in ,

5 Komponen Penting Penunjang Impian, Sederhana Tapi Penting

5 Komponen Penting yang Menunjang Impianmu

Banyak orang hendak sukses katanya, banyak orang igin meraih impian. Namun banyak dari mereka yang masih tertahan karena satu dan dua hal. Mencari motivasi yang kuat agar tidak berhenti di tengah jalan atau hanya karena ketakutan-ketakutan. Padahal mereka sadar betul, bahwa semua orang berhak untuk meraih dan mendapatkan apa yang mereka mau. Paling tidak, bila impianmu setinggi bulan, maka kamu akan jatuh di antara bintang-bintang.

Siapa yang tak tahu ungkapan populer yang bukan omong kosong tersebut?

Bila kamu saat ini satu dari sekian banyak orang yang tertahan itu, maka artikel ini cocok untuk kamu baca sampai habis. Oh ya, jangan lupa beri saya pendapatmu. Supaya tahu apakah menuliskan ini untuk pendekatan merawat optimisme anak muda berhasil. Sesuai dengan visi Ublik tentunya.

Baca Juga: Setelah Mengalami Kegagalan, Saatnya Mendesain Ulang Kehidupan

Sebetulnya tidak ada cara rahasia untuk menempuh kesuksesan dalam meraih impian. Semua cara terpapar secara gamblang di hadapan semua orang, yaitu satu berupa kerja keras. Namun tentu, ada banyak komponen yang harus kamu tahu selain bekerja keras. Karena kadang-kadang manusia suka sekali mengkerdilkan diri sendiri, sehingga bisa jadi usaha yang dikerahkan malu-malu dan tidak maksimal.

Juga, tidak ada batasan untuk meraih impian. Maksudnya tentu ada banyak kendala, seperti uang yang tidak cukup untuk membeli suatu alat. Atau kita tak punya kendaran untuk sekadar ke kota membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Namun semua hal bisa dimulai dengan kerja keras dan saya percaya itu.

Bila uang yang menjadi kendala, maka ada banyak jalan untuk mendapatkannya. Tentu, di sini kesabaran diuji, walau sebetulnya kesabaran kita memang akan selalu diuji dalam setiap kesempatan. Bila kendaraan yang menjadi kendala, pasti, akan kamu temui cara. Berjalan sekalipun akan kamu tempuh bila; pada bab sebelumnya yang tentang mencari tujuan hidup. Sudah benar-benar mengakar kuat dalam diri.

Sebab apa? Karena jika kamu tak melakukannya, maka lima tahun setelah ini dan seterusnya, hidupmu benar-benar dipertaruhkan. Kamu merasa harus memperjuangkannya, selama kata ‘mumpung’ masih melekat erat di tubuh. Mumpung masih muda, mumpung masih sehat, mumpung belum berkeluarga, atau mumpung-mumpung lainnya yang harus kamu mafaatkan dengan baik-baik.

Jangan berharap saya memberi komponen rahasia sehingga dalam sekejap impianmu sudah di depan mata, tinggal meraihnya, dan tidur sepuasnya. Tidak. Komponen yang ingin saya bagikan adalah hal-hal sederhana, yang saya rasa akan membantumu menumbuhkan semangat dan mengangguk-angguk sekali atau dua kali, ketika kamu merasa relate dengan sebuah kalimat.

Semoga.

Komponen Penting Penunjang Impian

1. Semua keberhasilan dimulai dengan simpel, langkah awal.

5 Komponen Penting Penunjang Impian salah satunya langkah awal
5 Komponen Penting Penunjang Impian, gambar: pixabay

Siapa yang memiliki ide hebat dan menarik, siapa yang memiliki ide biasa dan pasaran, siapa yang ingin melakukan suatu perubahan, siapa pun yang memiliki keinginan, entah besar atau kecil. Walau hanya sekadar ingin ke kamar mandi untung buang air, maka yang dibutuhkan adalah langkah awal.

