagaimana Sahabat Ublik? Sudah siap memulai personal branding versimu? Dari poin di atas sudah cukup menjelaskan bahwa untuk membangun citra diri tidak sama dengan pamer karena aktifitas tersebut memiliki makna dan manfaat yang ingin diberikan. Tentu berbeda bukan isi konten yang menyediakan informasi dengan yang hanya sekedar curhat saja? Hehe.

Yuk Sahabat Ublik, mulai bangun personal branding sedari dini agar nantinya bisa menjadi inspirasi untuk orang lain. Kalaupun tidak ingin dikenal, cukuplah personal branding menjadi pengingat bahwa setiap kita sudah Tuhan ciptakan dengan citranya sendiri.

Ditulis oleh Izzati Robbi Hamiyya

A full time mother called Ibun.
A blog enthusiast who's trying to learn more about life through stories and experiences.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

leluhur , cogean

[Ruang Fiksi] Cogean dan Kontrak Leluhur

pekerjaan-paruh-waktu-inggris

Pekerjaan Paruh Waktu yang Cocok untuk Mahasiswa Bahasa Inggris