in

5 Cara Mengatur Keuangan Untukmu yang Baru Kerja, Biar Gaji Ngga Cuman Numpang Lewat

Meski baru kerja, keuangan harus diatur sejak dini agar tidak menyesal.

Baru bekerja adalah kesempatanmu untuk mulai menabung. (Sumber gambar: Brooke Cagle on Unsplash)

Mendapat pekerjaan dengan gaji yang layak tentu menjadi impian setiap orang. Kita juga pasti ingin mengatur keuangan sendiri agar hidup terjamin. Untuk memenuhi standar kelayakan itu pun berbeda bagi masing-masing individu. Bagi yang merantau di kota orang pasti memiliki kebutuhan yang agak berbeda dengan yang masih bisa menetap di rumah bersama keluarga.

Tetapi, nih, Sahabat Ublik, berapa pun gaji kita kalau tidak diatur dengan baik maka akan terasa jauh dari cukup. Maka dari itu artikel kali ini akan membahas tentang 5 cara mengatur keuangan untukmu yang baru kerja. Siapa tahu uang yang selama ini tidak terasa kamu keluarkan, justru bisa dimasukkan ke dalam tabungan dan menjadi lebih berguna di kemudian hari.

  1. Kurangi Makanan Cepat Saji

Kamu suka makan makanan cepat saji dengan alasan enak, cepat penyajiannya, nggak ribet makannya, dan terjangkau? Sebenarnya kalau mau dihitung dengan cermat, makanan cepat saji yang marak beredar dimana-mana itu sama sekali tidak “semurah” itu, lho.

Memang sih ada menu-menu yang dilabeli “murah meriah”. Mungkin dengan iklan penggoda seperti dengan uang 10 ribu kamu sudah dapat spageti atau burger. Itu semakin membuat kamu merasa nggak bersalah untuk membeli makanan cepat saji terus-terusan.

atur uang cepat saji
Mengurangi makan makanan cepat saji adalah salah satu cara berhemat. (Sumber gambar: Stefan Barkman on Unsplash)

Padahal ketika kamu menjejakkan kaki di restoran tersebut atau menggunakan aplikasi jasa antar makanan lewat ponsel pintar, kamu tentu nggak bakal mau cuma beli satu item saja. Matamu akan melirik ke pilihan menu lain yang kamu anggap juga murah.

“Ah, tambah minuman atau es krim satu, deh” atau “Mending nambah satu atau dua lagi makanan biar nggak rugi-rugi amat sudah datang ke sini.”

Biar hanya nambah 5 atau 10 ribu, tetap saja kamu menggunakan uang untuk hal yang sebenarnya bisa kamu hemat. Lagipula makanan cepat saji yang murah biasanya memiliki porsi amat sedikit sehingga membuatmu tidak kenyang dan justru ingin menambah menu lain. Belum lagi tambahan biaya berupa pajak restoran dan ojek daring bila kamu menggunakannya.

Sekarang bandingkan harganya dengan nasi campur di pinggir jalan. Jauh berbeda, bukan? Tetapi akan jauh lebih hemat bila kamu membawa bekal sendiri. Meski tidak tiap hari, membawa bekal membuatmu bisa mengatur keuangan dengan lebih baik. Selain itu makanan yang dimasak sendiri di rumah lebih sehat daripada makanan cepat saji.

  1. Setop Ngopi Demi Gengsi

Beli kopi di kedai ternama biar kelihatan lebih berkelas? Oh, no no no. Bisa jadi ini salah satu penyebab masalah keuangan kamu.

Mungkin kamu merasa bangga mengetahui dirimu bisa menenteng-nenteng kemasan kopi dari waralaba tersohor. Menunjukkan pada orang lain kalau kamu mampu membelinya. Atau kamu sangat menyukai rasanya sehingga nggak keberatan untuk terus membelinya meski kamu tahu harganya semakin  mahal.

cara atur uang kopi
Sebaiknya membawa kopi sendiri bagi para pecandu kopi. (Sumber gambar: Kevin Grieve on Unsplash)

Mulai sekarang, Sahabat Ublik harus mulai memikirkan tentang uang hasil jerih payahmu selama sebulan. Sampai kapan kamu rela menggunakannya demi secangkir kopi yang sebenarnya bisa kamu bikin dan bawa sendiri dari rumah?

Bila kamu memang pencinta dan pecandu kopi, ada baiknya kamu menggunakan gaji tersebut untuk membeli biji atau bubuk kopi sendiri. Nggak apa-apa kalau harganya lebih mahal dari segelas kopi dari kedai karena bisa dikonsumsi jauh lebih lama. Kamu juga jadi bebas dari biaya pajak kedai dan lebih bisa mengontrol keuangan.