Dalam setiap bagian kehidupan ini, kita selalu memberikan langkah-langkah awal kita untuk melakukan sesutau. Namun kadang-kadang tidak kita sadari bahwa hal itu bermakna lebih dalam dari apa yang terlihat.

Misalnya saja ketika kamu baru mulai belajar untuk membuat kue. Kamu melihat sebuah kue dan di sana tertuliskan dengan jelas resepnya (ya, menggapai impianmu sudah jelas resepnya). Kamu ingin membuatnya, tetapi takut gagal.

Namun kamu tetap mencoba karena bisa membuat dengan porsi kecil, atau bahan-bahannya mudah didapatkan, dan bahkan kamu punya alat-alatnya. Percobaan pertama, kuenya bantet, tetapi rasanya tetap masih tertolong karena bahan-bahan pemanis yang kamu masukkan. Percobaan kedua, masih belum sempurna, lagi-lagi rasanya masih tertolong dan sekarang tak sekeras sebelumnya.

Kamu mencaritahu apa yang salah dan apa yang kurang selama percobaan itu, lalu pada percobaan ketiga … hampir, hampir sempurna.

Namun, jika dibandingkan kamu yang sebelumnya tidak bisa. Kata hampir sempurna ini bukankah amat-amat jauh lebih baik dari sebelumnya? Kamu yang semula bahkan tidak bisa dan juga terserang ketakutan, bila tidak ada langkah awal untuk mencoba. Apakah bisa mendapatkan kata hampir sempurna? Saya pastikan tidak.

2. Kasihan sekali bila dirimu tidak dipercayai olehmu sendiri

5 Komponen Penting Penunjang Impian, Sederhana Tapi Sering Terlupa
5 Komponen Penting Penunjang Impian, Sederhana Tapi Sering Terlupa, gambar: pixabay

Bila orang lain tidak percaya padamu, kamu masih punya diri sendiri untuk percaya. Namun bila kamu tak memercayai dirimu, lalu siapa yang akan percaya? Kita tak bisa menggantungkan harapan pada orang lain, berharap suatu hari ada yang datang dan berkata bahwa kamu hebat dan bisa melakukannya. Tidak, kita tak boleh hanya menunggu. Bagaimana kalau kamu percaya saja pada dirimu?

Baca Juga: Agar Kamu Tidak Lagi Merasa Minder dan Mengerdilkan Diri

Begini Sahabat, saya beritahu satu hal rahasia yang sudah tidak rahasia. Bahwa semua yang sukses kini bahkan merasa idenya terlalu gila, ekstrim, bahkan mengorbankan banyak hal. Namun mereka hanya tertawa dan melakukannya saja, sebab sudah percaya pada diri sendiri, pada pandangan yang tak bisa dilihat orang lain. Mengambil kesempatan.

Mereka hanya percaya bahwa, bila semua hal tak akan diketahui hasilnya jika tidak dicoba dan ini benar, mutlak. Kita tak bisa mengelak darinya.

Jadi, mari kita tertawa dan lakukan saja. Kita, saya dan kamu.

3. Bangun lebih awal, salah satu komponen penting penujang impian

Bukan berarti kamu harus bangun super pagi, padahal baru saja tidur tiga jam yang lalu. Bukan. Yang dimaksud adalah, jangan malas-malasan setelah terbangun. Bila kamu sudah bangun di pagi hari, tetapi masih bergelung di atas kasur dengan selimut yang melilit tubuh, artinya kamu tidak punya motivas yang kuat untuk bergegas menggapai impian.

Ya, tentu kita semua butuh ritme yang baik sesuai kemampuan tubuh. Namun bila kamu melakukannya setiap waktu, bukankah ada yang salah dari motivasimu? Mungkin belum sekuat dan sekeras yang dibutuhkan untuk mencapai impian.

Meski tidak semua orang adalah pekerja pagi, meski beberapa orang lebih aktif pada malam hari yang tenang dan sejuk. Bangun lebih awal berarti memintamu untuk menyegerakan jika sudah waktunya. Bukannya sengaja menunda-nunda, yang ini hanya masing-masing diri sendiri yang memahami.

