in

4 Cara Menentukan Passion agar Tidak Salah Jurusan

Sahabat Ublik, kerap kali kita sebagai manusia sulit menyadari passion yang ada di dalam diri masing-masing. Terutama jika kita mulai berhadapan dengan pilihan jurusan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Menurut Stephen Covey, passion merupakan sebuah keinginan yang membara, keyakinan kuat, dan dorongan yang membuat orang berdisiplin untuk mencapai visinya. Terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan, ragu dengan passion, dan ragu dengan rasa konsisten di dalam diri membuat kita sulit menentukan jurusan yang sesuai untuk diri kita. Padahal, passion adalah hal yang secara fundamental berfungsi sebagai pendukung dalam memilih jurusan yang sesuai agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Apabila kita sendiri tidak tahu passion yang kita miliki, lantas bagaimana caranya kita dapat memutuskan pilihan yang sesuai?

Ketidaktahuan dengan passion yang ada di dalam diri kita dapat berakibat fatal. Seseorang cenderung tidak menyukai lingkungannya dan akan melakukan sesuatu dengan rasa terpaksa. Ada tipikal orang yang merasa memiliki banyak passion sehingga ia sulit menentukan passion mana yang benar-benar merepresentasikan dirinya, ada pula orang yang bingung tentang apa yang sebenarnya ia minati sehingga ia tidak tahu apa passion yang ada di dalam dirinya. Nah, untuk mengetahui passion yang ada di dalam diri kita, kita dapat memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

jurusan kuliah sesuai passion
Ilustrasi rasa ingin tahu

Manusia adalah long-life learner. Pada hakikatnya seseorang akan terus mempelajari ilmu yang ia minati. Sekarang, mungkin kita dapat menilik kembali bidang apa yang selama ini kerap kita cari tahu tentang informasinya secara terus menerus sehingga menimbulkan rasa ingin tahu yang tinggi.  Rasa ingin tahu yang tinggi akan membuat manusia tidak jenuh mendalami passion yang ada di dalam diri mereka. Misalnya, saat ini kamu sangat bersemangat dengan hal-hal yang berbau ekonomi, bisa jadi ekonomi adalah passionmu. Kamu juga berkecenderungan untuk berbicara atau berdiskusi tentang ekonomi.

Baca Juga : Inilah Fase-Fase Salah Jurusan dan Cara Mengatasinya

  1. Sering Dilakukan Berulang-ulang

Apakah kamu sering melakukan hal yang berulang-ulang tanpa bosan? Mungkin menulis, membaca, atau menggambar? Manusia memiliki tendensi untuk mengulang-ulang hal yang mereka sukai. Oleh karena itu, mungkin kita dapat memperhatikan kebiasaan kita sebelum menentukan jurusan yang dipilih. Misal, kamu tertarik dengan hal-hal berbau sains dan melakukan eksperimen sains secara berulang tanpa perasaan tertekan. Bisa jadi sains adalah passionmu dan kamu bisa memilih jurusan di fakultas MIPA atau teknik. Mungkin kamu juga tertarik dengan dunia sastra, kamu bisa memilih jurusan di fakultas sastra.

 

  1. Tidak Ada Perasaan Terpaksa

Passion adalah sesuatu yang dilakukan tanpa perasaan terpaksa. Meskipun ada kalanya setiap manusia merasakan titik jenuh atau lelah, seseorang yang memiliki passion di dalam bidang tertentu akan tetap mengerjakan hal tersebut dengan senang hati. Misal, passionmu adalah di dunia perfilman dan kamu memilih jurusan perfilman. Kamu dapat mempertimbangkan, apakah nantinya ketika kamu berkuliah di jurusan tersebut kamu dapat mengerjakan tugas yang sangat banyak tanpa merasa terbebani. Jika kamu merasa tidak masalah dengan hal tersebut, passionmu boleh dikatakan berada di bidang perfilman.

Baca Juga : 6 Tips Supaya Tidak Salah Pilih Jurusan Kuliah, Buatmu Calon Mahasiswa

  1. Rela Menghabiskan Waktu Berjam-jam

passion melukis
Ilustrasi melukis

Apakah kamu senang menonton drama Korea berjam-jam? Bisa jadi passion kamu berada di bidang per-Korea-an. Kamu bisa memilih jurusan bahasa Korea untuk menjadi diplomat yang menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korea. Mungkin kamu dapat mengingat kembali, hal apa yang rela kamu habiskan secara berjam-jam. Hal ini dikarenakan ketika kamu memilih jurusan untuk berkuliah, kamu akan menghabiskan banyak waktu untuk belajar materi kuliah dan mengerjakan tugas-tugasnya. Apabila kamu belum rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan hal yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu, bisa jadi hal tersebut bukan merupakan passionmu. Kamu bisa menemukan passionmu melalui proporsi waktu yang kamu sediakan untuk bidang tersebut dan skala prioritasnya.

Baca Juga : Bekerja Tidak Sesuai Jurusan Saat Kuliah? Apakah Itu Sebuah Masalah?

Nah, apakah kamu telah mempertimbangkan empat hal di atas? Untuk menentukan passion, kamu harus memulainya dari lebih memahami diri sendiri dan mulai mengenal kebiasaan-kebiasaan yang sering dijalani. Kesalahan pemilihan jurusan akibat ketidaktahuan terhadap passion yang dimiliki akan membuat seseorang merasa tertekan dalam menjalani perkuliahannya. Akibatnya, seseorang akan cenderung memilih untuk pindah jurusan atau bahkan banyak yang merasa depresi. Jangan ragu untuk menentukan passionmu dengan prospek ke depannya. Prospek ke depannya akan selalu ada selama kamu mendalami passion kamu. Untuk itu, kamu bisa mulai percakapan dengan dirimu sendiri, sudahkah kamu menemukan passionmu untuk memilih jurusan yang tepat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

perfeksionis

Menjadi Perfeksionis, Kelebihan atau Kekurangan?

perfeksionis , perfeksionisme

Kendalikan Perfeksionisme dengan Memahami 6 Hal Ini