in

5 Cara Biar Lebih Selow dan Tidak Pusing dengan Apa Kata Orang

Senyumin aja (sumber: pixabay)

Apakah kamu sering kepikiran dengan apa kata orang tentang dirimu? Atau mungkin kamu punya teman yang pembawaannya sensitif? Dalam pergaulan sehari-hari, memang banyak tipe orang yang kita temui. Ada yang santai, ada yang serius. Ada yang baperan, ada juga yang cuek. Kamu termasuk yang mana?

Lalu kepada temanmu, pernahkah kamu berkata seperti ini, misalnya; santai aja lah… Jangan diambil hati,”, “kenapa sih kamu sensitif banget?” atau cuma bercanda kok, jangan terlalu dipikirin,” dan kata-kata lain sejenis yang maksudnya adalah agar dia lebih selow. Tapi apakah kata-katamu ngaruh ke dia? Apakah dia memang berhasil jadi selow dan tidak lagi kepikiran apa kata orang?

Begini, kamu pasti tahu ‘kan bahwa setiap orang memiliki karakter yang unik dan berbeda-beda? Ada yang kalem, ada yang heboh, yang selalu terlihat ceria, mudah memaafkan, tapi ada juga yang begitu gampang tersinggung dan tersentuh perasaannya. Semua pembawaan itu tentu ada plus dan minus-nya. Yang terpenting adalah bagaimana cara menyikapinya.

Baca juga : 

Jadi bagaimana cara agar lebih selow dan tidak pusing apa kata orang?

1.Ingat Selalu bahwa Hidupmu Itu Singkat

Coba kita simak lagi kata-kata legendaris dari mendiang Steve Jobs ini, sebelum kamu terlalu jauh menghabiskan waktu untuk memusingkan apa kata orang. Ini disampaikan pada sebuah pidatonya-yang-terkenal-itu, di Universitas Stanford.

“…Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma—which is living with the results of other people’s  thinking. Don’t let the noise of other’s opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.”

“Waktu kalian terbatas, jadi jangan sia-sakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terjebak oleh dogma—dalam hal ini, hidup dengan pikiran orang lain. Jangan biarkan pendapat orang lain menenggelamkan kata hatimu. Dan hal yang paling penting adalah miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisimu. Mereka—kata hati dan intuisimu itu, entah bagaimana sudah mengetahui apa yang kau inginkan. Yang lain menjadi kurang penting.” Jadi, apakah kamu masih kepikiran hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting?

Jangan pikirkan , apa kata orang
Tidak usah pikirkan apa kata orang (Sumber: Pixabay)

2.Belum Tentu Kata-kata Mereka Membuatmu Maju

Coba ingat pertandingan olahraga terakhir yang kamu lihat di televisi. Apapun itu. Saat para pemain sibuk bertanding, apa yang dilakukan oleh penontonnya? Mereka mendukung, menyemangati, sebagian lainnya gregetan sendiri, walau sebenarnya tidak paham betul jalannya pertandingan.

Pertanyaannya: apakah para pemain itu akan mendengar suara penontonnya? Tentu tidak. Karena itu hanya akan mengacaukan konsentrasi. Mungkin kamu sudah pernah mendengar istilah keep your eyes on the ball? Istilah itulah yang mungkin bisa related buatmu untuk tetap berfokus, untuk mendapatkan hasil yang diharapkan, dan tidak pusing dengan apa kata orang. Karena belum tentu kata-kata mereka membuat lebih maju.

3.Tidak Perlu Menyenangkan Semua Orang

Setiap orang diciptakanNya, masing-masing memiliki keunikan. Selera dan pilihannya berbeda-beda. Karena perbedaan itulah, seseorang tidak dapat membuat semua orang harus sepakat. Dengan kata lain, kita tidak perlu mengikuti apa yang kebanyakan orang katakan. Tidak perlu memaksa diri, sehingga mereka semua senang.