Ya, pahamilah dirimu sebaik-baiknya.

4. Jangan perfeksionis

Banyak orang yang ingin memulai, tetapi menunggu segalanya sempurna dulu. Ini saya yang dahulu, katakanlah jika ingin menulis sebuah artikel, maka akan mencari sumbernya berhari-hari. Pikir saya hal itu membuat artikel berbobot, tetapi setelah sekian waktu, saya sadar, ternyata justru tulisannya jadi tumpang tindih, banyak informasi dimasukkan ke dalam satu artikel. Pun, saya juga sadar, bahwa yang membuat tangan-tangan ini luwes menulis adalah ya menulis itu sendiri.

Baca Juga: Kendalikan Perfeksionisme dengan Memahami 6 Hal Ini

Semakin perfeksionis, semakin sedikit yang dilakukan, semakin sedikit praktik, semakin lama terjun ke lapangan. Dunia beserta kesempatannya tidak akan menunggu, jadi, mari kita memulai lebih dulu, Sahabat. Sebab pepatah dahulu mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik.

5. Kritis

5 Komponen Penting Penunjang Impian berfikir kritis
Komponen Penting Penunjang Impian, gambar: pixabay

Orang yang berpikir kritis, cenderung merasa hidupnya penuh makna. Selalu mencoba berkembang dari hari ke hari. Tidak dibatasi oleh standar masyarakat. Karena dunia ini terlalu luas untuk mengikuti standar-standar yang ditetapkan.

Namun perlu diingat kembali, berpikir kritis bukan berarti kita menolak segala gagasan yang sudah ada sejak lama, itu hanya membuat kita berpikir, kenapa gagasan ini ada, untuk alasan apa, dan sebenarnya gagasan ini di masa lalu diterapkan untuk situasi apa saja. Sehingga bertambah kuat keyakinan kita dan juga implementasinya akan benar. Namun justru orang yang berpikir kritis ini akan dicecar, “Kamu nggak ada kerjaan banget sih!”

Tidak masalah juga kan? Toh memang seorang pejuang sejati, pemimpi, melihat masa depan yang tidak orang lihat. Lagi pula menjadi kritis berarti tidak menjalani standar kehidupan orang lain, melainkan mengikuti standar hidup punya kita sendiri.

Baca Juga: Hardika: “Tidak Banyak yang Tahu, Beginilah Realita Kuliah di Luar Negeri”

Apakah kamu selama ini mengikuti standar hidup orang lain? Ketika mereka mengartikan bahagia dengan berfoto di depan menara Eiffel, maka kamu merasa hidup ini menyedihkan. Ketika mereka mengartikan kesuksesan adalah harus menempuh sekolah di luar negeri, maka kamu merasa terlalu kerdil untuk disebut manusia layak. Ketika mereka mengartikan kesuksesan adalah lulus beasiswa kuliah ke luar negeri, maka kamu merasa menjadi manusia yang bodoh.

Padahal hidupmu dan hidupnya saja berbeda, tujuanmu dan tujuannya juga berbeda. Kemungkinan besar, kamu dan dia dibutuhkan di tempat yang berbeda. Semua orang punya jalan masing-masing, ya karena inilah seni hidupnya.

Karena yang penting bukan seberapa hebat di mata orang dan seberapa kita terlihat bahagia menurut ukuran orang. Kamu tahu lebah? Dia hanya terlihat mengambil, tetapi ternyata menabur dan bermanfaat bagi tumbuh-tumbuhan. Ia yang kecil dan sederhana, juga bisa berguna bagi sesama.

Baca Juga artikel lainnya tentang konseling dan pengembangan diri dari Kak Halo Oys

Report

What do you think?

Participant

Written by Halo Oys

Years Of MembershipCommunity ModeratorVerified User

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Tips Mengelola Keuangan Efektif Bagi Mahasiswa

7 Tips Mengelola Keuangan Efektif Bagi Mahasiswa

Tradisi Sekaten di solo

Liburan Ke Solo Naik Kereta Lebih Menyenangkan