in

4 Tips Mendaki Gunung Minim Nyampah

Mendaki gunung memang seru tapi jangan lupa sampahmu, ya.

Mendaki gunung minim nyampah itu nggak mustahil, kok. (Sumber gambar: Lucas Clara on Unsplash)

Bila beberapa waktu lalu Ublik bikin artikel tentang tips mendaki gunung untuk pendaki pemula dan bedanya kepribadian anak gunung dengan anak pantai, kali ini Ublik akan memberikan tips mendaki gunung minim nyampah. Lho, gimana caranya? Nggak mungkin, deh, kayaknya kalau nggak pakai plastik sama sekali?

Sebenarnya, sih, kita pakai banyak plastik dalam kehidupan sehari-hari itu karena malas repot. Ya, nggak? Ayo, ngaku!

Mungkin Sahabat Ublik sudah tahu tentang gaya hidup zero waste. Untuk menjalankannya, kita butuh komitmen dan kesadaran tinggi kalau Bumi tempat tinggal kita ini sudah terlalu penuh sesak dengan sampah sampai-sampai berbagai masalah lingkungan merugikan penghuninya sendiri. Bukan hanya nggak sedap dipandang, tapi sampah juga bikin penyakit. Salah satunya adalah risiko kanker yang ditimbulkan dari sampah plastik.

Kegiatan mendaki atau melancong pada umumnya nggak jauh-jauh dari plastik. Ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah sampah di gunung, pantai, dan tempat wisata pada umumnya. Bahkan, tak menutup kemungkinan ada pula mayat manusia!

sampah di Gunung
Mayat manusia di antara sebaran sampah di Gunung Everest (Sumber: News Corp Australia)

Dilansir dari news.com.au, lebih dari 3 ton sampah dan setidaknya 4 jasad dikumpulkan dari Gunung Everest sejak pertengahan April tahun ini, dan masih banyak lagi yang akan datang. Pihak resmi menduga mereka akan membersihkan 11 ton sampah di akhir hari ke 45 kampanye pembersihan sampah di gunung.

Bayangkan, Sahabat Ublik, gunung termasyhur itu selama ini menyimpah berton-ton sampah yang mengotori putihnya salju. Mayat pun turut tersembunyi di baliknya. Makanya orang-orang di sana bekerja sama untuk mengembalikan kejayaan Gunung Everest karena itu adalah harta mereka. Kita juga harus berpikiran sama, bahwa lingkungan sekitar adalah harta berharga kita juga,

Lalu gimana caranya, nih, supaya nggak nyampah bagi pendaki? Simak tips mendaki gunung minim nyampah berikut ini, yah!

  1. Bawa Botol Minum Sendiri

Nggak usah beli minuman kemasan kalau bisa bawa minum sendiri. Mendaki, kan, bisa bikin haus. Eh, tapi lagi puasa, lho, masak mau minum?

Well, karena mendaki itu butuh fisik yang kuat dan sehat, ada baiknya kamu berpikir ulang bila mau mendaki di saat sedang berpuasa. Kalau memang nggak kuat dan ujung-ujungnya malah bikin ibadah terganggu, mending lain kali saja.

Bawa minum sendiri memang penting sekali. Selain kamu jadi nggak usah mengeluarkan biaya tambahan, kamu juga bisa minim nyampah. Coba, deh, lihat sekelilingmu. Pasti banyak sampah bekas konsumsi di kanan dan kiri.

Selain minim nyampah, ada baiknya kamu membawa botol yang tidak terbuat dari plastik untuk mengurangi kontak dengan plaastik. Ada banyak pilihan botol. Yang paling tidak memungkinkan adalah botol kaca. Berat, cuy!

Kalau Sahabat Ublik ingin bawa minuman yang terjaga hangat atau dinginnya, pakai botol minum stainless steel. Selain nggak merubah rasa air, botol ini juga aman bagi kesehatan. Mau bawa es teh dari rumah? Bisa. Bawa kopi panas? Bisa. Bawa infused water biar semakin sehat? Ayo aja.

  1. Bawa Bekal

Selain bawa minum, kamu juga harus bawa bekal sendiri. Tapi yang dimaksud bekal di sini bukan berarti beli makanan di dalam kemasan plastik terus masukkin ke tas, lho.

Contoh kotak bekal dari stainless steel. (Sumber gambar: amazon.com)

Bekal untuk mendaki tentu saja harus mengenyangkan dan memberi energi. Ada beberapa macam makanan yang bisa kamu jadikan andalan. Granola bars adalah andalan para pendaki. Selain itu, kamu bisa bawa buah dan kacang-kacangan untuk camilan yang menyehatkan sekaligus bisa meminimalisasi sampah plastik.

Beragam camilan bisa kamu masukkan ke dalam reusable silicone bag. Jadi tempat penyimpanan pengganti plastik itu bisa kamu gunakan berulang kali. Biasanya kantung tersebut kedap udara dan aman bila dimasukkan ke freezer maupun mesin cuci piring.

Telur rebus juga bisa menjadi pilihan karena mengenyangkan dengan cukup cepat. Sahabat Ublik juga bisa membuat roti lapis atau nasi di rumah lalu membawanya di kotak bekal ringan yang terbuat dari stainless steel. Kalau kamu suka nonton acara hiburan Korea Selatan, pasti kamu tahu kalau orang-orang di sana suka menggunakan stainless steel untuk peralatan makan mereka.

  1. Bawa Bandana

Eh? Bandana? Yang dipakai di kepala itu, kan?

Bandana punya banyak fungsi saat dibawa mendaki. (Sumber gambar: Daniel Lincoln on Unsplash)

Iya, bandana yang itu, Sahabat Ublik. Mungkin sepintas dilihat, nggak tahu apa fungsinya selain dipakai di kepala. Tetapi sebenarnya bandana punya beberapa kegunaan lain.

Dikutip dari Litterless, bandana bisa digunakan sebagai sapu tangan, lap, pelindung dari matahari, bahkan pembalut luka. Jadi daripada kamu bawa tisu lalu dibuang gitu aja, coba bawa bandana. Ketika panas menyengat, kamu bisa gunakan di kulit biar nggak gosong. Habis nyelam di air, bandana pun bisa digunakan sebagai lap. Pokoknya multifungsi, deh!

  1. Jangan Buang Sampah Sembarangan

    Jangan buang sampah sembarangan. (Sumber gambar: Gary Chan on Unsplash)

Selain makanan dan minuman, ada beberapa barang lain yang biasanya pendaki bawa dan memiliki kemasan plastik. Misalnya saja semprotan anti nyamuk. Yang perlu diperhatikan, kamu harus selalu mementingkan keselamatan dan kesehatan. Jika benda tersebut nggak punya versi yang lebih ramah lingkungan tetapi kamu harus tetap membawanya, paling tidak jangan pernah membuangnya di sembarang tempat. Kalau perlu, pungutlah sampah di sekitarmu meski itu bukan milikmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Cara Biar Nggak Galau Walau Tak Mudik Lebaran

bulan ramadan , ngabuburit

Waktu Ngabuburit di Bulan Ramadan, Kamu Ikut Jadi Tim Apa?