(Baca Juga: Sudah Siap Menikah? Pahami 9 Poin Perencanaan Keuangan Berikut Ini )

Ini berlaku juga bagi Sahabat Ublik yang keranjingan beli minuman produk susu atau teh waralaba yang semakin menjamur. Pada saat membelinya kamu merasa tidak masalah toh harganya Cuma 10-20 ribuan. Tetapi sebenarnya hal yang kamu sepelekan itu adalah uang yang bisa kamu tabung. Jadi baiknya coba kendalikan diri supaya nggak jajan di luar berlebihan.

  1. Hindari Nonton di Bioskop Saat Akhir Pekan

Saking sukanya dan nggak mau kena bocoran, kamu rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk sekadar menonton film yang sedang tayang di bioskop meski tiket di akhir pekan harganya melambung hampir dua kali lipat. Coba Sahabat Ublik pikirkan lagi, apakah film tersebut pantas mendapatkannya?

cara atur uang nonton bioskop
Hindari nonton di bioskop pada akhir pekan karena harga tiket lebih mahal. (Sumber gambar: Krists Luhaers on Unsplash)

Jika kamu memang pencinta film sejati dan biasanya rela mengeluarkan uang untuk menyaksikannya di bioskop, sebaiknya tontonlah pada hari kerja. Selain film yang kamu tonton dan fasilitasnya bakal sama saja dengan layanan akhir pekan, kamu juga bisa lebih mengatur keuangan. Lumayan, kan, buat ditabung.

Selain hindari nonton di bioskop pada akhir pekan, kamu juga bisa lebih selektif dalam memilih film yang hendak ditonton. Mentang-mentang diajak teman, kamu mau-mau saja meski sebenarnya tidak tertarik. Atau kamu merasa nggak ada kerjaan jadi memilih untuk mengeluarkan uang demi sebuah film yang tidak kamu ketahui sinopsisnya. Padahal kan kita bisa menggunakan uang tersebut untuk film lain di masa mendatang.

  1. Kendalikan Diri dari Godaan Toko Daring

Nggak di Instagram, di FB, di Twitter, di story WhatsApp orang, di semua platform dagang, kayaknya tiap main ponsel, tuh, banyak barang menarik yang wara-wiri, deh. Foto-foto makanan dan minuman yang bikin ngiler dan cocok dijadikan bukaan puasa, pakaian cantik yang kayaknya cocok dijadikan koleksi, aksesori ponsel yang menarik, dan masih banyak lagi. Semua itu nggak ada habisnya.

cara atur uang belanja daring
Menahan diri dari godaan toko daring itu penting. (Sumber gambar: Brooke Lark on Unsplash)

Kalau Sahabat Ublik melihat itu semua, cobalah pikirkan apakah barang itu hanya berupa keinginan  bukannya kebutuhan, apakah barang itu akan berguna untuk waktu yang lama, apakah kamu punya uang untuk itu, dan apakah barang itu pantas kamu tukar dengan uang hasil kerjamu. Bersikaplah bijak akan hal itu karena kalau kamu sekadar mengikuti nafsu belanja, maka gajimu tidak akan pernah cukup.

(Baca Juga: 9 Cara Manajemen Keuangan Pribadi Anak Kost )

  1. Pinjam Buku di Perpustakaan

Bagi orang yang sudah mencari uang sendiri, pasti terasa banget kenaikan harga barang yang terjadi. Termasuk harga buku yang makin tinggi saja, tetapi durasi baca tidak lama. Ada baiknya kamu mulai mengurangi jatah membeli buku agar bisa lebih berhemat. Demi memuaskan dahaga para kutu buku, perpustakaan menjadi tempat yang tepat.

cara atur uang buku
Pinjam buku di perpustakaan banyak untungnya. (Sumber gambar: Patrik Gothe on Unsplash)

Selain tidak dikenakan biaya, pilihan buku pun banyak. Dengan meminjam buku kamu juga jadi lebih cermat dalam memilih mana buku yang mesti dibeli dan tidak. Ketika kamu amat menyukai buku tersebut dan merasa di masa mendatang itu akan berguna, maka kamu bisa membelinya sendiri.

Kamu juga bisa meminjam buku di perpustakaan digital seperti iPusnas. Tinggal daftar dan taraaaaa! kamu bisa membaca buku sesukamu dan di mana saja tanpa harus menambah barang bawaan di dalam tas.

Membaca buku juga bisa menjadi hiburan yang murah meriah tanpa harus menghabiskan banyak uang di pusat perbelanjaan atau tempat hiburan. Keuanganmu jadi bisa diatur dengan cermat. Ya, nggak, Sahabat Ublik?

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Loading…

0

Comments

0 comments

investasikan , hak tubuhmu

Sama Seperti Uang, Investasikan Waktumu pada Hal-hal yang Tepat

Cara Biar Nggak Galau Walau Tak Mudik Lebaran