Mengapa tidak perlu? Ya memang di saat-saat tertentu itu perlu dan penting, tapi di titik tertentu malah kita akan merasa lelah sendiri. Tidak perlu berubah jadi orang lain demi dianggap baik atau disukai oleh semua orang. Kenali dirimu sendiri dan belajar bagaimana cara memberikan reaksi terbaik untuk kejadian di sekitar.

Demikian halnya untuk hal-hal yang lebih profesional, seperti di organisasi atau dunia kerja. Sebab sebuah keputusan yang diambil pasti ada konsekuensinya, kalau mencari situasi di mana keputusan itu harus memuaskan semua orang, apa jadinya? Bisa jadi malah memperlambat apa yang sedang dikerjakan.

4.Lebih Percaya Diri dan Tahan Kritik

Meskipun kritikan itu tidak enak pada awalnya, tapi kita tidak memungkiri adanya manfaat dari kritik tersebut. Kritik yang dibarengi dengan saran yang membangun, justru bisa membuat orang semakin berkembang. Lalu bagaimana menghadapinya? Alih-alih merespon, berilah kesempatan orang untuk ‘menunjukkan dirinya’. Eh, bagaimana maksudnya?

Saat mendapat sebuah kritikan, pernahkah mencoba cara pandang ini: bahwa orang lain sebenarnya tidak sedang mengkritik diri kita, tapi menjadi ‘sarana’ bagi dirinya untuk menyalurkan ekspresi saja. Lalu siapa yang sebenarnya sedang ‘menunjukkan dirinya’? Seperti kata sebuah pepatah: “Ketika kita menghakimi atau mengkritik orang lain, kritik tersebut tidak tertuju pada orang yang dikritik, melainkan mengatakan sesuatu tentang kebutuhan pribadi kita untuk menjadi seorang yang kritis.” Nah, bagaimana menurutmu?

apa kata orang
Senyumin aja (sumber: pixabay)

5.Yang Terlihat Perhatian Belum Tentu Beneran Peduli

Kamu pernah merasa kalau temanmu begitu peduli dengan kehidupanmu? Baiklah, hal itu tentu sangat baik. Tapi di saat tertentu temanmu itu jadi gampang sekali menilai keadaan sesuai dengan apa maunya mereka. Seperti pada dasarnya setiap orang bisa bicara apapun tentang orang lainnya, meski tidak selalu tepat dengan keadaan sebenarnya. Orang lain bisa berpendapat apapun tentang kita, begitu juga kita bisa berpendapat tentang orang lain soal apapun yang dilakukannya.

Semua orang boleh saja terlihat perhatian ke orang lain, tapi seringkali apa yang dikatakannya adalah apa yang mereka yakini. Dengan kata lain, itu tidak menjamin rasa peduli. Sebab orang yang peduli itu tidak hanya banyak komentar, tapi juga menawarkan jalan keluar.

Kadang, yang benar-benar peduli itu tidak selalu hadir di dekatmu. Tidak selalu menyapa atau bertanya: apa yang sedang/akan kamu lakukan? Yang benar-benar peduli pasti mendoakanmu. Tapi kadang mereka juga terlihat seperti tidak peka: Membiarkanmu melakukan sesuatu. Membiarkanmu berjuang untuk impianmu, dengan caramu sendiri.

Ada saat di mana hal-hal yang kamu lihat atau dengar dalam hidup ini tidak berjalan seperti harapanmu. Termasuk apa kata orang. Di saat ada yang belajar cuek dengan omongan orang, di tempat lain ada orang yang berusaha keras menjadi lebih peka. Sebenarnya tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk antara satu dibanding yang lainnya. Bagaimanapun sikap kita, pastikan itulah yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ruang fiksi papa

[Ruang Fiksi] Papa, Semoga Kau Masih Hidup

jika atasan lebih muda

Drama Dunia Kerja: Jika Atasan Lebih Muda, Harus Bagaimana?